NovelToon NovelToon
Menantang Langit Yang Busuk

Menantang Langit Yang Busuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: KuntilTraanak

Tian Yuofan tumbuh dalam kehidupan yang tidak pernah mudah. Sejak usia delapan tahun, ia sudah harus belajar bertahan sendiri, merawat ibunya yang kehilangan kewarasannya akibat trauma masa lalu. Ia bahkan tidak bisa menyentuhnya, takut memicu trauma ibunya.

Tanpa keluarga yang utuh, tanpa teman, Yuofan menjalani hari-harinya sendirian di dunia yang tidak memberi banyak ruang bagi orang lemah. Ia belajar memahami lingkungan, membaca keadaan, dan bertahan dengan caranya sendiri.

Namun suatu hari, sebuah kejadian yang awalnya tampak seperti kesialan justru membawanya pada sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—sebuah pertemuan yang perlahan mengubah arah hidupnya.

Dari sana, perjalanan yang tak pernah ia pikirkan pun benar-benar dimulai…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KuntilTraanak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30—Kejadian Aneh

Ledakan kembali terjadi membuat Yuofan semakin panik. Wuxu kembali memeriksakan keadaan, kala itu ekspresinya langsung dibuat tak percaya. Ia pun tidak yakin apakah dirinya harus memberitahukan ini pada bocah dibawahnya.

“Ada apa Wuxu?” Yuofan berteriak bingung melihat ekspresi rubah itu.

Wuxu terbang mendekat, ia menarik nafasnya sejenak. “Harimau, ular, dan semua pemimpin seluruh hutan ini saat ini berlari kearah gua itu.” ujarnya dengan wajah serius.

Serasa disambar petir pagi-pagi, Yuofan terdiam mendengar itu dan langsung menggunakan teknik Strav Schadara Nistra—Langkah Tanpa bayangan.

Ia berpikir bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi saat ini, perasaannya menjadi tidak enak. Jika semua pemimpin berlari menuju gua tempatnya tinggal, maka seharusnya Di Xinyuan dan Bai Luan ikut serta didalamnya. Hal itu sedikit membuatnya tenang, tetapi juga waspada.

Ia tidak memiliki informasi apapun, dan ia tidak yakin bahwa dalam kasusnya saat ini, kedua binatang itu entah berada di pihaknya atau tidak.

“Kau tenang saja bocah, aku bisa membantu.” ucap Wuxu seraya menunjuk dirinya sendiri.

Yuofan mengangguk membenarka, ia lupa bahwa saat ini Wuxu ikut bertambah kuat. Dimana mereka berdua bertaruh sekaligus bereksperimen pada janin ditubuh Yuofan, yang mana beberapa waktu terakhir ini Wuxu meminta Yuofan terus mengkonsumsi darah hewan dan melihat perkembangan janin itu. Tetapi selama proses itu juga, janin tersebut tidak banyak berkembang dan kemungkinan besar hanya akan berkembang dengan jumlah darah yang banyak.

Mereka berdua melakukan perburuan ini dimalam hari, ketika ibu Yuofan dan Chen Huo telah tidur nyenyak. Selain berburu, Yuofan juga melatih kembali teknik-teknik yang dimilikinya. Karena jika berada didekat Chen Huo ia tidak bisa menggunakan teknik ini, apalagi Wuxu bilang bahwa teknik miliknya dapat dikembangkan kembali.

Teknik yang telah berkembang adalah teknik Strav Schadara Nistra—Langkah Tanpa Bayangan yang saat ini telah mencapai tingkat menengah, dimana ditingkat ini bukan hanya kecepatannya meningkat tetapi juga ia bisa membuat bayangan lain dirinya dengan maksimal 3 bayangan untuk saat ini.

Dan teknik lain yang berkembang adalah teknik Sona Nihilvak—Zona Hampa yang juga mencapai tingkat menengah, dimana cangkupan zona miliknya menjadi lebih besar dengan penggunaan energi lebih sedikit.

“Seharusnya bisa, jika tidak…” Yuofan menghentikan ucapannya sembari berpikir.

“Gunakan Gerbang Kematian.” balas Wuxu. Dalam hatinya, Wuxu selalu dibuat kesal dengan bocah itu setiap kali ia mulai berpikir.

Bukan karena apa-apa, tetapi bocah itu selalu membuat rumit setiap masalah. Apalagi jika masalah ini berhubungan dengan ibunya, maka pikirannya akan melemparkannya banyak opsi yang akan terjadi dan pikiran itu juga terbagi pada dirinya yang merupakan makhluk kontrak Yuofan.

Tetapi disisi lain, ia juga paham bahwa walaupun Yuofan terkadang terlihat dewasa, tetapi ia tetap lah bocah berusia 8 tahun. Dan tentu, bagi bocah sepertinya, mempercayai iblis sepertinya sebagai rekan akanlah sangat sulit.

Begitupun dengan dirinya, yang beberapa bulan lalu masih sulit untuk mempercayai Yuofan sebagai rekan. Namun, ia sudah berubah, karena ia tahu bahwa Yuofan bukan hanya jenius dan memiliki otak yang encer. Tetapi bocah itu juga memiliki tekad kuat serta potensi untuk berkembang melebihi seorang dewa. Apalagi dengan bantuan kontrakan ini, ia bisa lebih memahami bocah itu lebih dalam lagi.

Tak berselang lama, Yuofan akhirnya sampai di gua tempatnya tinggal. Tetapi disana terlihat lima pemimpin hutan telah sampai lebih dahulu dibandingkan dirinya.

