Bagas Pratama seorang pria lemah lembut serta penyayang.
Namun satu kejadian membuatnya berubah dalam sekejap saja, kecelakaan dua tahun lalu membuat dirinya menjadi pria dingin, kejam serta emosi.
Kecelakaan itu membuatnya dirinya menjadi lumpuh bahkan dia tidak ingin mendekat dengan siapapun, selama dia lumpuh dia hanya mengurung dirinya didalam kamar..
Dia tidak ingin bertemu siapapun, bahkan dia juga membenci wanita terkecuali Sang Ibunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiba Di London
Setelah bersiap-siap, akhirnya mereka berangkat ke Bendara mereka tiba disana pukul 10.
Namun setelah tiba ternyata pesawat mereka diundur menjadi pukul 1 siang, mau tidak mau mereka harus menunggu.
Mungkin perkiraan mereka akan tiba pukul 6 pagi di London, karena perbedaan waktu antara Indonesia dan London sangat jauh sekali.
Dengan setianya Anna mendorong kursi rodanya Bagas yang sedang mencari tempat duduk untuk beristirahat.
Anna merasa sangat gelisah sekali karena ini untuk pertama kalinya dia akan menaiki pesawat.
" Anna, mengapa kamu terlihat begitu gelisah sekali?" tanya Sara yang sadar dengan tingkahnya Anna
Anna langsung menoleh kearah Sara, begitu juga dengan Bagas dia langsung mendongakkan kepalanya keatas untuk melihat Anna.
" I-ini untuk pertama kalinya saya menaiki pesawat Nyonya, sehingga membuat saya menjadi gelisah dan takut"
Sara dan Bagas hanya tersenyum, ternyata sedari tadi itulah yang dipikirkan oleh Anna.
Dimana Bagas memegang tangannya Anna untuk menenangkan dirinya.
" Rileks saja, semuanya akan baik-baik saja kok nanti kamu pasti akan menikmatinya saat sudah ada dipesawat"
Anna hanya bisa mengganggukkan kepalanya saja mencoba untuk rileks, dimana Sara hanya bisa tersenyum melihat kelembutan Putranya kepada Anna.
Dia merasa sepertinya Bagas akan kembali seperti semula, akan tetapi Sara berharap Lily tidak kembali untuk menemui Bagas lagi.
******
Hari begitu cepat berlalu. Waktu yang sudah menunjukkan 1 siang kini mereka sudah ada didalam pesawat.
Anna benar-benar sangat gelisah sekali, dia menjadi sangat ketakutan berkali-kali dia menarik nafasnya agar tenang namun ternyata tetap saja.
Setelah beberapa menit kemudian, pesawat pun mulai ingin terbang hal itu semakin membuat Anna panik.
" T-tuan ini mengapa seperti i-ini?" tanya Anna dengan nada gemetarnya
Bagas hanya bisa tertawa saja dia benar-benar merasa lucu sekali dengan Anna yang begitu ketakutan.
" Tidak apa-apa Anna, kita akan mulai terbang keatas awan"
" T-tapi mengapa rasanya seperti ini?"
" Jika kamu takut maka pegangan tanganku"
Tanpa berpikir apapun lagi Anna memegang tangannya Bagas dengan begitu erat sekali, Bagas hanya bisa tertawa kecil melihat Anna begitu ketakutan sekali.
Lalu saat pesawat itu sudah normal tepatnya diatas awan kini Bagas mulai ingin menunjukkan kepada Anna.
" Anna, coba buka jendela kecil disampingmu itu" kata Bagas kepada Anna
Anna langsung menoleh kearah jendela kecil disampingnya dia sangat ragu-ragu sekali ingin membukanya.
" M-maksud tuan jendela ini?"
Bagas menganggukkan kepalanya.
" Iya, coba bukalah"
" T-tapi mengapa harus dibuka?" tanya Anna dengan nadanya begitu panik
" Buka saja Anna"
Anna hanya bisa menghelakan nafasnya saja, dia mencoba menuruti apa perkataan Bagas dimana Anna mencoba membuka jendelanya perlahan-lahan dengan tangan yang gemetaran.
Saat Anna membukanya, betapa terkejutnya Anna bahwa dirinya benar-benar ada diatas awan.
" Cantik sekali" kata Anna dengan kagumnya
Bagas tersenyum saat melihat Anna yang begitu kagum melihat keindahan diatas awan tersebut.
" Bagaimana?"
" Awannya benar-benar cantik, ini pertama kalinya saya melihat dari atas langsung"
" Iya memang sangat cantik, cantiknya sepertimu Anna"
Seketika Anna langsung terdiam dan menoleh kearah Bagas yang sedang tersenyum, dia tidak menyangka bahwa Bagas akan mengatakan seperti itu.
" Mengapa menatapku seperti itu hm?" tanya Bagas dengan lembutnya
" Tidak apa-apa tuan"
Anna langsung memalingkan wajahnya kembali kearah jendela tersebut, dia merasa begitu sangat salah tingkah sekali.
Rasa jantungnya benar-benar berdebar ini untuk pertama kalinya Anna merasakan seperti itu.
