NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Menjadi Kekasih

"Sebenarnya apa yang terjadi? bagaimana bisa kamu berakhir di got seperti itu?" hanya Nella yang datang ke kamar Karen setelah Karen mandi 5 kali karena aroma got itu menusuk hidung sekali.

"Bibi... sebenarnya aku tidak tidak mau bilang. Tapi..."

Nella yang mendengar Karen bicara seperti itu makin jadi penasaran.

"Ada apa Karen?"

"Bibi, aku rasa sebaiknya bibi dan paman harus mengembalikan uang bulanan pada Sheza!"

"Kenapa? kami hanya ingin membuat Sheza kembali pulang ke rumah! kalau uang bulanan dan kartunya di hentikan. Dia pasti akan pulang!" kata Nella.

Wanita paruh baya itu yakin, kalau uang dan tabungan Sheza dihentikan. Anaknya akan pulang.

"Bibi, tapi... " Karen sengaja bicara dengan tergagap seperti itu. Niatnya memang ingin membuat Nella emosi.

"Karen, katakan saja!"

"Bibi, sepertinya karena bibi dan paman tidak memberinya uang. Dia mulai berteman dengan pria sembarangan!"

"Apa maksud kamu?" Nella terlihat marah.

"Bibi, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud mengatakan hal buruk tentang Sheza. Tapi, tadi aku dan Alex menemui dia restoran yang hanya bisa direservasi oleh kalangan taipan. Bibi, mungkin tidak dia jadi simpanan pria kaya..." Karen sengaja bicara dengan lambat, terputus-putus dan penuh keraguan.

Tujuannya tentu saja membuat dirinya terkesan juga meragukan hal itu.

"Apa??"

Nella sampai berdiri. Wanita paruh baya itu merasa kalau anaknya sangat keterlaluan. Bagaimana bisa Sheza malah memilih jalan seperti itu.

"Simpanan?" tanya Nella lagi.

Karen segera berdiri dan merangkul lengan Nella.

"Bibi, makanya kembalikan saja uang Sheza. Nama baik keluarga Hadiwijaya, takutnya akan..."

"Bibi akan bicarakan ini dengan pamanmu. Kamu istirahat saja!" kata Nella yang segera keluar dari kamar Karen.

Setelah pintu kamarnya tertutup. Karen tampak begitu puas. Senyuman menyeringai, membuat wajah polosnya sungguh tampak berbeda.

"Yang paling menyakitkan itu bukan jatuh ke got, Sheza. Yang paling menyakitkan itu adalah, kalau kamu swndiri sudah tidak dipercaya oleh kedua orang tuamu!" ujarnya begitu bangga pada apa yang sudah dia lakukan.

**

Sementara itu di rumah Sheza. Jendra menarik tangan Sheza dan membawanya ke kamarnya.

"Lepaskan aku!" pekik Sheza berusaha melepaskan diri.

Sayangnya pria itu punya tenaga yang jauh lebih besar dari Sheza. Sheza bahkan sudah terpojok, bersandar di salah satu dinding kamar itu, dengan kedua tangan di kunci oleh satu tangan Jendra, di atas kepalanya.

"Aku sudah membantumu. Jadi, aku akan menagih bayarannya!" kata Jendra dengan tatapan mata yang begitu dalam, tajam dan sulit dijelaskan.

Yang pastinya, tatapan itu membuat jantung di dada Sheza berdebar cukup kencang.

"Kamu ambil lagi saja uangmu!" kata Sheza yang segera memalingkan wajahnya.

Namun dengan cepat, tangan pria itu bergerak. Meraih rahang Sheza, membuat wanita itu menatap ke arah Jendra lagi.

"Aku tidak butuh uang!"

Tatapan Sheza sudah mulai tak terarah, dia juga bukan tidak tahu selain uang, biasanya apa yang diinginkan seorang pria.

"Jangan macam-macam ya, aku menyewakan kamar. Tidak menyewakan tubuhku!" celetuknya.

Jendra terkekeh. Sheza memang bukan wanita yang suka basa-basi.

"Bagaimana kalau satu ciuman!"

Sheza mengatupkan bibirnya ke arah dalam.

"Tidak bisa! kita tidak sedekat itu. Aku tidak mencium sembarangan pria!" kata Sheza.

Jendra tiba-tiba saja terdiam. Dan ekspresi wajahnya mendadak berubah. Sebenarnya cukup membuat Sheza merinding.

"Begini saja, bagaimana kalau aku masakan mie instan 5 kali?" tanya Sheza memberikan penawaran.

Tapi sepertinya Jendra sama sekali tidak puas dengan penawaran Sheza.

"Bagaimana kalau kamu jadi kekasihku?"

Ucapan Jendra membuat mata Sheza berkedip beberapa kali secara refleks.

"Kita baru kenal, bagaimana bisa jadi kekasih?" protes Sheza.

"Aku akan bantu kamu, semua dendammu. Masalah kematian bibimu. Aku akan membantumu!"

Mata Sheza membulat.

"Kamu menyelidiki aku?" tanya Sheza yang sedikit shock.

