NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara
Popularitas:318.8k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Kemarahan Dua Keluarga

     "Bughhh."

     "Bughhhh."

     Ayunan tinju dua kali mengenai peut Ardana, sampai Ardana membungkuk menahan rasa sakit.

    Darah keluar dari mulutnya. Semua yang melihat di sana menjerit kaget melihat Pak Idris dengan spontan meninju perut Ardana, disusul darah kental yang keluar dari mulutnya.

     "Jangan Idris, jangan lanjutkan! Ini bisa membunuh anakmu. Jangan selesaikan dengan kekerasan fisik," tahan Pak Kemal seraya menahan kepalan tangan Pak Idris yang siap meninju perut Ardana untuk ketiga kalinya.

     Tubuh Pak Idris mendorong tubuh Pak Kemal yang menghalangi, ia masih belum puas melampiaskan kemarahannya pada Ardana.

     "Anak kurang ajar. Lebih baik aku habisi, aku tidak habis pikir kenapa ia biarkan istrinya pergi. Ini pasti ada sesuatu serius yang membuat anakmu pergi." Pak Idris berkata dengan wajah yang merah padam. Kalau tidak ditahan Pak Kemal, bisa saja sesuatu yang lebih parah akan terjadi pada Ardana.

     Ardana terhuyung, tangannya menahan perutnya yang sakit. Sementara darah segar, kini keluar dari mulutnya menyusul darah kental yang sudah keluar tadi.

     Dobel sudah penderitaan Ardana, belum reda pipinya yang sakit akibat tamparan sang Mama, kini ditambah perutnya yang kena hantam tinju papanya.

     Melihat sang putra berlumur darah, Bu Karina menghampiri dengan was-was. Meskipun ia sangat kesal dengan Ardana, akan tetapi hati seorang ibu mana yang tega melihat anaknya berdarah-darah lalu mati konyol

     Ardana membungkuk sambil memegangi perutnya yang sakit. Lalu tangannya kiri dan kanan dipegangi Bu Karina dan Bu Lila, kemudian dipapah menuju sopa.

     Perlahan tubuh Ardana dibaringkan di atas sopa.

     Ardana terlihat meringis, sepertinya ada luka dalam yang dideritanya akibat tinju Pak Idris.

     Bu Karina berlari kecil ke dapur, dihampiri Bi Sumi yang ikut panik dari dapur sambil memberikan baskom berisi air hangat dilengkapi handuk kecil untuk mengompres darah di mulut Ardana.

     "Bu, ini air kompres."

     Bu Karina menatap sekilas Bi Sumi, ia merasa malu kejadian ini dilihat asisten rumah tangganya.

     "Terima kasih, Bi Sumi."

     Bu Karina segera kembali menuju sopa. Sementara Bu Lila, meskipun ia merasakan kemarahan yang sama seperti besannya, dengan telaten Bu Lila menyeka darah di sudut bibir menantunya dengan tisu basah yang berada di atas meja.

     "Kenapa kamu membuat kericuhan ini Ardana? Apa yang membuat menantu Mama pergi? Mama yakin kamu telah membuat hal yang fatal sehingga Nayra pergi. Kamu memang tidak tahu diuntung," omel Bu Karina sambil tidak berhenti tangannya mengompres wajah Ardana yang berlumur darah.

     Meskipun hati Bu Karina marah, akan tetapi melihat putranya berlumur darah, ia tidak tega. Hati ibu mana yang akan tega membiarkan anaknya mati konyol? Sebelum kematian itu sia-sia, Bu Karina akan meminta pertanggungjawaban Ardana, yaitu membawa kembali Nayra ke sisinya.

     "Andai saja Papamu tidak dihalangi Bapak mertuamu, sudah pasti kamu akan mati konyol. Tapi, Mama tidak kamu tidak mau kamu mati konyol sebelum kamu bisa hadapkan Nayra ke hadapan Mama," tandas Bu Karina menggebu-gebu.

     Ardana tidak menjawab apa-apa, ia hanya bisa meringis dan menyesali kepergian Nayra atas ulahnya.

