NovelToon NovelToon
Setelah Tunangan Dan Kakakku Mengkhianatiku

Setelah Tunangan Dan Kakakku Mengkhianatiku

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama / Janda / Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor / Wanita Karir
Popularitas:67.2k
Nilai: 5
Nama Author: AgviRa

Dikhianati tunangan dan kakak kandung, bagaimana rasanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AgviRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Sepasang pengantin baru itu beristirahat di kamar, setelah acara pernikahan yang meriah dan bahagia. Mereka duduk di atas tempat tidur yang luas dan nyaman, dengan bantal-bantal yang empuk dan selimut yang hangat.

David memeluk Ayu dengan erat, dan memandang ke arah wajahnya yang cantik. Dia merasa bahwa dia telah menemukan orang yang tepat untuk menjadi pasangan hidupnya, dan dia tidak sabar untuk memulai kehidupan baru bersama.

Ayu juga memandang ke arah suaminya dengan penuh kasih sayang dan cinta. Dia merasa bahwa dia telah menemukan kebahagiaan sejati bersama suaminya, dan sama seperti David, dia juga tidak sabar untuk memulai kehidupan baru bersama.

Kamar mereka dihiasi dengan bunga-bunga yang indah dan harum, dan ada sebuah kue pernikahan yang besar dan lezat di atas meja.

"Terima kasih ya, sudah mau menepati janjimu untuk menikahi ku."

"Aku lah yang seharusnya berterimakasih kepadamu. Mama sangat mengharapkan pernikahan ini. Aku juga berharap setelah ini kesehatan Mama juga kian membaik dan kembali seperti semula."

"Aamiin. Aku juga berharap seperti itu. Ya sudah, aku mau mandi dulu, rasanya berat dan lelah."

"Baiklah. Aku akan rebahan dulu disini."

Ayu mengangguk lalu beranjak dari tempat tidur berjalan kearah sebuah cermin. Dia memandang dirinya melalui pantulan cermin tersebut.

Ayu menghela nafas. Dia merasa lelah setelah acara pernikahannya.

Ayu mengambil napas dalam-dalam, dan kemudian mulai melepas gaun pernikahannya yang indah dan mewah. Namun, sepertinya dia tidak dapat melepas pengait yang ada di dibelakang punggungnya. Akhirnya dia menoleh kearah suaminya yang tengah berbaring di atas tempat tidur.

"David. Apa kamu tidur?"

"Tidak."

"Apa aku boleh meminta tolong?"

David membuka matanya dan bangun.

"Mau minta tolong apa?"

"Ini, aku kesusahan untuk membukanya, bisakah kamu membantuku untuk melepas pengaitnya?"

David menarik sudut bibirnya. "Tentu."

David beranjak dari tempat tidur lalu berjalan menghampiri Ayu. Dengan cepat David membantu Ayu melepas pengait gaun.

Glek!

Punggung putih bersih terpampang jelas di depan mata David, aroma khas tubuh Ayu tercium indera penciuman David. Hampir saja David tidak bisa menahannya.

"Apakah sudah?"

"Sudah."

"Kalau begitu berbalik lah." Ayu meminta David agar membelakangi dirinya karena Ayu akan mencopot gaun tersebut.

Dia merasa lega dan nyaman karena telah dapat melepas pakaian yang berat dan tidak nyaman itu.

Ayu berlari kecil kemudian memasuki kamar mandi.

David yang menyadari hal itu melanjutkan merebahkan tubuhnya kembali. Tak terasa matanya tiba-tiba terasa berat dan akhirnya dia terlelap.

Ayu memandang ke arah air yang hangat dan jernih yang mengalir dari shower. Dia merasa bahwa mandi akan membuatnya merasa lebih segar dan nyaman, dan dia tidak sabar untuk merasakan kesegaran dan kenyamanan itu.

Ayu mengambil sabun dan sampo, dan kemudian mulai mandi dengan air yang hangat dan jernih.

Setelah beberapa menit akhirnya Ayu selesai mandi. Ayu keluar dari dalam kamar mandi.

Ayu yang baru selesai dari acara mandinya melihat David terlelap. Dengan cepat dia mengambil pakaian ganti lalu segera mengenakannya.

Setelah itu dia menghampiri David. Dia menatap David yang nampak lelah.

"Sepertinya dia kelelahan. Tapi, dia belum mandi. Nanti kalau kemalaman dia bisa masuk angin."

