NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:785.1k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Kemarahan Dua Keluarga

     "Bughhh."

     "Bughhhh."

     Ayunan tinju dua kali mengenai peut Ardana, sampai Ardana membungkuk menahan rasa sakit.

    Darah keluar dari mulutnya. Semua yang melihat di sana menjerit kaget melihat Pak Idris dengan spontan meninju perut Ardana, disusul darah kental yang keluar dari mulutnya.

     "Jangan Idris, jangan lanjutkan! Ini bisa membunuh anakmu. Jangan selesaikan dengan kekerasan fisik," tahan Pak Kemal seraya menahan kepalan tangan Pak Idris yang siap meninju perut Ardana untuk ketiga kalinya.

     Tubuh Pak Idris mendorong tubuh Pak Kemal yang menghalangi, ia masih belum puas melampiaskan kemarahannya pada Ardana.

     "Anak kurang ajar. Lebih baik aku habisi, aku tidak habis pikir kenapa ia biarkan istrinya pergi. Ini pasti ada sesuatu serius yang membuat anakmu pergi." Pak Idris berkata dengan wajah yang merah padam. Kalau tidak ditahan Pak Kemal, bisa saja sesuatu yang lebih parah akan terjadi pada Ardana.

     Ardana terhuyung, tangannya menahan perutnya yang sakit. Sementara darah segar, kini keluar dari mulutnya menyusul darah kental yang sudah keluar tadi.

     Dobel sudah penderitaan Ardana, belum reda pipinya yang sakit akibat tamparan sang Mama, kini ditambah perutnya yang kena hantam tinju papanya.

     Melihat sang putra berlumur darah, Bu Karina menghampiri dengan was-was. Meskipun ia sangat kesal dengan Ardana, akan tetapi hati seorang ibu mana yang tega melihat anaknya berdarah-darah lalu mati konyol

     Ardana membungkuk sambil memegangi perutnya yang sakit. Lalu tangannya kiri dan kanan dipegangi Bu Karina dan Bu Lila, kemudian dipapah menuju sopa.

     Perlahan tubuh Ardana dibaringkan di atas sopa.

     Ardana terlihat meringis, sepertinya ada luka dalam yang dideritanya akibat tinju Pak Idris.

     Bu Karina berlari kecil ke dapur, dihampiri Bi Sumi yang ikut panik dari dapur sambil memberikan baskom berisi air hangat dilengkapi handuk kecil untuk mengompres darah di mulut Ardana.

     "Bu, ini air kompres."

     Bu Karina menatap sekilas Bi Sumi, ia merasa malu kejadian ini dilihat asisten rumah tangganya.

     "Terima kasih, Bi Sumi."

     Bu Karina segera kembali menuju sopa. Sementara Bu Lila, meskipun ia merasakan kemarahan yang sama seperti besannya, dengan telaten Bu Lila menyeka darah di sudut bibir menantunya dengan tisu basah yang berada di atas meja.

     "Kenapa kamu membuat kericuhan ini Ardana? Apa yang membuat menantu Mama pergi? Mama yakin kamu telah membuat hal yang fatal sehingga Nayra pergi. Kamu memang tidak tahu diuntung," omel Bu Karina sambil tidak berhenti tangannya mengompres wajah Ardana yang berlumur darah.

     Meskipun hati Bu Karina marah, akan tetapi melihat putranya berlumur darah, ia tidak tega. Hati ibu mana yang akan tega membiarkan anaknya mati konyol? Sebelum kematian itu sia-sia, Bu Karina akan meminta pertanggungjawaban Ardana, yaitu membawa kembali Nayra ke sisinya.

     "Andai saja Papamu tidak dihalangi Bapak mertuamu, sudah pasti kamu akan mati konyol. Tapi, Mama tidak kamu tidak mau kamu mati konyol sebelum kamu bisa hadapkan Nayra ke hadapan Mama," tandas Bu Karina menggebu-gebu.

     Ardana tidak menjawab apa-apa, ia hanya bisa meringis dan menyesali kepergian Nayra atas ulahnya.

     Beberapa meter di samping Bu Karina dan Bu Lila, keadaan Pak Idris kini sudah lumayan tenang setelah Pak Kemal berusaha meredam emosi besannya itu.

