NovelToon NovelToon
Jangan Pisahkan Aku Dan Anakku

Jangan Pisahkan Aku Dan Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Ayah Darurat
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: R-kha

Arini tak menyadari jika dirinya telah menjalin hubungan dengan laki laki beristri dan saat Arini tau jika laki laki yang iya cintai dan yang telah menghamilinya merupakan pria beristri Arini pun memilih untuk pergi dan menjauh.

Terlebih saat tau dirinya hanya akan di jadikan alat untuk bisa memberikan keturunan untuk istri laki laki itu Arini pun memutuskan merahasiakan semuanya dan itu juga yang menjadi landasan untuk Arini memilih pergi dari laki laki yang sudah menipunya habis habisan.


" kamu boleh pergi dari ku tapi jangan pernah bawa anak ku karena aku menginginkan anak itu " ucap laki laki yang dengan sengaja menghamili Arini demi bisa memiliki anak.

Apakah Arini bisa benar benar lepas dari laki laki itu atau kah Arini harus benar benar memberikan anak yang selama ini iya rahasiakan dan sembunyikan demi bisa lepas dari laki laki yang ternyata masih memiliki istri yang sah ?

Dan bagaimana sebenarnya hubungan laki laki yang menghamili Arini dengan istri sahnya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpojok

Bukannya Puspa tak ingin menikah dengan kekasihnya tapi menikah dalam waktu dekat adalah sesuatu yang mustahil karena menikah bukan hanya tentang cinta tapi tentang kesiapan mental dan juga finansial bagi kita yang akan menjalaninya.

" kamu mau kan membantuku ?" tanya Arini penuh harap.

" tapi Rin, pernikahan itu tidak seperti kita ingin potong rambut dimana saat kita ingin kita bisa dengan cepat pergi ke salon untuk potong rambut " ucap Puspa memberi pengertian pada Arini sahabatnya.

" pernikahan itu bukan hanya antara aku dan Bian tapi juga antara dua keluarga kami yang harus bisa menerima pernikahan ini " ucap Puspa lagi.

" lebih baik kamu tidur dan yakinlah tuhan tak pernah tidur dan tuhan pasti akan menunjukan jalan terbaik baik untuk mu maupun untuk Ghina " ucap Puspa ya g sejujurnya tak sampai hati mematahkan harapan Arini sahabatnya.

" kamu juga tidur dan maaf jika apa yang aku katakan membuat kamu terbebani " ucap Arini yang menyadari kesalahan dan ke egoisnya tadi.

" aku paham " ucap Puspa sambil meninggalkan sahabatnya agar bisa mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.

" tuhan, hamba tau dan hamba percaya jika engkau tak pernah tidur dan engkau maha tau apa yang terbaik hamba dan untuk putri hamba "

" tapi jika hamba boleh berharap dan boleh meminta jangan pernah pisahkan hamba dengan anak hamba apapun alasannya karena hanya dia yang hamba punya " ucap Arini yang tak sadar air matanya sudah berlinang di kedua pipinya.

Butuh waktu satu jam untuk Arini untuk bisa benar benar tertidur setelah berbagai pikiran terus berkecamuk di pikirannya, berbeda dengan Galuh yang sedang menyusun kata kata untuk bisa menekan Arini agar Arini mau mengatakan yang sebenarnya hingga tak menyadari jika sejak tadi Malika memperhatikan dirinya.

" apa yang sedang kamu pikirkan mas ?" tanya Malika yang kini merubah posisinya agar bisa menghadap ke arah Galuh.

" kamu belum tidur ?" tanya Galuh yang malah bertanya bukan menjawab pertanyaan Malika.

" Malika kembali terbangun dan melihat mas masih belum tidur " ucap Malika yang kini sudah terduduk di atas tempat tidur.

" apa mas masih memikirkan wanita itu dan anak perempuannya ?" tanya Malika dengan nada tak suka saat menyinggung tentang Arini dan Ghina.

" bukannya Malika sudah bilang jika Malika akan berusaha untuk hamil dalam waktu satu bulan " ucap Malika yang berpikir setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi dirinya akan bisa dengan mudah untuk hamil.

" apa mas tak bisa menunggu satu tahun lagi ?" tanya Malika yang benar benar takut dan benar benar menyesali kebodohannya yang tak ingin hamil dan memiliki anak karena tak ingin kehamilannya merusak tubuhnya.

" bukan mas tak bisa menunggu satu tahun lagi "

" tapi apa kamu sadar jika usia kamu sudah tiga puluh sembilan tahun dan resiko untuk kamu bisa hamil sangat lah rentan " ucap Galuh yang sudah mencari informasi bagaimana resiko hamil di usia Malika istrinya.

" tapi Malika tak mau jika harus mengurus anak dari wanita itu !" ucap Malika tetap pada pendiriannya.

" Malika tak sehebat itu untuk bisa mengurus dan merawat anak dari wanita lain " ucap Malika yang selalu memikirkan dirinya dalam hal apapun.

" biarkan saja anak itu dengan ibunya toh wanita itu sanggup untuk membesarkan anak itu selama lima tahun ini " ucap Malika yang tetap tak akan sudi jika Ghina ada di hidupnya dan Galuh.