Dia menjadi tidak tega untuk membangunkannya. Tapi, Ayu tidak mau suaminya itu mandi terlalu larut malam. Karena tidak mempunyai pilihan lain, akhirnya Ayu membangunkan David.

"David, bangun, mandi dulu." Ayu menepuk lengan David dengan pelan takut mengagetkannya.

Euugghhhh,,,,

David membuka matanya, dia melihat Ayu berada di sampingnya.

"Jam berapa ini? Apa aku tertidur?" Tanya David dengan nyawanya yang belum terkumpul semua. Saking lelahnya dia ketiduran.

"Tidak, baru saja, ini jam setengah 9, lebih baik kamu mandi dulu." Ucap Ayu.

"Baiklah," Ucap David singkat.

David beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.

Ayu yang juga merasa begitu lelah gantian merebahkan tubuhnya.

"Ah, akhirnya ketemu sama kasur, nyamannya." Ucap Ayu.

Tak lama David keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, tubuhnya masih terasa hangat dan lembap setelah mandi.

Dia berjalan menuju ke arah kamar tidur, dengan langkah yang santai dan nyaman. Tubuhnya yang kuat dan berotot terlihat jelas, dengan kulit yang berwarna kecoklatan dan berkilau.

Rambutnya yang basah dan berantakan terlihat menarik, dengan tetes-tetes air yang masih menempel di ujung rambutnya. Dia tidak memakai baju, hanya memakai handuk yang masih setia melilit di pinggangnya sebagai penutup.

"Ayu, apa tadi Jonathan memberikan koper ganti untukku?" Tanya David.

Mendengar pertanyaan David, Ayu gegas bangun.

"Aaaa David, haruskah kamu keluar dengan hanya menggunakan handuk?" Ucap Ayu kaget.

Sontak kedua matanya melotot dengan sempurna tapi, dia langsung sadar dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Ini yang aneh, jari yang seharusnya menutupi matanya ini malah terbuka dan Ayu masih melihat David dengan keadaan bertelanjang dada.

"Apa aku begitu mempesona atau kamu begitu tergiur dengan tubuhku ini?" Ucap David.

Ayu yang sadar dengan ucapan David pun langsung membuang muka. Ayu begitu malu dan menggerutu kesal.

'Bagaimana bisa dia berkata se gamblang itu? Ah lihat roti sobeknya kenapa aku jadi sedikit mesum begini?' Batin Ayu.

"Ah iya sebentar akan aku ambilkan ganti untukmu." Ucap Ayu yang langsung teringat dengan pertanyaan David tadi.

Gegas Ayu beranjak dari tempat tidur dan menuju dimana koper David berada. Dia mengambilkan pakaian ganti untuk suaminya tapi, pada saat dia menemukan segitiga sangkar burung Ayu sedikit bergidik ngeri. Pikiran Ayu langsung traveling kemana-mana.

'Astaghfirullahaladzim.' Ayu sadar langsung mengucap istighfar.

Dirasa sudah menemukan apa yang diperlukan David, dia langsung memberikan pakaian ganti itu ke David dengan menutup kedua matanya dengan salah satu tangannya.

"Ini." Ayu memberikan pakaian David.

David yang gemes dengan istrinya yang konyol itu langsung menarik tangan yang menutupi matanya dengan sedikit kencang. Sontak Ayu pun kaget dan hap. Wajah Ayu membentur dada bidang suaminya. Lalu dia mendongak ke atas untuk melihat wajah David. Tanpa sengaja bibir mereka malah bertemu.

Cup!

Ayu yang tak pernah merasakan sentuhan pun mendadak kaku. Dia begitu tegang dan hanya bengong. Tangannya menyentuh bibir mungilnya.

"Ciuman pertama ku." Ucap Ayu lirih.

David mendengarnya.

"Kamu belum pernah berciuman?" Tanya David.

Ayu hanya geleng-geleng.

"Kamu membuat bibirku ternodai." Tiba-tiba Ayu berbicara dan memukul dada bidang David.

"Wow santai, Nona. Bagus kan kalau suamimu ini yang pertama kali menodainya." Ucap David santai.

"Sudah cepat pakai pakaianmu. Lama-lama mataku juga ternodai." Ucap Ayu kesal untuk menutupi rasa malunya.

"Ternodai tapi menikmati." Ucap David meledek Ayu.

David tertawa menertawakan kepolosan Ayu.

