NovelToon NovelToon
Tersesat Dalam Novel Psikopat Tampan

Tersesat Dalam Novel Psikopat Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Dark Romance / Psikopat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Sena tidak pernah membayangkan bahwa kebiasaannya membaca novel thriller malam itu akan membawanya ke dalam pusaran teror nyata. Ia terbangun di dalam dunia novel favoritnya—sebuah cerita kelam yang berpusat pada sosok psikopat genius bernama Vex Noir. Di balik topeng topeng pembunuh dingin yang membantai korbannya dengan santai dan tanpa jejak, Vex Noir dikenal selalu berhasil meloloskan diri dari kejaran hukum tanpa cela. Aturan permainan menjadi jauh lebih mengerikan ketika Sena menyadari identitas barunya: ia tidak bertransformasi menjadi sang pahlawan, melainkan menjadi korban pertama dalam daftar pembunuhan Vex Noir—karakter figuran yang seharusnya tewas mengerikan di bab awal. Berbekal ingatan detail tentang setiap plot, kebiasaan, hingga jalan pikiran sang psikopat, Sena harus memutar otak untuk meretas takdirnya sendiSena tidak pernah membayangkan bahwa kebiasaannya membaca novel thriller malam itu akan membawanya ke dalam pusaran teror nyata. Ia terbangun di dalam dunia novel favoritnya sebuah cerita kelam yang berpusat pada sosok psikopat genius bernama Vex Noir. Di balik topeng topeng pembunuh dingin yang membantai korbannya dengan santai dan tanpa jejak, Vex Noir dikenal selalu berhasil meloloskan diri dari kejaran hukum tanpa cela. Aturan permainan menjadi jauh lebih mengerikan ketika Sena menyadari identitas barunya: ia tidak bertransformasi menjadi sang pahlawan, melainkan menjadi korban pertama dalam daftar pembunuhan Vex Noir karakter figuran yang seharusnya tewas mengerikan di bab awal. Berbekal ingatan detail tentang setiap plot, kebiasaan, hingga jalan pikiran sang psikopat, Sena harus memutar otak untuk meretas takdirnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Darah hangat penjahat itu masih menetes lambat di pipi Estella, menyengat indra penciumannya dengan aroma amis yang membekukan darah. Dengan tubuh yang masih kaku di bawah himpitan mayat yang terkulai, Estella perlahan mengalihkan pandangannya ke ujung gang.

Di sana, berdiri Lucian Voss.

Pria itu melangkah tenang melewati genangan air temaram, mengibaskan sedikit debu di lengan jas hitamnya seolah-olah baru saja melempar pisau yang menembus tengkorak manusia adalah hal paling sepele di dunia.

Dada Estella bergemuruh hebat. Ketakutan murni mendadak merayapi seluruh dinding otaknya.

Anjir... batin Estella panik setengah mati, jantungnya berdegup begitu kencang bagaikan mau meledak. Selamat dari kejaran psikopat amatir jalanan, eh malah ketemu langsung sama Raja Iblisnya para psikopat! Ini mah namanya lepas dari mulut buaya langsung masuk ke dalam perut naga!

Melihat Lucian semakin mendekat dengan tatapan mata sehitam jelaga yang menembus kegelapan, otak ajaib Estella berputar cepat mencari jalan keluar paling dramatis.

Aduh, gimana nih?! Kalau gue sapa 'Hai Ganteng', ntar gue dikira ngeremehin aura membunuhnya! Kalau gue lari, leher gue yang gantian ditembus pisau! pikir Estella dalam kepasrahan tingkat tinggi. Ah! Pura-pura pingsan aja deh! Strategi paling aman, klasik, dan tidak memicu konflik!

Tanpa membuang waktu, Estella menghembuskan napas panjang, merilekskan seluruh otot tubuhnya secara mendadak, lalu memejamkan kedua kelopak matanya erat-erat seraya memiringkan kepalanya ke samping. Ia bahkan menahan napasnya sehalus mungkin, berusaha keras meniru sosok orang yang baru saja kehilangan kesadaran secara dramatis.

Lucian menghentikan langkahnya persis di samping tubuh Estella.

Pria itu menundukkan kepalanya, memperhatikan gadis yang terbaring kaku di bawah mayat bersimbah darah itu. Iris matanya yang tajam menyapu setiap inci raut wajah Estella—memperhatikan kelopak mata gadis itu yang masih bergetar halus karena menahan napas, serta alisnya yang mengkerut tipis menahan tegang.

Sebuah senyuman miring yang teramat tipis—dingin, berbahaya, namun menyiratkan kelicikan yang kelam—terbit di sudut bibir Lucian. Akting pingsan Estella terlalu payah untuk mengelabuhi seorang eksekutor kelas atas seperti dirinya.

KLIK.

Suara kokangan senjata api memecah kesunyian gang sempit itu.

