Keira hanya ingin mengejutkan pacarnya di Italia, tapi justru dialah yang dikejutkan. Dikhianati di negeri asing, Keira nekat melampiaskan rasa sakit dengan cara yang gila memesan seorang gigolo. Sayangnya, ia salah kamar. Dan pria yang menatapnya di ranjang… bukan siapa-siapa, melainkan CEO termuda di Eropa, Dean Alferoz
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 - Gengsi
Beberapa hari berlalu…
Keira sangat senang tinggal di mansion Alferoz. Tapi kadang karena semua orang memiliki kesibukan masing masing, Keira tidak bisa sepenuhnya bisa mengobrol.
Dan juga dua hari yang lalu mommy dan daddy pergi melanjutkan tur dunia mereka yang tertunda, terdengar sangat keren di telinga gadis itu. Karena semua itu membutuhkan biaya yang banyak.
“Aku bosan, tidak ada kafe, tidak ada pelanggan, tidak boleh membantu membersihkan rumah, aku bosan. Aku ingin pulang,”gumam gadis itu duduk di depan tv rumah itu.
“Sedang apa kau cebol,”tanya seorang pria yang baru masuk dan berjalan mendekat ke arah Keira.
“Dean kau sudah kembali,”teriak gadis itu dengan senang.
“Sudah aku katakan jangan panggil aku nama, panggil aku sayang, suami, hubby, atau apapun itu. Kau bocah cebol masih kecil tidak sopan,”kesal pria itu duduk di samping Keira.
Di sana ternyata bukan hanya ada Dean saja melainkan ada Mathew juga yang datang bersama nya seperti nya pria itu akan sibuk lagi di ruang kerja karena kalau ada Mathew mereka pasti akan menghabiskan waktu.
“Dean aku ingin pulang,”ucap gadis itu menatap Dean.
“Rumah suami mu di sini Roma Italia, apa kau ada keluarga di sana hingga kau ingin pulang?”tanya pria itu.
“Aku merindukan teman teman ku, bahkan aku belum sempat mengatakan apapun ketika akan menikah. Aku bosan menonton TV membuka hp, hanya makan tidur, aku ingin bermain keluar tapi aku tidak punya teman,”ucap gadis itu memanyunkan bibir nya ke depan.
“Bermain bersama Dhea,”jawab pria itu singkat.
Huft Keira melipat tangan nya di dada padahal pria itu tau jika Dhea sangat sibuk, Dhea adalah seorang Lawyer di salah satu lembaga hukum di Roma! Bahkan dia lebih sibuk dari pada suami nya itu sendiri.
“Aku ingin bekerja! Aku ingin bekerja saja!”kesal gadis itu kepada Dean.
“Bekerja? Kau berkuliah kan jurusan apa?”tanya pria itu datar.
“Aku manajemen,”jawab nya singkat bingung.
“Yasudah besok kau bekerja bagian digital marketing perusahaan, kau urus itu Mathew kau dengar?”tanya Dean mengatakan itu.
“Langsung besok? Apakah seorang karyawan boleh melakukan itu apakah pemilik nya tidak akan marah?”tanya gadis itu bingung.
“Kau benar benar bodoh cebol, setelah kau lihat semua nya. Sudahlah ayo Mathew.”ucap pria itu berdiri dan naik ke ruang kerja.
“Terimakasih sayangg!!”teriak Keira dengan bahagia.
“Tuan, apakah nona Keira tidak tau kalau anda CEO perusahaan? Apakah tidak ada yang membahas?”tanya Mathew bingung.
“Bukan tidak ada, otak dia itu terlalu bodoh dan lamban dia mengira aku seorang karyawan biasa gadis lucu. Untung dia istri ku jika dia menikah dengan orang lain, dia akan di tindas.”geleng pria itu.
Sedangkan di sana Keira melompat lompat di atas sofa karena sangat bahagia bisa bekerja di perusahaan tempat suami nya juga bekerja ya maksudnya dia tidak gabut lagi. Dengan senang hati, gadis itu masuk ke dapur dan memasak sesuatu.
“Masak masakan nusantara,”teriak gadis itu memasak.
“Nona anda masak apa ohok ohok aroma nya sangat menyengat,”ucap salah satu pelayan.