     "Kita duduk sama-sama, kita tanya Ardana baik-baik. Kamu harus tahan emosi dulu. Aku juga sebagai Bapaknya sangat marah. Tapi, apakah hanya dengan marah, semua akan bisa diselesaikan." Pak Kemal tidak patah smangat membujuk Pak Idris yang masih belum tenang.

     "Gimana aku bisa tenang Mal, putrimu telah pergi gara-gara anakku? Aku tidak bsia duduk diam membiarkan dia berdiri dengan muka bersalah dan minta maaf. Kalau bisa, aku buat mati saja anak itu." Pak Idris masih mengeluarkan unek-uneknya atas kekesalannya pada sang putra.

     Pak Idris merasa sangat malu dengan Pak Kemal. Bagaimanapun ia harus ikut bertanggung jawab atas ulah Ardana yang membuat Nayra pergi.

     "Iya tentu saja kamu marah, aku juga. Aku ayahnya. Betapa sakit apabila mendengar putriku disakiti. Tapi, kita belum tahu akar masalah yang membuat putriku pergi. Kita harus tanya baik-baik putramu dengan kepala dingin," bujuk Pak Kemal.

     Akhirnya Pak Idris setuju. Setelah emosinya sedikit mereda, ia bangkit menuju Ardana yang kini sudah didudukan di sofa.

     Tatap mata Pak Idris tajam masih diliputi amarah. Begitupun Pak Kemal, ia marah, was-was dan takut. Takut dengan keadaan Nayra yang kini entah di mana.

     "Biar aku saja." Pak Kemal mengangkat tangannya memberi kode biar dia saja yang bertanya pada Ardana.

      "Nak Arda, apakah kamu saat ini sudah cukup baik dan bisa menjawab pertanyaan Ayah?" Pak Kemal bertanya penuh perasaan, padahal hatinya dilanda gelisah dan galau memikirkan. Nayra.

     "Lumayan, Pak. Arda... Arda siap menjawab pertanyaan Bapak," jawab Ardana sedikit gugup. Kepalanya tertunduk tidak berani terangkat.

     "Hal apa yang membuat putri ayah nekad pergi? Karena setahu ayah, meskipun selama ini sikapmu masih datar dan dingin, tapi Nayra selalu bertahan. Padahal kamu tahu, berulang kali ayah pernah tanyakan apakah dia masih sanggup berada di samping kamu, yang tidak pernah menganggapnya? Kamu ingin tahu jawabannya? Dia selalu menjawab dengan tenang kalau sikapmu itu bawaan. Dia juga bilang, kalau dia sudah hamil pasti kamu akan menghangat."

     Pak Kemal berhenti, air matanya tiba-tiba menggenang dan ingin jatuh. Tapi pria paruh baya itu segera menyeka, tidak mau memperlihatkan bahwa ia sangat rapuh karena telah kehilangan putri tercinta.

     Bu Lila mendekat dan memeluk bahu Pak Kemal untuk memberi kekuatan.

     Ardana tiba-tiba bangkit, meskipun tangannya masih menahan sakit di perutnya, lalu kembali bersimpuh seperti pertama tadi saat baru beberapa saat tiba di rumah ini.

     "Semua salah Arda, Pak. Arda yang membuat Nayra pergi." Ardana menangis saat itu juga di pangkuan Pak Kemal.

     Semua mata tertuju pada Ardana penuh emosi.

     "Berikan petunjuk, ke mana mantuku pergiii? Cari petunjuk itu, jangan kau hanya menangis di pangkuan ayah mertuamu untuk menunjukkan bahwa kamu bersalah. Tidak cukup dengan mengakui kamu salah. Tapi kamu harus bertindak dan bertanggung jawab," pekik Pak Idris tiba-tiba, sebelum Ardana kembali bicara.

     Semua yang di sana terkejut.

     Ardana menatap Pak Idris takut. Ia mengangguk dan bangkit perlahan, bahwa ia akan menunjukan sesuatu sebagai petunjuk.