Setelah berganti, David merasa perutnya lapar. David mengajak Ayu untuk turun ke bawah. Ayu pun mengiyakan tapi, tiba-tiba dia kebelet pipis. David pun turun duluan.

Ketika David keluar dari kamar, Dina juga keluar dari kamar. Dina sengaja menggunakan pakaian tipis dan seksi. Dia sama sekali tidak merasa malu karena sudah terbiasa. Yah biasa menggoda laki-laki maksudnya. Sedang David yang melihatnya langsung memalingkan wajahnya.

Apesnya David, ternyata Dina mendekatinya. Bukan apes karena dia merasa tegang karena nafsu, tapi apes karena harus bertemu dengan wanita murahan.

"Hai, adik ipar, kok cuma diam saja di depan pintu, apa kamu belum dapet jatah malam pertama? Kok jam segini keluar dari kamar, apa dia tak menarik?" Ucap Dina berbicara tanpa saringan.

David hanya diam tak menanggapi.

"Aku bisa loh, membuat kamu merasa puas, aku yakin istrimu itu begitu polos dan tak menarik." Imbuhnya lagi.

Tiba-tiba Ayu keluar dari kamar.

"Loh, kok masih disini, Mas? Eh, kak Dina ngapain disini, pakai pakaian tipis pula, mau menggoda suamiku?" Ucap Ayu kesal.

"Sudah yuk sayang, kita langsung ke bawah saja." Ajak David.

"Iya, ayo Mas, kita kan perlu makan untuk mengisi energi kita untuk malam pertama kita nanti, keburu kemalaman." Jawab Ayu.

David yang mendengarnya pun tersenyum. Lalu Ayu menggandeng tangan suaminya dan turun kebawah. Dina diabaikan dan ditinggal begitu saja.

"Kurang 4jar." Kesal Dina mengucapkan makian.

Dina kesal dan berjalan menuju kamarnya dengan menghentak-hentakkan kakinya.

David dan Ayu kini sudah berada di dapur, mereka berdua menahan ketawa saat melihat ekspresi kekesalan Dina tadi.

"Cie, berarti nanti akan ada yang mau memberiku jatah kan ini?" Ledek David.

"Hah, bilang apa? Tidak, jangan mesum deh." Jawab Ayu malu.

"Tadi ada yang bilang kalau butuh tenaga untuk malam pertama nanti, sepertinya belum ada 5 menit yang ngomong tadi." Ucap David terus meledek Ayu.

Ayu menjadi malu, wajahnya begitu merah saat ini.

Singkat cerita mereka berdua sudah selesai makan malam. Keadaan rumah begitu sepi, kedua orang tua Ayu sudah tidur lebih awal karena juga merasa lelah. Mereka sepakat langsung balik ke kamar. Setelah di kamar, David lagi dan lagi meledek Ayu. Ayu yang sudah benar-benar malu langsung menuju ke tempat tidur dan menutupi wajahnya dengan guling. Sedang David melihat tingkah konyol istrinya hanya tersenyum.

"Kamu tidak gosok gigi dulu?" Ucap David.

"Sebentar lagi, salah siapa kamu meledek aku terus?" Jawab Ayu malu.

"Buruan, ayo bareng." Ajak David mendekati Ayu.

Ayu mau tak mau langsung bangkit daripada kena serangan jantung karena dipegang-pegang oleh David.

Setelah gosok gigi, mereka berdua sama-sama membaringkan tubuh mereka di atas kasur empuk itu.

"Ayu." Panggil David melirik Ayu.

"Hm, iya, apa?" Jawab Ayu juga melirik David.

"Bisa tidak, kamu panggil aku seperti tadi, 'Mas'?" Ucap David.

"Memang kenapa? Apa itu membuatmu nyaman?" Tanya Ayu.

"Walaupun kita menikah belum adanya rasa cinta, apa kita tidak akan saling memberikan kenyamanan? Bisa jadi cinta akan tumbuh ketika sama-sama merasa nyaman dan itu dimulai dari hal kecil seperti panggilan mungkin." Jawab David.

Ayu mengangguk menyetujui perkataan David. David mendekati Ayu, sontak Ayu melotot kaget.

"Kamu mau apa?" Tanya Ayu.

"Aku mau memeluk istri konyol ku ini, memangnya kenapa? Apa kamu keberatan? Kan aku sudah punya hak." Jawab David.

"Tap-pi,"

Cup.

David membungkam bibir Ayu dengan bibirnya. Ayu pun semakin membulat dan mendadak menjadi tegang, jantungnya berpacu dengan hebat. Darahnya seakan-akan naik ke atas.