     Beberapa meter di samping Bu Karina dan Bu Lila, keadaan Pak Idris kini sudah lumayan tenang setelah Pak Kemal berusaha meredam emosi besannya itu.

     "Kita duduk sama-sama, kita tanya Ardana baik-baik. Kamu harus tahan emosi dulu. Aku juga sebagai Bapaknya sangat marah. Tapi, apakah hanya dengan marah, semua akan bisa diselesaikan." Pak Kemal tidak patah smangat membujuk Pak Idris yang masih belum tenang.

     "Gimana aku bisa tenang Mal, putrimu telah pergi gara-gara anakku? Aku tidak bsia duduk diam membiarkan dia berdiri dengan muka bersalah dan minta maaf. Kalau bisa, aku buat mati saja anak itu." Pak Idris masih mengeluarkan unek-uneknya atas kekesalannya pada sang putra.

     Pak Idris merasa sangat malu dengan Pak Kemal. Bagaimanapun ia harus ikut bertanggung jawab atas ulah Ardana yang membuat Nayra pergi.

     "Iya tentu saja kamu marah, aku juga. Aku ayahnya. Betapa sakit apabila mendengar putriku disakiti. Tapi, kita belum tahu akar masalah yang membuat putriku pergi. Kita harus tanya baik-baik putramu dengan kepala dingin," bujuk Pak Kemal.

     Akhirnya Pak Idris setuju. Setelah emosinya sedikit mereda, ia bangkit menuju Ardana yang kini sudah didudukan di sofa.

     Tatap mata Pak Idris tajam masih diliputi amarah. Begitupun Pak Kemal, ia marah, was-was dan takut. Takut dengan keadaan Nayra yang kini entah di mana.

     "Biar aku saja." Pak Kemal mengangkat tangannya memberi kode biar dia saja yang bertanya pada Ardana.

      "Nak Arda, apakah kamu saat ini sudah cukup baik dan bisa menjawab pertanyaan Ayah?" Pak Kemal bertanya penuh perasaan, padahal hatinya dilanda gelisah dan galau memikirkan. Nayra.

     "Lumayan, Pak. Arda... Arda siap menjawab pertanyaan Bapak," jawab Ardana sedikit gugup. Kepalanya tertunduk tidak berani terangkat.

     "Hal apa yang membuat putri ayah nekad pergi? Karena setahu ayah, meskipun selama ini sikapmu masih datar dan dingin, tapi Nayra selalu bertahan. Padahal kamu tahu, berulang kali ayah pernah tanyakan apakah dia masih sanggup berada di samping kamu, yang tidak pernah menganggapnya? Kamu ingin tahu jawabannya? Dia selalu menjawab dengan tenang kalau sikapmu itu bawaan. Dia juga bilang, kalau dia sudah hamil pasti kamu akan menghangat."

     Pak Kemal berhenti, air matanya tiba-tiba menggenang dan ingin jatuh. Tapi pria paruh baya itu segera menyeka, tidak mau memperlihatkan bahwa ia sangat rapuh karena telah kehilangan putri tercinta.

     Bu Lila mendekat dan memeluk bahu Pak Kemal untuk memberi kekuatan.

     Ardana tiba-tiba bangkit, meskipun tangannya masih menahan sakit di perutnya, lalu kembali bersimpuh seperti pertama tadi saat baru beberapa saat tiba di rumah ini.

     "Semua salah Arda, Pak. Arda yang membuat Nayra pergi." Ardana menangis saat itu juga di pangkuan Pak Kemal.

     Semua mata tertuju pada Ardana penuh emosi.

     "Berikan petunjuk, ke mana mantuku pergiii? Cari petunjuk itu, jangan kau hanya menangis di pangkuan ayah mertuamu untuk menunjukkan bahwa kamu bersalah. Tidak cukup dengan mengakui kamu salah. Tapi kamu harus bertindak dan bertanggung jawab," pekik Pak Idris tiba-tiba, sebelum Ardana kembali bicara.

     Semua yang di sana terkejut.

     Ardana menatap Pak Idris takut. Ia mengangguk dan bangkit perlahan, bahwa ia akan menunjukan sesuatu sebagai petunjuk.

