Annisa adalah asli warga Negara Indonesia yang sudah lama merantau di kota Sidney sebagai mahasiswa dan mendapat pekerjaan di RS ternama dikota maju tersebut sebagai Dokter.
Bertemu dengan seorang lelaki tampan jenius yang berbeda keyakinan dengan nya. Apa kah cinta mereka bertemu atau berakhir dengan sendirinya.
ig: @Dedektanjung_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boru tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Duabelas
Seminggu kemudian, Richo pun mulai masuk kerja dan disambut dengan baik oleh karyawan, dokter dokter termasuk Annisa. Disaat ketidak tiadaan Richo selama ini, Annisa lah yang selalu merapaikan ruang kerja nya.
Saat ini, Richo sedikit kecewa karna tidak ada bekal makan siang dimejanya.
Akhirnya dia keluar mencari keberadaan Annisa, hingga akhirnya dia menemukan Annisa yang sedang sibuk pada pasien pasiennya yang ditemani Kylin disampingnya.
Tak enak hati mengganggu Nisa dalam bekerja, akhirnya Richo memutuskan menunggu Annisa diruang kerja Annisa selepas waktu pulang kerja.
"Maaf dok. Ada yang bisa saya bantu?" sapa Nisa terkejut akan kedatangan Richo diruangannya.
" Apakah kamu sudah melupakan perjanjian kita Nisa?" Jawab Richo sembari mengotak atikan komputer dimejanya.
" Maksudnya dok?"
" Bekal siangku".
" Oh .. Itu, maaf dok, saya gak tau kalau dokter bakal masuk kerja hari ini, jadi saya tidak membawakan nya."
"Ya sudah, mulai besok berarti sudah ada ya." Tanya Richo dingin sambil berdiri ingin pergi.
" Besok!. " Sontak nisa.
" Besok. Ia. Emang kenapa?"
" Lusa aja dok, Besok saya libur"
" Okelah kali ini aja". Balasnya lagi lalu meninggalkan ruangan Annisa menuju ruangannya.
Nisa pergi terburu buru lalu beranjak kebendara untuk menjeput kedatangan Imam dari Indo, bertujuan hanya liburan bersama teman temannya.
Saat Richo menyeduh kopi di kantin, tanpa disadari adanya Calvin, Clarisa dan Kylin yang sedang menikmati mie instan cup yang memang sudah duduk terlebih dahulu diruangan itu.
" Dokter Richo, Gimana lukanya Dok?" Sapa Calvin.
"Sudah baikan" Jawab Richo.
" Kenapa belum pulang?" Tanya Richo pada Clarisa.
" Bentar lagi dok".
" Oh." Jawab Richo singkat sambil menyeruput kopi panas buatannya, lalu duduk dimeja yang tak jauh dari kumpulan mereka bertiga.
" Uh.. Andai aja tadi aku cepat selesaikan pasien itu, pasti aku bisa ikut dokter Nisa menemui calon pacarnya?" Ucap Kylin.
" Karna aku masih penasaran sama orang yang sudah buat dokter Annisa senyum senyum sendiri kalau lagi chatingan " Ketus Kylin lagi membuat Richo sedikit jengkel mendengarnya tapi penasaran.
" Hus! Biarin kali ini dia bersenang senang, ntar kamu ikut, terus calonnya jatuh cintanya sama kamu, gimana?" Sambung Calvin.
" Gak mungkinlah. Mereka sepertinya udah dekat koq". Tambah Kylin.
" Ia sih. Annisa sering curhat tentang Iman sama aku."
"Katanya mereka sudah berhubungan dekat sama Imam. Mungkin aja mereka udah bertunangan waktu di Indo. Apalagi kata Annisa, ayah nya menyetujui hubungan kedekatan mereka." Tambah Clarisa sengaja untuk memanaskan fikiran Richo, yang sedari tadi terlihat kesal dan fokus mendengar pembicaraan mereka bertiga.
" Kalau menurut aku, Annisa lebih cocok dengan Randy, pacar nya dulu. Selain tampan dia juga pewaris tunggal, dan sekarang dia juga sudah punya usaha sendiri. Kalau mereka menikah, aku yakin pasti mereka bahagia ." Tambah Calvin.
" Gak setuju!" Balas Kylin, membuat mereka terkejut termasuk Richo .
" Kenapa ?" Tanya Calvin balik.
" Udah cukup Dokter Annisa terpuruk sama masa lalunya bersama laki laki itu. Aku harap jangan sampai mereka balikan lagi. Aku gak terima!" Ketus Kylin cemberut.
" Siapa pun jodoh Nisa kelak, kita sebagai teman harus tetap mensuportnya,.semoga pilihannya yang terbaik." Ucap Clarisa.