"Apa aku boleh meminta hakku malam ini? Aku janji akan melakukannya dengan sangat lembut dan pelan-pelan." Tanya David yang sebenarnya sudah tak tahan menahan hasratnya sedari Ayu meminta tolong tadi.

Tangan Ayu menahan pergerakan David.

"Mas, kita shalat sunnah dulu ya." Ajak Ayu.

David pun mengangguk, mereka berdua beranjak dari tempat tidur dan melakukan shalat sunnah. Setelah selesai David kembali bertanya.

"Apakah sekarang sudah boleh?" Tanya David.

Ayu hanya mengangguk, entah sadar atau tidak tapi Ayu mengiyakannya.

David tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung mencium bibir mungil istrinya, sedikit melumat, Ayu yang masih sangat kaku hanya bisa diam dan menerima apa yang David lakukan.

Sesekali David memberikan jeda untuk Ayu bisa bernafas. David kemudian turun mencum-bu leher Ayu.

"Emh,," Suara desa han pun lolos dari mulut Ayu.

Tangan David pun tak tinggal diam membuka satu per satu kancing baju yang Ayu kenakan. Kemudian David turun kebawah lagi ke pepaya gantung milik Ayu, David membuka pengait kacamaya yang masih menempel menutupi pepaya gantung Ayu.

David mencum-bu begitu lembut, sehingga tubuh Ayu menegang hebat. Tak ada penolakan sama sekali dari Ayu, justru Ayu mulai terhipnotis dan meminta lebih merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan.

"Ahh, Mas." Sekali lagi desahan itu keluar dari mulut Ayu. Semakin membuat David bergairah, suara Ayu terdengar begitu sek si dan menggoda.

Entah sejak kapan mereka berdua tak menggunakan sehelai benang.

Pusaka David yang sudah tegak menantang pun tak tahan lagi ingin masuk kedalam rumah pusaka.

"Apakah boleh sekarang? Aku janji akan melakukannya dengan sangat lembut dan pelan." Ucap David sama seperti sebelumnya.

Ayu mengangguk.

Sesuai janji David, ia melakukannya dengan lembut. Dan yah kalian bisa bayangkan bagaimana kelanjutannya.

1
Desy Ratnasari
karya yg bagus gk bnyk typo cerita simple GK muter-muter mudah di simak
AgviRa: Terima kasih, kak. Jangan lupa baca novel saya yang lain ya. 😊🙏
AgviRa: Terima kasih, kak. Jangan lupa baca novel saya yang lain ya. 😊🙏
total 2 replies
Suparmin N
Luar biasa
AgviRa: Terima kasih.😊🙏
total 1 replies
niktut ugis
ih si ayu kenapa dia tepok tangannya bukan pas mereka masih main kan jd seru tuch paniknya
AgviRa: Wah, nanti ganggu dong, Kak.😅
total 1 replies
Desmeri epy Epy
lanjut thor
Desmeri epy Epy
lanjut
AgviRa: Ok Kakak
total 1 replies
Ma Em
Doni punya istri si Dina kelakuannya sama orang tua tdk ada sopan2nya sama mertua berani Dina lawan dasar menantu kurang ajar .
Ma Em: Bagusnya si Dina smack down aja 🤭😄
AgviRa: Iya, Kak. bagusnya diapakan itu, Kak?
total 2 replies
Yuni Ngsih
Thooooor kok dipotong update dulu kamu mah ska lama nyambungnya ....yaccccch sedih deh ....teruskan Thor😠😠😠👍👍👍💪💪💪
AgviRa: Hehe, sebenarnya ceritanya sebentar lagi akan tamat. Sabar ya, Kak. 🙏
total 1 replies
Yuni Ngsih
selamat ayu & David smg SaMaWa....🤲🤲🤲🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Yuni Ngsih
huuuuuh dasar perempuan gatel hati " tu ulat keketnya sangat berani ,cepet tinggalkan Rumah ,langsung pindah ke Rumah David azah biar tidak di ganggu ....😡😡😡💪💪💪
Yuni Ngsih
Thooooor baru nongol bikin aku marah ,greget& kezel Thor tentang ceritra ini 😠😠😠
AgviRa: Waduh! Kenapa, Kak? Apa salah saya?😭😭
total 1 replies
Galuh Setya
Luar biasa
AgviRa: Terima kasih, Kak. Semoga suka ya.🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!