perjuangan seorang gadis yang merantau ke kota,dan hampir di lecehkan oleh pacar sendiri,hingga akhirnya dia di selamatkan oleh seorang pemuda. apakah meraka bisa menjalin kasih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DP aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab12
Di kamar kos asri di brondong banyak pertanyaan olah yuni,tadi yuni langsung nyusul asri saat tau asri pulang.
"Sri jadi gimana kemarin pas pulang reaksi ayah kamu,trus tadi ketemu camer gimana?camer lo galak ndak?"brondong yuni penasaran dan menuntut jawaban asri.
Asri yang di tanya tampak melirik ke arah Yuni sebentar.
"Bentar,tanya satu satu kek,borongan aja kayak belanja grosir." jawab asri,sambil duduk lesehan.
"Iya,aku penasaran sri!" sahut Yuni tak terima.
"Kalau reaksi kluargaku sih biasa,ya seneng anak gadisnya sol out,dilamar orang,tapi ada sedikit drama,kemarin bu siti dan bambang datang pagi pagi marah marah karena dia mau menjodohkan aku sama bambang,ya aku tolak lah lawong bambang play boy cap kucing gitu,dan pamer mentang mentang udah punya mobil,dan menghina mas dani naik motor butut." Gerutu Asri menceritakan kejadian kemarin pagi ketika kedatangan bu Siti ke rumahnya.
Mendengar cerita Asri, membuat Yuni tampak melongo,dia tak percaya bahwa emak emak rempong tetangga Asri itu sampai nekat.
"Trus kluarga mas dani gimana?" lanjut Asri bertanya
"Nah ini yang bikin syok aku tak percaya,semua berubah begitu saja." jawab Asri yang tampak merubah posisi duduknya menjadi menghadap ke arah Yuni.
"Maksut kamu camer ndak kasih restu?" potong Yuni yang tampak terkejut.
"Bukan ndak kasih restu,justru mereka sangat hangat dan besuk sabtu mau ke rumah melamar secara resmi dan rencananya langsung ijab qhabul soalnya takut kebablasan menurut kakaknya,tadi juga udah telfon rumah dan mengurus berkasnya.dan jum'at aku dah libur." ucap Asri menceritakan kejadian pertemuan tadi di rumah pak Pradipta.
Mendengar cerita dari sahabatnya membuat Yuni tak percaya,dia tak menyangka sama sekali kalau sahabatnya itu sudah akan soul out.
"Gila,udah kayak bus aja,jalur patas,trus ayahmu setuju?" tanya Yuni tentang tanggapan ayas Asri.
"Iya ayah setuju,dan kak ilyas,kakak ipar mas dani ternyata seorang kyai,pengasuh pondok pesantren,jadi menurutnya sekalian saja."
"Jadi malam minggu kamu nikah dong?trus minggu pagi di nikahan kakakku?" tanya Yuni untukmemastikan.
"Iya,jadi setelah ijab khabul sebulan kemudian baru acara resepsi rencananya tadi gitu,dan rencananya resepsinya di hotel xxxx."
"Hah.bentar hotel itu kan hotel bintang lima,mahal lo sewanya,dani kan cuma montir,"potong yuni penasaran.
"Bentar yun aku crita belum kelar."dan akhirnya asri menceritakan semua penjelasan dani kepada yuni,dan sontak mata yuni tak percaya.
"Gila sri,lo jadi bini sultan,gue tak percaya ini,sodara gue jadi kaya raya.lo jangan jauhin gue ya sri,meski udah kaya." sahut Yuni polos yang takut Asri sudah tak mau berteman dengannya lagi.
Cetak
"Aduh,sakit woi main jitak aja."sungut yuni yang di jitak asri.
"Itu mulut kalau ngemeng di saring napa?mana mungkin aku jauhin kamu?aku malah takut di kira cewek matre."
"Ya enggak lah taunya elo kan dia cuma montir,tapi kalau ternyata dia kaya ya bonus."
"Iya juga ya?tau ah gelap mending tidur besuk kerja,eh yun kamu pulang jum'at ya bareng aku."
"Iya,eh sri lo masih mau kerja?kan laki lo tajir."
"Masih lah dah aku mau tidur."dan akhirnya yuni tidur di kamar asri.
Pada pagi hari asri sama yuni kesiangan jadi tak sempat masak,akhirnya memutuskan cari sarapan di luar,pas mau keluar,dani datang memakai motornya.
"Wah alamat berangkat sendiri nih,"protes yuni,
"Assalamualaikum,udah sarapan belum dek?nih tak bawain bubur ayam."sahut dani sambil berjalan menuju teras kos asri dimana asri dan yuni siap berangkat sambil menenteng plastik berisi bubur ayam.
Asri yang masih terkejut karena kedatangan Dani lalu tersenyum manis karena melihat kedatangan calon suaminya itu
"Wah kebetulan mas dani kita baru mau cari sarapan,soalnya tadi bangun kesiangan." jawab asri sambil tersenyum manis.
Dani tampak tersenyum lalu memberikan bungkusan yang dia bawa tadi.
"Pas kalau gitu nih."sembari mengulurkan bungkusan bubur ayam kepada asri,dan asri membuka lalu mereka bertiga sarapan di teras kos.
"Dek emang semalem ndak langsung tidur?kok bisa kesiangan?" tanya Dani kepada Asri.
