NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta & Obsesi Sang Mafia

Terbelenggu Cinta & Obsesi Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Obsesi / Persaingan Mafia
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lea

Kehadiran Jay Van O’Connor adalah noda yang tak pernah bisa diterima Zavier Van O’Connor.

Jay si anak haram Jackman Van O’Connor, bukan hanya bukti pengkhianatan sang ayah, tetapi juga ancaman nyata bagi posisi dan kendali yang selama ini Zavier inginkan. Warisan dan tahta.

Sejak awal, Zavier berusaha melenyapkan Jay.
Dengan cara halus maupun kejam, dengan kekuasaan, uang, dan strategi.

Zavier harus melenyapkan sang adik bukan karena tanpa alasan, setiap melihat Jay, Zavier seperti melihat sosok sang ayah ada dalam diri adiknya. Jay benar-benar mirip seperti Jackman.

Hingga suatu hari, Zavier menemukan celah Jay.

Anna Barthley, seorang gadis sederhana yang hidupnya dipenuhi pekerjaan paruh waktu, berjuang melunasi hutang orang tuanya, dan tak pernah bersentuhan dengan dunia kelam keluarga O’Connor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 12

Pikiran Jay dipenuhi satu nama—Drew.

Pengawal pribadinya itu, dipanggil oleh Jackman.

Langkah Jay membelah lorong apartemen dengan tergesa. Rahangnya mengeras, napasnya berat tertahan. Begitu pintu lift terbuka, ia langsung menuju basement. Para pengawal mengikuti, namun kali ini mereka bisa merasakan sesuatu yang berbeda.

“Tuan…” salah satu dari mereka memanggil pelan.

Jay tidak menjawab.

Wajahnya bukan lagi wajah tuan muda yang tenang dan penuh perhitungan. Ada bara yang menyala di balik matanya.

“Kerahkan semua pengawal. Bersiaga di mansion utama. Sekarang.”

Perintah itu seperti ledakan.

Para pengawal terdiam. Langkah mereka terhenti.

Jay menyadari keheningan di belakangnya. Ia menghentikan langkah, lalu berbalik.

Tubuhnya yang tinggi dan tegap dibalut kemeja hitam, membuat kulit putihnya tampak semakin kontras—dingin dan berwibawa. Sorot matanya tajam menembus para pengawal yang masih terpaku.

Salah satu dari mereka akhirnya memberanikan diri bertanya, “Apakah kita akan melawan Tuan Jackman? Jika kita membawa pengawal sebanyak itu ke sana, artinya kita menantangnya.”

“Drew dalam bahaya,” ucap Jay tegas. “Ayahku tahu tentang gadis itu.”

Para pengawal semakin terkejut. Mereka tahu, Drew memang ditugaskan untuk melaporkan seluruh kegiatan Jay—terutama hal-hal ganjil yang tidak pernah disukai Jackman.

Ketegangan pun menggantung di udara.

Kalimat itu tidak diucapkan dengan nada tinggi. Namun justru ketenangannya membuat dada para pengawal terasa sesak.

Mereka saling berpandangan.

Mereka tahu konsekuensinya.

Melawan Jackman berarti mempertaruhkan segalanya—jabatan, keamanan, bahkan nyawa.

Namun mereka juga tahu satu hal lain.

Sejak Jay mengambil alih sebagian kendali, tak pernah sekalipun ia memperlakukan mereka seperti pion. Ia mengenal nama mereka. Ia mengingat keluarga mereka. Ia membayar lebih dari yang dijanjikan Jackman. Dan ketika salah satu dari mereka terluka dalam sebuah misi, Jay yang pertama kali datang menjenguk.

Bukan karena kewajiban.

Tetapi karena pilihan.

Salah satu pengawal yang tadi bertanya kini melangkah maju. Ia menundukkan kepala dalam, lebih dalam dari biasanya.

“Kami tidak pernah bersumpah setia pada nama keluarga, Tuan,” ucapnya mantap. “Kami bersumpah pada orang yang pantas kami lindungi.”

Yang lain mengikuti. Satu per satu mereka menundukkan kepala.

Suara sepatu mereka bergeser serempak di lantai basement.

