NovelToon NovelToon
Cinta Sang Penguasa Hidden

Cinta Sang Penguasa Hidden

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:545
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

​Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah ia lakukan oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa menjadi menantu numpang di keluarga kelas menengah, Reno diperlakukan seperti pelayan, dihina oleh ibu mertuanya, dan dianggap suami "tidak berguna" oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, satu-satunya alasan Reno bertahan dan berpura-pura menjadi orang miskin adalah untuk melindungi istrinya, Alya, perempuan polos yang pernah menyelamatkan nyawanya.
​Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan Alya dengan seorang pria kaya raya yang sombong. Di hari yang sama ketika surat cerai disodorkan ke wajahnya, organisasi rahasia terbesar di dunia—Grup Naga Hitam—akhirnya menemukan keberadaan Reno.
​Ternyata, Reno bukanlah orang biasa. Dia adalah Tuan Muda Penguasa Tunggal dari keluarga terkaya di benua ini yang sengaja menghilang untuk menyelesaikan misi rahasia.
​Begitu batasan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Tindakan Nekat dan Konsekuensi

Jeritan histeris Randy Surya membahana, memecah keriuhan aula yang tadinya dipenuhi kekaguman. Kilatan perak dari mata pisau lipat yang mengacung tajam memantulkan cahaya lampu kristal, meluncur deras menuju dada Reno.

Para tamu undangan menjerit histeris, beberapa wanita menutup mata, dan kerumunan pengusaha berhamburan mundur dalam kepanikan. Dalam jarak sependek itu, mustahil bagi seorang manusia biasa untuk menghindar dari serangan mendadak yang dipicu oleh kegilaan dan rasa dendam.

"Reno, awas!" jerit Alya dengan wajah pucat pasi, jantungnya seolah berhenti berdetak seketika.

Namun, Reno sama sekali tidak menunjukkan pendar ketakutan. Wajahnya tetap tenang tanpa riak emosi sedikit pun.

Tepat saat mata pisau itu berjarak hanya beberapa sentimeter dari kemejanya, Reno menggeser kaki kirinya setengah langkah ke belakang secara presisi. Tubuhnya miring secara halus, membiarkan serangan nekat Randy meleset menghantam angin hampa. Before Randy sempat menyadari bahwa serangannya gagal, tangan kanan Reno bergerak secepat kilat.

*TAK!*

Dengan cengkeraman sekuat jepitan baja, Reno mengunci pergelangan tangan Randy yang memegang pisau. Gerakan itu begitu cepat, efisien, dan mematikan—sebuah teknik pertahanan diri tingkat tinggi yang hanya dimiliki oleh seorang penguasa terlatih.

"Aaghh!" Randy merintih kesakitan saat tulang pergelangan tangannya diputar secara halus namun bertekanan tinggi oleh Reno.

*KLANG!*

Pisau lipat itu terlepas dari jemari Randy dan jatuh menghantam lantai marmer, menimbulkan dentang nyaring yang menggetarkan bulu kuduk.

Reno mendorong lengan Randy secara santai, membuat pria yang gelap mata itu limbung dan berlutut di atas lantai dengan napas terengah-engah. Mengusap kerah jasnya yang tidak sedikit pun kusut, Reno menatap Randy dari atas dengan pandangan yang dingin dan penuh dominasi.

"Tindakan nekat yang sangat bodoh, Randy," ujar Reno dengan suara rendah yang begitu berwibawa, sama sekali tidak terengah-engah.

Sebelum Randy sempat bangkit, dua pengawal pribadi Naga Hitam bergerak secepat bayangan. Mereka menekan kedua bahu Randy ke lantai marmer, mengunci gerakannya hingga pria itu tak mampu bergerak sedikit pun.

Tak lama kemudian, sirine mobil polisi terdengar melolong nyaring dari luar gedung. Pintu aula kembali terbuka lebar, membiarkan selusin aparat kepolisian berseragam lengkap diterjunkan masuk di bawah pimpinan Kepala Kepolisian Kota sendiri.

Kepala Kepolisian melangkah tergesa-gesa dengan peluh membasahi dahinya, langsung membungkuk hormat 90 derajat di hadapan Reno sebelum mengalihkan pandangan ke arah Randy.

"Tuan Muda Reno, maaf atas keterlambatan kami," kata Kepala Kepolisian dengan suara penuh kepatuhan.

"Amankan dia," jawab Reno datar seraya menunjuk Randy dengan dagunya. "Percobaan pembunuhan berencana di depan umum, ditambah bukti-bukti tindak kejahatan finansial yang sudah diserahkan oleh Bagas. Pastikan hukum berjalan tanpa ada sedikit pun celah."

"Siap, Tuan Muda! Kami akan memprosesnya dengan hukuman maksimal!" jawab Kepala Kepolisian tegas.

Aparat segera memasang borgol besi ke kedua pergelangan tangan Randy. Saat diseret berdiri, Randy yang telah kehilangan seluruh akal sehatnya berteriak-teriak histeris bagaikan orang gila.

"Reno! Lepaskan aku! Keluarga Surya tidak akan pernah melepaskanmu! Kamu hanya mantan benalu! Aku akan membunuhmu!" jeritan Randy terus bergema serak hingga tubuhnya diseret keluar dari aula oleh para petugas.

