NovelToon NovelToon
Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:536
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Lin Mo adalah seorang penjual angkringan dengan bakat tersembunyi yang amat sangat luar biasa, yaitu kendali api tingkat mistik untuk memanggag sate kikil dan usus hingga sempurna. Sayangnya, sebuah ledakan tabung gas nyasar mengakhiri hidupnya dan melempar jiwanya ke dunia fantasi sebagai Dewa Api Pengelana bersama Sistem Angkringan Ilahi. Kini berbekal gerobak terbang dan jurus sate ajaib, Lin Mo harus menjelajahi Kerajaan Aethelgard yang penuh intrik politik demi mengumpulkan Poin Arang, membuka cabang angkringan baru, dan menyelesaikan konflik kuno di negeri tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tunduknya Utusan Benua Langit

Awan putih tebal berangsur-angsur menipis, memunculkan pemandangan fantastis yang membentang luas di hadapan mata. Di puncak jajaran pegunungan melayang yang mengapung anggun di atas angkasa, berdiri sebuah gerbang batu giok putih raksasa setinggi ratusan meter [Gerbang Suci Sekte Awan Emas], pintu masuk utama menuju pusat kekuatan dan peradaban Benua Langit.

Di sekeliling gerbang raksasa tersebut, puluhan kapal terbang mewah milik berbagai sekte dan keluarga bangsawan Alam Atas tampak lalu lalang, mengantre untuk pemeriksaan dokumen.

Namun, ketenangan dan ketertiban di Gerbang Suci seketika terganggu oleh suara deru gemuruh yang membahana di angkasa.

BUMMMMMMM!

Dari balik lautan awan, muncul [Bahtera Angkringan Terbang Dewa Mo] sepanjang lima puluh meter, dikawal ketat oleh lima kapal perang [Armada Naga Hitam] yang memancarkan pendaran sihir hitam-emas yang sangat intimidatif!

"A-Apa itu?!" jerit salah seorang murid penjaga gerbang bergaun putih dari atas menara pengawas. "Armada Bajak Laut Naga Hitam menyerang Gerbang Suci?!"

"Tunggu! Lihat kapal raksasa di tengah itu!" teriak murid lainnya membelalakkan mata. "Kapal dari kayu cendana suci dengan panji seikat sate emas?! Apakah itu... musuh atau kapal bangsawan dari realm lain?!"

Di atas menara utama Gerbang Suci, berdiri seorang pria paruh baya berwajah kaku dan arogan Tetua Luar Zhao Feng, pengawas keamanan Gerbang Suci Sekte Awan Emas. Di sampingnya berdiri Chef Yan Long, koki kepala istana luar yang mengenakan topi koki tinggi bertatahkan kristal api.

Tetua Zhao Feng memiringkan matanya yang tajam, menatap ke arah kapal Lin Mo dengan aura permusuhan yang sangat kental.

"Hmph! Kapal aneh berbau jelaga kayu arang!" cemooh Tetua Zhao Feng dingin. "Siapa yang memberi izin kapal dari Benua Bawah dan kelompok bajak laut kotor untuk mendekati Gerbang Suci Sekte Awan Emas?!"

Swoosh! Swoosh! Swoosh!

Ratusan Murid Elite Gerbang Suci bersenjata tombak keemasan melompat turun dari menara pengawas, membentuk barikade sihir ketat di udara, membendung jalur pelayaran Bahtera Dewa Mo!

Kapten Drakar yang memimpin kapal terdepan langsung menghentikan armadanya, menoleh ke arah anjungan kapal Lin Mo. "Master Lin Mo! Anjing-anjing penjaga Gerbang Suci mencoba menghadang kita! Haruskah armada kami meratakan barikade mereka?!"

Lin Mo yang sedang santai memutar Kipas Bambu Ilahinya terkekeh pelan. Ia melangkah ke tepi geladak, melambaikan tangannya ramah.

"Aduh, Kapten Drakar, jangan main ratakan gitu ah," kata Lin Mo santai. "Kita kan datang ke sini sebagai tamu undangan dan mau jualan sate secara damai. Biar Mas Gao Feng yang bicara!"

Utusan Gao Feng melangkah maju ke depan geladak, mengangkat [Plakat Emas Kelulusan Langit] tinggi-tinggi ke udara!