Lalu dimana Bagas memegang tangannya Anna hal yang tidak pernah Anna bayangkan selama ini.
Anna hanya bisa terdiam saja, dimana dia menutup kembali jendela tersebut lalu mengalihkan pandangannya kearah depan tanpa menoleh kesampingnya.
Bagas yang sangat tau bahwa Anna sedang salah tingkah kini dia hanya bisa tersenyum saja betapa imutnya wajah Anna sekarang ini.
*******
16 jam berlalu.
Tepatnya pukul 6 pagi hari mereka tiba di London.
Anna merasakan semua tubuhnya menjadi pegal-pegal karena perjalanannya begitu sangat lama sekali.
Untuk Sara dan Bagas mereka sudah terbiasa namun berbeda dengan Anna, terlihat jelas sekali wajah Anna begitu sangat kelelahan.
Mereka yang sedang menunggu dijemput oleh Erico, saat tiba di Bandara Sara dengan cepatnya menghubungi Erico dia sudah dalam perjalanan menuju ke Bandara.
Anna yang sedang berjongkok tepat didepan kursi rodanya Bagas membuat mereka berdua sedikit khawatir.
" Anna, apa kamu baik-baik saja?" tanya Sara yang melihat Anna berjongkok
Anna langsung berdiri kembali setelah Sara bertanya kepadanya.
" Saya baik-baik saja Nyonya, hanya saja saya merasakan sedikit aneh"
" Maaf ya kamu harus ikut kita ke London"
" Tidak apa-apa Nyonya itu sudah pekerjaan saya, kemanapun kalian pergi saya harus siap ikut hanya saja maafkan saya karena ini untuk pertama kalinya saya pergi yang jauh jadi jika saya merepotkan kalian berdua saya benar-benar minta maaf"
" Kau tidak perlu meminta maaf Anna" melainkan Bagas membuka suaranya
" Benar yang dikatakan Bagas, jika kamu merasakan sesuatu katakan saja jangan diam saja"
" Baik Nyonya"
Anna benar-benar bersyukur sekali mendapatkan dua majikan yang begitu sangat baik kepada dirinya.
Kini Anna kembali berjongkok karena badannya benar-benar merasa lemas sekali.
Tiba-tiba.
" Sara" panggil seseorang
Seketika semuanya langsung menoleh kearah suara tersebut, ternyata itu adalah Erico.
" Hey Erico" sapa Sara sambil memeluknya
" Sudah lama sekali kita tidak bertemu Sara, apa kabarmu baik-baik saja?"
" Tentu saja Erico aku sangat baik-baik saja"
Mereka berdua melepaskan pelukannya lalu dimana Erico menatap kearah Bagas.
" Bagaimana kabarmu Bagas?" tanya Erico kepada Bagas
" Cukup sangat baik sekarang ini" jawab Bagas dengan tersenyum
Erico membalas senyuman Bagas, namun kini pandangannya mengarah ke Anna.
" Apakah dia yang kamu ceritakan kepadaku?"
" Benar, dia adalah pengasuhnya Bagas dialah yang membujuk Bagas sehingga mau sampai kemari"
" Ternyata dia benar-benar imut ya, wajahnya jika dipandang tidak pernah membuat orang bosan"
" Sudah aku bilang bukan, makanya sekarang Bagas lebih lengket kepada dia dibandingkan aku sekarang"
Erico hanya bisa tertawa saja saat mendengar keluhannya Sara, tetapi yang dikatakan Sara memang benar bahwa Bagas sangat lengket kepada Anna.
" Baiklah, sekarang ayo aku antar kalian ke apartemen agar bisa beristirahat terlebih dahulu"
Mereka menganggukkan kepalanya, dimana Anna mendorong kursi rodanya Bagas lalu bertanya kepadanya.
" Tuan, dia siapa?" tanya Anna kepada Bagas
Bagas sedikit merasa kesal karena Anna sangat lupa apa yang dia katakan tadi.
" Anna, sudah aku katakan bukan jangan memanggilku dengan sebutan tuan lagi" kata Bagas dengan nadanya sedikit marah
" M-maafkan s-saya"
" Anna" tegur Bagas kembali
" B-baiklah Bagas"
Bagas tersenyum saat Anna menyebutkan namanya, itulah yang dia mau.
" Dia adalah sahabatnya Mama dan sekarang dia akan menjadi Dokterku nanti saat terapi, ada apa?"
Anna menggelengkan kepalanya saja.
" Tidak, a-aku hanya merasa Nyonya sangat dekat sekali dengannya"
" Tentu saja dekat, mereka bersahabat dari sekolah sampai Mama menikah"
" Oh begitu, hebat banget ya persahabatan Nyonya"
Bagas hanya menganggukkan kepalanya, dimana mereka mengikuti langkah kakinya Erico dan Sara yang akan menuju ke Apartemen.
𝙖𝙠𝙝𝙧 𝙣𝙮...
𝙨𝙠𝙧𝙜 𝙩𝙜𝙡 𝙩𝙜𝙠𝙥 𝙡𝙞𝙡𝙞 𝙨𝙚𝙩𝙖𝙣