Black Rose julukannya, ada tatto mawar hitam di punggungnya. Dia agen rahasia XpostOne 06 yang paling ditakuti. Sepak terjangnya terdengar sampai belahan dunia. menyamar sebagai jurnalis dan presenter hot news di sebuah televisi swasta milik ayahnya.
Kini ia ditugaskan untuk menangkap seorang pemb*nuh bayaran yang lari ke luar negeri. Konon pemb*nuh ini sangat licik dan dilindungi oleh sindikat bawah tanah.
Mampukah dia menangkap pemb*nuh itu atau dia malah terb*nuh?
*****
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.12. KILL OR BE KILLED.
Berlin tersenyum sinis memandang Qai keluar kamar. Harusnya ia memb*nuh gadis itu habis perkara. Tapi ia ingin gadis itu jadi budaknya. Musuh yang di cari dari sebulan sudah berada di dekapannya, tidur seranjang, men*ndihnya berkali-kali. Sungguh ironis...
"Black Rose, aku akan mengiris daging t*buh mu sedikit demi sedikit. Gara-gara kau, paman kena getahnya, ia dikeluarkan dari circlenya. Aku juga di larang keluar negeri." Berlin meracau penuh dendam dan kemarahan.
Ternyata Black Rose yang terlihat hebat waktu di asram, jatuh dalam pelukannya. Nasib tidak bisa diprediksi, tidak ada angin atau hujan, dia mendapat durian runtuh.
Di asram gadis itu membunuh Edoardo dan menembak bahunya dengan sadis. Tapi dengan kejadian tadi malam, gadis itu pasti kapok berulah. Kini dendamnya sedikit terobati.
Membunuh secara halus tanpa senapan, hanya memakai hasrat. Ungkapan itu cocok dengan kondisinya saat ini. Berlin mengambil hape, lalu chat Bella, ia yakin kalau Bella yang mengatur tragedi ini.
[Hahaha...sangat fantastis. Terimakasih kepada orang yang sibuk mengatur kamar hotel dan mencampur minuman dengan obat per*ngsang. Aku bersyukur dan bisa membalas dendam] chat Berlin di aplikasi hijau kepada Bella.
[Balas dendam apa? apakah kau puas, aku persembahkan gadis jomblo untuk mu. Menikahlah]
[Tidak ada yang bisa mengatur hidup ku] tulis Berlin, kemudian ia memblokir nomer hape Bella.
Dulu Bella mengejarnya dan menyatakan cinta berulang kali, waktu itu ia menolak karena Qaisera. Bella type gadis setia, setiap ulang tahunnya dia memberi kado ucapan selamat. Karena kesetiaannya itu Berlin mau datang ke resepsi pernikahan, siapa sangka Bella menjerumuskannya.
Untung yang kena getah perbuatan Bella Black Rose, gimana kalau gadis matre yang menuntut miliaran dan mengancam akan memenjarakannya atau gadis j*lek minta dinikahkan?
Ia bersyukur yang menjadi tumbal Bkack Rose. Tapi kalau Black Rose minta nikah rasanya tidak rugi, orangnya cantik, legit dan nagih.
Uhh..apa yang dia pikirkan, berapapun menariknya gadis itu tetap saja musuh...
Berlin yakin Black Rose bukan gadis liar sembarangan, di belakangnya pasti ada orang yang membayarnya. Bisa juga dia buser. informan atau agen rahasia. Siapa pun dia Berlin tetap akan membuat perhitungan.
Kring...Kring...Kring...
[Hallo, ada apa paman?]
[Berlin bagaimana keadaanmu, dimana kau sekarang paman mendengar kau tertembak]
[Aku di apartemen, aku sudah sehat di opname seminggu, nyaris mati..]
[Syukurlah kau sehat, tidak usah kembali kesini kau sudah di black list, kita berdua sudah di keluarkan oleh Maroko. Aset paman dan asetmu dijual saja. Kita pindah ke Indonesia]
[Katanya cuma setahun aku di black list, kenapa jadi begini. Mana bisa jual hotel dan villa secepat itu?]
[Mana ada di black list setahun, seumur hidup, kita tidak bisa jadi gangster bawah tanah lagi. Mengenai penjualan aset, beri paman surat kuasa untuk menjual, paman akan jual, paman banyak punya kenalan bos dari dunia hitam]
[Baiklah kalau begitu. Apa paman mau pulang ke Indonesia?]
[Paman sudah tua, sudah dua puluh enam tahun dibuang kesini, mungkin sekarang kakek mu sudah memaafkan paman dan lupa dengan dosa paman]
[Kalau begitu jual saja, kita membangun bisnis di Indonesia dan hidup jauh dari kluarga Raharja]
[Kalau asetmu dan aset paman di jual, bisa mencapai lima puluh triliun. Kalau uang itu diolah di Indonesia kita bisa membuat sepuluh hotel bintang lima, lima puluh villa, selebihnya beli tanah perkebunan dan pertanian]
[Ya paman aku setuju]
Akhirnya Berlin setuju menjual asetnya, bagaimanapun juga ia harus pulang dan kembali ke keluarga Raharja. Jika kakek dan ayahnya tak memberikan warisan, itu tidak masalah, dia sudah kaya.
Sepuluh tahun di luar negeri membuatnya matang, pahit getir kehidupan pernah dia alami. Hidupnya sangat kotor. Bergabung dengan mafia bawah tanah melakukan kejahatan, pembunuhan demi uang.
Ia belajar banyak dari pamannya yang lebih dulu tinggal di luar negeri, nasibnya dan pamannya hampir sama, dibuang oleh kakek dan Emely. Kakek terlalu arogan.
Pertama di luar negeri membuatnya frustasi, dari anak yang tidak kekurangan harta dan makanan mewah, menjadi kacung demi sesuap nasi. Pokoknya pahit.
Untungnya ia bertemu pamannya yaitu Ende Raharja, sejak itulah ia ikut menjadi gangster bawah tanah. Disitu ia belajar dunia hitam dan menerapkan slogan "kill or be killed"
*****