     Ardana segera bergegas keluar dengan langkah diseret menahan sakit menuju mobilnya, dan mengambil buku diary Nayra sebagai satu-satunya petunjuk kenapa Nayra pergi.

     Ardana kembali sembari memberikan buku diary itu.

     Pak Idris merebut buku diary itu kasar. Lalu dengan tidak sabar ia segera membuka dan membaca isi dari tulisan buku dari itu.

     Beberapa jenak keadaan ruangan hening, Pak Idris membaca lembar demi lembar sembari matanya berkaca-kaca.

     Pak Idris tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menatap Ardana. "Jadi...dia pergi karena...."

     Belum selesai bicara, Pak Idris dengan cepat menghampiri Ardana lalu menampar keras pipi Ardana dengan tangannya sekuat tenaga.

     "Papa."

     Bu Karina berpekik terkejut.

     Ardana terhuyung dengan kepala kejedot ujung meja.

1
Deera__
Makassar.. kota yang ingin ku datangi... rindu pada kakakku tercinta nan jauh disna.
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, smg cpt bertemu kembali ya Kak... 🥰🥰
total 1 replies
Deera__
Nayra pasti dilindungi kakknya Kak Nayma.
Deera__
gilaaa udh nakall banget kau Tiana dulu. emng kebanyakan pilot itu kang selingkuh, kang modus dan hobbi modal manis doang. banyak intrik dikehidupan Pilot. karna kesibukan kerjanya itu dan sering dikelilingi wanita² cantik lagi seorang pramugari atau pilot wanita
Lina Zascia Amandia: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Deera__
miris hidupmu Nay 😢😢😢😓😓😓
Deera__
Ya Allah ya Rabb... jika sudh lelah dengan semua. GK sanggup bersama ma istrimu lebih baik pulangkan saja Nayra dengan baik² ke kedua orangtua dan kakaknya. Jangan terlalu dalam menggores luka dihati dan hidup istrimu. GK punya hati dan perasaan sedikit saja kamu.
Deera__
astaghfirullah ini namanya udh selingkuh. kurang ajar kau Ardana /Smug//Smug/
Deera__
diihh hueekk.. sok lembut dan perhatian. ma istri dingin cuek angkuh.. ku getok ya kau 🤣🤣🤣/Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
Agustinar Agustinar
semoga mereka bersatu kembali dan tidak ada masalah
Deera__
emang suamimu itu gendeng dan aneh bin idiot Nay. jadi gk ush dimasukin ke hati. Cukup sekarang btasi diri. jangan berharap lebih. berharaplah dan serahkan semua pada Allah. ku jamin hidupmu tenang dan bahagia.
Deera__
kau waras kan? aneh dipeluk istri kok risih ilfeel. /Slight//Drowsy//Drowsy/
Ririn Danayanti
lanjut dan semangat KK author
Lina Zascia Amandia: Makasih Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ari Sawitri
kaos kaki hitam warna navy???🤔🤔🤔 kok bingung ya?? jadinya ini kaos kaki warna hitam atau navy?😅😅
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwk.... nanti revisi Kak. Makasih atas kejeliannya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ari Sawitri
tolol emang.. itu lagi si Tama sok sok mau jd pahlawan kesiangan. egois semua. ya jelas lah klu aku jd mertua nayra akan berpikir itu suami dan anak mereka 🤨🤨😕 bodoh banget
Ari Sawitri
harusnya nayra tegas menolak Tama utk menemani smp bandung .. jd tambah runyam kan😔🤔 kecewa dg sikap nayra yg egois
Ari Sawitri
hah 🤨🤨🤨3 th kamu anggap apa? itu waktu yg lama yg diberikan nayra untuk kamu berubah bahlul😡😡😡 jengkel aku
Ari Sawitri
harusnya pakai kata pergi dr rumah ya .. klu minggat kok kasar ya 😅
Lina Zascia Amandia: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Endjang Setiawan
Seorang Letnan kok mudah dibohongi ya🤭
Novi Anit
menarik
Lina Zascia Amandia: Makasih byk Kak. Lanjut sampai tamat.
total 1 replies
Mama Gezkara
sombong sekali anda pak...
Mama Gezkara
siap kaaakk
Lina Zascia Amandia: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!