NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: sayonk

Aurora menyeringai, "Kakak maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakiti mu. Selama ini kami saling mencintai. Karena kamu memaksa, akhirnya Jake menikahi mu. Jadi aku mengambil yang sudah menjadi hak ku."

"Apa maksud mu? Jake suami ku," ucap Caroline dengan nada menekan. Air matanya sudah mengalir, entah semenjak kapan. Ia tidak tau. Sakitnya seperti tercabik-cabik.

Tommy tertawa dan melangkah ke arah Caroline. "Jake suami mu." Sekali lagi ia mengulang ucapan Caroline. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga Caroline. "Apa selama ini kau menikmati pelayanan ku?"
.....
Demi balas dendam untuk kekasihnya. Jake Willowind dan Tommy Willowind menggunakan sandiwara. Mereka bergantian tidur dengan Caroline. Seolah Caroline adalah barang. Sehingga suatu hari, Caroline mengetahui semuanya bahwa Jake memiliki saudara kembar dan sering kali berperan sebagai suaminya. Bahkan suaminya diam-diam masih bersama dengan adik tirinya Aurora.

"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab dua belas

Melihat kobaran api yang di dalamnya seolah ada harimau yang mau menerkamnya. Jack memeluk pinggang Caroline dan menarik tubuhnya ke sisinya. "Daddy, Mommy aku memang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Aurora. Lagi pula aku sudah melupakan Aurora. Dan aku masih sedang berusaha bersama dengan istri ku. Mommy dan Daddy doakan saja." Jelas Jack tersenyum.

Jack menarik kedua sudut bibir Caroline agar membentuk senyuman. Bulu kuduknya merinding saat melihat kemarahan Caroline.

"Aku sangat menyayangi Caroline Mom, Dad. Lagi pula kami tidak terburu-buru memiliki keturunan."

Daddy Dion merasa tidak nyaman. Jack mau saja menerima Caroline yang bahkan memiliki sikap kasar. "Jack sebaiknya Caroline di periksa saja."

Jack menegaskan dengan mengikuti hatinya yang paling dalam. "Sekalipun Caroline mandul. Aku Jack Willowind akan menerimanya dan tidak akan menikah dengan siapa pun."

Aurora sontak terkejut. Dia menatap mommy Melisa. Tidak mungkin Jack mengatakannya dengan sungguhan. Jack pasti hanya menyelamatkannya saja.

Mommy Melisa tersenyum paksa. "Jack syukurlah kalau kamu menyukainya."

Daddy Dion merasa tenang atas pengakuan Jack. Jadi ia tidak perlu khawatir dengan masa depan Caroline.

"Jack maafkan Caroline. Dia selalu bersikap kasar dan buruk. Aku senang kau menerimanya."

Jack menoleh ke arah Caroline yang terdiam. "Daddy aku ..."

Jack menahan ucapannya saat Caroline mengeluarkan suaranya.

"Tapi aku dan Jack sudah be.."

Jack langsung membungkam mulut Caroline. Dia tidak ingin ada yang mengetahui.

"Mommy, Daddy kami pergi dulu." Jack menarik tubuh Caroline sambil membungkam mulutnya.

Jack menarik tubuh Caroline sampai di halaman samping. Caroline menginjak kaki Jack agar melepaskan tangan di mulutnya.

"Jack apa yang kau lakukan?" Caroline meninggikan suaranya. Dia hampir saja mengatakannya pada ayahnya. "Tidak ada lain kali Jack."

Ancaman Caroline membuat Jack cemas bercampur aduk ketakutan. Semuanya tidak boleh terbongkar, dia merasa tidak rela.

"Sekarang ikut aku pulang." Jack menarik lengan Caroline.

Caroline mengikuti langkah Jack. Dia tersenyum sinis. "Kenapa Jack? Kenapa kau tidak ingin aku mengatakannya? Apa kau takut dan sudah jatuh cinta pada ku?"

