NovelToon NovelToon
Terjebak Diantara Cinta Dan Dendam

Terjebak Diantara Cinta Dan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Cinta Murni / Romansa
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fajar Riyanti

Finn kembali untuk membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya. Dengan bantuan ayah angkatnya, Finn meminta dijodohkan dengan putri dari pembunuh kedua orang tuanya, yaitu Selena.

Ditengah rencana perjodohan, seorang gadis bernama Giselle muncul dan mulai mengganggu hidup Finn.

"Jika aku boleh memilih, aku tidak ingin terlahir menjadi keturunan keluarga Milano. Aku ingin melihat dunia luar, Finn... Merasakan hidup layaknya manusia pada umumnya," ~ Giselle.

"Aku akan membawamu keluar dan melihat dunia. Jika aku memintamu untuk menikah denganku, apa kamu mau?" ~ Finn.

Cinta yang mulai tumbuh diantara keduanya akankah mampu meluluhkan dendam yang sudah mendarah daging?

100% fiksi, bagi yang tidak suka boleh langsung skip tanpa meninggalkan rating atau komentar jelek. Selamat membaca dan salam dunia perhaluan, Terimakasih 🙏 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajar Riyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 : TDCDD

Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, baik Finn maupun Giselle belum ada yang keluar dari ruangan. Finn sengaja mengunci pintu ruangannya supaya Giselle tidak bisa pergi kemana-mana, sementara dia masih berkutat dengan laptopnya dan sedang mengerjakan beberapa file penting.

"Finn, Glenn sudah menungguku di bawah, aku harus segera pulang!"

Finn sama sekali tak berpaling dari layar laptopnya, membuat Giselle menghela nafas panjang dan mendekat ke arahnya. Wajah gadis itu sudah sangat kesal karena sejak tadi ucapannya terus diabaikan.

"Finn, apa kamu tuli? Aku bilang aku mau pul..." Giselle menggantung kalimatnya saat tiba-tiba Finn menarik mundur kursinya, menarik pergelangan tangannya dan membuat tubuhnya jatuh terduduk di pangkuan pria itu.

"Apa yang kamu lakukan, Finn! Kita sudah sangat terlambat untuk pulang, dan Glenn sudah menungguku di bawah!" imbuhnya kesal, Giselle berusaha untuk bangun namun Finn menahan pinggangnya.

"Aku hanya ingin memiliki waktu sedikit lebih lama denganmu, karena malam ini aku tidak akan datang untuk melihatmu," ucap Finn.

Ekspresi wajah Giselle tiba-tiba berubah kecewa, "Ke-kenapa?"

"Kita sudah bertemu di kantor seharian, jadi aku tidak perlu sembunyi-sembunyi menemui kamu lagi kan? Lagipula malam ini aku ada urusan yang sangat penting, jadi aku tidak bisa menemuimu," terang Finn.

"Kamu mau bertemu dengan kak Selena?" tanyanya pelan, ada rasa tidak suka saat menanyakan tentang hal itu.

"Tidak, aku bukan ingin menemui Selena. Tapi ada hal lain yang lebih penting lagi dari itu," suaranya terdengar berat, Finn menatap Giselle lekat.

"Apa itu?"

"Membunuh,"

"Me-membunuh??" tanyanya dengan alis berkerut, wajahnya berubah sedikit tegang.

Finn mengangguk, "Hmm, membunuh siapapun, mungkin kamu termasuk salah satunya,"

Suasana mendadak hening, lalu tergantikan oleh suara tawa lepas Giselle. Gadis itu menganggap ucapan Finn hanya sebagai candaan belaka.

"Kamu terlalu fokus bekerja, jadi bicaramu mulai ngawur. Sebaiknya kita pulang sekarang, Bi Nilam juga pasti sudah menungguku di rumah," Giselle beranjak bangun dari pangkuan Finn dan mengambil tasnya yang ditaruh di atas meja kerjanya.

Finn tidak berbohong, malam ini dia memang akan melanjutkan kembali misinya untuk menggagalkan rencana Tuan Andreas mengirimkan barang-barang ilegal. Riyan sudah mengirimkan titik lokasi dimana orang-orang Tuan Andreas tengah menyiapkan barang-barang yang akan dikirimkan itu.

Sebelum keluar, Finn lebih dulu merapikan pekerjaannya. Keduanya berjalan saling beriringan menuju ke arah lift. Tidak ada obrolan khusus diantara keduanya, sesekali Giselle melirik ke arah Finn yang terlihat begitu dingin dan nampak acuh.

Beberapa kali Giselle menarik nafas panjang, dia ingin mengatakan sesuatu tapi sedikit ragu. Seharian ini dia benar-benar memakan gaji buta, menonton drama-drama pendek di laptop sambil ngemil-ngemil didalam ruangan bersama dengan Riyan, sementara Finn sibuk mengerjakan semua pekerjaannya sendiri.

