Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.
Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.
Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.
Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?
Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?
Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Putri Yang Dibuang
Pesawat pribadi milik keluarga Hastomo sudah mendarat dengan sempurna. Sambil menggenggam tangan Meila, Abyan mengajak istrinya untuk turun. Di bawah sana, mobil sedan hitam keluaran terbaru sudah siap membawa mereka ke vila milik keluarga Alexander, keluarga Abyan dari pihak ibunya.
"Selamat datang Tuan Muda," ucap pengawal kepercayaan Abyan yang ada di Jepang.
Abyan membalas dengan mengangguk satu kali. Setelah itu dia membantu Meila masuk ke dalam mobil. Sedan hitam itu melaju keluar bandara. Di depan dan di belakang mereka, kendaraan para pengawal bayangan ikut melaju, berbaur dengan kendaraan lainnya.
Bagi orang biasa, mereka mungkin tidak menyadari barisan kendaraan yang teratur itu, formasi pengawalan. Bagi Meila yang selalu dijaga dan diawasi, tentu dia tahu. Selama ini Meila menyadari, dirinya dalam perlindungan seseorang. Hanya saja, Meila tidak tahu, siapa orang yang mengirim pengawal bayangan itu untuknya. Yang pasti, tidak mungkin itu Beni, apalagi Zayan. Karena Meila mendapatkan pengawalan rahasia itu setelah Beni mulai tidak memperdulikan dirinya. Dia juga belum mengenal Zayan.
Banyaknya pengawal bayangan yang melindungi mereka saat ini, Meila merasa sedikit berlebihan.
"Kita ini perjalanan bulan madu, atau sedang menjalankan misi rahasia?" Meila menoleh pada Abyan. Dia memberanikan diri untuk bertanya.
Abyan ikut menoleh kearah Meila. Pandangan mereka bertemu, membuat Meila kembali menatap kedepan. Dia belum punya keberanian untuk berlama-lama menatap suaminya. Pria yang baru dia kenal dalam dua hari ini. Pria yang tiba-tiba menjadi suaminya. Entah takdir seperti apa yang Meila jalani. Membatalkan pernikahan dengan Zayan, sekarang dia justru menjadi istri seorang Abyan, Ceo HAS Company.
Abyan sedikit terkejut, mengetahui Meila bisa tahu adanya pengawal bayangan. Dia pikir, Meila tumbuh seperti gadis dari keluarga kaya pada umumnya.
"Aku membawa seorang tuan putri. Butuh sedikit penjagaan ekstra."
Meila tertawa mendengar jawaban Abyan. Dia menertawakan dirinya sendiri. Meila tidak tahu, perkataan Abyan itu sebuah candaan atau hinaan. Karena dirinya hanyalah putri yang dibuang oleh keluarganya.
"Putri yang dibuang," gumam Meila pelan.
Meila sudah mengetahui Beni yang mengeluarkannya dari keluarga Aksara. Abyan yang memberitahunya, Meila tidak terkejut dengan keputusan Beni, karena sebelumnya, sudah mengetahui ini akan terjadi.
Meskipun suara Meila sangat kecil, namun Abyan bisa mendengar apa yang baru saja Meila gumamkan. Meila membicarakan dirinya putri yang terbuang, membuat Abyan ingin sekali memberitahukan kepada Meila yang sebenarnya. Kata yang Meila ucapkan terdengar sangat menyedihkan, Abyan bisa merasakan luka yang Meila terima. Namun sayang, belum waktunya untuk memberitahu Meila tentang kebenaran ini.
Abyan menggeser duduknya. Memperpendek jaraknya dengan Meila. Diraihnya salah satu tangan Meila untuk dia genggam. Meila melirik tangannya yang kecil berada dalam genggaman tangan Abyan yang besar.
"Kamu berharga Meila, kamu sekarang permata bagi keluarga Alamanda. Apa kamu lupa, kalau kamu sekarang bagian keluarga Alamanda dan Hastomo?" Abyan mencoba menghibur Meila.
"Kamu bahkan permata yang paling berharga bagiku," lanjut Abyan dalam hati.
Meila tidak membalas ucapan Abyan. Lebih tepatnya, Meila tidak tahu harus merespon Abyan seperti apa. Mereka baru dua hari saling kenal, lalu tiba-tiba menikah, Meila masih berusaha mencerna semua ini, meskipun sikap Abyan mulai berubah hangat dari sebelumnya, saat pertama kali mereka bertemu. Bahkan Meila masih bisa mengingat, bagaimana Abyan membuatnya takut dengan tatapan tajam pria itu. Begitu juga saat Meila harus menjelaskan proyek baru Alamanda dan HAS Company. Abyan memperhatikannya penuh selidik.
