NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Sang Mafia

Gairah Cinta Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Sugar daddy / Mafia / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:90.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ibu.peri

Arsenio Wickley, seorang mafia yang berusia 39 tahun. Semenjak kejadian kekasihnya pergi karena kesalahan pahaman, semenjak itu Arsenio menutup hatinya untuk semua wanita. Tapi, kehadiran seorang gadis mengubah pendiriannya. Clara datang kepadanya, dan berniat menjadi sugar baby Arsen. bukan karena uang tapi karena ia butuh kasih sayang yang tidak ia dapat dari orang tuanya.
" Om, aku mau jadi sugar Baby om" ucap Clara sambil menatap wajah Arsen.

" Apa kau tahu, apa yang dilakukan Sugar Baby?" Arsen mendekati wajah Clara, membuatnya sedikit gugup.

" Memang apa yang harus aku lakukan?" tanya Clara yang penasaran, ia hanya tahu sugar baby itu hanya menemani makan, dan jalan-jalan.

" kau harus menemaniku tidur, apa kau mau?" Arsen semakin memojokkan tubuh Clara.

" tidak!! aku tidak mau.." Clara berlari saat mendengar ucapan Arsen.

" Dasar bocah ingusan" ucap Arsen seraya menggelengkan kepala.

Nantikan kisah kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu.peri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipecat

Di Kafe - Setelah Kepergian Matthew.

Clara kembali tenggelam dalam kesibukan melayani pelanggan. Satu per satu pesanan disajikan, senyuman tetap dipaksakan meski tubuhnya terasa remuk. Keringat membasahi pelipisnya, dan rasa lelah mulai menyerang. Saat jam hampir menunjukkan pukul lima sore, Clara akhirnya menarik napas panjang dan meminta izin sebentar untuk ke toilet. Ia butuh menyegarkan wajah, sekadar membasuh kepenatan yang menumpuk.

Langkahnya pelan, menyusuri lorong sempit di belakang kafe menuju toilet perempuan. Begitu sampai, ia berdiri di depan wastafel, menatap bayangannya sendiri di cermin. Wajah itu tampak kusam, matanya sembab karena kurang tidur. Ia membungkuk, menghidupkan keran dan membasuh wajah dengan air dingin. Sedikit demi sedikit, rasa sejuk menyapu kulitnya, membuatnya lebih tenang.

Namun, ketenangan itu hanya berlangsung sekejap.

BRAK!

Tubuh Clara tiba-tiba terdorong ke depan dengan kasar, nyaris membentur kaca wastafel. Ia terkejut, tapi segera mengerti ketika mendengar suara yang sangat familiar—dan menyebalkan.

“Hei, dasar perempuan murahan!”

Clara menghela napas dalam, berusaha mengendalikan amarahnya. Ia menegakkan tubuh dan perlahan menoleh ke arah suara itu. Ayu, dengan tatapan penuh kebencian dan mulut menyeringai, berdiri di belakangnya sambil bertolak pinggang.

“Kau menggoda pria tadi, kan?” sembur Ayu. “Dan kau berhasil mempermalukan aku di depan semua orang!”

Clara mengerjap, seolah mencoba memahami maksudnya. “Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.”

“Jangan pura-pura polos, Clara!” Ayu mendekat dengan mata menyipit. “Kau memang wanita ja lang! Kau tahu caranya merayu pria dan berpura-pura lugu. Pria tampan tadi, pasti juga terkena rayuanmu. Mungkin saja tubuhmu sudah dinikmati oleh pria-pria sebelumnya! Kau pikir Pak Dion akan tetap mau dekat denganmu setelah tahu semua itu?”

Ucapan Ayu seperti cambuk yang menghantam wajah Clara. Dadanya berdegup kencang. Tangannya mengepal di sisi tubuh. Di saat tubuhnya sudah letih karena kerja seharian, kini ia harus mendengar tuduhan keji dari perempuan yang tak pernah berhenti mencari masalah.