Sebelum pintu lift terbuka, Finn lebih dulu merengkuh pinggang Giselle dan menarik tubuhnya mendekat, mendaratkan ciuman tepat di bibirnya. Hanya sebuah kecupan singkat dan tidak menuntut, karena sekarang kehadiran mereka sudah ditunggu.

"Jangan pergi terlalu lama dengannya. Setelah urusanku selesai, aku akan datang untuk melihatmu," ucap Finn.

Giselle masih sedikit syok dengan perlakuan Finn yang tiba-tiba, "Tapi tadi kamu bilang..."

"Jika aku tidak akan datang untuk melihatmu?" potong Finn, Giselle menganggukkan kepalanya.

"Apa tadi aku terlihat begitu serius mengatakannya?" tanya Finn, dia menatap ke arah pintu lift yang terbuka lebar. "Keluarlah dan temui dia. Ingat pesanku, langsung pulang dan jangan berada di luar terlalu lama, karena sangat berbahaya untuk kamu,"

Meskipun identitas Giselle disembunyikan oleh Tuan Andreas, tapi itu tidak menjamin keselamatan gadis itu aman. Buktinya malam itu ada yang dengan sengaja ingin menembak Giselle. Finn tidak ingin mengambil resiko, dia harus selalu waspada untuk melindungi gadis itu. Tanpa sepengetahuan Giselle, dia sudah menyiapkan orang kepercayaan untuk mengikuti gadis itu dan memastikannya pulang sampai ke rumah dengan aman.

Glenn langsung menyambut kedatangan Giselle begitu melihat gadis itu keluar dari pintu utama, sudah hampir dua jam dia menunggu disana dan tidak diijinkan masuk oleh security dengan alasan tidak memiliki kepentingan khusus.

"Ini adalah hari pertamanya bekerja, tapi kamu sudah menyuruhnya lembur, apa itu tidak terlalu kejam?" sindir Glenn pada Finn.

"Dia masih tahap belajar, semakin cepat dia berkembang bukankah akan semakin bagus. Lagipula aku bertanggung jawab atas keselamatannya, jika kamu keberatan untuk mengantar jemputnya, aku bisa melakukannya."

"Kurang ajar!" tangan Glenn mengepal dan bersiap untuk memukul Finn, namun segera ditahan oleh Giselle.

"Glenn, aku tidak keberatan jika harus lembur. Sebaiknya kita pulang sekarang, jangan membuat masalah disini!"

Giselle membawa Glenn naik ke dalam mobil. Sebenarnya Glenn ingin sekali membuat perhitungan dengan Finn, entah mengapa dia sangat tidak menyukai kedekatan Giselle dengan bosnya itu. Dari tatapannya, Glenn bisa melihat jika Finn memiliki ketertarikan tersendiri pada Giselle.

💙

💙

💙

Finn sudah bersiap dengan kostum serba hitamnya, saat ini dia sudah ada didalam mobil bersama dengan Riyan. Mobil itu terparkir cukup jauh dari lokasi dimana orang-orang Tuan Andreas sedang mengangkut barang-barang yang akan mereka jual naik ke atas kapal.

"Hati-hati, Finn. Sepertinya mereka sudah mulai waspada dan bisa menyerang balik kapan saja," ucap Riyan.

"Aku tau, kamu bisa pergi setelah aku turun!"

Finn turun dari dalam mobil Riyan dan naik ke atas motor balap yang sudah disiapkan oleh sahabatnya itu. Dengan menaiki motor tersebut dan menggunakan helm full face berwarna hitam dikepalanya, Finn melaju menuju tempat kapal akan segera berlayar. Disana orang-orang Reno sudah mulai berjalan naik ke atas kapal.

Dorr...

Dorr...

Suara tembakan terdengar nyaring memekik telinga, beberapa orang yang akan naik ke atas kapal mati tertembak. Reno yang menyaksikan pemandangan itu nampak begitu geram, dia mengeluarkan senjatanya dan mengarahkannya pada sosok yang sedang mengendarai motor balap itu.

Dalam suasana laut yang begitu tenang, ketegangan mulai terjadi, suara-suara tembakan saling beradu. Masih dengan mengendarai motornya, Finn menembak mati satu persatu anak buah Reno. Mayat mulai berjatuhan dengan darah segar mengalir dari tubuh mereka.

"Breng-sek...!!!"

Reno dan beberapa anak buahnya yang masih selamat segera naik ke dalam mobil, mereka mengejar motor yang dinaiki oleh Finn hingga menuju ke jalanan aspal. Jalanan mulai basah oleh air gerimis yang tiba-tiba turun, Reno dan orang-orangnya terus mengarahkan tembakan pada pengendara motor di depannya.

