NovelToon NovelToon
Munajat Cinta

Munajat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

EDISI SPESIAL RAMADHAN

Zunaira Prameswari hanyalah seorang ustadzah yatim piatu yang merasa dunianya sudah cukup dengan mengabdi di Pesantren Al-Anwar.

Baginya, mencintai Gus Azlan, putra kedua sang kiai yang baru kembali dari Al-Azhar, Kairo adalah sebuah kemustahilan yang hanya berani ia langitkan dalam doa-doa di sujud terakhir.

Namun takdir berkata lain, penolakan Azlan terhadap lamaran Ning Syifa, seorang putri kiai besar yang membawa kepentingan politik pesantren, justru menyeret Zunaira ke pusaran konflik keluarga yang rumit.

Bagaimana kelanjutannya???
Yukk kepoin!!!

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Subjektif

Azlan melangkah pergi dan meninggalkan Zunaira dengan hati yang bergemuruh.

Ia membuka bungkusan itu yaitu sebuah tasbih kayu yang indah dan aromanya sangat harum, ia memeluk tasbih itu erat-erat.

Namun di balik pilar masjid yang lain tanpa mereka sadari Ning Syifa berdiri mematung.

Ia telah mengikuti Azlan sejak dari ndalem, wajahnya yang cantik kini nampak muram.

Ia mendengar sebagian percakapan itu, ia tidak menyangka bahwa saingannya bukanlah putri Kyai dari pesantren lain, melainkan seorang ustadzah pendiam yang selama ini ia anggap sebagai pengurus dapur.

Ning Syifa mengepalkan tangannya, rasa bangganya terusik.

Baginya mendapatkan Gus Azlan bukan hanya soal cinta tapi soal harga diri sebagai seorang Ning.

Badai yang sebenarnya baru saja dimulai, bukan lagi soal penyakit atau pekerjaan melainkan soal benturan antara cinta tulus dan ego kekuasaan.

Zunaira kini tahu ia tidak bisa lagi sekadar sembunyi, ia harus memilih salah satu dari dua pilihan yaitu menyerah kalah pada keadaan atau berdiri tegak mendampingi Azlan dalam badai yang akan semakin kencang menerjang mereka berdua.

Malam itu di bawah rembulan yang tertutup awan dua wanita di pesantren Al-Anwar sedang terjaga dengan pikiran masing-masing.

Satunya menjaga harapan dengan tasbih di tangan, satunya lagi menyusun rencana dengan luka di hati.

Dan di tengah-tengah mereka ada Gus Azlan bersiap menghadapi konfrontasi terbesar dengan keluarganya demi sebuah janji yang pernah ia bisikkan pada langit Kairo.

Pesantren Al-Anwar pagi itu nampak seperti biasa namun bagi mereka yang peka ada ketegangan yang merambat di bawah permukaan.

Ning Syifa bukan wanita yang terbiasa kalah karena sejak kecil ia adalah permata ayahnya selalu mendapatkan apa yang ia inginkan dan dipuja karena kecerdasannya.

Mendapati kenyataan bahwa Gus Azlan adalah pria yang secara intelektual dan garis keturunan dianggap sangat sepadan dengannya tapi ternyata menaruh hati pada seorang ustadzah yatim piatu adalah sebuah penghinaan yang sulit ia telan.

Ning Syifa tidak akan menyerang dengan kasar, ia terlalu cerdik untuk itu.

Ia tahu bahwa di pesantren senjata paling mematikan bukanlah amarah melainkan isu moral dan keraguan akan kompetensi.

Strategi pertama Ning Syifa dimulai saat jam istirahat di kantor pusat pengurus ustadzah.

Dengan dalih ingin berbagi ilmu dan mengenal lebih dekat para pengajar, ia membawa berbagai macam oleh-oleh dari Maroko dan duduk di ruang tengah kantor.

"Saya sangat kagum dengan dedikasi para ustadzah di sini." ujar Ning Syifa dengan suara yang diatur sedemikian rupa agar terdengar manis.

"Terutama Ustadzah Zunaira, saya dengar beliau sangat dipercaya oleh Gus Azlan dalam urusan kurikulum." seru Ning Syifa.

Zunaira yang sedang merapikan jadwal di mejanya hanya menunduk dan tersenyum tipis.

"Saya hanya menjalankan amanah Ning." balas Zunaira dengan takzim.

"Tapi..." Ning Syifa menggantung kalimatnya sambil menyesap tehnya perlahan.

"Tadi malam saya tidak sengaja melihat Ustadzah Zunaira di masjid setelah Isya, bukankah jam segitu seharusnya ustadzah berada di asrama untuk memimpin muhadharah (latihan pidato) santriwati? Saya khawatir kedekatan kerja dengan Gus Azlan membuat urusan utama di asrama jadi agak terabaikan, sangat disayangkan padahal santriwati sangat butuh bimbingan di jam-jam itu." seru Ning Syifa dengan nada sindirannya.

Suasana kantor mendadak sunyi, beberapa ustadzah senior saling lirik mendengar apa yang dikatakan Ning Syifa adalah tuduhan halus tentang "kelalaian tugas".

