AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
"Malaikat..." gumam Marina melihat pemuda yang baru keluar dari kamar mandi.
"Kamu benar-benar orang yang tadi?" Suwandi menelan ludah ragu.
"Berapa lama kamu tidak mandi?" pertanyaan dari Sarah, menatap pemuda yang berjalan dengan kaki pincang ini.
"Mungkin 11 bulan, senang rasanya bisa bersih-bersih!" kalimat yang diucapkan olehnya.
Wajah yang tidak manusiawi, dalam artian setelah dakinya hilang, bahkan setelah bercukur, pria ini dari sekedar gelandangan, berubah menjadi... malaikat?
Sarah berusaha mengembalikan kesadarannya sendiri. Di dunia kiamat ini, yang terkuat akan menang, yang lemah akan mati. Wajah rupawan hanya sekedar ilusi, dirinya sama sekali tidak boleh tertipu oleh wajah tampan. Walaupun tanpa disadari hidupnya mimisan.
"Nona Sarah tidak apa-apa?" tanya Ren cemas.
"Tidak! Udara terlalu dingin karena itu aku mimisan." ucapnya mengeluarkan tisu dari sakunya, kemudian membersihkan darah dari hidungnya.
"Ayah dan ibu, urus tempat ini dan pulihkan diri. Ada sistem AI yang akan membantu kalian. Ini..." Sarah memberikan walkie talkie, pada ayahnya, ibunya, dan Ren.
"Bungker ini dilengkapi dengan sistem keamanan, jadi tidak perlu ada yang dicemaskan. Tapi jangan pernah membukakan pintu bunker untuk orang lain, Jangan pernah keluar dari bunker kecuali bersamaku." itulah yang diucapkan oleh Sarah, kembali hanya untuk mengambil amunisinya.
"Kamu mau ke mana?" sang Ibu mencoba menghentikannya.
"Kembali ke tempat Kelvin. Dia memiliki sistem ruang penyimpanan, juga sistem di mana kekuatannya akan bertambah selagi dia dapat menjalankan misi. Jika dia dibiarkan begitu saja, cepat atau lambat dia akan membunuh kita." Sarah mulai bangkit setelah mengisi perlengkapannya.
Hendak melangkah keluar meninggalkan bunker.
Tapi.
"Setidaknya bawa aku." Ren memegang jemari tangannya, berusaha menghentikannya.
"Ini adalah urusan keluarga, kamu tetap tinggal di sini dan bantu mengurus bunker ini." Perintah tegas yang diucapkan oleh Sarah.
Ren menggeleng."Aku bisa menetralkan pengaruh radiasi, aku akan sangat berguna bagimu. Tapi dalam bunker ini tidak ada radiasi sama sekali, jadi aku tidak memiliki nilai guna sama sekali. Bagaimanapun, aku berhutang nyawa pada kalian." Ucap pemuda itu bersungguh-sungguh.
Sarah mengangkat sebelah alisnya, orang ini benar juga. Ayah dan ibunya dapat merawat bunker untuk sementara waktu ini. Sedangkan dirinya akan kembali ke tempat Kelvin. Lebih tepatnya, memberinya pelajaran, kemudian mengawasinya.
Karena dalam cerita novel, Kelvin berakhir menjadi raja dunia dan hidup bahagia dengan kesembilan istrinya. Sementara dirinya berakhir meninggal dengan penuh kesengsaraan.
Villain terakhir juga belum muncul, seseorang yang paling membenci manusia. Karena menciptakan bom nuklir dan menghancurkan alam. Dalam cerita novel tidak dijabarkan penampilannya, hanya saja orang tersebut seperti monster yang memiliki daya tarung lebih tinggi. Bahkan Kelvin yang memiliki sistem begitu sulit untuk mengalahkannya. Lebih tepatnya, pria itu membantainya hingga hampir mati.
Dalam cerita novel, kesembilan istrinya menyelamatkannya. Seluruh umat manusia hampir musnah, hanya tersisa Kelvin dan kelompoknya yang berhasil melarikan diri. Itulah akhir cerita novel, di mana Kelvin menjadi penguasa, tapi final boss Tidak benar-benar dikalahkan.
Ada begitu banyak halangan dan rintangan, juga kemungkinan bunker tersembunyinya ini diserang suatu hari nanti. Mungkin dengan membawa pria ini, dan mengumpulkan orang-orang yang dapat dipercaya. Dirinya akan dapat bertahan hidup dan melawan villain yang terakhir.