"Sheza, jadilah kekasihku. Aku akan berikan apapun yang kamu inginkan. Aku sungguh menyukaimu!"

Ucapan Jendra perlahan melembut, Sheza yang mendengar itu seperti terhipnotis, bahkan hanya menatap mata pria yang sebenarnya sedikit gilaa di depannya itu.

"Tapi..."

"Katakan 'iya' maka apapun yang kamu inginkan, kamu akan dapatkan!"

Ucapan Jendra itu sebenarnya terkesan memaksa. Tapi seperti membujuk juga. Benar-benar pria berbahaya yang pandai menyusun kata-kata menjadi kalimat yang bisa punya lebih dari satu makna.

Sheza terdiam. Dia sebenarnya dari dulu juga ingin tahu kebenaran tentang apa yang terjadi di hari meninggalnya bibinya itu. Katanya bibinya menyelamatkannya dari penculik. Tapi, Sheza sendiri bahkan tidak petang merasa kalau dia pernah diculik.

Sheza juga tidak diam, dia sudah berulang kali mengatakan itu pada ayah dan ibunya. Tapi, ayah dan ibunya malah terus menyalahkannya. Menyalahkannya, karena di hari ulang tahun Karen itu, Sheza malah pergi keluar dari hotel tempat mereka merayakan ulang tahun. Hingga akhirnya dia diculik, dan bibinya yang menyelamatkannya sampai meninggal.

Sheza menatap lagi ke arah Jendra. Dari yang dan kekuasaan yang dimiliki pria itu. Sepertinya dia memang akan bisa mengungkap kebenaran yang terjadi waktu itu. Kejadian dimana, membuat Sheza harus mengalah terus pada Karen.

Sheza mulai membuka mulutnya.

"Iya"

Senyum puas terlihat di wajah Jendra. Pria itu tidak menunggu lagi. Dia mencium bibir Sheza sambil memejamkan matanya. Ciuman yang begitu dalam, begitu penuh dengan perasaan. Ciuman yang memang tertahan selama beberapa tahun, karena Jendra memang sudah jatuh hati pada Sheza sejak beberapa tahun lalu. Ketika Sheza pertama kali menyelamatkannya.

Tangan Sheza mulai tidak memberontak. Dia bahkan terbuai dengan ciuman lembut tapi menyesatkan itu.

Hingga tanpa sadar, keduanya sudah berada di atas tempat tidur. Tangan Jendra bergerak ke arah perut Sheza, menelusup di sela gaun yang memang terbuka di bagian pinggangnya.

"Bos!"

Tok tok tok

Sheza membuka matanya. Dia seperti tersadar dari pengaruh Jendra yang memang bisa membuatnya tak berdaya.

Sheza mendorong Jendra ke samping, dan dia berdiri mendekati pintu.

"Aku akan kembali ke kamar!"

Pintu terbuka, Vins menyapa Sheza, tapi wanita itu pergi dengan cepat dari sana.

Jendra yang merasa Vins sangat menganggu, mendengus kesal sambil merapikan kemejanya.

"Jika apa yang kamu sampaikan tidak penting! aku aku akan menghabisimu!"

Mata Vins melebar.

'Sepertinya aku datang di saat yang salah!' batinnya.

***

Bersambung...

1
Sekar
masih untung cuma mobilmu yg disiram🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Karen mendrama lagi😡
Noer: sabar kak, sabar
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan kan dasar tak tau diri 😡
Noer: ho'oh ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cari muka dong namanya 🤭
Noer: mungkin mukanya mau expired
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
dari pihak Jendra siapa namanya ya 🤔
Noer: Suketi kak
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
muncul sekutunya Karen 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mantap hadiahnya, dirapel bukan sih namanya 🤭🤔
Noer: aseeekk
total 1 replies
vj'z tri
barang apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh barang
total 1 replies
Ariany Sudjana
Nella, kamu bodohnya kebangetan, masih percaya sama akting pelacur murahan kesayangan kamu itu? bodoh kamu
Noer: terlalu memang itu ibu²
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar kakek tua bodoh, minuman itu sudah dicampur racun sama cucu kesayangan kamu, supaya kamu cepat mati 🤣🤣😂😂
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahahaha kalian orang tua yang bodoh Pras dan Nella, kalian sudah menyakiti hati putri kandung kalian sendiri, dan lebih memilih percaya dengan omongan pelacur murahan Karen 🤣🤣😂😂
Noer: menyedihkan ya orang tua begono
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga bahagia selalu Sheza 🤲
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali 🤣
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ulang tahun hadiahnya rumah, apa gak pengen ulang tahun tiap jam itu biar banyak rumahnya 🤭
Noer: eaaaa mau juga
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hitam dan merah, belum pernah lihat kayaknya 🤭
Noer: kek gitulah kak, list list merah gitu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enak aja minta maaf 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan 🤭
Noer: kapok ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Karen 🤔
Noer: nah itu dia kak, dia gak bisa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya nyonya, sama kamu disia-siakan sama Jendra diratukan🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudahlah Nella jangan dikejar, jangan bikin masalah sama Vins , dia kan orang nya Jendra 🤭
Noer: nanti di dor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!