NovelToon NovelToon
Di Buang Karena Jelek Datang Kembali Untuk Membalas

Di Buang Karena Jelek Datang Kembali Untuk Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.

Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.

Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 Pertengkaran

Mobil berhenti di kediaman rumah Maya dengan sang pengemudi keluar dari mobil tersebut tak lain adalah Reno dan kemudian membuka pintu mobil bagian belakang yang mana Putri kecilnya baru saja dijemput dari Mall bersama dengan istrinya.

"Makasih Papa," sahut Zena.

"Sama-sama," sahut Reno saling bergandengan tangan memasuki rumah tersebut dan meninggal Sisil.

"Entah seperti apa rumah tangga ini, setiap hari tidak ada keharmonisan, dia benar-benar terus mengabaikan ku," ucap Sisil terlihat begitu kesal bagaimana suaminya sudah tidak romantis lagi setelah mereka menjalani rumah tangga lebih dari 5 tahun.

"Nenek!" Zena berlari menghampiri ruang tamu dengan Maya dan Maudy duduk di sofa.

"Kamu sudah pulang sekolah Zena?" tanya Maya.

"Sudah Nenek dan tadi mampir sebentar ke Mall, Zena membeli perlengkapan sekolah yang lucu-lucu," ucapnya.

"Benarkah," sahut Maya melihat bagaimana excited-nya cucunya itu memperlihatkan barang-barang yang baru saja dia beli.

Sementara Reno tidak terlalu akrab dengan mertuanya itu memilih untuk menaiki anak tangga terlebih dahulu.

"Reno!" tetapi langkahnya harus terhenti ketika Maudy memanggilnya.

"Ada apa?" tanya Reno.

"Apa kamu masih mengharapkan posisi direktur kembali jatuh kepada kamu?" tanya Maudy.

"Ada apa ini Kak? kenapa tiba-tiba membahas masalah posisi Direktur?" tanya Sisil.

"Itu karena suami kamu selalu mencampuri urusan orang lain, semenjak dia membuat masalah di perusahaan, dia sudah tidak memiliki hak apapun di sana dan bahkan untuk menginjakkan kaki di perusahaan itu!" sahut Maya.

"Ma-maksud nya ini bagaimana?" tanya Sisil semakin bingung melihat ibunya kakaknya dan juga suaminya.

"Kamu beritahu kepada Reno untuk tidak pernah mengganggu pekerjaan Egar yang saat ini berusaha untuk mengembangkan perusahaan dan mengembalikan kondisi perusahaan seperti semula. Suami kamu sudah tidak memiliki kepentingan apapun lagi di sana dan jangan pernah mengganggu Egar," tegas Maudy.

"Sayang kamu datang ke perusahaan dan mengganggu Egar?" tanya Sisil memastikan.

"Hah!" Reno sepertinya sangat kesal diintimidasi oleh keluarga istrinya itu membuatnya tidak berbicara apapun dan meninggalkan tempat itu.

"Jika kamu terus mencari masalah...." langkahnya terhenti kembali ketika sudah berada di beberapa anak tangga ketika ibu mertuanya berbicara.

"Kamu sebaiknya jangan mengelola apapun, saya sudah memberi kamu kesempatan untuk mengelola Restoran, jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang kedua kalinya dan lebih baik kamu kembali pada tempat kamu!" tegas Maya.

"Ma!" tegur Sisil merasa ibunya berbicara terlalu berlebihan.

Reno semakin kesal yang benar-benar tidak dihargai oleh siapapun yang membuatnya mengepal tangan dan memilih untuk melanjutkan langkahnya.

"Mama seharusnya tidak berbicara seperti itu kepada Reno, bagaimanapun dia suami Sisil, urusan Restoran sudah menjadi tanggung jawab kami dan tidak perlu dicampuri oleh siapapun!" tegas Sisil.

"Maka dari itu kalian cukup fokus pada apa yang sudah menjadi tanggung jawab kalian tanpa harus mengusik Perusahaan!" sahut Maudy.

Sisil tidak mengatakan apapun lagi dan lebih baik meninggalkan ruang tamu, karena yang adanya dia justru akan bertengkar dengan Kakak dan juga ibunya.

Sisil memasuki kamar dan lihatlah bagaimana Reno terlihat sangat kesal diperlakukan oleh keluarga istrinya.

"Sayang, lagi pula kamu ngapain sih datang pasang ke perasaan dan mengganggu Egar," ucap Sisil.

"Kamu juga sama seperti mereka yang saat ini menyalahkanku?" tanya Reno.

"Bukan menyalahkan, tetapi kita punya hal yang harus kita fokuskan dan tidak perlu mencampuri apapun yang akhirnya menyembuhkan masalah," jawab Sisil.