"Baik! Kamu boleh ikut! tapi jangan membuat masalah. Jika ada musuh kamu harus bersembunyi, jangan menyusahkanku, jangan sampai tertangkap, jangan terlalu mudah percaya pada orang lain, dan jangan sampai menjadi sandera...Mengerti!?" kalimat demi kalimat penuh ketegasan. Karena dirinya pun tidak mengetahui, kapan semua ini akan berakhir.
Ren mengangguk menyanggupi.
"Sarah kamu harus berhati-hati pada Kelvin. Lebih baik jangan kembali ke bunker itu." Tegas sang ayah.
"Benar! Kenapa tidak tinggal di bunker ini saja dengan kami?" tanya Marina memegang jemari tangan putrinya.
"Ibu, ayah, bunker yang ditempati oleh Kelvin sekarang, dibangun menggunakan uang kita juga. Selain itu, stok makanan dalam sistemnya juga dibeli dengan uang kita. Apa salahnya membuat hidupnya hancur?" hanya itulah alasan yang dapat dikatakan oleh Sarah. Walaupun sejatinya, alasan aslinya adalah untuk menemukan cara menghadapi villain, dapat dikatakan final boss.
Pria yang berniat memusnahkan semua umat manusia yang tersisa.
"Kelvin siapa?" tanya Ren polos.
"Kelvin adalah suamiku, tapi mulai hari ini tidak lagi. Sudah tidak ada hukum negara, jadi kami hanya akan sepakat untuk bercerai." Penjelasan singkat dari Sarah.
"Lalu kenapa Sarah harus kembali?" tanya Ren tidak mengerti.
"Semua yang dimiliki Kelvin saat ini disokong oleh keluargaku saat sukses dulu. Dia hanya penghianat licik. Tentu saja tidak boleh hidup bahagia. Kenapa kamu bertanya? bukannya tadi aku sudah menjelaskan." Sarah menjepitkan matanya, tapi pria ini begitu aneh, begitu cuek dan polos, kembali menggigit apel yang dibawanya, sama sekali tanpa rasa bersalah.
"Oh...hanya ingin tahu." Jawaban darinya.
Orang ini terkadang nyambung terkadang tidak. Benar-benar sama sekali membuatnya tidak dapat berkata-kata. Ingin rasanya dirinya menepuk jidatnya sendiri. Tapi memang, harus diakui dari penampilannya Ren benar-benar luar biasa.
Niat busuk ada dalam otak Sarah. Bagaimana jika menjual pemuda ini sebagai budak dari para wanita yang memiliki stok makanan. Sudah pasti akan laku.
Tapi tidak! dirinya menggeleng, orang ini amat sangat berguna karena memiliki kekuatan untuk menghilangkan pengaruh radiasi nuklir.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu? Kamu mau menjualku? Tapi kan aku adalah milikmu, aku sudah menjual tubuhku padamu. Karenamu, aku mendapatkan apel ini." Ucap pemuda ini, benar-benar pria yang menggoda dengan ketampanan tingkat tinggi walaupun tubuhnya kurus tinggi.
Tapi wajar saja, demi makanan orang-orang akan rela melakukan apapun. Seperti Kelvin dan para istrinya.
***
Hari sudah mulai pagi, matahari telah terbit. Benar saja, pemuda itu menyentuh tubuh monster level C yang telah mati. Perlahan tubuhnya berubah kembali, menjadi seekor beruang.
Pengaruh radiasi nuklir membuat beberapa hewan menjadi mutan atau dapat dikatakan monster. Daging beracun yang berwarna kehitaman, menjadi daging normal.
"Kakimu sudah tidak sakit lagi?" pertanyaan yang pada akhirnya diucapkan oleh Sarah.
"Tidak, Aku adalah tipikal orang yang dapat dikatakan cepat sembuh." Tapi memang benar, orang ini berjalan dengan normal dari tadi.
"Biar aku yang memotongkan dagingnya untukmu." Sarah melakukan peregangan, kemudian mengeluarkan katana yang dibawa olehnya. Bergerak dengan cepat, mencincang daging beruang itu menjadi beberapa bagian.
"Wow! keren sekali!" Ren bertepuk tangan, wajahnya tersenyum benar-benar terlihat terlalu baik.
"Lebih baik kita sarapan menggunakan daging ini. Sekarang kamu tunjukkan kemampuan memasakmu." Sarah duduk di atas batu penuh arogansi, setelah memberikan katananya dan korek api pada Ren.
Tapi, hal yang terjadi berikutnya, membuat Sarah membulatkan matanya.
"A...apa dia benar-benar hanya pecundang?" gumamnya, menatap apa yang dilakukan oleh Ren.
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...