" baiklah kita akan ke rumah sakit besok dan kita akan memeriksakan rahim mu dan kualitas benih yang mas miliki agar harapan itu ada karena kondisi kita memang baik baik saja " ucap Galuh yang membuat mata Malika terbelalak karena dokter pasti akan tau apa yang iya lakukan selama ini dan Malika tak ingin rahasianya terbongkar.

" biar Malika saja yang memeriksakan rahim Malika dan mas lebih baik fokus bekerja " ucap Malika mencari alasan.

" mas akan cuti besok agar kita bisa mengerjakan semuanya " ucap Galuh yang tetap pada pendiriannya agar dirinya bisa mengambil sikap apa sebelum dirinya mengambil Ghina dari Arini.

" jadi sebaiknya kamu tidur agar kita bisa kerumah sakit pagi pagi sekali " ucap Galuh yang kini sudah memejamkan matanya tanpa memperdulikan Malika yang baru saja ingin membuka suaranya.

Pagi ini terasa sangat berat bagi Arini bulan karena apa tapi karena rasa takut yang semakin menggerogoti hati dan pikirannya jika nanti Galuh kembali mengusik dirinya dan juga Ghina putrinya.

" Puspa, apa bisa hari ini aku jaga toko siang bersama Ghina ?" tanya Arini yang berharap dengan tidak ada di rumah bisa membuat Galuh berhenti mengganggunya.

" baiklah aku tak keberatan " ucap Puspa yang mencoba memahami apa yang sedang Arini pikirkan.

" dan jika nanti om Galuh datang mencari ku dan Ghina, berjanjilah kamu tak akan pernah memberitahu dimana aku dan Ghina berada " ucap Arini setidaknya menghindar bisa memberinya waktu untuk mencari solusi dari masalahnya saat ini.

" aku janji " ucap Puspa yang mungkin tak akan bisa setegar Arini jika dirinya yang ada di posisi Arini saat ini.

" Rin, apa hingga saat ini ibu mu masih tak bisa kamu hubungi ?" tanya Puspa yang teringat dengan ibunya Arini yang langsung memutuskan hubungannya saat tau Arini menjalin hubungan dengan laki laki beristri hingga hamil.

" mungkin ibu masih butuh waktu untuk bisa memaafkan ku " ucap Arini sedih.

" baiklah aku berangkat ke toko dulu ya " ucap Puspa saat jam sudah menunjukan pukul setengah sembilan pagi.

" hati hati " ucap Arini sambil melambaikan tangannya ke arah sahabatnya begitu juga dengan Ghina yang baru saja selesai makan sambil menonton film kartun kesukaannya.

Berbeda dengan yang terjadi di rumah Galuh dimana hingga saat ini Malika masih belum siap untuk pergi ke rumah sakit sedangkan Galuh sudah siap sejak jam tujuh pagi.

" sebenarnya kamu kenapa ?" tanya Galuh yang merasa jika Malika hanya mencari alasan karena memang enggan untuk pergi ke rumah sakit.

" apa ada yang kamu rahasiakan dari mas hingga kamu tak ingin diagnosa rumah sakit membuka apa yang selama ini kamu sembunyikan dari mas ?" tanya Galuh curiga.

" maksud mas apa ?" tanya Malika dengan suara yang terbata bata dan hal itu membuat Galuh semakin yakin jika ada yang Malika sembunyikan dari dirinya selama ini.

" jika memang kamu tak menyembunyikan apapun dari mas, bersiaplah karena kita akan ke rumah sakit " ucap Galuh yang tetap pada pendiriannya.

" tapi jika kamu tetap tak ingin pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan apa yang sudah mas jelaskan semalam, mas pun akan memutuskan apa yang menurut mas benar " ucap Galuh yang mana Galuh yakin Malika paham apa yang iya maksud.

" baiklah tapi apapun hasilnya nanti Malika harap mas bisa memahami Malika " ucap Malika pasrah.

✍️✍️✍️ apa yang akan terjadi saat Galuh tau jika wanita yang iya cintai mati matian tega membohonginya dan menipunya tanpa ampun, dan apakah karena alasan itu juga yang membuat Galuh bertekad mengambil Ghina dari Arini ?

Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Love you moreee 😘 😘 😘

1
Retno Harningsih
lanjut
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
ayo jelaskan yang sebenarnya Galuh..
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Ayo pulang Ghina..mama kamu pingsan
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
sebaiknya mereka mengetahuinya 😡😡
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐: biar si kacang kedelai tahu rasa..
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
kamu nanyaaaa...
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semoga kebohongan si kacang kedelai bisa terungkap...
Jar Waty
lanjut thor
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
ih si kacang kedelai main gaplok aja
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Awas saja kamu Galuh kalau mau merebut Ghina dari Arini ...
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
oh ternyata si Malika kacang kedelai itu tidak mau hamil,kirain punya penyakit..dasar
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
baguss
R-kha: terima kasih kak atas supportnya 🙏🙏🙏
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
jangan sampai Galuh tahu kalau Arini punya anak dari nya..
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Galuh😡😡
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semoga Arini tidak hamil...
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Galuh kalau mau punya anak dan menyenangkan istrimu,bisa dengan megadopsi dari panti asuhan bukan dengan menipu wanita lain😡
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
egois banget ih si Galuh
Gadiscantik27
Malam, kak^^ boleh support balik ke karya aku?/Pray//Smirk/
R-kha
terima kasih atas revisinya
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
atau my beloved wife
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
maaf ya kakak author,mungkin yang pas namanya my lovely wife
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!