Demi sebuah kekayaan dan ketenaran, wanita yang sudah berusia 28 tahun itu dengan tega menjual jiwa-jiwa orang yang tidak berdosa.
Bukan tak berdosa, hanya saja Kinan ingin membalas dendam atas sakit hati nya kepada penduduk kampung yang selalu menghina keluarga nya. Bahkan, ayah Kinan meninggal secara tragis di tangan kepala desa hingga membuat Kinan semakin yakin untuk membalas dendam.
Sangat mulus, ketika Kinan menumbalkan satu nyawa, maka harta kekayaan nya akan semakin bertambah. Namun, seiring berjalan nya waktu sesuatu yang instan itu tidak akan bertahan lama.
Tanpa sengaja, seorang anak pemuka agama dari kota sebelah jatuh cinta pandangan pertama pada Kinan. Di mulai dari perkenalan itu lah yang membuat hidup Kinan perlahan menjadi hancur.
Jangan lupa baca karya aku ya😊😊
Jangan lupa juga Like Vote Rate and Coment terimakasih😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12.Kematian Putra
Suara teriakan seorang laki-laki melintang buana di sudut kamar yang sudah sangat berantakan. Pria itu menjerit histeris di malan gelap pekat, mata nya nyaris keluar bahkan darah dan nanah sudah mulai mengalir dari bola mata nya.
"Aku sudah tak sanggup melihat anak kita seperti ini pak." ucap Astri ibu Putra dengan isak nya.
"Padahal bapak sudah memanggil semua dukun tapi hasil nya nihil." balas Darto.
"Jika terus seperti ini, anak bapak akan menjadi aib di kampung kita karena bapak adalah kepala desa di sini." ucap salah seorang warga.
Darto hanya diam, ia tak menyangka akan nasib buruk yang menimpa anak nya.
"Apa yang harus aku lakukan lagi, semua sudah ku lakukan demi kesembuhan Putra." ucap nya pasrah.
Kembali lagi ke Putra, pria malang itu tiba-tiba berguling-guling sambil menggeram kesakitan, bau busuk dari luka di tubuh nya tercium semakin menyengat. Putra melemah, ia tergeletak di lantai dingin dalam keadaan yang sudah tak bernyawa. Astri histeris saat menyaksikan sendiri anak nya mati dalam keadaan yang sangat mengerikan.
"Putra.....bangun nak...." teriak Astri histeris.
Darto hanya bisa menguatkan istri nya, kemudian beberapa warga langsung membantu pengurusan jenazah Putra.
Kabar meninggalnya Putra sudah tersebar di setiap penjuru kampung, bahkan ada beberapa warga dari kampung lain yang datang karena penasaran dengan kematian Putra yang di kenal sebagai laki-laki tampan tersebut.
"Lihatlah, aku sudah menghakhiri masa penderitaan mu Putra." lirih Kinan tertawa sinis.
Wanita itu sangat puas dengan kematian Putra, hati nya sudah di selimuti awan hitam pekat membuat Kinan semakin jahat.
Pagi ini pemakaman Putra sangat ramai di hadiri warga yang penasaran, mereka sedikit berbisik-bisik dengan kematian tidak wajar nya Putra.
"Apa kalian tidak merasa, di kampung kita akhir-akhir ini banyak kejadian aneh." ujar salah seorang ibu-ibu.
"Iya, aku juga merasa begitu, entah kenapa yang terkesan jahat di kampung ini tiba-tiba mati dengan tidak wajar." sambung ibu-ibu lain nya.
"Aku jadi sangat takut." ucap mereka bersamaan.
Semua orang yang melayat harus rela menutup hidung mereka karena bau busuk dari jasad Putra sangat menyeruak sampai kemana-mana.
Kinan dan ibu nya hanya duduk santai di kursi yang telah di sediakan, wanita itu memandang lekat peti mati yang sengaja di siapkan untuk jasad Putra. Dari balik kacamata hitam nya, Kinan seperti merayakan kemenangan dalam hati nya.
Masih sama, Astri menangis sejadi-jadi nya saat melihat tubuh anak nya di masukan ke dalam peti mati. Setelah di masukan ke dalam peti mati, barulah para pelayat bisa bernafas lega karena bau busuk itu sudah mulai berkurang.
Malam kembali menyapa, Kinan sedang memikirkan siapa tumbal yang akan ia korban kan selanjut nya.
"Aku harus memberi jeda agar para warga tak curiga." ucap nya.
Wanita itu kemudian memilih merebahkan tubuhnya yang lelah, mata nya mulai terpejam. Namun baru saja ia memejam kan mata, tiba-tiba bayangan bapak nya yang sedang di kroyok warga muncul kembali. Kinan jelas mengingat seorang pria dengan tegas nya menyuruh menghajar bapak nya.
"Aku melupakan mu, kau berpangkat tapi pangkat mu tak pantas bersanding dengan diri mu." ucap Kinan yang mulai emosi.
..aku sukaaa 🥰