Ia melihat seekor harimau berkepala tiga mencoba untuk mengintip masuk kedalam gua, tetapi Di Xinyuan menghalaunya bahkan hingga membuat kera itu terlempar kebelakang saat ekor harimau itu berkibas kearahnya.

“BERHENTI!” Yuofan berteriak dengan kencang, membuat kelima pemimpin itu menengok kearahnya.

Yuofan membelah ruang hampa menggunakan teknik Raumak Voidra—Ruang hampa. Ia mengambil pedang hitam dari dalam sana, dengan posisi siap ia memasang kuda-kudanya.

Harimau, beruang, dan ular tahu sosok Yuofan. “Kau!” ucap mereka serempak.

Harimau melompat kearah Yuofan, ia berjalan mendekati bocah itu dengan wajah kesal, mengingat kejadian dimana saat tuofan mencuri tanaman berharganya. Namun, langkahnya terhenti oleh sebongkah es di keempat kakinya.

Harimau itu menengok kearah Bai Luan yang saat ini tengah membantu Di Xinyuan berdiri. “Apa maksudmu ini?!” tanya harimau itu seraya mengeluarkan energinya.

Yuofan dapat merasakan tekanan hebat dari energi itu, membuatnya harus menancapkan pedang ketanah sebagai penopang tubuhnya.

“Menyentuhnya, ku bunuh.” ucap burung itu yang kemudian memberikan pelindung energi pada Yuofan, membuat bocah itu bisa bernafas lebih teratur.

Harimau itu menghancurkan bongkahan es yang menahan kakinya, kemudian ia berjalan menghadap kearah Bai Luan. Dengan wajah angkuhnya ia menatap Bai Luan yang selalu memasang badan melindungi sosok yang menurutnya lemah.

“Kau melindungi kera bodoh itu, dan sekarang kau melindungi bocah lemah ini?” tanya kepala kiri harimau itu seraya mengerutkan keningnya kesal.

Bai Luan tidak menjawab dan hanya diam.

“Ini bukan wilayah mu,” ucap kepala kanan harimau itu sembari mengangkat ekornya. “Memangnya kau bisa membunuhku?” lanjutnya yang kemudian mengibaskan ekornya hingga membuat angin tornado besar yang melahap pohon dan bebatuan disana.

Yuofan yang terlindung oleh energi Bai Luan hanya bisa terperangah melihat hal tersebut. Tatapannya kemudian teralih pada sudut gua yang perlahan mulai retak karena kekuatan dahsyat itu.

Yuofan menganalisis posisi harimau itu, yang setelah dipikirkan ia pun mengubah posisinya. Kedua tangannya membentuk lingkaran dengan lubang ditengahnya yang tertuju pada harimau itu beserta angin tornado nya. Ia menutup matanya, terus menyerap energi disekitar serta memusatkan energi itu pada targetnya.

Di Xinyuan yang melihat posisi itu segera menarik Bai Luan yang berada sangat dekat dengan Harimau itu. Membuat burung putih itu kebingungan dibuatnya, tetapi beberapa saat kemudian…

[Sona Nihilvak]

Zona Hampa

Sebuah lingkaran terbentuk mengelilingi harimau itu, belum sempat berpikiran lingkaran itu perlahan menutup sepenuhnya membentuk lapisan hitam. Harimau itupun terkurung didalam bersama dengan tornado nya yang mulai hilang secara perlahan karena tidak adanya udara, oksigen, maupun energi qi didalamnya.

Dengan kebingungan harimau itu berusaha menyerang lapisan hitam yang mengurungnya. Ia menendang, menangkis menggunakan ekornya, bahkan berusaha menerobosnya dengan cara menabraknya. Namun, semua usaha yang ia lakukan sia-sia, kurungan itu sangatlah kuat.

Sementara itu, dibagian luar. Beruang, ular, bahkan Bai Luan terlihat bingung dengan apa yang terjadi kepada sang Harimau. Dari sana mereka bisa mendengar teriakkan bahkan perlawanan yang diberikan oleh harimau itu, tetapi Di Xinyuan yang pernah berada di posisi itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Bai Luan menatap adiknya yang terlihat mengetahui sesuatu.

“Ini adalah salah satu teknik milik tuan muda,” balas Di Xinyuan sembari menatap gumpalan hitam di depannya. “Teknik ini lah yang membuatku kalah saat melawan tuan muda. Bukan hanya mengurung, tetapi lapisan hitam itu menyerap energi milik kita, bahkan didalamnya tidak ada udara maupun oksigen yang membuat kita perlahan melemah.”

Bai Luan menelan ludahnya pelan. Ia tahu bahwa bocah itu bukanlah bocah biasa yang bisa dilawan. Kesan yang ditinggalkannya terasa tidak biasa, bahkan cenderung menyeramkan.

Ia masih mengingat jelas kejadian pertarungan di wilayahnya. Saat itu, mereka sempat berada di posisi terdesak dan hampir kalah. Namun dalam waktu singkat, keadaan berbalik sepenuhnya. Dalam kurang dari tiga menit, semuanya selesai.

Bocah itu menggunakan sebuah teknik aneh yang mampu mengeluarkan gerbang besar. Gerbang itu mengeluarkan sosok mengerikan yang melahap hidup-hidup para kelompok berjubah hijau. Ingatan ini membuat tubuhnya kembali merinding dibuatnya.

1
Luthfi Afifzaidan
4 ap 5 thor?
KuntilTraanak: dibab ini baru dikenalin 4 kak, saya salah tulis itu 🙏
total 1 replies
Koplak
mulai seru nih
Koplak
pertama baca langsung tertarik💪
Nanik S
Cerita yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!