Berawal dari sikap sang istri yang selalu egois dan tidak lagi memberikan perhatian dan kasih sayang padanya. Membuat Reno, sosok suami yang awalnya baik dan penuh kasih sayang, pada akhirnya memilih mencari kesenangan diluar. Semua itu dia lakukan lantaran kesal, sebab sang istri yang diharapkan bisa memberikan perhatian dan kasih sayang, justru selalu mengecewakannya dan mengabaikannya, yang membuatnya merasa tidak dihargai lagi sebagai seorang suami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ida Kitty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 12
Siangnya, Reno masih terbaring di kamarnya. Keadaannya belum juga membaik. Perutnya yang terasa lapar, memaksanya beranjak dari tempat tidurnya lalu melangkah keluar kamar menuju ke dapur, meski dengan tubuhnya yang terasa lemas.
Namun sepertinya dia tidak berselera dengan makanan yang Melly siapkan, yang ternyata makanan sisa semalam.
Reno lalu duduk di ruang tengah, dia mencoba menghubungi Melly, berharap Melly bisa pulang cepat, setelah dia mengatakan keadaannya yang belum juga membaik.
"Iya, ada apa mas?" tanya Melly di telpon.
"Mel, bisa gak kamu pulang sekarang. Kepalaku pusing banget, aku juga lapar nih, kamu kok gak masakin aku dulu sih sebelum kamu berangkat. Udah tau aku lagi sakit," gerutu Reno.
"Mana aku sempat masak mas, kamu liat sendiri kan tadi aku buru-buru banget," jawab Melly.
"Acara arisannya udah selesai kan, kamu buruan pulang ya," pinta Reno.
"Gak bisa dong mas, kan aku tadi udah bilang, masih banyak acara-acara yang lain. Aku gak mau mas melewatkannya, mas Reno kalau gak mau makan nasi, makan roti aja, yang penting mas Reno makan, biar cepat sembuh. Udah ya mas, acaranya dah mau lanjut nih. Bye mas," ucap Melly, yang langsung menutup telponnya.
"Hah!" teriak Reno yang merasa sangat kesal dengan sikap Melly.
Reno terdiam, sambil menyandarkan kepalanya di sofa. Tidak lama kemudian, dia melangkah lagi ke dapur, dia berencana membuat bubur ayam, karena tiba-tiba dia ingin sekali makan bubur ayam. Namun dia bingung, karena dia tidak tau cara membuatnya. Sambil menahan kepalanya yang terasa sangat pusing, dia duduk di kursi makan dan mencoba lagi menghubungi Melly, untuk menanyakan bagaimana cara membuat bubur ayam. Namun berkali-kali Reno menelpon Melly, Melly tidak juga mau mengangkat telponnya, yang membuat Reno semakin merasa kesal.
Setelah beberapa saat terdiam, tiba-tiba saja Reno teringat Wulan. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung menghubunginya Wulan.
"Hai Lan, ini aku Reno," sapa Reno di telpon.
"Hai mas, gimana kabarnya, sehat kan mas? kirain udah lupa lagi sama Wulan," ucap Wulan, menunjukkan rasa kecewanya, karena Reno baru menghubunginya lagi setelah beberapa hari.
"Aku lagi sakit Lan,"
"Apa? mas Reno sakit. Mas Reno dirawat di rumah sakit mana? gimana keadaan mas Reno? mas Reno udah makan, udah minum obat? halo mas, mas Reno baik-baik aja kan mas?" tanya Wulan yang terdengar sangat panik, saat mengetahui Reno sakit.
"Aku dirumah Lan, masih pusing dan lemas. Itu dia, aku telpon kamu, mau tanya gimana cara membuat bubur ayam. Karena aku pengen sekali makan bubur ayam, tapi gak tau gimana cara membuatnya. Melly sedang tidak ada dirumah, dia sedang sibuk. Jadi bisa kan kamu ajari aku cara membuatnya," pinta Reno.
"Mas Reno gimana sih, lagi sakit kok sibuk mau masak. Gak boleh ah, Wulan takut mas Reno kenapa-kenapa. Gini aja, biar Wulan buatin ya bubur ayamnya, nanti mas Reno kirim alamat rumah mas Reno, biar nanti diantar ke sana. Udah, sekarang mas Reno istirahat ya,"
"Tapi apa gak ngrepotin? kamu kan lagi sibuk urusin pelanggan kamu. Udahlah, gak usah. Biar aku bikin sendiri,"
"Sama sekali gak ngrepotin mas, justru aku senang bisa membantu. Udah ya, bye mas. Tunggu ya," ucap Wulan yang langsung menutup telponnya.