“Ini masakan indonesia memang banyak menggunakan rempah rempah, apakah kau tidak terbiasa mencium nya. Aku akan memberikan nya untuk mu, ini sangat enak,”jelas gadis itu dengan manis.
“Pernah tapi jarang karena nyonya juga berasal dari indonesia,”ujar pelayan itu.
“Baiklah kau coba nanti,”ucap gadis itu.
Keira memasak dengan cekatan nya, dia benar benar sangat heboh. Dan setelah selesai memasak dia merapikan nya dan memasukkan nya ke dalam wadah, di sana dia melihat Dhea yang terlihat lelah.
“Kakak baik-baik saja?”tanya gadis itu.
“Kei, aku pusing huaaa! Klien sialan seenaknya membentak ku, dia kira aku berbicara tanpa penjelasan hukum apa? Padahal aku yang lebih mengerti, lupakan soal itu apa ini Kei sangat wangi?”tanya Dhea dengan bingung.
“Ini kak rendang dengan semur jengkol, ini bikin nya dari tadi sore loh bikin nya emang lama tapi enak,”ucap gadis itu kepada Dhea.
“Benarkah? Aku mau coba, boleh?”tanya gadis itu.
“Tentu aku akan menyiapkan nya, kakak sudah bekerja keras hari ini kakak hebat,”ucap gadis itu dengan lucu.
“Kei kau ini terlalu memuji aku sangat malu,”ucap Dhea dengan malu malu.
Ya setelah menikah dengan Dean Kei tau jika suami nya itu adalah kembaran Dhea, tapi Dhea yang keluar duluan baru Dean ya. Lebih tua beberapa menit saja, tapi Dean tetap menghargai Dhea sebagai kakak nya.
“Ini kak, Kei anterin buat Dean dulu ya sama mathew mereka lagi kerja,”ucap gadis itu.
“Okey, aku akan memakan nya,”ucap Dhea memberikan jempol.
Gadis itu naik ke ruang kantor, dia tidak mengetuk nya sama sekali dan langsung membuka nya, belum selesai Keira berbicara tiba tiba sebuah berkas melayang tepat di samping Keira.
“Jangan masuk tanpa izin!”kesal Dean datar
“Arghh!”kaget Keira setengah mati.
“Kau cebol, aku kira pelayan. Ada apa?”tanya Dean merubah nada suara nya lebih santai.
“Dean!! Untung tidak kena, aku membawakan mu makanan, ini karena kau mengizinkan aku bekerja, buat Mathew juga, ayo makan!”teriak gadis itu penuh semangat meletakan makanan di atas meja ruangan itu yang ada sofa.
Jadi posisi nya Dean sedang duduk di meja kerja nya yang terpisah dengan meja dan sofa ruangan itu sedangkan Mathew duduk di sofa ruangan yang, Mathew menatap makanan itu sedikit bingung.
“Nona apa itu bisa di makan?”tanya Mathew bingung.
“Bisa, kau harus coba enak Memet,”ucap Keira terkekeh.
“Nona nama saya Mathew anda terus memanggil saya Memet,”hela nafas Mathew.
Ya bisa bisa nya nama sekeren itu di ubah jadi Memet emang ya Keira banyak iseng nya, padahal dia sengaja melakukan itu hanya supaya merasa lebih akrab saja.
“Tapi Memet lebih lucu, benarkan Dean?”tanya gadis itu.
“Kenapa kau memiliki nama khusus untuk Mathew sedangkan aku tidak? Aku tidak mau makan,”kesal Dean melanjutkan pekerjaannya.
“Jangan dong! Aku sudah susah buatin nya tau! kau ini!”kesal Keira dengan keras.
“Tidak peduli,”jawab Dean datar.
“Apa yang di ributkan sih nama spesial apaan nama saya yang bagus di panggil memet,”gumam Mathew datar kepada atasan nya itu.
“Kau senangkan Mathew memiliki nama spesial dari istri ku? Kau akan dapat potong gaji 20 persen,”kesal Dean.
“Tu tu tuan tapi saya kan tidak salah apa-apa,”kaget Mathew.
“Sudahlah, ayo makan aku suapin.”bujuk Keira.
“Aku bukan anak kecil,”kesal Dean tapi berjalan mendekat dan duduk di samping Keira.
‘Hah kau benar benar seperti anak kecil tuan, tidak tidak tapi iya!’ batin Mathew dengan sabar menahan emosi.