Anisa Zahara adalah seorang gadis yang berasal dari keluarga sederhana.Nisa sosok gadis yang berhijab,sholeha,ramah.
Anisa berusia 18 tahun yang masih bersekolah.
Andrian Adhiguna sosok pria tampan,dingin jika dengan orang lain berusia 28 tahun.Dia adalah CEO di perusahaan miliknya.
Bagaimana kisahnya? Yuk baca...
****
Ini adalah karya pertama aku, maaf kalau masih banyak salahnya karena ini pertama kali aku menulis novel. Bantu aku ya kak memperbaiki kesalahanku dan jangan pernah bosan untuk memberikan aku saran bahkan kritik untuk novel pertama aku ini.
Budayakan untuk selalu tinggalin jejak yang berupa Like Komen Vote Rate bintang 5,dan juga tambahkan ke favorit,
Selalu dukung karya aku ya kak.
Maaf kalau masih banyak kesalahannya,karena ini juga novel pertama aku,
Mohon kasih sarannya ya kak buat aku.
Follow juga yuk kak
IG @afrida_1604.
I LOVE YOU ALL AND HAPPY READING😊
TERIMA KASIH😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A F R I D A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
" Ayo Nis kita masuk ke dalam udah mau sore ni " ajak Bu Ratih pada Nisa.
" Iya Tante ayo " jawab Nisa.
Mereka pun berjalan menuju pintu untuk masuk ke dalam rumah Bu Ratih yang sangat mewah itu.Saat Nisa masuk ke dalam rumah itu dia kembali di buat takjub akan isi yang ada di dalam rumah itu.Nisa begitu terkesima melihat langsung rumah yang begitu sangat indah menurutnya.
" Assalamualaikum " ucap mereka saat masuk dalam rumah.
Diana dan papanya yang sedang berada di ruang keluarga menonton tv mendengar suara ibunya dan juga suara seorang seorang perempuan.Mereka pun berjalan ke arah ibunya untuk menyambutnya pulang.
" Waalaikumsalam ma " jawab mereka sambil berjalan kearah mamanya.
Diana yang melihat Nisa sahabatnya dengan mamanya begitu kaget karena mamanya membawa Nisa ke rumah mereka.
" Loh Nisa kok kamu disini dan mama ? " tanya Diana kaget.
" Diana kamu kenal dengan Nisa ya " tanya mamanya tak kalah kagetnya.
Diana pun menceritakan bahwa Nisa yang dia cerita selama ini dan juga Nisa yang di tabrak oleh Andrian adalah Nisa yang sama dengan Nisa yang mamanya sekarang bawa ke rumah mereka.
" Ouh jadi gitu bagus deh kalo kamu udah kenal sama Nisa " ucap mamanya yang di balas anggukan oleh mereka.
" Oia pa ni Nisa yang mama kemarin sempat cerita ke papa " ucapnya pada suaminya.
Ya Bu Ratih pernah cerita ke suaminya tentang Nisa yang membantunya waktu itu dan dia bahkan berniat menjodohkannya dengan Andrian bila mereka bertemu.
" Nisa kenalin nama om Adhiguna panggil om aja ya " ucapnya pada Nisa.
" Iya om nama aku Nisa " jawab Nisa.
" Yaudah Nisa kamu gabung aja dulu sama Diana dan om,Tante mau kedapur dulu mau masak untuk makan malam kita " ucapnya pada Nisa
" Biar Nisa bantu Tante masak boleh " tanya Nisa pada Ratih.
" Ngga usah kok Nisa kamu duduk aja sama mereka biar Tante dan bibi yang masak buat kita ,kan kamu disini tamu masak mau masak buat kita " jawab Ratih sambil tersenyum.
" Yaudah Tante ke dapur dulu ya " ucapnya yang di balas anggukan oleh Nisa.
"Ayo Nis kamu duduk di samping aku,aku senang kamu datang kesini " ucap Diana pada Nisa
Sedangkan papanya udah pergi kamar sebentar karena ada sedikit pekerjaan.Walaupun dia tidak lagi ke kantor tapi dia masih tetap bekerja di rumah.Karena soal kantor udah dia serahkan pada anaknya Andrian. Diapun hanya membantu putranya bekerja di rumah aja.
" iya Na " jawab Nisa.
Dia pun berjalan untuk duduk di samping Diana karena Diana menyuruhnya.
" gimana ceritanya sih kamu bisa kenal sama mama " tanya Diana.
Nisa pun menceritakan tentang pertemuan pertamanya dengan mamanya Diana. Diana yang mendengarnya hanya mengangguk karena dia mengerti.
" Kamu mau ngga tidur disini " tanya Diana dengan tersenyum.