"Gimana langsung tidur kalau di kamar di tunggui reserse noh,"jawab asri sambil menunjuk yuni dengan dagunya.
Yuni yang di maksud oleh Asri tak mau di salahkan.
"Kan gue penasaran ama crita kalian?dan ternyata mas dani ini berlian yang terkubur lumpur,gue masih ndak percaya lo."jawab yuni.
dan setelah selesai sarapan mereka berangkat,seperti kemarin dani mengantar asri dulu baru berangkat kerja,dan setelah sampai di kerjaan yang mendekati jam masuk dani sedikit terkajut karena semua karyawan di kumpulkan.dalam hati dani bertanya tanya "ada apa ini,kan skenarionya ndak kayak gini." batin Dani.
"Oke karna semua sudah kumpul jadi ada informasi kalau kantor telah kehilangan berkas penting,jadi tolong sekarang buka loker masing masing,sekalian di periksa pak satpam,"kata lutfi yang melirik sinis pada dani.
"Baik pak" jawab semua karyawan dan benar saja semua membuka loker satu satu,ya semua karyawan mempunyai loker satu satu dan di kunci,yang kuncinya di bawa sendiri.dan akhirnya berkas itu di temukan di loker dani,alangkah terkejutnya semua.
"Gila dan gimana bisa di tempat lo sih?"tanya wili
"Aku juga gak tau,"jawab dani.
"Ya sudah dan yang penting kamu berdoa saja mudah mudahan ndak ada apa apa."sahut parjo menenangkan.
Memang pagi ini parmin yang sudah di beri tugas sama lutfi untuk menjebak dani dia berhasil memasukkan berkas dengan kunci cadangan yang di berikan lutfi.
"Heh lo masuk ke ruang pak bowo sekarang,ndak usah banyak drama."perintah lutfi dan gegas berlalu untuk masuk ke ruang pak bowo.dan dani akhirnya ikut memasuki ruangan,dengan mengirim wa ke giyo untuk merubah rencana yang tadi rencananya datang jam istirahat,di suruh datang sekarang.dan giyo langsung gegas menuju bengkel sekarang.
Sesampainya di ruangan pak bowo,dani di suguhi tatapan tajam dari pak bowo dan lutfi.
"Duduk lo maling!"teriak lutfi ke dani,dan dani pun duduk di kursi depan pak bowo.
"Apa maksut kamu nyuri berkas ini?kamu kan yang nyuri?"selidik pak bowo,dan dani masih diam dan berfikir ingin sedikit main main.
"Jawab!"tambah lutfi.
"Iya,gue yang nyuri,tapi anehnya kenapa tinggal berkas?padahal saya kemarin juga ngambil uang 20jt juga,tapi kok uangnya ndak ada?"jawab dani yang sontak membuat pak bowo dan lutfi bingung.
"Heh jangan ngawur kamu,uang apa yang kamu maksud?" kali ini lutfi yang bertanya.
"Ya uang asli lah."
Brak .
"Sudah sekarang juga kamu kemasi barang kamu dan kamu saya pecat!" teriak pak bowo.tapi pak bowo dan lutfi bingung kenapa dani masih tenang tak bergeming sedikitpun.
"Heh kamu dengar ndak?"lanjut lutfi.
"Ndak usah teriak,gue dengar,dan seharusnya yang keluar itu kalian berdua bukan gue."jawab dani dengan tenang.dan bersamaan itu pintu di buka dan masuklah giyo.dan menambah kebingungan pak bowo dan lutfi.
"Loh pak giyo,kok ndak ngabarin kalau mau kemari kan kami bisa mengadakan penyambutan untuk pak giyo."tanya pak bowo.
"Maaf pak giyo,bapak harus melihat ini di kantor, ini kemarin telah kecurian berkas penting,tapi bapak tenang aja soalnya malingnya udah ketemu ini dia malingnya,dan sudah kami pecat.terang lutfi dengan sombongnya sambil menunjuk dani.dan giyo juga mengikuti arah tunjuk lutfi.
"Pagi pak dani,maaf saya sedikit telat." sapa giyo dengan hormat saat melihat dani.dan itu membuat pak bowo dan lutfi membelalak dan kaget dengan yang di lihatnya.
"Maaf pak giyo apa maksut bapak ya?dia kan dani montir baru yang ternyata pencuri,dan sudah kami pecat."tanya pak bowo penasaran.lalu giyo duduk di sofa dan dani pun ikut duduk.
"Gini pak bowo,pak dani ini adalah dani pradipta putra,pemilik bengkel ini,beliau nyamar jadi montir karna ingin mengetahui kondisi bengkel sebenarnya,dan ternyata di temukan banyak kecurangan kelian berdua."
Duar
Bagai di sambar petir di siang hari,pak bowo dan lutfi hanya bisa melongo setelah apa yang ia lakukan terhadap orang dan ternyata bos besar sendiri.
Dan dengan ini maka pak bowo dan lutfi kami pecat dengan tidak hormat,karena terbukti telah melakukan penyelewengan,dan semua bukti ada di sini semua." jawab giyo sambil menyerahkan map yang berisi semua bukti kejahatan mereka,dan pak bowo juga lutfi ikut lemas.dan setelah melalui drama akhirnya pak bowo,lutfi dan parmin di pecat,sedang meli tidak di pecat karena tidak melakukan kesalahan fatal.