Lucian merogoh pistol hitam berperedam suara dari balik jasnya, menyenggol tubuh mayat di atas Estella hingga terguling ke samping, lalu perlahan menunduk. Laras besi dingin dari senjata api itu menempel pas di tengah-tengah dahi Estella.

"Sepertinya..." berdesis suara deep voice Lucian—rendah, serak, dan teramat dekat di telinga Estella. "...kau juga sangat cocok untuk dijadikan hidangan malam ini, Estella."

DEG!

Sensasi besi dingin yang menekan dahinya bercampur dengan bisikan maut itu menghancurkan seluruh benteng akting Estella seketika.

Meski matanya masih terpejam rapat berusaha mempertahan pertunjukan konyolnya, raut wajah Estella sama sekali tidak bisa diajak kompromi. Bibirnya yang pucat mulai bergetar hebat, sudut matanya mengerut parah, dan peluh dingin sebesar biji jagung mencuat membasahi dahinya. Keringat dan ketakutan murni terpancar jelas dari kedalaman ekspresinya yang panik setengah mati di balik kelopak mata yang tertutup!

Tekanan laras pistol yang dingin di dahinya belum juga terangkat. Estella tetap bergeming, mempererat pejaman matanya hingga kelopak matanya berkerut parah. Dalam pikirannya, selama ia tidak membuka mata dan tidak menatap iris hitam membunuh milik Lucian, adegan eksekusi ini secara ajaib tidak akan pernah dimulai.

Kagak mau! Gue kagak mau buka mata! jerit Estella dalam hati, komat-kamit merapalkan mantra keselamatan versi dirinya sendiri. Kalau gue buka mata sekarang, fix mata gue bakal menatap malaikat maut berpakaian jas hitam ini! Mending gue meram terus sampai kiamat atau sampai ni cowok bosan sendiri!

Lucian menatap raut wajah gadis di bawahnya dengan sorot mata yang sulit diartikan. Bibirnya yang kaku menahan kekehan tipis melihat betapa gigihnya Estella mempertahankan akting konyol yang sama sekali tidak menyelamatkannya itu.

Pria itu menyarungkan kembali pistolnya ke balik jas hitamnya. Tanpa mengucap sepatah kata pun, Lucian menyusupkan satu lengan kokohnya ke bawah tengkuk Estella dan lengan lainnya ke bawah lekukan lutut gadis itu.

SRET!

Dengan satu gerakan mudah dan tanpa usaha berarti, Lucian mengangkat tubuh ringkih Estella dari lantai gang kotor yang bersimbah darah, menggendongnya secara bridal style ke dalam dekapannya.

Estella yang terkejut setengah mati hampir saja memekik kencang dan membuka matanya. Tubuhnya mendadak melayang di udara, terkunci rapat di dada bidang Lucian yang keras bagaikan dinding batu. Namun, demi mempertahankan harga diri akting pingsannya yang sudah berada di ambang jurang, Estella memutus saraf vokalnya rapat-rapt, membiarkan kepalanya terkulai lemas menyandar di bahu pria itu.

Waduh! Waduh! Ini kenapa gue digendong gaya pengantin begini?! jerit otak Estella makin liar saat merasakan desakan langkah kaki Lucian yang membawanya keluar dari gang sempit.

Pikiran absurdnya mulai berputar cepat, menebak-nebak takdir tragis apa lagi yang sedang disiapkan oleh sang Vex Noir.

Tunggu deh... kenapa gaya gendongannya agak romantis tapi aromanya bau darah gini?! batin Estella dengan kepanikan tingkat tinggi. Apakah ini tradisi khusus sebelum korban dieksekusi? Kayak hewan kurban yang diarak keliling kampung dulu sebelum disembelih?! Atau jangan-jangan... dia mau bawa gue ke markas rahasianya buat dijadikan bahan eksperimen raksasa?! Terus organ tubuh gue diurai satu-satu buat koleksi akuarium?! Hiiyyy! Tuan Iblis, ampunilah hamba yang tidak berdosa ini! Kalo tahu gini mending tadi gue makan mie ayam aja daripada nyari kue estetis!

Di tengah rentetan mantra konyol dan tebakan absurd yang merajai pikiran Estella, Lucian melangkah tenang membelah kegelapan malam. Ia dapat merasakan dengan jelas bagaimana tubuh gadis dalam dekapannya itu bergetar halus dan napasnya tertahan tegang, membuat sudut bibir sang penguasa dunia bawah tanah itu kembali terangkat tipis di dalam kegelapan.

1
putmelyana
bodoh banget ceweknya orang MH ngejauh dari kematian malah ngedeketin udah tau dia psikopat malah deketin. orang mh kabur nikmati karena transmigrasi jadi kaya malah jadi babu
putmelyana
apasih karakter ceweknya sikapnya berlebihan banget gajelas.
Alissia
up thor🤭🤭
Alia Chans
Hadir Thor, saling support💪/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!