"Tetua Zhao Feng! Tahan pasukanmu!" teriak Gao Feng dengan suara lantang yang dipenuhi aura sihir Master Langit. "Saya, Utusan Gao Feng, membawa Master Lin Mo Koki Agung Ilahi Benua Bawah yang diundang secara khusus oleh Utusan Utama untuk mengikuti Perjamuan Para Dewa Kuliner!"

Mendengar ucapan Gao Feng, Tetua Zhao Feng dan Chef Yan Long melayang turun mendekati geladak Bahtera Dewa Mo.

Chef Yan Long menatap Lin Mo dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan yang sangat meremehkan. Matanya melirik panggangan naga emas di anjungan kapal, lalu tertawa menyeringai.

"Hahaha! Koki Agung Ilahi dari Benua Bawah?!" cemooh Chef Yan Long dengan nada sangat sinis. "Gao Feng, apa otakmu sudah geser selama bertugas di Benua Bawah?! Makanan Benua Bawah itu cuma rempah kotor dan daging mentah tanpa kandungan energi Ilahi!"

Chef Yan Long merogoh sebuah kotak giok dari balik jubahnya dan membukanya, memamerkan sebuah [Pil Energi Rempah Surgawi] berkilauan murni.

"Di Benua Langit, kuliner sejati adalah ekstrak murni energi obat-obatan herbal yang diolah menjadi pil kristal berkalori tinggi! Bukan daging olahan berbumbu pekat yang dibakar di atas arang kotor seperti yang dijual oleh koki Kaki Lima ini!" sambung Chef Yan Long sambil mendengus menghina.

Tetua Zhao Feng mengangguk setuju, mengibaskan tangannya dingin. "Benar! Gerbang Suci Sekte Awan Emas adalah tempat suci yang mulia. Kami tidak mengizinkan penjual sate Kaki Lima dan pedagang kompor kotor memasuki area sekte sebelum hari perjamuan resmi dibuka tiga hari lagi! Pergi dari sini!"

Mendengar penghinaan tersebut, Jenderal Valerie, Kapten Drakar, Vex, dan Lilia langsung menggeletukkan gigi mereka murka!

"Berani-beraninya kalian menghina masakan Master Lin Mo?!" raung Kapten Drakar menarik kapaknya.

Namun, Lin Mo justru tertawa terbahak-bahak santai. Ia melangkah mendekati Chef Yan Long, mengibaskan kipas bambunya dengan gaya sangat jenaka.

"Oho... Jadi di Benua Langit ini kalian sebut 'kuliner sejati' itu makan pil-pil kering tak berasa kaya begitu toh?" goda Lin Mo menaikkan sebelah alisnya.

"Pantas saja muka kalian pada pucat kaku kaya kurang gizi," puji Lin Mo terkekeh. "Makan kok cuma makan pil herbal. Apa nikmatnya lidah kalau cuma ngerasain pahitnya tepung sihir tanpa ada sensasi gurih, pedas, manis, dan juicy dari daging panggang?"

Chef Yan Long membelalak murka, wajahnya memerah padam. "Bocah Kaki Lima! Kamu tidak paham keagungan Seni Kuliner Surgawi! Makanan berminyak milikmu itu cuma sampah perusak tubuh!"

Lin Mo menyunggingkan senyuman paling percaya diri. Ia menepuk-nepuk panggangan naga emas di anjungan kapalnya.

"Ya sudah kalau begitu," kata Lin Mo santai. "Kalau kalian melarang kami masuk ke dalam sekte sebelum hari perjamuan, ya tidak masalah! Toh kami juga tidak butuh izin kalian buat parkir di luar!"

Lin Mo menoleh ke arah Vex dan Kaelen.

"Anak-Anak! Turunkan Jangkar Emas Bahtera Dewa Mo! Kita buka lapak Angkringan tepat di Halaman Luar Gerbang Suci ini sekarang juga!" perintah Lin Mo gembira.

"SIAP MASTER!"

BUMMMMMMM!

Jangkar emas raksasa Bahtera Dewa Mo menghantam pelataran batu giok di luar Gerbang Suci! Lima kapal perang Armada Naga Hitam langsung membentuk formasi parkir setengah lingkaran yang megah di sekeliling Bahtera Dewa Mo!