Jack menghentikan langkahnya. Dia menoleh dan menarik tubuh Caroline ke dalam dekapannya. Sejenak ia menatap Caroline begitu dalam, begitu lembut, begitu kasih sayang. Tanpa Caroline sadari Jack menggendong Caroline di punggungnya.

"Hay Jack lepaskan aku."

Caroline merasa mual, tanpa sadar dia muntah di kemeja punggung Jack.

Aurora menatap dari jauh, tatapannya jelas bagaikan orang yang ingin membunuh. Tangannya.meremas gorden yang berada di dalam genggamannya.

Seharusnya dialah yang berada di posisi itu menjadi nyonya Willowind bukan Caroline.

"Aurora Mommy yakin Jack dan Tommy menyayangi mu. Mereka pasti hanya memperhatikan mu."

Mommy Melisa tersenyum. Pria kembar itu begitu sayang pada Aurora. Jelas masa depan Aurora lebih baik dari pada Caroline yang akan di ceraikan.

Begitu sampai di mansion. Jack menggenggam lengan Caroline. Dia kembali menarik tubuh Caroline hingga sampai di depan kemar Caroline. Jack mendorong tubuh Caroline ke dinding.

Jack langsung mencium Caroline dengan paksa. Tommy mengepalkan kedua tangannya. Dia melangkah lebar dan menarik tubuh Jack.

"Jack apa kamu sadar yang telah kamu lakukan pada Caroline? Kau menyakitinya." Bentak Tommy.

Hatinya membuncah tidak terima. Rasa sakitnya mencabik-cabik seluruh tubuhnya.

"Kau harus sadar apa yang kamu lakukan. Dia Caroline bukan Aurora."

Jack melirik Caroline. "Aku memang sadar dia Caroline."

Seketika Tommy menoleh ke arah Caroline. "Jack kau tidak mungkin menyakitinya dengan memaksanya."

Tommy menghalangi Jack dengan tubuhnya. Dia menjadikan tubuhnya tameng agar Caroline aman. "Caroline pergilah. Biar aku yang menyadarkannya."

Caroline bergegas masuk ke kamarnya. Dia menarik nafasnya begitu dalam. "Jack."

Tidak pernah ia melihat Tommy dan Jack bertengkar seperti itu. "Mereka aneh. Jack juga, apa sih maunya. Aku dah nuruti buat cerai. Eh malah dia kayak gini. Bikin kesal saja." Omel Caroline.

Sementara itu, Jack menarik lengan Tommy ke ruang kerjanya. Dia langsung menampar Tommy. Dari kedua netranya ia bisa melihat Tommy menginginkan Caroline.

"Tommy katakan dengan jujur. Kau menyukai Caroline?" Tanya Jack nada pelan namun menekan.

Tommy memalingkan wajahnya. Mana mungkin ia menyukai Caroline. "Jack jangan bicara sembarangan."

Jack bernafas lega. Setidaknya Tommy tidak menyukai Caroline. "Ingat Tommy. Caroline istri ku. Jaga batas mu." Dia menunjuk dada Tommy.

Tommy mengangguk, namun hatinya terasa sakit seperti di tusuk-tusuk oleh duri. Rasanya begitu berat mulutnya mengatakan iya.

Jack mengambil ponselnya. Dia melihat nama Aurora.

"Kakak." Sapa Aurora. Dia tersenyum karena mendapatkan pembelaan dari Jack. Pasti saat ini kakaknya sedang meratapi nasibnya. "Terima kasih karena membela ku."

"Membela?" Sepertinya tadi yang dia ucapkan ternyata hanyalah di anggap mainan. "Apa aku terlihat melakukannya demi dirimu?"

"Iya. Aku senang kakak membela ku."

Jack tertawa, bukannya senang mendengarkam Aurora. Dia malah jijik. "Aku tidak membela mu. Menurut ku, aku tidak bisa menceraikan Caroline."

Deg

Aurora langsung memudarkan senyumannya. Apa yang di katakan Jack menyayat hatinya. Jack saat ini pasti sedang bercanda karena ada Caroline.