Selama perjalanan tidak ada lagi yang bicara. Meila memilih melihat keluar jendela. Sementara Abyan menatap lurus kedepan. Matanya menatap jalanan yang mereka lewati, namun kepalanya menyusun strategi terbaik untuk melindungi Meila.
Saat Abyan menyampaikan pada kakek Hasan, dia tidak akan mundur. Abyan tahu, ada pertempuran besar yang akan dia hadapi. Saudara tiri ayah Meila bukan lawan yang biasa. Dia orang yang berdarah dingin, bahkan tega melenyapkan semua keturunan Graham. Termasuk ibu kandung Meila. Menikah dengan Meila, menjadi kewajiban Abyan untuk membantu Narendra merebut kembali tahta keluarganya dari tangan Viktor.
Setelah satu jam perjalanan, sedan hitam yang membawa Meila dan Abyan tiba di villa keluarga Alexander. Para pelayan menyambut kedatangan keduanya. Ada yang suka dengan nyonya muda mereka, ada juga yang biasa saja, bahkan ada satu orang yang melihatnya penuh kebencian. Hanya dengan melihat dari cara mereka melirik dirinya, Meila bisa mengetahuinya. Bibi Ana yang mengajarkan Meila banyak hal. Salah satunya cara untuk mengetahui orang-orang yang tidak suka dengan dirinya.
Kepala pelayan vila menghampiri Abyan dan Meila. "Selamat datang di vila Alexander, Tuan dan Nyonya," ucap Kim.
Lalu Kim mempersilakan Abyan menuju kamar pribadinya. Kamar yang selalu Abyan tempati setiap kali datang ke vila ini untuk urusan pekerjaan.
Meila tertegun saat melihat kamar yang akan dia tempati bersama Abyan. Aroma bunga segar menusuk indra penciuman Meila. Kamar itu dipenuhi kelopak bunga mawar merah. Tidak mungkin Abyan yang merencanakan ini semua. Karena Meila bisa melihat, suaminya itu juga terkejut melihat keadaan kamarnya yang tidak biasanya.
"Mariska," gumam Abyan.
Satu nama yang keluar dari mulut Abyan membuat Meila langsung meninggalkan pria itu ke dalam kamar mandi. Meila sendiri tidak mengerti dengan perasaannya. Mereka baru saja kenal dan terpaksa menikah karena drama para orang tua itu. Namun, mendengar Abyan menyebutkan satu nama perempuan, membuat Meila tidak nyaman.
"Jangan berharap banyak dengan pernikahan ini Meila. Zayan yang dulu mengejar-ngejar cintamu, bisa berpaling setelah bertemu Melisa. Apalagi Abyan yang baru saja kamu kenal. Kamu tidak tahu kehidupan dia sebelum ini."
Di kediaman Aksara, Beni sedang membaca informasi yang Narendra janjikan sebelum menandatangani perjanjian untuk melepaskan Meila dari keluarga Aksara. Dia baru saja selesai mengumumkan Meila bukan lagi bagian dari keluarga Aksara. Tidak berselang lama, Narendra mengirimkan informasi yang Beni butuhkan.
"Jadi kamu penghianat itu. Kamu yang sudah membuat aku kehilangan saudara dan orang tua," ucap Beni. "Dan sekarang kehilangan Meila," ucap Beni lagi. Tangannya terkepal, selama ini dia menyakiti Meila demi menjaga perasaan orang tersebut.
"Benar-benar musuh dalam selimut." Beni terkekeh karena merasa dipermainkan. Musuh dalam selimut bukan hanya istilah. Bertahun-tahun, dia tidur dibawah selimut yang sama.
Beni tidak menyangka, orang yang selama ini setia disampingnya, menjadi tempat Beni bertukar pikiran, ternyata penghianat di keluarga Aksara yang sebenarnya.
Orang yang membuat Beni kehilangan keluarganya, selama ini orang yang Beni lindungi. Beni mengepalkan tangannya. "Kamu akan merasakan hal yang sama yang aku rasakan!" Beni menyeringai jahat. Di kepalanya sudah dipenuhi sebuah rencana.
Di rumah sakit, Zayan baru saja selesai melakukan operasi. Dia kembali ke ruangannya untuk membersihkan diri, sebelum dia pulang ke apartemen.