Tetua Zhao Feng membelalak kaget. "A-Apa yang mau kamu lakukan, Bocah?!"

Lin Mo tidak memedulikan Tetua Zhao Feng. Ia mengalirkan 10.000 Poin Arang ke dalam Sistem!

PING!

[Sistem Angkringan Ilahi: Mengaktifkan Fitur 'Mode Lapak Terbuka Kelas Ilahi'!]

[Membuka Meja Pelanggan Geladak Membumbung (Kapasitas 200 Meja)]

[Papan Nama Sihir Melayang: 'Angkringan Dewa Mo Cabang Benua Langit']

[Menu Unggulan: 'Sate Taichan Mistik Sambal Petir' & 'Sate Maranggi Lembu Surgawi'!]

BZZZZZZZZTTTTTTT!

Papan nama kayu berukir tulisan emas [Angkringan Dewa Mo] melayang megah di atas kapal Lin Mo, memancarkan pendaran cahaya keemasan yang sangat menyilaukan! Dua ratus meja kayu cendana suci tersusun rapi secara otomatis di sepanjang geladak luar dan pelataran bawah!

"Rakyat Benua Langit, para murid sekte, dan pengunjung semua!" seru Lin Mo mengibaskan Kipas Bambu Ilahinya dengan tarian pemanggilan yang memikat.

"Selamat datang di [Angkringan Dewa Mo]! Hari ini adalah Pembukaan Lapak Perdana di Benua Langit! Seratus pembeli pertama dapat gratis es teh manis Mistik dan dua tusuk Sate Taichan Sambal Petir!"

"UWOOOOOOOOH!"

Suara promosi Lin Mo yang disuarakan melalui sihir gema Bahtera Dewa Mo menggema ke seluruh penjuru Pegunungan Melayang Sekte Awan Emas!

Ratusan murid luar sekte, pedagang benua, dan petualang Alam Atas yang sedang lalu lalang di sekitar Gerbang Suci mendadak menghentikan langkah mereka, menoleh ke arah kapal Lin Mo dengan mata berbinar-binar penuh penasaran!

"Sate Taichan?! Gratis es teh manis?!"

"Lihat kapal raksasa itu! Panggangan emasnya memancarkan aura Ilahi!"

"Ayo kita coba!"

Dalam hitungan detik, puluhan murid luar sekte langsung berlarian dan mengantre mengular di depan meja kasir Lilia di pelataran kapal Lin Mo!

Chef Yan Long menyilangkan dadanya sambil tertawa mengejek dari atas udara. "Hmph! Orang-orang bodoh itu hanya tergoda oleh promosi gratisan! Sekali mereka memakan daging bakar kotor itu, mereka pasti akan menyesal dan muntah-muntah!"

Lin Mo menyunggingkan senyuman tipis. "Vex! Panaskan panggangan ke Suhu Pemurni Jiwa!"

"Siap Master!"

BREEESSHHH!

Anjungan Panggangan Otomatis Level 4 meledak dalam pendaran Api Arang Ilahi berwarna putih keemasan!

Lin Mo membeberkan lima ratus tusuk Sate Taichan Mistik Sambal Petir dan Sate Maranggi Lembu Surgawi di atas jeruji Besi Emas Mistik! Daging dada ayam Mistik berwarna putih bersih dan irisan daging lembu surgawi keemasan berkilat minyak bumbu yang meresap sempurna.

Cusssssssss! Sssttt... Sssttt...

Minyak gurih yang meleleh dan terbakar di atas bara api arang menyemburkan desisan merdu yang sangat menggugah selera!

Lin Mo menggenggam Kipas Bambu Ilahi dengan kedua tangannya, memutarnya dalam gerakan

[Jurus Angkringan Ilahi Level 4: Badai Asap Pemurni Realm Langit]!

FWOOOOOOOOSHHHHH!

Gumpalan asap harum berwarna merah keemasan membumbung tinggi ke angkasa Benua Langit!

Asap harum itu tidak pedih di mata, melainkan memancarkan kehangatan suci yang luar biasa kaya akan aroma ketumbar gurih, karamel gula murni yang terbakar sempurna, perasan jeruk nipis segar, dan sensasi pedas menyengat dari cabai petir Mistik yang sanggup membangunkan jiwa yang tertidur!