Reno hanya tersenyum, sebenarnya dia sangat memahami perasaan Wulan, kalau Wulan masih sangat mencintainya. Dia sendiri juga tidak bisa membohongi perasaanya, kalau dia juga masih mencintai Wulan. Namun dia mengerti apa arti sebuah pernikahan, kalau dia tidak akan menodai kesucian pernikahannya, dengan menghadirkan wanita lain dalam rumah tangganya. Meskipun tidak ada larangan suatu poligami dalam Islam, namun dia memutuskan untuk hanya memiliki seorang istri dalam hidupnya.
*
Sementara itu di tempat Melly, selesai acara arisan, terlihat Alex sudah menunggu Melly di luar. Ternyata tidak ada acara lagi setelah acara arisan, itu hanya alasan Melly supaya bisa pergi berdua dengan Alex, laki-laki selingkuhannya itu.
"Mau kamu ajak kemana aku hari ini sayang?" tanya Melly, yang sudah berada di dalam mobil Alex.
"Ada deh, aku mau kasih kejutan buat kamu," Jawab Alex, sambil mencium tangan Melly.
"Sayang.. kamu emang selalu bisa nyenengin aku, gak kayak mas Reno, selalu aja bikin aku susah," gerutu Melly, yang membandingkan Alex dengan suaminya Reno.
"Mel, aku sangat mencintaimu. Aku gak akan biarkan kamu menderita sedikitpun," ucap Alex yang membuat hati Melly semakin luluh.
"Kamu benar-benar mencintaiku kan Lex?" tanya Melly penuh harap.
"Sangat Mel, aku sangat-sangat mencintaimu,"
"Jadi kapan kamu akan menikahi ku, secepatnya aku akan minta cerai dari mas Reno, kalau kamu benar akan menikahi ku. Aku gak mau ya, kamu hanya mempermainkan perasaanku, kamu tau sendiri kan betapa besarnya pengorbananku demi kamu, aku harus mengorbankan pernikahanku, kau tau itu bukanlah keputusan yang mudah," Melly berusaha menjelaskan keadaannya dan meminta kepastian dari Alex.
"Kamu jangan khawatir sayang, aku tidak akan membuatmu menyesal memilih aku. Aku serius cinta sama kamu dan ingin membina rumah tangga denganmu. Secepatnya aku akan menikahi mu, mungkin dalam minggu-minggu ini,"
Jawaban Alex jelas membuat Melly sangat girang, dia pun langsung memeluk Alex dengan manja.
"Makasih sayang, aku sangat senang mendengarnya. Secepatnya aku akan minta cerai dari mas Reno," ucap Wulan dengan penuh keyakinan.
*
Sementara itu di rumah Reno, Reno berbaring di sofa ruang tamu, sepertinya dia sudah tidak sabar lagi menunggu kedatangan Wulan dan mencicipi bubur ayam buatan Wulan.
Tidak lama kemudian, ada yang mengetuk pintu rumahnya, Reno pun langsung buru-buru membukakan pintu. Namun dia terlihat sangat kecewa, karena yang datang ternyata bukan Wulan, melainkan Wendi, salah satu karyawan Wulan.
"Siang mas Reno, ini.. saya disuruh mbak Wulan nganterin bubur ayam buat mas Reno. Kata mbak Wulan, mas Reno harus langsung memakannya, mumpung masih hangat," ucap Wendi sambil menyerahkan bubur ayamnya pada Reno.
"Oh ya, terimakasih. E.. Wulan nya mana ya?" tanya Reno sambil celingukan mencari-cari Wulan.
"Saya sendiri mas, mbak wulan nya gak ikut. Gak enak diliat orang katanya. Apa ya.. gak sopan gitu bilangnya. Ehmm, emang mas Reno butuhnya bubur ayam apa mbak Wulan?" goda Wendi.
"Dua-duanya," jawab Reno dengan mantap.
"Eh, mas Reno. Kalau sudah sembuh tengokin dong mbak Wulan, beberapa hari ini dia murung terus, kayaknya dia lagi mikirin mas Reno tu,"
"Oh ya?"
"Bener mas, aku aja sampai kasian liatnya,"
"Iya nanti kalau aku sudah sembuh, aku main ke kafe,"
Tiba-tiba ponsel Reno berbunyi, ternyata itu telpon dari Wulan.
"Nah ini, Wulan telpon,"
"Oh ya sudah, kalau begitu saya permisi mas,"
"Ya, terimakasih ya,"
"Sama-sama mas Reno," jawab Wendi yang langsung meninggalkan Reno.
Reno buru-buru mengangkat telponnya, sambil melangkah masuk ke dalam rumah. Dia pun langsung menyantap bubur ayamnya sambil ditemani Wulan ditelpon. Reno begitu merasakan perhatian Wulan. Dia juga merasa seolah-olah Wulan begitu dekat dengannya, meskipun jauh dari pandangan.
semoga pengalaman Rudi bermanfaat untuk mu Alex
semangat Alex pikirkan dengan matang nasehat Alex