“Kami bersama Anda.”

Jay menatap mereka dalam diam.

Sorot matanya yang dingin perlahan berubah—bukan menjadi lembut, tetapi lebih berat. Lebih penuh tanggung jawab.

“Keputusan ini bisa membuat kalian kehilangan segalanya,” ujarnya rendah. “Aku tidak akan memaksa siapa pun.”

Tak satu pun bergerak mundur.

Justru salah satu dari mereka berkata tegas, “Jika Anda melangkah ke dalam api, Tuan, maka kami akan berdiri di depan Anda.”

Sunyi kembali menyelimuti ruangan.

Namun kali ini bukan sunyi yang ragu.

Melainkan sunyi yang telah memilih.

Jay mengangguk pelan.

“Siapkan kendaraan. Kita bergerak dalam sepuluh menit.”

Para pengawal langsung berpencar tanpa ragu. Langkah mereka cepat, teratur, penuh keyakinan.

Di tengah basement yang mulai sibuk, Jay berdiri sendirian sesaat.

Untuk pertama kalinya malam itu, ia sadar—

Ia tidak sendirian.

Dan jika malam ini berubah menjadi perang, maka ia akan memimpin mereka. Bukan sebagai anak Jackman.

Tetapi sebagai Jay.

———

Drew telah tiba di mansion utama. Pria dengan tinggi hampir 180 sentimeter itu menyesap rokoknya lebih dulu, seolah sudah mengetahui apa yang akan menimpanya malam ini.

Ia menggigit ujung rokoknya, membiarkan asap mengepul perlahan menutupi sebagian wajahnya. Dengan satu tangan, Drew mengambil ponselnya dan menatap satu nama yang terpampang di layar.

Jay.

Ibu jarinya sempat bergerak, ingin menekan tombol panggil.

Namun ia mengurungkan niatnya.

Seakan ia sadar, keputusan ini harus ia tanggung sendiri. Tidak ada paksaan ketika ia memilih menjadi pengawal Jay. Ia melakukannya atas kehendaknya sendiri—bukan lagi sebagai mata-mata Jackman.

Drew membuang puntung rokok ke tanah dan menginjaknya hingga padam. Tepat saat itu, seorang pengawal Jackman datang menghampirinya, seolah menandakan waktunya telah tiba.

“Silakan,” ucap pengawal itu singkat.

Drew mengangguk tipis.

Ia berjalan mengikuti pengawal tersebut memasuki mansion utama yang dijaga ketat. Setiap sudut dipenuhi tatapan tajam para penjaga.

Pintu besar terbuka.

Di dalam, Jackman sudah berdiri sambil menghisap cerutunya.

Aura pria itu begitu mengerikan. Diamnya menekan. Tatapannya tajam seperti bilah pisau.

Drew baru saja berdiri tepat di hadapannya ketika—

BUGH!

Sebuah pukulan keras mendarat di wajah Drew.

Tangan Jackman yang kuat menghantam tanpa peringatan. Kepala Drew terhentak ke samping. Darah langsung mengalir dari sudut bibirnya, dan pipinya memerah serta membengkak dalam sekejap.

Namun Drew tidak jatuh.

Ia hanya mengangkat kembali wajahnya, kedua tangannya masih berada di belakang, menatap ke bawah tak berani menatap mata ke arah Jackman.

Malam itu baru saja dimulai.

Tinju Jackman kembali menghantam tulang pipi Drew dengan suara yang memekakkan. Kepala Drew terlempar ke samping, tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan. Rasa logam langsung memenuhi mulutnya.

Darah menetes ke lantai marmer.

Namun Drew tidak tumbang. Drew kembali menegakkan tubuhnya.

Jackman menatapnya dengan sorot mata buas. Cerutu di tangannya tetap menyala, seolah kekerasan barusan hanyalah gerakan kecil yang tak berarti.

“Berani sekali kau memilih anakku,” ucap Jackman rendah.

Tanpa aba-aba, tendangan keras menghantam perut Drew. Udara di paru-parunya langsung terkuras habis. Lututnya hampir menyentuh lantai, tetapi ia menahannya.