BUMMMMMMM!

Gumpalan asap harum itu menyapu seluruh area Gerbang Suci Sekte Awan Emas, meluncur masuk ke dalam lorong-lorong sekte, menara-menara latihan, hingga ke perumahan para Murid Dalam dan Tetua Agung di puncak gunung!

"UWOOOOOOOOGH!"

Ribuan murid sekte yang sedang melakukan meditasi di dalam menara latihan mendadak membelalakkan mata mereka! Konsentrasi meditasi mereka pecah seketika, dan air liur mereka menetes deras tanpa sanggup ditahan!

"A-Aroma apa ini?!" jerit seorang Murid Dalam dari jendela menara tingginya. "Kenapa... Kenapa dadaku terasa begitu bergairah?! Keharuman apa yang begitu gurih dan pedas menyegarkan ini?!"

"Bau sate! Ada yang membakar sate super harum di depan Gerbang Suci!"

BZZZZZZZZTTTTTTT!

Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, ribuan murid sekte baik Murid Luar, Murid Dalam, bahkan puluhan Diaken Sekte terbang menggunakan pedang melayang mereka, meluncur turun dari puncak gunung bagaikan hujan meteor keemasan menuju pelataran kapal Lin Mo!

"Sate! Mana satenya?!"

"Saya mau beli lima puluh tusuk!"

"Saya mau seratus tusuk! Jangan berebut!"

Antrean di depan gerobak Lin Mo yang tadinya puluhan orang seketika meledak menjadi puluhan ribu antrean mengular hingga melintasi jembatan giok raksasa!

Lilia dengan sangat sigap mencatat pesanan, sementara Kaelen dan Vex mengantarkan piring-piring pualam berisi Sate Taichan dan Sate Maranggi yang baru diangkat dari panggangan!

Seorang Murid Utama bergaun biru menyambar lima tusuk Sate Taichan Sambal Petir dan memasukkannya ke dalam mulutnya!

Krikkk! Juicccy! Bzzzt!

"UWOOOOOOOOOOOOOOGH!"

Murid Utama itu menjerit histeris dari atas panggung!

Kerenyahan luar biasa dari daging dada ayam Mistik yang juicy bersatu dengan kehangatan asam segar jeruk nipis suci! Dan saat sensasi pedas menyengat dari Sambal Petir menyentuh lidahnya

BUMMMMMMM!

Api Arang Ilahi di dalam sate meledak di dalam Inti Mananya! Gelombang energi murni meluncur deras menyapu seluruh pembuluh darahnya!

BZZZZZZZT!

Aura sihir Murid Utama tersebut mendadak meledak mekar, menerobos tingkatan kekuatannya dari [Master Langit Tingkat 3> menjadi [Master Langit Tingkat 5] dalam hitungan detik!

"L-Luar biasa! Kekuatan sihirku naik dua tingkat hanya dengan makan lima tusuk sate Taichan?!" jerit Murid Utama itu menangis bahagia sambil melahap sate tersisa hingga ke tusuk bambunya!

Melihat fenomena ajaib tersebut, ribuan murid sekte lainnya makin histeris dan beringas!

"Beri saya dua ratus tusuk!"

"Saya bayar pakai seribu Kristal Jiwa Langit! Tolong dahulukan pesanan saya!"

"Master Lin Mo adalah Dewa Penyelamat kita!"

Di atas udara, Chef Yan Long dan Tetua Zhao Feng yang menyaksikan pemandangan gila tersebut membelalakkan mata mereka sampai hampir melompat keluar dari kelopaknya!

"M-Mustahil!" jerit Chef Yan Long dengan suara gemetaran hebat. "Makan sate... bisa menaikkan tingkat sihir secara instan?! Itu tidak masuk akal!"

Tetua Zhao Feng menelan ludahnya secara kasar, bau harum gurih Sate Maranggi yang membumbung di udara mendadak membuat perutnya sendiri berbunyi nyaring:

Kruuuuukkk!

Gao Feng melangkah ke tepi geladak, menatap Chef Yan Long dengan senyuman penuh kemenangan.

"Chef Yan Long! Tetua Zhao Feng!" seru Gao Feng ramah. "Bagaimana? Apakah 'masakan kotor Kaki Lima' milik Master Lin Mo masih dianggap sampah di mata kalian?"