"Mohon maaf Ning." jawab Zunaira dengan suara tenang meski jantungnya berdegup kencang.

"Tadi malam jadwal muhadharah memang saya delegasikan kepada ustadzah pendamping karena saya harus menyelesaikan laporan kurikulum yang diminta segera oleh Gus Azlan, semuanya sudah dikoordinasikan." jawab ustadzah Zunaira.

"Ah begitu ya?" Ning Syifa tersenyum simpul namun matanya tidak menunjukkan keramahan.

"Saya hanya khawatir sebagai sesama wanita terkadang kita sulit membedakan mana prioritas pekerjaan dan mana... kepentingan pribadi, apalagi kalau sudah menyangkut Gus yang begitu karismatik seperti Gus Azlan. Fitnah itu seperti api dalam sekam Ustadzah Zunaira jadi kita harus sangat hati-hati jangan sampai kedekatan kerja dianggap sebagai sesuatu yang lain oleh santri-santri." ucap Ning Syifa lagi terus menyerang dengan kata-katanya kepada Zunaira.

Kalimat itu seperti tamparan di wajah Zunaira, Ning Syifa sedang menggiring opini bahwa Zunaira sengaja menggunakan alasan pekerjaan untuk berdua-duaan atau mencari perhatian Gus Azlan.

Tidak berhenti di situ Ning Syifa mulai mencari celah dalam pekerjaan Zunaira.

Ia meminta izin kepada Kyai Mansur agar dibolehkan mengaudit draf kurikulum yang sedang disusun Azlan dan Zunaira.

Karena statusnya sebagai tamu kehormatan dan lulusan luar negeri tidak ada pengurus yang berani menolak.

Di ruang rapat pengurus sore harinya Ning Syifa membeberkan beberapa poin yang menurutnya adalah kelemahan dalam susunan kurikulum Zunaira.

"Gus Azlan, saya rasa bagian yang disusun Ustadzah Zunaira ini terlalu sederhana. Ini standar madrasah desa bukan standar pesantren bertaraf internasional seperti yang Gus inginkan." kritik Ning Syifa di depan para ustadz senior.

"Metode hafalan yang ia masukkan terlalu kuno jadi kita butuh digitalisasi bukan sekadar ketelatenan manual, jika Gus terus mempertahankan metode ini saya takut Al-Anwar akan tertinggal." lanjutnya.

Zunaira duduk di pojok ruangan dan merasa harga dirinya sedang dikuliti, ia telah mencurahkan seluruh pengalamannya selama bertahun-tahun mengajar santri dari berbagai latar belakang untuk menyusun metode tersebut agar mudah dipahami.

Namun ada saja yang tidak suka bahkan meragukan metodenya padahal Gus Azlan sudah mengatakan bahwa metodenya sudah bagus.

Gus Azlan yang duduk di kursi pimpinan menatap draf tersebut lalu menatap Syifa dan wajahnya nampak kaku.

"Ning Syifa metode yang Anda sebut kuno itu adalah metode yang membuat santri kita tetap memiliki adab sebelum ilmu, digitalisasi itu alat tapi jiwa bahasa Arab yang dimasukkan Zunaira di sini adalah fondasi dan saya rasa Anda kurang memahami psikologi santriwati kami di lapangan." sahut Gus Azlan.

"Saya hanya memberikan masukan objektif Gus." sahut Syifa dengan nada terluka yang dibuat-buat.

"Atau mungkin... objektivitas Gus sudah tertutup oleh rasa subjektif terhadap penyusunnya?" seru Ning Syifa.

Skak mat.

Ruangan itu semakin tegang, para ustadz senior mulai berbisik-bisik dan isu bahwa Gus Azlan "main hati" dengan Zunaira kini mulai mendapatkan pembenaran dari ucapan Ning Syifa.

Zunaira merasa air mata sudah mendesak di pelupuk matanya, ia tidak tahan lagi dengan tatapan-tatapan penuh selidik dari rekan-rekan pengajarnya.

Dia terlihat begitu hina sekali di depan semua orang dengan pandangan orang kepadanya.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
harap..harap cemas ..
Kasih Bonda
next Thor semangat
Supryatin 123
😭😭😭😭❤️❤️❤️ semoga samawa Gus Azlan n ustadzah Zu.💪💪💪menjaga rahasia.lnjut thor 💪💪
Supryatin 123
dag dig dug rasanya hati ini 🤭🤭 lnjut thor 💪💪
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
lanjut thir
tiara
lanjuut thor
Kasih Bonda
next Thor semangat .
Kasih Bonda
next Thor semangat
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪❤️❤️
Rahma Inayah
ni knp nikah nya SDH berapa part blm nikah gregetan ..bacanya ..
Kasih Bonda
next Thor semangat
tiara
duh Naura polosnya bikin gemeeez aja
Kasih Bonda
semangat thor
Lala_Syalala: terima kasih kak dukungannya, semoga bisa terus suka ya sama ceritanya 🙏😊😊🤗
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
jgn sampai rahasia besar kebongkar Krn ke polosan Naura .🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!