Dua pengawal Jackman bersiap menahan jika Drew jatuh.

Namun Drew tetap berdiri.

Jackman mendekat, mencengkeram dagu Drew dengan kasar, memaksa pria itu menatapnya.

“Aku membesarkanmu dari bukan siapa-siapa,” desisnya. “Dan kau membalasnya dengan pengkhianatan?”

Drew diam tanpa sepatah kata. Tidak ada pembelaan. Jika pun ada, Drew tidak berniat membuka suara, karena benar atau salah ketika Jackman sudah melebel seseorang maka itulah dia.

Dalam satu detik, pukulan selanjutnya kembali mendarat lagi dan lebih keras.

Kali ini Drew terjatuh, dengan kedua lututnya sebagai penyangga.

Darahnya menodai lantai putih mansion.

Namun bahkan dalam posisi berlutut, tatapannya tidak runtuh.

Tanpa perlu menanyakan alasan di balik semua perlakuan itu, Drew sudah memahami penyebabnya.

Ia tahu persis apa yang membuat Jackman bertindak sejauh ini.

Faktanya, nyawanya yang masih utuh hingga detik ini sudah bisa dianggap sebagai sebuah keberuntungan—terutama ketika berurusan dengan pria seperti Jackman.

Di hadapan Jackman, satu kesalahan kecil saja bisa berakhir dengan kematian.

Dan Drew sangat menyadari hal itu.

“Kau sudah mendapatkan seluruh data tentang gadis itu?” tanya Jackman tanpa menoleh, suaranya tenang namun sarat tekanan.

“Sudah, Tuan.”

Salah satu pengawal melangkah maju dengan kepala tertunduk. Ia menyerahkan sebuah map hitam berisi seluruh informasi yang diminta.

Jackman menerima map tersebut dengan satu tangan, sementara cerutunya tetap menyala di sela jemarinya. Ia membuka halaman pertama perlahan, membaca setiap baris dengan ekspresi datar.

“Anakku mempertaruhkan banyak hal… demi seseorang seperti ini.”

Suasana ruangan mendadak terasa lebih dingin.

Drew mengepalkan tangannya, tetapi tetap diam.

Ia tahu—

Ini bukan lagi soal dirinya.

Ini tentang gadis itu.

Dan tentang seberapa jauh Jackman akan melangkah untuk menghancurkan kelemahan putranya.

Bersambung

1
@emak aisyah
tidak tau lagi mau berkata apa,di tunggu pertempurannya Thor pastikan Jay tak terkalahkan
wiwied
next
@emak aisyah
ya ampun,bang NEWBE update bersamaan tapi kenapa aku lebih milih Jay,Jay aku padamu 😍😍
daniez
upp
daniez
ok
@emak aisyah
keren,tidak ada kata selain keren,KEREN KALI THOR semangat di tunggu updatenya 🙏
@emak aisyah
cas cis cus pokoknya gas torr
@emak aisyah
satu kesalan satu ciuman bikin kesalahan trs aahhh🤣🤣
@emak aisyah
lah jadi kacau,kasihan Anna nggk tau apa² jadi sasaran semua orang gerak cepat Jay simpan jangn sampai ada yang menyentuhnya
@emak aisyah
nggk bisa nafas aku bacanya
@emak aisyah
masuk babak menegangkan,apakah Jay masih diam saja saat di tindas zavier
@emak aisyah
blm terjadi tapi aku udah kasihan Ama Anna
@emak aisyah
lah kirain tak sama,ternyata sama² psikopat
@emak aisyah
ko bisa orng berbahaya kaya Jay bisa kuat diam saja di siksa😔😔
@emak aisyah
keren tidak salah kalian author terbaik semangat thor💪💪
@emak aisyah
halo kakak author salam kenal saya fans NEWBEE HK mau ikut nimbrung di sini🙏🙏
eva nindia
makasih up nya thor...
adu domba zavier brhasil nih...
untung jay segera datang....
eva nindia
baguss kluar ajaa jay,,, bangun dinasti baru mu....
eva nindia
🙄 knapa insting c jackman gak jalan
eva nindia
cba tahta itu d serahin ke zavier djamin ancurr 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!