NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:917
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Lelaki

Kanaya membulatkan matanya mendengar penuturan sang kakak, bagaimana bisa sang tante keluar dari penjara padahal disidang kemaren dia divonis bersalah.

"Bukannya tante sudah dinyatakan bersalah dan dihukum yah kak?? tanyanya dengan khawatir.

" Itu benar dek, hanya saja, dia mengajukan banding kepengadilan". Kayla menghembuskan nafasnya kasar.

Mereka yang ada disana memperhatikan percakapan mereka, mereka seakan mendengarkan percakapan dua orang dewasa bukan percakapan anak-anak.

"Kak itu gawat kalau tante sampai bisa menang di pengadilan, rumah kita akan jadi sasarannya". Panik Kanaya

"Kakak akan bicara dengan pak desa untuk solusi rumah kita, sebenarnya kakak punya ide, tapi kakak tidak tahu pak desa setuju atau tidak".

"Ide apa itu kak?? Tanya Kanaya dengan penasaran.

"Kakak akan meminta pak desa pura-pura membeli rumah kita dan kita bisa cari rumah kecil untuk kita tempati, kakak juga akan meminta bapak desa untuk mengusir tante dari kampung kita karena dia sudah meresahkan banyak warga dengan tindakan asusila".

"Kakak benar, kita harus berbicara dengan pak desa, kita tidak bisa mengalah terus, kita harus mempertahankan rumah kita, itu satu-satunya peninggalan ayah dan ibu kita". Kanaya kini menangis memeluk sang kakak.

"Keenan akan pukul tante karena membuat kakak menangis, Keenan janji". Keenan memeluk sang kakak dengan sayang.

lelaki satu-satunya di keluarga Kayla ini begitu perhatian dan melindungi sang kakak, walau usianya masih kecil dia sudah memiliki jiwa kepemimpinan.

"Kita saling menjaga dan melindungi yah dek, jangan sedih, Tuhan tidak akan memberikan kita ujian jika kita tak mampu melewatinya, kalian sabar yah". Kayla memeluk kedua adiknya dengan sayang.

Sosok kakak yang lemah lembut dan penuh kasih sayang serta ketegasan dalam mendidik sang adik menjadikan Kayla menjadi kakak kesayangan dan kebanggan bagi ketiga adiknya itu.

"Kalian sudah sarapan?? Tanya Kayla mengelus kepala sang adik.

"Sudah kak, sama dek keisha tadi, tapi dia sudah minum obat makanya tidur lagi". Kanaya tersenyum manis kepada sang kakak.

"Ya sudah, kakak beli makanan dulu yah, kalian tunggu disini".

"Tidak perlu kak, tadi pak desa menitipkan makanan untuk kakak, ada juga beberapa cemilan dan barang untuk kakak dan ade disini, oh iya bagaimana keadaan adek keisha kak?? Tanya Kanaya mengambil bungkusan makanan titipan pak desa untuk sang kakak.

"Oh seperti dek, yah sudah kakak makan itu saja, dek keisha agak mendingan kok, nanti beberapa hari lagi jika demamnya tidak naik, dia boleh pulang". Kayla mengusap kepala sang adik dan mengucapkan terimakasih.

"Ini kak makanannya, kakak sarapan dulu setelah itu baru mandi, biar aku yang jaga dek keisha".

"Iya dek, makasih yah, kamu duduk saja atau sambil berbaring jaganya, kasihan kalian perjalanan jauh semalam kan??

"Iya kak, sekarang kakak makan". Kanaya membantu sang kakak menyajikan makanan untuknya.

"Keenan sudah makan dek?? ". Tanya Kayla menurunkan keenan dari pangkuannya.

"Sudah kakak, sama kak Kanaya dan adek Keisha tadi". Keenan menjauh agar sang kakak bisa makan dengan tenang.

"Ya sudah kakak makan yah dek". Kayla memakan sarapan itu dengan perasaan senang dan lega.

Sejujurnya sejak kemaren dia sangat mengkhawatirkan kedua adiknya tapi melihat kedua adiknya berada di hadapan nya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja, dia sangat lega.

"Makan yang banyak kakak, kakak harus sehat supaya bisa jaga kami semua". Keenan menatap sang kakak dengan perasaan sendu.

