NovelToon NovelToon
Air Mata Di Atas Mahkota

Air Mata Di Atas Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Frenzy hrp

Saat hamil tujuh bulan, Kayla baru sadar bahwa pernikahannya hanyalah kebohongan.
Suaminya berselingkuh.

Mertuanya membencinya.
Dan rumah mewah yang dulu ia sebut rumah perlahan berubah menjadi neraka.
Padahal tanpa Kayla, Adrian Wijaya bukan siapa-siapa.

Dikhianati saat mengandung, dibuang ketika paling rapuh, Kayla memilih bangkit. Perlahan, wanita yang dulu diremehkan itu berubah menjadi sosok yang tak lagi bisa disentuh.

Kini saat semua pria mulai berlutut memperebutkan hatinya...
mantan suaminya justru kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frenzy hrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangisan pertama

“Detak jantung bayi turun lagi, Dok!”

Suara panik perawat membuat suasana ruang operasi makin tegang. Lampu putih di atas meja operasi terasa menyilaukan. Bunyi monitor berdetak cepat, bercampur langkah kaki para perawat yang mondar-mandir mengambil alat.

dr. Raditya menarik napas pendek di balik maskernya.

“Pisau.”

Tangannya bergerak cepat dan stabil. Keringat mulai muncul di pelipisnya meski ruangan itu dingin.

Di atas meja operasi, tubuh Kayla terbaring lemah dalam pengaruh bius. Wajahnya pucat sekali. Rambutnya menempel berantakan di pelipis.

“Sedikit lagi...” gumam Raditya pelan.

Beberapa detik berikutnya terasa sangat lama.

Lalu—

Tangisan bayi pecah memenuhi ruangan.

Nyaring. Kecil. Tapi hidup.

Semua orang langsung menghela napas lega.

“Bayinya selamat, Dok!”

Raditya menunduk sebentar. Bahunya yang sempat tegang perlahan turun.

Bayi laki-laki itu kecil dan kemerahan, tapi tangannya bergerak aktif sambil menangis keras di pelukan perawat.

Raditya menatap bayi itu beberapa detik sebelum akhirnya tersenyum tipis.

“Kuat juga kamu,” ucapnya pelan.

Kayla merasa tubuhnya sangat berat.

Kelopak matanya sulit terbuka. Kepalanya masih pusing. Samar-samar dia mencium aroma mint yang menenangkan.

Langit-langit kamar terlihat buram.

Beberapa detik kemudian, Kayla langsung tersentak.

Perutnya...

Kosong.

Panik langsung menyerang dadanya.

“Anakku...”

Suaranya kecil sekali. Serak. Hampir tidak terdengar.

Kayla mencoba bangun, tapi rasa nyeri di perut membuatnya meringis pelan.

“Pelan-pelan, Bu.”

Suara itu terdengar lembut dari samping ranjang.

Kayla menoleh pelan.

dr. Raditya berdiri di sana dengan kemeja biru muda dan wajah yang terlihat lelah setelah operasi panjang tadi.

“Anak saya...” bibir Kayla gemetar. “Dia... dia selamat?”

Raditya mengangguk pelan.

“Selamat.”

Hanya satu kata itu.

Tapi air mata Kayla langsung jatuh begitu saja.

Dadanya naik turun menahan tangis. Selama beberapa hari terakhir dia terus hidup dalam ketakutan. Takut kehilangan bayinya. Takut sendirian. Takut semuanya hancur.

Dan sekarang...

Anaknya selamat.

Kayla buru-buru menyeka air matanya sendiri.

“Maaf...” bisiknya refleks. “Maaf saya nangis...”

Raditya diam beberapa detik.

Entah kenapa dadanya terasa tidak nyaman mendengar wanita ini terus meminta maaf bahkan saat sedang kesakitan.

“Tidak apa-apa,” jawabnya pelan.

Pintu kamar terbuka perlahan.

Seorang suster masuk sambil membawa boks bayi transparan.

“Bayinya sudah boleh bersama ibunya sebentar.”

Napas Kayla langsung tertahan.

Suster itu mendekat, lalu perlahan mengangkat bayi kecil berselimut biru muda itu.

“Pegang pelan-pelan ya, Bu.”