Wajah Chef Yan Long dan Tetua Zhao Feng merah padam bercampur pucat pasi karena rasa malu yang teramat sangat. Seluruh martabat dan keangkuhan mereka sebagai koki dan pengawas sekte runtuh seketika di hadapan antrean puluhan ribu murid mereka sendiri!

Namun, tepat di saat suasana antrean berada di puncak kemeriahan

BZZZZZZZZTTTTTTT!

Dari arah Puncak Utama Sekte Awan Emas, meluncur turun sebuah kereta kencana keemasan yang ditarik oleh empat ekor [Burung Srikandi Surgawi]!

Aura keagungan dan tekanan sihir tingkat [Dewa Bumi Level Maksimum] meluncur turun menggegerkan seluruh atmosfer!

Seluruh murid sekte yang sedang mengantre seketika berlutut terperanjat!

"I-Itu Kereta Kencana milik... Tetua Agung Sekte Awan Emas, Tetua Yun Chen!" jerit para murid gemetaran!

Kereta kencana keemasan itu mendarat anggun tepat di depan Bahtera Dewa Mo. Pintunya terbuka, memunculkan sosok kakek berambut putih panjang berpakaian jubah emas yang sangat anggun dan berwibawa [Tetua Agung Yun Chen].

Tetua Zhao Feng dan Chef Yan Long langsung melompat berlutut di hadapan Tetua Agung.

"Y-Yang Mulia Tetua Agung!" cemas Zhao Feng gemetaran. "Bocah penjual sate dari Benua Bawah ini telah membuat kekacauan dan mengganggu ketertiban Gerbang Suci! Hamba siap mengusirnya sekarang"

"Tutup mulutmu, Zhao Feng!" potong Tetua Agung Yun Chen dengan suara menggelegar dingin yang membuat Zhao Feng tersentak ketakutan.

Tetua Agung Yun Chen tidak memedulikan Zhao Feng. Matanya yang bijaksana menatap lurus ke arah asap harum keemasan yang membumbung dari panggangan Lin Mo.

Keluarga dan lidah Tetua Agung Yun Chen telah kehilangan selera makan selama ratusan tahun akibat luka dalam sihir tua yang diidapnya. Namun hari ini, bau harum sate Lin Mo berhasil membuat selera makannya yang mati mendadak meledak membara!

Tetua Agung Yun Chen melangkah maju naik ke atas geladak Bahtera Dewa Mo, merapatkan kedua tangannya dan membungkuk hormat di hadapan Lin Mo!

"Master Lin Mo..." kata Tetua Agung Yun Chen dengan suara tulus nan sarat rasa hormat.

"Hamba adalah Tetua Agung Sekte Awan Emas. Hamba memohon dengan sangat... Izinkan Hamba menikmati seikat sate karya Ilahi Anda!"

Melihat Tetua Agung Sekte Awan Emas—salah satu penguasa tertinggi di Benua Langit berlutut dan membungkuk hormat di hadapan seorang penjual sate Kaki Lima, Chef Yan Long dan Tetua Zhao Feng seketika pingsan tergeletak di tanah karena syok berat!

Lin Mo menyunggingkan senyuman paling hangat dan percaya diri, mengibaskan Kipas Bambu Ilahinya lincah.

"Silakan duduk, Paman Tetua Agung!" kata Lin Mo terkekeh ramah.

"Di Angkringan Dewa Mo, siapapun Anda, begitu duduk di meja ini... Anda adalah Pelanggan Agung kami!"

PING!

[Sistem Angkringan Ilahi: PENUNDUKAN AWAL BENUA LANGIT BERHASIL!]

[Hasil: Menguasai Gerbang Suci Sekte Awan Emas & Mendapat Penghormatan Tetua Agung!]

[Menerima Hadiah Misi:]

[Poin Arang +50.000]

[Reputasi Benua Langit: Naik ke Tingkat 'Master Ilahi']

[Pembukaan Fitur: 'Menu Khusus Penyembuh Luka Dalam Abadi']

[Total Poin Arang Saat Ini: 125.950 Poin!]

Aroma kelezatan sate Lin Mo telah resmi menaklukkan panggung utama Benua Langit, dan babak baru perjamuan para Dewa Kuliner siap bergulir dengan sangat megah!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!