     Ardana segera bergegas keluar dengan langkah diseret menahan sakit menuju mobilnya, dan mengambil buku diary Nayra sebagai satu-satunya petunjuk kenapa Nayra pergi.

     Ardana kembali sembari memberikan buku diary itu.

     Pak Idris merebut buku diary itu kasar. Lalu dengan tidak sabar ia segera membuka dan membaca isi dari tulisan buku dari itu.

     Beberapa jenak keadaan ruangan hening, Pak Idris membaca lembar demi lembar sembari matanya berkaca-kaca.

     Pak Idris tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatap Ardana. "Jadi...dia pergi karena...."

     Belum selesai bicara, Pak Idris dengan cepat menghampiri Ardana lalu menampar keras pipi Ardana dengan tangannya sekuat tenaga.

     "Papa."

     Bu Karina berpekik terkejut.

     Ardana terhuyung dengan kepala kejedot ujung meja.

1
Ayudya
nah kan mulai deh iya iya nya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ita rahmawati
walaupun udh lama nikah dn terpisah lama Tpkan mereka emang baru merasakan cinta yg menggebu gebu jd wajar kalo seperti pengantin baru 😂
Lina Zascia Amandia: Betul sekali... 🤭🤭🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Rapel karena 2 tahun diabaikan dan 5 tahun berjauhan
Lina Zascia Amandia: 3 tahun diabaikan, tiga tahun berjauhan.... 😄😄
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
berasa jadi pengantin baru ... 🤭
padahal mah udah kadaluarsa 😂
Lina Zascia Amandia: Wkwkwk.....
total 1 replies
Patrick Khan
kupas dan kuliti sampai tuntas biar gk gila trs tiana🤣🤣🤣
Patrick Khan
ow begitu
Ita rahmawati
udh terlalu sakit ya ti
Ita rahmawati
ya emang udh seharusnya GK sih Thor krna Tiana kn bagian dari kisah ini 🤭
Ita rahmawati
lah ya udh sampe gila gila dn ternyata ditipu kena karma nih berarti Tiana krna udh khianati si Arda 🤣
Endang Sulistia
pintar
Endang Sulistia
kek si Ardana yg sakit jiwa..😤😤
Piyah
kawal Tiana sm seryadi sampe ke pelaminan
Rina
Semoga yang terbaik aja buat setyadi dan Tiana 🫢🫢🫢
merry
jgn mau tiani bgs kmu tu pergi dr setya biar dia rsainn gmn hdp y hncur,,, liat aj dia ngmg dgn orgtua y lngsng stuju cb dr dlu critain psti orgtua bntuin kn mslh ya in diem ajj biarkn kmu hncur smpai gila,, org yg obatin kmu jdi sasaran kmu smpai kbur tu bini org smpai keliling Indonesia🤣🤣🤣🤣 smpai jdi grmbel di surabaya krn khbsann uang,, dan terpisah dr ank y ,, hrsy setya ngerasain kyk ardana tu kn pelaku setya bukn ardana 🙏🙏🙏
Lina Zascia Amandia: Terlanjur sakit hati sih..,
total 1 replies
merry
hrs arwana hncrinn tu setdayi gr gr dia rt y berantakan sm nayra jgn ksh enk y donk tuu,,, biang y keladi y si laras, pengecut y set set itu klo tiani korban 😄😄😄
Aditya hp/ bunda Lia
Nah ... ditolak 😂
awas Tiana nanti pas denger Setya sama yang lain kamu stress lagi
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwkwk
total 1 replies
Nar Sih
cerita tiana cukup menarik kak
Lina Zascia Amandia: Mksh... nanti nolak dulu, biar Setyadi berjuang meraih cinta Tiana.
total 1 replies
Ayudya
tetap semangat Setya buat meraih cinta tiana🥰🥰🥰🥰
Aditya hp/ bunda Lia
gak apa-apa Thor emang harus dikupas tuntas biar gak penasaran mau beberapa bab juga okey2 ajah ... seneng malah 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: 🫰🫰🫰🫰🫰
total 3 replies
Ayudya
lanjut kak
Lina Zascia Amandia: Sudah OTW....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!