WARNING 21++
MOHON UNTUK YANG DIBAWAH UMUR 21 SILAHKAN UNTUK TIDAK MEMBACA NOVEL INI!
"Jika anda menikah dengan anak saya dan menyelamatkan perusahaan saya maka saya akan memberikan 50% saham yang saya punya pada anda tuan! saya mohon bantulah saya!"
Ia berjalan mendekati Arsen yang menatapnya dengan jijik. Laki-laki itu berlutut dihadapan Arsen dengan wajah yang sudah dipenuhi keringat dingin.
"Anak saya adalah anak yang sangat cantik serta dijuga pandai tuan."
Arsen sama sekali tidak tertarik dengan apa yang pria itu katakan. Ia hanya tertarik dengan saham yang ingin pria tua itu berikan.
"Aku ingin lebih dari sekedar 50% saham!"
Mata pria tua itu berbinar, ia mengangguk cepat. "Saya berikan 70% tuan, dan saya pastikan tuan tidak akan menyesal jika membantu perusahaan saya. Saya juga akan memberikan satu putri saya pada anda. Untuk memenuhi kebutuhan hasrat tuan...."
"Oke, aku menerima tawaran mu itu!"
DAN CERITA ARSEN AKAN DIMULAI SEBENTAR LAGI....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ssyptr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 - PERJODOHAN
YUK SEBELUM BACA PASTIKAN SUDAH
LIKE
COMMENT
VOTE
DAN JANGAN LUPA BERIKAN BINTANG l
LIMA.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
TERIMA KASIH CINTA-CINTAKU.
...❤️❤️❤️...
...🌊 CERITA INI HANYALAH CERITA FIKTIF NOVEL! MOHON UNTUK JANGAN DIAMBIL HATI. TERIMA KASIH SEBELUMNYA, PARA PEMBACA YANG TERHORMAT 🌊...
Seperti biasa di pagi hari yang cerah ini, keluarga kecil Reno Mahendra tengah menyantap makanannya di ruang makan dengan sesekali melempar bahan candaan.
Dan jangan lupakan pula, ada seorang gadis yang tidak diberi kesempatan untuk berbicara dan mungkin bahkan tidak dianggap di keluarga ini yang termenung menunggu gilirannya untuk makan sisa nasi dan lauk di meja makan.
"Makasi ya pa, kakak dibelikan iPhone keluaran terbaru!!" ujar Resti dengan senang.
"Iya pa, aku juga makasi udah dibelikan mobil baru. Aku sayang papa!!" Rena menambahi.
Reno mengelus lengan Resti yang berada disamping kanannya. "Apapun buat anak-anak papa yang rajin dan pinter ini." jawab Reno seraya tersenyum tipis.
Kemarin setelah Arsen setuju untuk membantu perusahaan miliknya, laki-laki itu lantas pergi ke bank untuk meminjam yang sebesar 500 miliyar. "Halah, udah pasti utang ini kebayar. Sarah kan mau menikah dengan Arsen. Jadi aku gak perlu takut untuk hutang ke bank!" batin Reno saat berniat mengajukan pinjaman.
Setelah uang pinjaman bank itu cair, Reno cepat-cepat menghubungi salah satu showroom mobil untuk membeli mobil keluaran terbaru yang diidam-idamkan oleh anaknya itu.
"Ya iya dong pa, anak aku pinter dan rajin. Emang anak kamu tuh, kerjaannya kelayapan mulu gak jelas!!" ujar Ida melirik Sarah dengan tajam.
Sarah yang dilirik pun hanya diam, ia sudah sangat terbiasa dengan segala hal yang orang tuanya lakukan padanya. "Iya, kenapa kamu 2 hari gak pulang ?" tanya Reno dengan dingin. Tak ada nada kelembutan di setiap kata yang ia ucapkan, saat jauh berbeda jika berbicara dengan anak tirinya.
"Ada acara." jawab Sarah tak kalah dingin dan mengalihkan pandangannya kearah lain.
Brak......
Reno menggebrak meja makan dengan keras. "Gak sopan!!" teriaknya dengan kesal. "Kalau ditanya orang itu lihat matanya!!" sambung Reno.
Malas berdebat, Sarah mendongakkan kepalanya menatap manik mata Reno. "Ada acara." jawabnya lagi dengan malas.
"Mau jadi perempuan apa ? mau jadi pelac*r ? jadi perempuan kok gak ada harga dirinya! mau jadi apa??" tanya Reno dengan sarkas.
Sarah mengepalkan kedua tangannya kesal, ia tak menyangka jika ayah kandungnya sendiri yang mengatainya pelac*r. "Kerja apa kamu selama ini ?" tanya Reno lagi.
Semua orang di meja makan menanti-nanti jawaban yang keluar dari mulut Sarah. "Pelayan di cafe." jawab Sarah cepat.
Terdengar suara kekehan remeh dari kedua kakak tirinya. "Malu-maluin keluarga aja!" terdengar suara bisikan dari salah satu kakak tirinya.
"Kamu ini Yah, kok masih nanya sih. Dia kan gak kuliah jadi ya pekerjaan ya sudah pasti rendahan." tutur Ida memperjelas.
Reno berdehem sebentar lalu menganggukkan kepalanya mengerti. "Hari ini Ayah daftarin kamu kuliah. Pilih universitas yang kamu mau setelah itu bilang sama Ayah." ucapan Reno itu sukses membuat semua anggota keluarganya mengangga tak percaya.
"Yah, kok gitu sih!!!" gerutu Rena dengan kesal, wanita itu membanting sendok dan garpunya dengan keras lalu pergi meninggalkan meja makan dengan perasaan dongkol.