Kehancuran Randy Surya terjadi secara nyata di depan mata seluruh elit kota. Bukan hanya bisnis keluarga yang musnah, kini masa depannya pun terkunci rapat di balik sel tahanan.

Di sudut ruangan lain, Maya dan Hendra berdiri menggigil hebat. Melihat Randy diseret seperti anjing kurap dan menyaksikan betapa Kepala Kepolisian sendiri tunduk membungkuk di hadapan Reno, tubuh Maya gemetar tak terkendali. Rasa takut yang sangat pekat merayapi seluruh badannya.

Ia teringat betapa seringnya dulu ia memaki, menyuruh Reno berlutut, dan melempar sisa makanan padanya. Jika pria sekuat ini bisa meruntuhkan klan Surya dan memenjarakan putra mahkotanya dalam hitungan menit, bagaimana dengan nasib keluarga mereka yang kecil ini?

Maya mencoba melangkah maju secara perlahan, berniat mendekati Alya dan Reno untuk mencuci tangannya dari dosa masa lalu. Namun, sebelum langkah kakinya mencapai barisan depan, Bagas mengisyaratkan dua pengawal bertubuh tinggi besar untuk menghadang jalan mereka.

"Nyonya Maya, Tuan Hendra," suara Bagas terdengar dingin tanpa ampun. "Kalian telah memicu kegaduhan dan mengganggu ketenangan jamuan malam Tuan Muda. Silakan tinggalkan tempat ini secara mandiri sebelum para pengawal menyeret kalian secara kasar."

"Tapi... tapi kami ini orang tua Alya! Kami mertua Reno!" ratap Maya dengan wajah pucat pasi, mencoba memanfaatkan hubungan masa lalu.

"Mantan mertua," koreksi Bagas tajam. "Dan peringatan ini tidak berlaku dua kali."

Kedua pengawal maju satu langkah dengan wajah garang, membuat Maya dan Hendra menjerit kaget sebelum akhirnya berbalik arah dan berlari ketakutan keluar dari gedung pesta. Mereka diusir secara tidak hormat, ditinggalkan tanpa harta, tanpa nama, dan tanpa ada lagi pelindung yang bisa mereka pandang.

Setelah kegaduhan mereda, situasi aula kembali tenang, meski para tamu undangan kini menatap Reno dengan tingkat penghormatan dan kecemasan yang jauh lebih tinggi. Reno mengisyaratkan kepada Bagas untuk mengurus sisa interaksi bisnis dengan para investor, sementara dirinya melangkah mendekati Alya yang masih berdiri terpana.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Reno lembut. Suaranya mendadak berubah dari dingin menjadi sarat akan perhatian yang dalam saat berhadapan dengan Alya.

Alya menatap Reno, dadanya naik turun mengendalikan emosi yang membuncah. Ditatapnya wajah pria di hadapannya—pria yang baru saja menepis serangan pisau dengan begitu tenang, pria yang memiliki ketegasan tanpa emosi berlebih demi melindunginya.

"Aku... aku tidak apa-apa," jawab Alya dengan suara yang sedikit bergetar. "Terima kasih, Reno. Kamu lagi-lagi menyelamatkanku."

"Aku hanya memastikan bahwa proyek Zena tidak terganggu oleh orang-orang tidak bertanggung jawab," jawab Reno datar, mempertahankan sikap profesionalnya meski ada sedikit kehangatan yang tak bisa disembunyikan dari sepasang matanya.

Alya mengangguk pelan, memahami bahwa jalan untuk menyembuhkan luka di antara mereka masih panjang. Namun di dalam hatinya, rasa kagum dan penyesalan semakin berakar kuat.

Saat suasana mulai mencair dan Alya diarahkan oleh Bagas untuk berdiskusi dengan para investor utama mengenai teknis proyek pesisir, Bagas memanfaatkan momen itu untuk mendekati Reno yang berdiri di area selasar yang lebih tenang.

Bagas membungkuk pelan, mendekatkan diri ke telinga Reno. Wajahnya yang biasa tenang kini memancarkan keseriusan yang intens.

"Ada laporan darurat, Tuan Muda," bisik Bagas dengan suara yang sangat pelan namun tegas.

Reno memiringkan kepalanya sedikit. "Bicaralah."

"Runtuhnya Keluarga Surya rupanya menciptakan efek domino hingga ke ibu kota," terang Bagas. "Keluarga Surya ternyata merupakan salah satu sumber aliran dana rahasia bagi Klan Cendana—klan penguasa tingkat nasional di ibu kota. Baru saja tim intelijen kita mendeteksi pergerakan mencurigakan."

Sepasang mata Reno menyempit. "Klan Cendana bergerak?"

"Benar, Tuan Muda," jawab Bagas lugas. "Victor Cendana—putra mahkota Klan Cendana—merasa terancam dengan kejatuhan Keluarga Surya. Karena tidak mengetahui identitas asli Anda dan hanya mengira Anda adalah pemimpin cabang Naga Hitam lokal, dia telah menyewa organisasi pembunuh bayaran tingkat atas dari ibu kota."

Bagas menghentikan kalimatnya sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih dingin: "Organisasi pembunuh bayaran itu baru saja memasuki batas kota ini satu jam yang lalu. Target utama mereka... adalah Anda."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!