Dorrr...

Dorrr...

Suara deru mobil semakin mendekat, Finn menaikkan kembali kecepatan motornya. Suasana sekitar begitu sepi dan mulai mencekam, motor yang dinaiki Finn memasuki jalan yang akan membawanya menuju ke arah hutan.

Dorrr...

Sebuah peluru berhasil mendarat di bahu Finn, motor yang dinaikinya oleng dan masuk diantara semak-semak.Terdengar suara benda jatuh masuk ke dalam tebing, menimbulkan ledakan yang cukup besar, nyala api menerangi di dalam kegelapan malam. Mobil yang dinaiki oleh Reno segera berhenti, mereka bergegas turun untuk memastikan musuh mereka telah mati.

Tawa Reno menggelar di udara, dia menatap puas akan hasil karyanya yang berhasil menaklukkan si peneror yang akhir-akhir ini sangat meresahkan mereka. Meskipun belum sempat mengetahui siapa sosok dibalik pakaian serba hitam itu, namun Reno tetap merasa puas, tidak akan ada yang berhasil selamat jika jatuh dari ketinggian setinggi itu.

"Mam-pus kamu, itulah akibatnya jika berani bermain-main denganku!!!"

...✨✨✨...

1
Mitha ramadhani
matiin si Reno itu cpet kak, greget aku nya😬
Nazefa
yah si Ryan mau mau aja di ajakin nonton film drama../Joyful//Joyful/
Nazefa
sedih pasti Gisele nggak dapat jatah.../Joyful//Joyful/
Nazefa
nah, begitu!/Curse//Curse/
Nazefa
iya, nanti dikasih pistonnya Finn yang itu lagi looh.../Facepalm//Facepalm/
Nazefa
sekertaris hanghenghong dooong.../Joyful//Joyful/
Nazefa
sudah jelas pasti cocok! jangan mau di PHP Glenn.../Joyful//Joyful//Joyful/
Mrs.Riozelino Fernandez
blom tentu ya....bisa aja Finn melompat....
Mrs.Riozelino Fernandez: semoga sesudah ini Reno yang ditembak
Zhu Yun💫: Membiarkan musuh terbang dulu kak setinggi langit baru nanti dijatuhkan sampai ke dasar jurang/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Mrs.Riozelino Fernandez
sesama laki laki Glenn pasti tau gimana mata Finn memandang Giselle
Zhu Yun💫: Gayung love pink yang sempat viral itu ya kak /Facepalm/
Mrs.Riozelino Fernandez: ada love love nya gtu Dimata Finn kk 😆😆😆
tapi bukan gayung love pink ya 🤣🤣🤣
total 3 replies
dewidewie
Wah finn galak juga
dewidewie
wah finn mau jadi spiderman/Shy/
dewidewie
Hmmmm
FT. Zira
kebetulan yg di ciptakan...
😏😏
Zhu Yun💫: Biar bisa menciptakan yang lain /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
FT. Zira
ya bukan gaji buta Gis.. kan kamu kerja..menenangkan 🐍 yg terus meronta pengen keluar dari sarangnya🤣
Zhu Yun💫: Biar si 🐍 anget trus /Joyful//Joyful/
total 1 replies
FT. Zira
sekertaris di atas ranjang maksudnya Gis.. 🤧🤧
Zhu Yun💫: Sekertaris plus-plus /Joyful//Joyful/
total 1 replies
FT. Zira
mana mau dia.. yg ada kalo kerja di perusahaanmu Giselle gak bisa berduaan sma finn😏
Zhu Yun💫: Pengennya nempel terus kayak perangko /Curse//Curse/
total 1 replies
Mitha ramadhani
tetep semangat dan selalu sehat ya author kesayangan ku😘 biar bisa up terus 🤭 love you author ❤️🌹
Zhu Yun💫: Sehat selalu juga untuk kakak 🥰
Terimakasih untuk dukungan luar biasanya kakak 🫶🫶🫶
total 1 replies
FT. Zira
sana cari tau.. aku mau ☕️ dulu.
yookkk kak Zhu.. kita ☕️ bareng
Zhu Yun💫: Nyari tau sampai mati juga udah kecolongan banyak si aki /Curse//Curse//Curse/
Terimakasih kakak sambutan kopinya /Drool/
total 1 replies
FT. Zira
cocok lah sesama suka mengarang cerita kek othornya.. ehhh🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️kaburrrr
Zhu Yun💫: Jodoh Kita berarti /Joyful//Joyful/
total 1 replies
FT. Zira
udah jantuh cintrong juga dirimu Gis.. gas aja lah
.. sayang kalo di anggurin itu menara Finn, sebelum roboh🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Zhu Yun💫: Roboh bangunin lagi /Joyful//Joyful//Joyful/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!