Ida dan Resti pun menatap Reno tak percaya. "Awas aja kalau lu sampe milih universitas yang sama kayak gue sama Rena!" ujar Resti memperingati lalu pergi meninggalkan meja makan tak lupa ia juga memberikan lirikan tajamnya pada Sarah.
Sementara Ida hanya diam dan mencoba tak memperdulikan apa yang ada saat ini. "Nanti setelah makan, kamu ikut Ayah berangkat kerja." titah Reno tak terbantahkan.
"Apa lagi yang kamu rencanakan padaku kali ini ayah?" batin Sarah menatap heran ayahnya.
...o0o ...
Sesuai dengan perkataan Reno tadi dimeja makan. Kini Sarah sudah berada didalam mobil milik Reno. Ia dan Reno duduk dikursi penumpang sementara mobilnya dikemudikan oleh supir pribadi Reno.
"Kita ke salon yang biasnya istri saya kunjungi!" titah Reno pada supirnya.
"Baik, tuan!"
Sarah mengerutkan dahinya bingung, apalagi yang ayahnya inginkan darinya. Namun Sarah mencoba untuk tak peduli. Ia hanya akan mengeluarkan suara jika ia sedang ditanya.
"Sudah tau mau kuliah dimana ?" tanya Reno memecah keheningan didalam mobil ini.
"Di Universitas Sukmawati. Jurusan Ekonomi." jawab Sarah dengan malas, jujur saja ia merasa tak nyaman berbicara pada ayahnya.
"Terserah kamu, yang penting kamu kuliah." jawab Reno.
Hening.....
Tak ada lagi yang membuka suara, hingga mesin mobil Reno berhenti dipekarangan salon mewah yang ramai oleh para customer.
"Ayo keluar!" titah Reno.
Tanpa menjawab Sarah keluar dari mobil Reno. Ia mengikuti langkah Reno yang memasuki salon, ia juga sempat melirik Reno yang tengah berbicara dengan salah-satu pegawai salon sembari menunjuk-nunjuk dirinya.
Sang pegawai itu langsung menghampiri Sarah dan menarik tangan Sarah pelan untuk duduk di meja rias.
Kuku tangan dan kaki Sarah di bersihkan dan tak lupa untuk memasang kuku palsu disana.
Rambut Sarah dicuci, dicatok dan dijuga di blow agar terlihat mengembang.
Wajah Sarah di beri polesan make up setipis mungkin untuk mempercantik wajahnya yang memang sudah sangat cantik.
2 jam kemudian, Sarah sudah siap dengan dres berwarna kuning cerah yang sangat pas dengan kulit tubuhnya yang putih mulus.
Reno menatap anaknya penuh kagum, "Benar-benar seperti ibunya..." batin Reno menatap Sarah dengan berbinar.
Setelah membayar tagihan salon Sarah, Reno langsung mengajak Sarah untuk memasuki kembali mobilnya.
"Ke Xander's Crop!" titah Reno pada supirnya.
"Baik, pak!"
Sarah mengerutkan dahinya bingung. Bukannya tadi tujuan ayahnya itu adalah ke kantornya tapi mengapa jadi ke Xander's Corp?
"Kenapa kita ke Xander's Corp ?" tanya Sarah dengan hati-hati.
Reno melirik Sarah sekilas lalu mengalihkan pandangannya pada jendela mobil, ia sama sekali tak berniat menjawab pertanyaan Sarah.
Sarah mengehela nafas kasar , untuk apa juga ia mengharapkan Ayahnya akan berubah baik padanya.
Setelah mengendarai mobil 30 menit lamanya, akhirnya mobil Reno sampai juga di perusahaan Xander's Corp.
Reno menatap Sarah dengan tajam. "Ayah akan menjodohkan kamu dengan pemilik dari perusahaan ini!" jelas Reno pada Sarah.
Sarah melebarkan matanya kaget. "APA DIJODOHIN ?? GAK! AKU GAK MAU !!" jawab Sarah dengan menggebu-gebu.
Harusnya ia tahu jika Ayahnya hanya akan bersikap baik padanya jika ingin meminta sesuatu padanya!
"Ayah sudah kerja keras biayain kamu dari kamu bayi sampai sekarang! Ayah yang menuhin semua kebutuhan kamu! Jangan kamu lupa siapa yang ngebesarin kamu sampai seperti ini." ujar Reno dingin.
"Dasar anak gak tahu diri. Anak gak tahu diuntung, bisa-bisa nolak dijodohin sama pemilik perusahaan ini! bodoh!" batin Reno.
Sarah tertawa remeh menganggapi ucapan Reno. "Saya juga tidak minta dilahirkan di dunia ini! Apalagi lahir di keluarga anda!" jawab Sarah dengan sarkas.
Plak....
Reno menampar pipi kanan Sarah dengan keras. "Saya kasih kamu dua pilihan. Mau nikah dengan cara dijodohkan atau kamu saya jual ?" tanya Reno menyeringai iblis.
...❤️❤️❤️...
CERITANYA SAMPAI SEGITU DULU YA...
BESOK AKAN SEGERA DI UPDATE KEMBALI EPISODE TERBARU.
JANGAN LUPA UNTUK VOTE+KOMEN+LIKE.
UNTUK MEMBERIKAN AUTHOR SEMANGAT ❤️❤️
TERIMA KASIH UNTUK YANG SUDAH VOTE+KOMEN+LIKE
apapun itu ceritanya bagus dn gk mau brhenti bacanya untung baca pas udh end jd gk nunggu lama 🤗🤗🥰🥰
sebelum kamu biarkan aku ninju mukamu seperti kamu meninjuku dulu gtu sar 😔😔
si arsen kejem juga ya
tp siapa yg ngintip dn ngerekam sarah itu ya 🤔🤔
ada ya perempuan kyk gtu 🤦♀️🤦♀️🙄🙄🙄