"Jack kau bercanda? Aku tau pasti saat ini ada Caroline atau ada kakek dan nenek. Jack kau tidak perlu melakukan apa pun. Aku saja yang melakukannya. Aku pastikan kau dan Caroline bercerai dengan persetujuan nenek dan kakek."

"Kau begitu ingin aku bercerai dengan Caroline?" Sekarang dia tambah yakin bahwa Aurora memang licik. "Aurora apa tidak ada yang ingin kau katakan pada ku dengan jujur?"

Aurora mengerutkan keningnya. Dia sama sekali tidak ada yang perlu di bicarakan dengan jujur. Tiba-tiba dia teringat sesuatu.

'Apa Jack mengetahui bahwa aku menyiapkan pesta ulang tahunnya?' Pikir Aurora.

"Jack aku tutup dulu." Aurora tersenyum. Dia akan memberikan kejutan untuk Jack dan Tommy.

Tommy menatap punggung Jack. Ingin sekali dia menanyakannya, tapi dia merasa ragu. "Kakak apa yang di katakan Aurora?"

Jack menoleh ke belakang. "Bukannya kau menyukai Aurora. Kau sangat memperhatikannya. Bagaimana kalau kau menikah saja dengan Aurora?" Usul Jack.

Tommy menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak, kakak aku memang menyukai Aurora karena dia calon kakak ipar ku." Sangkalnya.

"Tommy sepertinya aku perlu menjelaskannya pada mu. Aku sudah tidak menginginkannya lagi. Jika kau mau, kau saja."

'Saat ini aku tidak merasakan apa pun. Apa aku sudah terikat dengan Caroline'

"Kakak aku tidak mau. Aku sadar apa yang telah di lakukan oleh Aurora."

Drt

Tommy melihat ponselnya. Dia sejenak menatap Jack.

"Dari Aurora angkatlah."

Tommy mengangkat, dia meninggikan suara volume ponselnya.

"Tommy, ini bukan kesalahan Kakak. Aku tidak menyangka Kakak begitu kasar pada ku dan kedua orang tua ku."

Jack menatap tajam ke arah ponsel Tommy. Ingin sekali dia membanting ponsel itu. "Aurora, katakan pada ku. Bagaimana Caroline menyakiti mu."

"Jack!" Teriak Aurora.

1
Dedi Dahlia
makanya,waktu masih ada tak di hargai,setelah kehilangan baru menyesal,tua lah karmanya,lanjut....
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Wahyuningsih
kacuan deh kmu jake 😄😄😄 d tnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu n jga keshtn tetp 💪💪💪💪 dlm upnya thor
Wahyuningsih
mkan tuh penyesaln emang enak
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
namanya yang bener Melani apa dista sih
aku
tor, emg gpp msh umur segitu udh WOWW BANGET?? 🙏
Author Sayonk: Anggap saja ini genius kak🙏
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Dedi Dahlia
serunya lanjut thorr semangat 🙂🙂🙏🙏
Bunda
thor ..dah seminggu ga up loh
Mamah Kaila
cerita g jelas yg cewek lemah menye" kayak tau, katanya mau pergi tp tetep tggl goblok
mbuh
mantap car
mbuh
nambah lagi lelaki bego🤣
Sarinah Quinn
semoga masih lanjut cerita nya 🙏
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
apa surat cerainya belum resmi.. kok masih sama si kembar terus.. kenapa g pergi saja /Smug/
Retno Palupi
kenapa jd si kembar merebut kan Carolin? selama ini mereka kemana aja?
Retno Palupi
maksudnya apa Jake? takut g dpt warisan ya
Retno Palupi
lhoo kok malah kecelakaan, ketahuan boong dong🤭
Wahyuningsih
kapok emang enak menyebalkn
mbuh
yuhuuuu mantap caroline
mbuh
lanjott kurang panjang
Author Sayonk: sbr ya kak, besok lgi🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!