"Iya sayang, kakak akan makan banyak supaya kuat dan sehat, biar bisa jaga kalian dengan baik".

Setelah makan Kayla segera mengambil baju ganti, karena Kanaya sudah menyiapkan pakaian sang kakak dan akan membawa baju kotor kakaknya untuk dicuci dirumah, dia memang membawahkan beberapa baju ganti untuk kakak dan adiknya. Dia juga sudah mengganti baju sang adik dibantu suster tadi.

Mereka bertiga sejak tadi menjadi pusat perhatian karena interaksi mereka yang manis.

"Lihatlah mereka nak, mereka tak punya orangtua dan hidup sengsara tapi mereka bisa bersyukur dan tetap semangat menjalani hidup, ibu harap kamu juga bisa mencontoh sikap baik mereka itu". Ucap sorang ibu disamping tempat tidur keisha

"Iya bu, aku beruntung masih punya ibu dan ayah, maafkan aku karena selalu nakal dan membuat ibu dan ayah marah-marah karena tingkah dan kelakuanku, aku janji setelah sembuh aku akan menjadi anak baik untuk ibu dan ayah". Sang anak kini menangis memeluk sang ibu.

Sejak kemaren, dia memperhatikan Kayla yang tengah mengurus sang adik sendirian, lelaki berusia 12 tahun bernama Arvan itu merasa tersindir karena sikapnya selama ini keterlaluan pada ayah dan ibunya padahal disekelilingnya ada anak-anak yang tidak memliki orangtua dan dia bisa melihatnya sendiri bagaimana perjuangan Kayla dan saudaranya tanpa orangtua. Sedangkan dirinya yang memiliki orang tua lengkap tapi tidak dia hormati.

"Syukurlah nak, ibu hanya berharap kelak kamu bisa menjadi anak yang baik dan sukses, hanya itu doa ibu dan ayah".

Kanaya dan Kayla yang mendengar dan melihat adegan itu menjadi sedih, mereka teringat akan kedua orangtua mereka yang telah tiada.

"Kakak harus jadi anak baik, kakak beruntung masih punya orangtua lengkap, sedangkan kami, harus berjuang hidup tanpa orangtua, sayangi mereka selagi ada, jangan sampai kakak menyesal dikemudian hari ketika mereka sudah tidak ada". Kanaya dan Kayla menundukkan kepalanya menangis.

"Iya dek, terima kasih memberikan kakak pelajaran berharga, kedepannya kakak akan belajar sungguh-sungguh untuk membahagiakan ayah dan ibu kakak, kakak kan menjadi anak sukses dan membanggakan kedua orangtua kakak".

Kedua orangtua Arvan tersenyum Haru kemudian memeluk snag anak dan menciumnya. Mereka beruntung bisa bertemu dengan Kayla dan saudara nya karena bisa menyadarkan sang anak yang memiliki sikap yang tidak baik selama ini, mereka selalu kewalahan menghadapinya tapi kini, perubahan besar itu terjadi tanpa campur tangan mereka melainkan campur tangan orang lain didepan mata mereka.

"Kata ibuku, laki-laki itu dipegang omongannya kak, jika dia melanggar janjinya itu bukan lelaki namanya tapi pecundang, laki-laki sejati itu harus bisa melindungi dan menjaga orang terkasihnya terutama orangtua dan juga saudaranya". Keenan mengingat jelas perkataan sang ibu kepadanya sebelum beliau pergi.

"Iya dek, kakak laki-laki sejati, kakak pasti akan memenuhi perkataan kakak tadi, ibu dan ayah jadi saksinya".

"Bagus kak, kita janji seorang laki-laki". Ucap Keenan dengan tersenyum mengangkat tangannya kearah Ervan dan tersenyum.

"Janji seorang laki-laki". Ervan menyambut tangan itu dengan senyuman.

Sedangkan mereka semua anak lelaki yang ada disana menyaksikannya dan mereka juga tos jauh dari tempat tidur mereka karena mereka tidak bisa bangun.

Para orangtua memandang mereka dengan Haru, sedangkan Kanaya dan Kayla menangis melihat sang adik yang memiliki pemikiran yang hebat, mereka hanya berharap kedepannya mereka bisa menjadi sukses.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!