Tanpa bisa lagi menahan emosi, Clara menghentakkan langkah ke arah Ayu. Dengan cepat, tangannya menarik rambut panjang Ayu dan menyeretnya ke wastafel. Satu tangan menahan tubuh Ayu, dan tangan lainnya menghidupkan keran.

Air dingin menyembur deras, mengguyur wajah dan kepala Ayu.

“CLARA! LEPAS! AKU TIDAK BISA BERNAPAS!” jerit Ayu panik, tubuhnya meronta tak tentu arah.

Namun Clara tetap mencengkeram rambutnya kuat-kuat. Sorot matanya membara.

“Kau pikir aku akan diam saja? Ini balasan atas semua omong kosong dan hinaanmu!” katanya tajam. “Aku bukan perempuan sabar, Ayu. Hari ini cukup!”

Ayu terus berteriak, tapi Clara tidak goyah. Wajah Ayu kini basah kuyup, rambutnya menempel di wajah, dan suara napasnya mulai tersengal.

Beberapa detik kemudian, suara langkah tergesa terdengar. Sejumlah karyawan perempuan menerobos masuk ke toilet dengan wajah panik.

“Clara! Lepaskan! Ayu bisa mati!” teriak salah satu dari mereka.

Clara sadar situasi mulai kacau. Ia mendesah, lalu mendorong tubuh Ayu menjauh dan melepaskan genggaman dari rambutnya. Ayu terhuyung, lalu jatuh terduduk di lantai dengan bunyi keras.

BRUGH!

Beberapa karyawan langsung membantu Ayu bangkit. Gadis itu tampak lemas, wajahnya pucat dan tubuhnya gemetar. Tapi meski dalam keadaan seperti itu, senyum licik tak luput dari bibirnya. Tatapan matanya menusuk Clara, penuh kemenangan.

“Kau keterlaluan, Clara! Kami akan mengadukanmu ke Bu Mira!” ancam seorang karyawan sambil menopang Ayu keluar dari toilet.

Clara hanya diam. Ia tahu ini adalah bagian dari permainan Ayu. Trik murahan yang dirancang untuk menjatuhkannya di depan semua orang. Lagi-lagi.

Tak lama kemudian, Hana datang dengan wajah cemas. Ia buru-buru menghampiri Clara yang masih berdiri mematung di depan wastafel.

“Clara, kamu tak apa-apa?” tanyanya khawatir.

Clara menatap Hana, tersenyum kecil meski jelas ada kesedihan di matanya. “Aku baik-baik saja… Mungkin hari ini adalah hari terakhirku bekerja di sini. Setelah ini, Bu Mira pasti akan memecatku.”

“Jangan bicara seperti itu! Aku akan bicara pada Pak Dion. Aku yakin dia tidak akan tinggal diam!” sergah Hana cepat.

“Tidak,” Clara memotong pelan. “Jangan libatkan Pak Dion. Aku tidak mau dia tahu soal ini. Lagipula, mungkin ini alasan yang tepat buat aku pergi.”

Ia menepuk lembut pundak Hana, lalu melangkah keluar dari toilet, meninggalkan sahabatnya yang menatap punggungnya dengan air mata menggantung di pelupuk.

***

Ruang Manajer

Di ruangan kecil bernuansa coklat itu, suasana tegang. Ayu duduk dengan wajah tertunduk, tampak seperti korban kekerasan yang pasrah. Sementara Bu Mira, manajer kafe, berdiri di depan meja dengan wajah tegas dan tangan terlipat di dada.

Sebelum Bu Mira sempat berbicara, Clara masuk dengan tenang. Pandangannya menyapu ruangan dan berhenti pada Ayu.

“Clara,” ujar Bu Mira, “mulai sekarang kau—”

“Dipecat?” Clara menyela tanpa ekspresi. “Baik. Aku akan segera membereskan barang-barangku. Ibu tidak perlu susah-susah mengusirku.”

Ia melangkah mendekati Ayu yang masih menunduk.

“Puas? Ini yang kau mau, kan?” bisiknya tajam. “Aku dikeluarkan, dan kau bisa mendekati Pak Dion sesukamu. Silakan. Aku tidak peduli.”