"Ada apa?" Tanya Zayan, begitu melihat Arman sudah menunggunya di depan pintu. Asisten Zayan itu tidak langsung menjawab. Dia mengikuti Zayan yang masuk ke dalam ruangannya.
"Tuan Beni baru saja mengumumkan, nona Meila bukan lagi bagian dari keluarga Aksara. Segala sesuatu yang nona Meila lakukan, tidak ada hubungannya dengan Aksara." Arman menjelaskan setelah Zayan duduk di kursi kebesarannya.
Zayan terdiam sesaat. Tidak menyangka, keputusannya mengizinkan Melisa mengenakan gaun pengantin milik Meila berbuntut panjang seperti ini.
"Keluarkan pengumuman, berita tentang aku yang akan menikah dengan Melisa itu tidak benar," ucap Zayan. Dia pikir, dengan pengumuman itu bisa membuat Meila kembali padanya.
Arman mengangguk, lalu keluar dari ruangan Zayan. Dia akan melaksanakan perintah tuannya, meskipun sudah sangat terlambat. Pengumuman yang Zayan berikan tidak berimbas pada apapun. Seharusnya sejak Meila mengeluarkan pengumuman, Zayan langsung membantah apa yang Meila tuduhkan. Bukan mempersiapkan pernikahan yang lebih mewah dari sebelumnya, yang membuat Meila semakin salah paham.
Andai itu Zayan lakukan, Arman yakin masih ada kesempatan Zayan untuk kembali pada Meila. Gadis baik hati yang tulus mencintai Zayan, bukan karena harta dan nama besar Wijayakusuma. Tidak seperti Melisa yang penuh tipu daya.
Sedangkan di kediaman Alamanda, Narendra baru saja membereskan kekacauan yang terjadi. Setelah Abyan dan Meila meninggalkan pesta, musuh yang tidak menginginkan Abyan menikah dengan Meila, menyerang kediaman Alamanda.
Dibantu para pengawal Abyan yang masih berada di kediaman Alamanda, pengawal Alamanda berhasil melumpuhkan penyerangan tersebut. Mereka tidak sampai masuk ke dalam kediaman Alamanda, hanya sampai di halaman depan saja. Namun cukup menganggu.
Saat ini, Erik dan Feri tengah mengintrogasi salah satu penyerang yang berhasil mereka bawa ke markas. Markas milik Narendra.
"Katakan siapa yang mengirim kalian!" Bentak Feri.
Erik hanya memperhatikan saja. Dia tidak perlu ikut mengintrogasi, setelah tahu siapa orang yang berada dibalik penyerangan tersebut.
Feri bertanya hanya untuk memastikan saja, tikus-tikus ini kiriman orang yang mereka curigai. Rubah betina yang ada di dalam keluarga Hastomo sendiri. Dia hanya butuh pengakuan salah satu dari mereka untuk bukti.
udh nyktin,tp msih ngemis....
pdhl udh d ksih kmpensasi,jdga brhak gnggu meila lg....
Ternyata masih banyak rahasia dari asal usul keluarganya Melia...
dsni qta bisa belajar keserakkahan tdk akan bisa membuat kebahagian lebih lama bersama qta ,, tp kehancuran lah yg tiap detik mendekati qta ,,
lanjut kak ,,
penasaran sama kelanjutan ny,,
ga sbr nunggu meila ktmu sm bbi ana dn kmbaran'nya,dia pst bhgia bgt....trs ga sbr jg nunggu pra benalu jd gmbel.....
dtggu next episode ny yx kak
☺️☺️☺️
licik di balas licik ,,
ayoo melisa dari sekarang belajar jdi gembel yuuuk ,,
jgn mau ny hidup enk truus ,,
km bukan keluarga aksara ternyata🤭🤭l🤭🤭/Smug//Smug//Smug/ ,,
Selamat menikmatiii ibu Hana ,, ank yg km bangga2kan ternyata bukan ank km ,, 🤭🤭🤭/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Sly//Sly/
dfnisi kta adalh do'a.....pura2 bngkrut,eeehhhhh....bnrn bngkrut.....
siap2 jd gmbel kl ttp ga mau tobat....
puas bgt sm fkta yg trungkap....
Zayan kl mau nysel,silakan aja sih..tp ga guna....trs kl mau mrebut meila,mkir sribu kali sblm mkin hncur....
yg lcik,d bls lcik....pdhl udh tau kl dia cma ank pngut,msih ga tau diri meebut mlik orng lain....cckkk....