" Karna aku juga gak mau, andai kata Annisa berjodoh dengan imam, lalu mereka menikah. Annisa pasti bakal kembali ke indo bersama suaminya. Kita pasti bakal kangen buat kumpul bareng bareng lagi.."
"Huff.. !Dan aku juga berharap, kalau Annisa tetap tinggal disini dan menemukan jodohnya disini, apalagi satu pekerjaan dengannya. Bener gk?" Tambah Clarisa sengaja mengarang ceritanya.
Dengan hati panas bercampur fikiran kacau , Richo langsung pergi meninggalkan mereka bertiga, menuju ruang kerjanya. Richo terduduk diam memikirkan cara untuk menggagalkan niat Annisa bersama dengan calon pacarnya itu.
Sedang Clarisa yang melihat mimik wajah kesal Richo yang pergi,hanya tersenyum puas melihatnya. Dia berhasil melihat Richo cemburu, karna dugaan nya selama ini ternyata benar, bahwa Richo sudah menaruh hati pada Annisa.
***
Disi lain, saat Annisa menunggu dibandara, tak berapa lama Dia melihat orang yang dia kenalnya keluar dari pintu bandara.
"Hai!! Aku disini." Sapa Nisa melambaikan tangan kepada Iman beserta kedua temannya.
"Alhamdulillah, kita bisa jumpa lagi?" Sapa Imam kembali.
"Oh. Ia Nis, kenalin teman aku dari kampung."
"Oh. Ini dokter cantik dan anggun yang sering kamu ceritain ke aku mam. Ternyata lebih cantik aslinya ya?" Sambut Doni. membuat wajah Nisa berseri malu mendengarnya.
" Ah elo bikin malu aja." Tambah Imam membuat semua tertawa.
" Saya Doni. Teman sekampus Imam" Sapa Doni tampa menjabatkan tangan dengan Nisa, lalu merapatkan kedua tangannya tanpa bersentuhan.
" Annisa.." Balas Nisa lembut yang tak lupa senyum manisnya.
"Fahri." Tambah teman Iman yang satunya lagi.
" .. Gimana , gak ada kendala dijalan kan?" Tanya Annisa memulai berjalan keluar bandara menuju parkiran mobilnya.
"Alhamdulillah Lancar" Sambut Imam.
"Ia lancar lah, semangat 45 pun gara gara kepengen jumpa kamu Nis? heheh." Potong doni yang memang sedikit rewel, tapi berbanding terbalik dengan Fahri yang hanya diam senyum saja yang selalu melihat tingkah kedua temannya itu.
" Syukurlah, Senang mendengarnya .hehe" Balas Nisa.
"Oh ia, ini mau diantar kemana? Biar besok kita puas puasin jalan jalannya..Tapi maaf banget ya, cuma bisa temani sehari doang?". Jelas nisa.
Kemudian mereka masuk kedalam mobil Annisa, dan mulai melaju menuju arah petunjuk arah yang diberikan Imam kepadanya.
" Gak papa cuma sehari, itu aja udah bersyukur koq, udah mau nemani kami disini." Balas Imam.
"Ia, karna saudara Fahri aja juga yang tinggal disini disini, ntar setelah kita keliling sama Annisa , besoknya kami kesana bersilaturrahmi kerumahnya." Jelas Doni, sedang Fahri hanya mengangguk dan tersenyum.
" Oh ya? "
"Dimana? Ntar, kalau sempat sebelum pergi kerja aku yang antar kalian?,
"Oia kalian belum makan kan? Kita makan dulu ya?" Jawab nisa sambil menyetir yang memang sengaja menuju keresto tempat biasa .
" Belum sih. Hehehe, Kami juga masih bingung makan makanan muslim disini ?" Tanya Imam.
" Ah..Zaman sekarang mah gampang, muslim diseluruh dunia sudah banyak koq apalagi Rumah Makannya. Terus masakan indonesia juga banyak disini." Jelas Nisa, hingga tak berapa lama sampai diresto kecil.
Satu persatu mereka keluar dari mobil dan masuk keresto tersebut, lalu mencari tempat duduk untuk makan bersama.
Saat makan malam bersama , banyak hal yang mereka bahas hingga membuat mereka tertawa bahagia. Sampai akhirnya, mereka menyudahi makannya lalu menuju ketempat penginapan mereka bertiga yang memang tak jauh dari apartement Annisa.
Setelah Nisa mengantar ketiga temannya kepenginapan, Annisa kembali kekamarnya lalu bebersih diri dan membongkar isi lemari untuk mencari baju yang cocok untuk dia gunakan besok. Setelah menemukannya, Nisa akhirnya tertidur dan melalui malam indahnya.
Hai kakak...
Jangan Lupa like, coment, favorit dan vote nya ya
Lanjut kembali sayang.