Tanpa menunggu reaksi siapa pun, Clara berbalik dan keluar dengan kepala tegak.

Ayu menggigit bibirnya, tangan mengepal erat di pangkuan. Sementara Bu Mira hanya diam, mulutnya setengah terbuka karena tak menyangka Clara akan pergi tanpa perlawanan. Harusnya dia yang marah—tapi justru Clara yang menguasai suasana.

***

Locker Karyawan

Clara menatap loker tempat ia biasa menyimpan barang-barangnya selama bekerja. Tangannya membuka pintu loker, mengambil tas kecil dan sepatu cadangan, lalu menutupnya perlahan. Hatinya berat, tapi wajahnya tetap tenang.

Saat ia bersiap keluar, suara langkah tergesa mendekat.

“Clara!”

Hana memeluknya dari belakang dengan erat. Tubuh gadis itu bergetar, isak tangis pecah di bahunya.

“Jangan pergi, Clara. Kalau kamu pergi, aku ikut.”

Clara tersenyum kecil. Ia menolehkan kepala, menyentuh lengan Hana dengan lembut.

“Hidupku sekarang kacau, Han… Jangan ikut-ikut aku. Bekerjalah dengan baik di sini. Kita masih bisa ketemu lagi, kok.”

Air mata Hana makin deras. Mereka berpelukan cukup lama, tanpa kata, hanya saling memahami melalui hangatnya dekapan.

Clara resmi meninggalkan kafe—dan sebuah babak baru dalam hidupnya pun akan segera dimulai.

Saat Clara menapakan kakinya dijalan raya, sebuah suara terdengar.

"Dipecat?"

1
keira
tamat 😭😭😭😭😭
keira
sangat suka,bagus
Nani Te'ne
Suka
Ndha: makasih kak🤗🤗
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
cerita buat matt thor..harus ada! gw maksa🙂
Ndha: Waadduhh..😁
nanti diusahakan ya kak
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
lahhh🙃
vj'z tri
kenapa di akhir taruh bawang banyak banget loh 😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🎉🎉🎉🎉
Ndha
Hai.. ceritanya selesai ya😊
jangan lupa mampir di cerita baru author.
MEMBAWA BENIH SANG CASSANOVA

🥰🥰🥰
vj'z tri
sah sah sah 🎉🎉🎉🎉🎉🎉
partini
Jodi minta ma author lah dapat wanita yg cinta ma kamu setulus hati 🤭
partini: 🤣🤣🤣🤣 ga lah
total 2 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
walaupun anton tdk menjadi ayah yg baik buat clara ttp dia adalah keluarga satu"nya, anton sdh mendapatkan balasan meski luka clara tdk sepenuhnya sembuh dan memaafkan bisa cukup membuat hatinya lega meski sulit menerima kembali.
Ndha: tull.. kak👍👍
total 1 replies
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉🎉🎉 lanjut Thor 🎉🎉🎉🎉
keira
👍👍👍👍👍semangat thor
Siti Amyati
sahabat jadi ibu tiri
Ndha: judulnya : Istri ayahku adalah sahabatku 🤭
total 1 replies
partini
om Arsen kan kaya bisa beli rumah lagi dong biar kenangan baru tercipta yg lama di kubur ajahhhhh
Ndha: mereka mau nostalgia kak🤭
total 1 replies
Muchamad Ridho
akhrnya muncul jg cerita vanya
Ndha: iya kak, hampir kelupaan 🤭
total 1 replies
vj'z tri
mommy Dady lagi lagi lagi lagi apa ya ?coba princess tanya author 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lupa kalau ada princess di sana 😅😅😅
Ndha: lagi ngemut permen wkwkwk
total 1 replies
vj'z tri
ehm ehm sesuatu 🤧🤧🤧
Siti Amyati
kan sekarang sudah beda ngga bisa bebas ada yg bakal ngangguin
Ndha: iya kak🤭 pasti digangguin terus Ama Ariel😆
total 1 replies
vj'z tri
papa Dedi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Arsen ganti nama jadi Dedi 😅😅😅😅🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ndha: wkwkwkwkw
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
mewek🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!