Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.
Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Sulit Ditebak
Asap rokok sudah dibuang ke udara. Masih terasa hangatnya kecupan di pipi serta hangatnya pelukan erat gadis yang dia jaga. Sungguh Nika sulit sekali ditebak. Terkadang pintar, oon, manja, dam sekarang malah agresif.
"Pa-man--"
Rokok yang baru beberapa kali dihisap langsung dibuang dan diinjak. Itu tak luput dari pandangan gadis yang menghampirinya.
"Santai aja, Paman. Nika udah biasa kok sama lelaki yang ngerokok." Begitu santai ucapan yang terlontar. Senyum kecil Nika ukirkan melihat tatapan sang pengawal.
"Papi dan Uncle kan perokok aktif."
Gadis cantik yang kini ada di depannya adalah gadis yang tidak terlalu merepotkan. Lingkungan keluarganya sudah cukup membekali banyak ilmu. Namun, Ezra juga tak boleh lengah. Di usia Nika yang masih sangat muda banyak hal yang ingin dia coba. Maka dari itu, menjaga Nika itu seperti menjaga guci yang begitu berharga.
Mereka berdua hanya berdiri di balkon tanpa berbicara. Kedua tangan Nika sudah mendekap tubuhnya dengan cukup erat dikarenakan cuaca cukup dingin. Mereka bergelut dengan pikiran masing-masing.
Tubuh Ezra menegang ketika kepala Nika sudah diletakkan di bahunya. Dilihatnya gadis cantik itu sudah memejamkan mata.
"Jangan marah lagi, Paman. Nika hanya punya Paman di sini."
.
Mobil baru saja berhenti di depan kampus. Nika sudah tahu jika Yuhan akan menunggunya. Ditatapnya sang pengawal, hanya menunjukkan wajah datar..
"Antar Nika sampai kelas ya, Paman," pintanya sambil memegang lengan Ezra.
Sayangnya, Ezra masih bergeming. Tapi, Nika semakin menjadi. Merengek bagai anak kecil sambil menggoyang-goyangkan lengan Ezra. Alhasil, pengawal itu setuju.
"Makasih, Paman." Binar bahagia terpancar.
Nika buru-buru membuka pintu ketika Ezra sudah ada di samping pintu penumpang. Yuhan yang hendak mendekat harus menghentikan langkah karena Nika tak segan merangkul manja lengan Ezra Naradipta.
"Nika!" panggil Yuhan ketika Nika dan Ezra melewatinya.
"Aku mau bicara sama kamu."
Nika menghentikan langkah. Menatap sang pengawal yang menunjukkan wajah datar.
"Boleh."
Kedua alis Ezra beradu dan Yuhan seperti mendapatkan angin segar. Tangannya hendak meraih tangan Nika, tapi dengan cepat Nika menjauhkan.
"Bicaranya di sini aja." Nika tahu jika Yuhan akan mengajaknya berbicara berdua.
"Tapi--"
"Kalau mau bicara aku dengerin, kalau enggak ... Aku mau masuk ke kelas." Senyum teramat tipis terangkat di wajah manekin hidup.
"Aku minta maaf perihal semalam," sesalnya. "Aku gak bermaksud nipu kamu. Aku cuma pengen kamu datang temani aku."
Ezra merasa tak suka dengan kalimat terakhir yang Yuhan ucapkan. Wajahnya seketika berubah.
"Kenapa kamu enggak jujur aja?" tanya Nika dengan suara yang begitu dingin. Tangannya semakin erat melingkar pada lengan Ezra..
"Kalau aku jujur, pasti aku enggak mau datang."
Nika mulai menatap Yuhan. Begitu juga dengan Yuhan yang sudah menatapnya dengan begitu dalam.
"Tentu," balas Nika dengan penuh penekanan. "Karena aku enggak akan sembarangan datang ke sebuah pesta. Beda negara beda culture."
Yuhan tak bisa menjawab. Dia hanya terdiam dengan raut penuh penyesalan.
"Aku paling enggak suka sama orang yang suka bohong."
Kaki Nika kembali melangkah dan menjauhi Yuhan yang masih berdiri dengan penuh penyesalan. Hanya bisa menatap punggung yang semakin menjauh. Dan matanya tertuju pada lengan Nika yang begitu erat merangkul lengan Ezra.
"Makasih, Paman."
Jangan berharap apapun kepada Ezra Naradipta. Alih-alih membalas dengan senyuman, lelaki itu malah berlalu tanpa satu buah kata pun. Anehnya, Nika malah tersenyum.
.
Ponsel Ezra mulai dibuat tak tenang. Getaran sering terjadi karena pesan yang dikirimkan Nika. Padahal hari ini lelaki itu super sibuk. Tapi, tak merasa terganggu. Tak ada keluhan sama sekali. Malah setiap kali ponselnya bergetar langsung dia cek.