" Maaf Na aku ngga bisa tidur disini karena ibu aku sendiri di rumah " jawabnya.
" Gimana kalo aku tidur di rumah kamu saat Minggu besok boleh nggak " tanya Diana
" Eum boleh kok kalo kamu mau tidur di rumah aku " jawabnya tersenyum.
Diana yang mendengarnya pun sangat bahagia karena bisa menginap di rumahnya Nisa walaupun rumah Nisa tidak semewah rumah miliknya tapi dia sangat suka berada di rumahnya Nisa yang begitu nyaman baginya.
Saat mereka sedang mengobrol ngobrol terdengar suara ketukan pintu dan salam dari luar.Diana pun segera berjalan keluar rumahnya untuk membuka pintunya karena bibinya sedang memasak di dapur jadi dia yang membuka pintunya.
" Waalaikumsalam,kakak udah pulang " ucap Diana senang.
" Eum " jawabnya dengan deheman.
" Kak tau ngga ada Nisa di sini Lo " ucap Diana dengan berbisik sambil berjalan di samping kakaknya.
Andrian yang mendengar perkataan Diana langsung berhenti.
" Kamu jangan bercanda dong Diana ngga lucu tau " tanya Andrian.
" ih kakak ngga percayaan banget sih itu liat di ruang tamu tuh " tunjuk Diana di ruang tamu.
Andrian pun begitu kaget melihat wanita yang saat ini sangat dicintainya berada dalam rumahnya.
Andrian segera berjalan kearah ruang tamu saat melihat Nisa disana.
Diana yang di tinggal berjalan oleh kakaknya segera berjalan dengan cepat untuk menyeimbangi jalan kakaknya.
" Assalamualaikum " ucap Andrian untuk Nisa.
Nisa yang mendengar suara laki laki begitu terkejut dan segera membalikkan badannya menghadap Andrian karena saat ini di duduk membelakanginya.
" Wa Waalaikumsalam kak Andrian " jawabnya gugup.
" Kamu udah lama di sini dan dengan siapa kamu kesini " tanya Andrian pada Nisa.
" Ngga kok kak baru aja aku kesini dan aku datang kesini dengab Tante Ratih " jawabnya.
" Sama mama,kamu kenal sama mama " tanya lagi.
" Kakak banyak kali pertanyaan sih nanti Diana cerita ya sekarang kakak mandi dulu sana bau tau " ucapnya
" Iya iya bawel " jawab Andrian sambil mencubit hidung adiknya.
" Ih apaan sih kakak sakit tau,Nisa lihat tu kak Andrian mencubit hidung kamu ni " ucapnya sambil memegang hidungnya yang di cubit Andrian.Diana pun berjalan ke arah Nisa untuk melaporkan kakaknya itu.
Sedangkan Nisa yang melihat Diana begitu manja pada kakaknya hanya tersenyum sambil memegang bahunya Diana.
Andrian yang melihat Nisa tersenyum pada Nisa.
" Yaudah kakak kekamar dulu ya " ucap Andrian pada mereka berdua yang di balas anggukan oleh mereka.
Andrian pun berjalan ke kamarnya yang berada di lantai dua rumahnya.Diana dan Nisa memutuskan untuk pergi kedapur untuk melihat mamanya memasak.
" Ma biar kita bantu boleh ngga " tanya Diana pada mamanya.
" iya Tan Nisa juga mau bantu masak Nisa bosan kalo duduk aja " ucap Nisa pada Ratih.
" Yaudah deh kalo kalian maksa " jawabnya tersenyum.
Mereka semua pun memasak makan malam mereka kebetulan juga Diana sedikit bisa masak karena dia ajari mamanya tentunya.
Tak lama kemudian mereka selesai masak semua menu mereka untuk malam ini dan menatanya rapi di meja makan.
Mamanya pun menyuruh Diana untuk memanggil papa dan kakaknya di kamar untuk makan malam.
Diana pun mengiyakannya dan berjalan ke atas menuju kamar papanya lebih dulu setelah memanggil papanya dia pun kembali berjalan ke arah kamar kakaknya.
" Kak ayo kita makan,makanannya udah sip tu " ucap Diana sambil mengetuk pintu kamar kakaknya.
" Iya bentar " jawab Andrian dari dalam kamarnya dan berjalan untuk membuka pintu kamarnya.
" Ayo Na " ajak Andrian setelah menutup kembali pintu kamarnya.Diana pun mengiyakan dan mereka berjalan berdampingan untuk turun dari lantai dua.
" Nanti kamu cerita semuanya ya Na " ucap Andrian pada Diana.
" Cerita apaan kak " jawab Diana yang belum mengerti maksud kakaknya itu.