Tangan Kayla langsung gemetar.

Sangat gemetar.

Seolah dia takut menjatuhkan seluruh dunianya sendiri.

Begitu bayi kecil itu diletakkan di dadanya, Kayla langsung menangis lagi.

Bukan tangisan keras.

Tapi tangisan kecil yang pecah pelan-pelan.

Bayi itu hangat.

Kecil.

Dan hidup.

Kayla menunduk, menatap wajah mungil anaknya yang masih kemerahan sambil bergerak kecil di dadanya.

“Halo...” suaranya pecah.

Jemarinya mengusap pipi bayi itu dengan hati-hati.

“Ibu di sini...”

Bayi kecil itu bergerak pelan seolah mengenali suaranya.

Tangis Kayla makin tidak bisa berhenti.

Semua rasa sakit beberapa bulan terakhir seperti bercampur jadi satu di dadanya. Pengkhianatan Adrian. Hinaan keluarga suaminya. Malam-malam saat dia menangis sendirian.

Tapi sekarang...

dia punya alasan untuk bertahan.

“Arsen...” bisiknya lirih.

Matanya kembali basah.

“Nama kamu Arsen...”

Kayla memejamkan mata sambil mendekap bayinya lebih erat.

“Ibu janji bakal jaga kamu...”

Jam sudah lewat pukul empat pagi.

Lorong VIP rumah sakit mulai sepi.

Devan masih berdiri di dekat jendela besar dengan tangan masuk ke saku celana.

Kemeja putihnya masih sedikit kusut karena hujan semalam.

Asistennya berjalan mendekat.

“Tuan, apa perlu saya cari data keluarga wanita itu?”

Devan tidak langsung menjawab.

Pandangannya tetap lurus ke luar jendela.

Beberapa detik kemudian dia baru bicara.

“Tidak usah.”

Nada suaranya rendah dan datar seperti biasa.

“Pastikan lantai ini tenang.”

“Baik, Tuan.”

“Siap.”

Setelah asistennya pergi, suasana kembali sunyi.

Devan menoleh ke arah pintu kamar rawat VIP.

Entah kenapa langkah kakinya berhenti di sana.

Pintu kamar sedikit terbuka.

Dari celah itu, dia bisa melihat Kayla sedang memeluk bayinya sambil menangis pelan di atas ranjang.

Wanita itu terlihat sangat lemah.

Tapi cara dia memeluk anaknya...

membuat dada Devan terasa aneh.

Kayla seperti menyadari ada seseorang di depan pintu.

Dia mendongak pelan.

Tatapan mereka bertemu.

Kayla langsung terlihat waspada. Tangannya refleks memeluk Arsen sedikit lebih erat.

Sementara Devan hanya berdiri diam.

Tidak masuk.

Tidak bicara.

Namun untuk pertama kalinya setelah sekian lama...

Kayla tidak melihat penghinaan di mata seorang pria.

1
Mundri Astuti
bukannya Kayla dpt bonus ma dp byran tenaganya yak, knapa ga ambil kosan yg bersihan minimal, kan anakmu masih merah kayla
marwah: abis biaya rumah sakit kak Kayla disana 2 minggu devan bayar nya cuman seminggu
total 1 replies
Hari Saktiawan
cerita yang bagus lanjut
Mundri Astuti
next thor
Mundri Astuti
masih kurang thor 😄
Mundri Astuti
tegang juga euy
Mundri Astuti
kereennn kamu Kayla
Mundri Astuti
jangan lupa gugat cerai si bunglon Kayla, tapi sebelumnya kamu harus kuat dulu secara finansial biar bisa melindungi arsen
Yusria Mumba
ya nangung cerita ny pendek, nda seru ahh
marwah: terimakasih kakak cantik udah mampir dan dukung ceritaku mohon sabar ya author lagi bingung bikin jalan Kayla kedepannya, kan dia gak punya apa-apa sekarang kalo langsung ngemis ke devan jadinya gak seru😇😇
total 1 replies
Yusria Mumba
laki2 kurang ajar,
Yusria Mumba
nayla kenapa mesti berhan,pergi aja
rumah poke
mau nyimak dl
𝚔𝚞𝚌𝚒𝚗𝚐 ამოყჹ
🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!