"Kamu coba menjadi aku Sisil, bagaimana mungkin posisiku diambil oleh laki-laki yang belum menjadi bagian keluarga ini dan aku hanya berusaha untuk mendapatkannya kembali, kamu sebagai istri seharusnya mendukung suami kamu dan bukan mendukung mereka!" tegas Reno.

"Jika kamu tidak menimbulkan masalah, hal ini tidak akan terjadi. Mas, ingat masalah yang kamu ciptakan begitu besar, justru Egar datang dan menyelesaikan semua masalah perusahaan dan jika tidak maka kita mungkin bisa menjadi gembel!" tegas Sisil.

"Kamu bela saja laki-laki tidak terus ikuti semua kemajuan keluarga kamu. Aku benar-benar capek berada di dalam rumah ini, rumah yang menjadi neraka dengan orang-orang yang tidak tahu berterima kasih, selalu menyalahkan mengintimidasi dan memojokkan!" tegas Reno.

"Kamu apa-apaan sih. Mas, kenapa kamu jadi marah-marah kepada. Kamu yang mencari masalah dekat masalah itu harus kamu tanggung jawab dan kamu malah menyalahkan orang lain. Sudah syukur kita masih diberi kepercayaan untuk mengurus Restoran dan jika tidak mungkin kamu juga bisa ditambah tendang keluar dari rumah ini!" tegas Sisil.

"Kamu terus saja ungkit semua itu!" tegas Reno yang benar-benar muak dengan istrinya dan kemudian langsung pergi.

"Mas, aku belum selesai bicara, kamu benar-benar kebiasaan apa-apa langsung marah-marah!" Sisil semakin emosi melihat suaminya dan mereka setiap hari terus saja bertengkar.

******

Perusahaan Lexa.

Amanda saat ini sudah berada di perusahaan dan bahkan di lokasi tempat diadakannya pemotretan, semuanya memang berjalan lancar sesuai dengan kontrak yang sudah saling ditandatangani.

Amanda terlihat duduk di depan cermin yang mana sedang di rias oleh beberapa peris.

Sementara Gina juga ada di sana untuk memantau jalannya proses pemotretan agar berjalan dengan lancar. Amanda lihat cantik menggunakan address berwarna pink di bawah di atas lututnya.

Dress itu sangat lucu dengan motif buah-buahan, dress yang benar-benar fresh tanpa lengan dengan hair stylist rambutnya yang terlihat sanggul cepol dengan kedua anak rambut yang berada di sisi kiri dan kanannya diberi gelombang.

Amanda benar-benar fresh dengan make up yang cocok dengan pakaian yang dia kenakan.

"Amanda Kamu benar-benar cantik!" puji Gina.

"Kamu bisa saja," sahut Amanda dengan tersenyum, dengan pipinya merona memerah ketika mendapat pujian Gina.

"Bagaimana? Apa kita sudah bisa mulai untuk melakukan pemotretan?" tanya seorang fotografer.

"Kita langsung saja mulai," sahut Gina,"

"Baiklah semuanya langsung disiapkan!" titah seseorang yang sejak tadi memberi arahan kepada seluruh kru yang bertugas dalam melakukan pemotretan itu.

Amanda cukup deg-degan tetapi Gina memberinya semangat dengan mengajukan kedua jempolnya. Amanda semakin percaya diri dan pada akhirnya mulai melakukan pemotretan dengan memegang botol kemasan minuman yang menjadi produk terbaru dari perusahaan tersebut.

Sinar kamera blitz saat ini menerpa wajah cantiknya yang terlihat fresh dengan latar yang sesuai dengan tema pemotretan hari ini. Gina terus memantau dari layar monitor, dia juga harus menyadari bahwa model yang telah dia pilih sepertinya cocok dengan produk tersebut dan sudah pasti tidak akan mengecewakan pimpinannya.

Padahal Amanda tidak pernah terlibat dalam pemotretan sama sekali, tetapi dari caranya melakukan pemotretan seperti orang yang sudah sangat profesional.

Bersambung....

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉
Ma Em
Semangat Amanda kamu pasti bisa mengambil hak kamu perusahaan yg sdh dikuasai pelakor dan anak2 nya , semoga dimudahkan dan dilancarkan usaha Amanda untuk mengambil kembali perusahaan nya dan bisa menyingkirkan mereka semua .
Ma Em
Amanda mungkin lelaki yg sering kamu temui itu adalah lelaki yg akan menjadi pasangan hdp mu Amanda , ternyata rumah tangga Reno dgn Sisil sepertinya tdk bahagia bahkan sering bertengkar , ternyata Reno menikah dgn Sisil sering bertengkar dikira setelah melepaskan Amanda Reno akan bahagia dgn Sisil wanita pilihan Reno , mungkin itu balasan Sisil karena sdh menyakiti Amanda sehingga rumah tangganya juga tdk bahagia .
Ma Em
Semoga Amanda segera mengetahui perselingkuhan Reno dgn Sisil .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!