Walaupun sudah mau dua bulan menjaga Nika, dia masih sering dibuat kewalahan akan sikap Nika yang tak terduga. Salah satunya seperti sekarang. Mengirimkan banyak pesan hanya untuk menyuruhnya makan siang. Serta ingin dibelikan teh susu hangat ketika jemput kuliah.
Chandra mulai menaruh curiga. Apalagi masalah tentang Ezra semalam sudah tersebar. Dari kabar yang sampai ke telinganya mengatakan jika Ezra membawa pergi tamu spesial putra pemilik acara. Sayangnya, berita itu hanya tersiar lima menit di media sosial. Setelah itu hilang tak berbekas.
Chandra yang tengah makan siang dengan Ezra menggeser ponselnya ke arah lelaki yang tengah mengunyah makanan. Meminta penjelasan tanpa membuka suara. Dilihatnya layar ponsel yang hidup tersebut.
"Benarkah begitu, Pak Boss?" Dengan nada lemah lembut dia bertanya.
"Mau potong gaji atau potong burung kamu?"
Chandra segera menutupi bagian bawah perutnya. Pusaka yang begitu berharga harus diselamatkan dari lelaki yang terdengar asal ngomong, tapi pada nyatanya suka merealisasi ucapannya yang terdengar seperti candaan.
"Saya hanya membawa pergi orang yang ingin saya lindungi."
Chandra mulai menerka-nerka. Ucapan Ezra kali ini mengandung banyak arti. Tapi, juga bisa diartikan dia tengah mengumumkan perasaannya kepada khalayak karena sangat berani bertindak di acara orang lain. Dan siapa perempuan yang mau lelakinitu lindungi? Selama bersama Ezra dia tak pernah melihat Ezra dekat dengan wanita. Malah seperti anti terhadap perempuan.
"Mikir yang aneh-aneh saya mutasi kamu ke Afrika buat ngasih makan singa."
Chandra mengangkat kedua tangannya. Menggelengkan kepalanya dengan begitu cepat.
Sesuai dengan keinginan Nika, di dalam mobil sudah tersedia teh susu hangat. Lelaki yang berada di balik kemudi sudah melihat Nika yang tengah melambaikan tangannya kepada kedua teman perempuan. Lalu, berlari ke arah mobil yang biasa mengantar jemput dirinya.
Senyum Nika merekah ketika melihat teh susu hangat sudah ada di sana. Tak lupa mengucapkan terimakasih kepada Ezra. Teh susu hangat yang Ezra berikan rasanya begitu enak dan sesuai dengan seleranya. Sangat berbeda jika dibelikan oleh orang lain. Gadis cantik itu mulai menceritakan kegiatannya di kampus. Walaupun tak mendapatkan respon verbal, Nika meyakini Ezra mendengarkan dengan baik apa yang tengah dia ceritakan.
Tibanya di apartment, Nika mulai menghalangi langkah Ezra hingga kedua alisnya beradu. Tanpa ragu Nika menarik tangan lelaki itu untuk duduk di sofa.
"Boleh enggak Nika minta sesuatu?" Kening Ezra pun mengkerut.
Nika membuang napas sebelum melanjutkan ucapannya. Menarik kedua tangan Ezra untuk dia genggam. Sontak manekin hidup itupun terdiam.
"Jangan ganteng-ganteng kalau jagain Nika."
What The Fuck!
Nika pun akhirnya tertawa melihat wajah Ezra sekarang. Ezra mulai berdiri. Hendak meninggalkan Nika yang menurutnya semakin tak jelas. Akan tetapi, tangannya ditarik oleh Nika hingga tubuhnya terduduk lagi.
"Paman, boleh kan kalau hubungan kita ini bukan hanya sebatas pengawal dan anak majikan?"
"Maksudnya?"
Nika terdiam. Mencoba berpikir cara berbicara yang benar agar tak menyinggung seseorang.
"Anggap Nika seperti keponakan Paman. Supaya tak ada rasa sungkan dan jarak di antara kita."
Jantungnya sudah berdegup tak karuhan menunggu jawaban sang pengawal.
"Baiklah!"
Nika terkejut mendengar jawaban Ezra. Sontak gadis itu berhambur memeluk tubuh Ezra. Senyumnya begitu merekah.
"Makasih, Paman. Nika senang banget.".
Manekin hidup yang pelit tersenyum akhirnya melengkungkan senyum. Pelukan Nika pun perlahan dibalas dan itu membuat Nika semakin tersenyum lebar.
"Dari keponakan dan Paman berlanjut pacaran. Asik kan?"
...**** BERSAMBUNG ****...
Boleh kan minta komennya?
wes angel klo udh dalam pengawasan elang kaga bakal bisa nemuin dah ntar si paman🤭
dan .... kira-kira Nika pergi ke mana ya .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