Sherly Lee adalah wanita cantik yang harus rela tinggal sendirian setelah kekasihnya meninggalkannya. Padahal selama ini ia hidup bersama kekasihnya selama tujuh tahun. Didalam kegalauan dan kesedihannya, datanglah pria tampan yang tinggal di depan rumahnya.
Tora Sin pria tampan yang tinggal berseberangan dengan Sherly Lee. Tora Sin adalah seorang polisi yang ternyata menyukai Sherly Lee sudah lebih dari sepuluh tahun. Sejak mereka bertemu di sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua Sherly Lee.
Tora Sin selalu berniat menjaga Sherly Lee, dan mendapati kenyataan bahwa Sherly Lee tinggal bersama kekasihnya selama tujuh tahun. Disaat Sherly Lee ditinggalkan kekasihnya. Disaat itu pula Tora Sin ingin masuk dalam kehidupan Sherly Lee.
Bagaimana kisah antara Sherly Lee dan Tora Sin. Ikuti ceritanya dalam novel "Diakah Jodohku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
Sherly sangat gelisah diatas ranjangnya, berkali kali ia mencoba agar bisa tidur namun tetap saja tidak bisa. Ia ingin tidur bersama Tora Sin. Pikiran yang sangat bodoh itu terlintas pada otaknya.
Ya Tuhan...aku kenapa? tanya Sherly pada diri sendiri.
Sherly duduk diatas ranjangnya. Ia turun dan menempelkan telinganya pada dinding. Ia berusaha mendengarkan sesuatu di balik dinding itu. Karena posisi kamar Tora tepat disamping kamarnya. Sherly kesal karena tak mendengarkan apapun. Sherly kembali menaiki ranjangnya dan mencoba memejamkan matanya. Ia berkali kali berguling ke kanan dan ke kiri. Ia benar benar ingin sekali memeluk Tora Sin. Sherly berteriak karena frustasi. Ia tidak sadar jika teriakannya sampai terdengar Tora.
Seketika pintu kamarnya terbuka dengan keras. "Ada apa Sher, kau baik baik saja?" tanya Tora.
Sherly terkesiap. Dasar bodoh. pikirnya "Maaf kak tadi ada kecoa." jawabnya berbohong.
"Dimana? Aku sudah membuat kamarmu sangat bersih, bagaimana bisa ada kecoa." tanya Tora.
"Di bawah ranjang kak." jawab Sherly.
Tora mencari cari berusaha untuk mengusirnya. "Aku rasa sudah tidak ada Sher. Kecoa itu takut mendengar teriakanmu." goda Tora.
Jantung Sherly kembali berdetak dengan hebat. Pria itu sangat tampan dan dadanya sedikit terlihat di balik jubah tidurnya.
"Sher...kau baik baik saja kan?" tanya Tora sambil mendekati Sherly di ranjangnya.
Sherly sudah tidak sanggup menahan lagi. Ia langsung memeluk Tora dengan erat. Tora membelalakkan matanya. Namun akhirnya Tora membalas pelukan Sherly dan menenangkannya. "Kau tak perlu takut Sher, aku ada disini." ujar Tora.
"Aku tidak takut kak, tapi aku ingin memelukmu seperti ini." suara hati Sherly berkata.
Sherly hanya mengangguk, ia tak mau melepaskan pelukannya. "Kau tahu yang kau lakukan sekarang ini, bisa membuatku melakukan kejahatan. Malam hari berdua di kamar." ujar Tora.
Sherly melepaskan pelukannya, wajahnya berubah menjadi merah. Tora memandang wajahnya. Jantungnya kembali berdetak dengan keras. "Ya Tuhan, aku sudah tidak sanggup lagi." ujar Tora sambil menarik wajah Sherly dan menciumnya dengan penuh hasrat. Tora mencium bibir Sherly dengan kerinduan yang sangat mendalam. Wanita ini tak menolaknya.
Tora memberanikan diri menerobos masuk kedalam mulutnya. Sherly terkesiap ini pertama kalinya ia diperlakukan seperti ini. Ada keanehan saat pria itu menciumnya, ini pertama kalinya Sherly membiarkan seorang pria menciumnya dengan cara yang Ferdinan inginkan. Tora menarik diri, ia terkejut dengan kekakuan Sherly.
"Apa ini pertama buatmu?" tanya Tora.
Sherly diam karena tak mengerti maksud Tora.
"Sher jawab jujur padaku, apa Ferdinan tidak pernah menciummu?" ujar Tora lagi.
"Mengapa kau ingin tahu kak?" tanya Sherly.
"Kau seperti gadis kecil yang masih perawan saat aku menciummu tadi. Kau belum berpengalaman saat aku memperdalam ciumanku." ujar Tora jujur.
Wajah Sherly berubah menjadi merah padam karena malu dan marah pada Tora. "Kakak keluarlah sekarang, aku sudah mengantuk." bentaknya.
Sherly merebahkan tubuhnya dan membelakangi Tora. Tora kesal tidak mendapat jawaban dari Sherly, ia bangun. "Brengsek..." gumamnya. Ia keluar dan membanting pintu kamar dengan keras.
Air mata Sherly tiba tiba merebak. Ia sangat kecewa dengan Tora, apa maksud ciumannya tadi. Mengapa Tora justru mempertanyakan kesuciannya. Apa Tora pikir ia wanita jalang yang akan menyerahkan keperawanannya pada Ferdinan. Apa justru Tora tidak suka wanita yang masih perawan. Sherly kembali menangis. Mengapa pria sama saja. Hanya ingin menidurinya. Sentuhan Tora sangat berbeda dari Ferdinan. Ia selalu berciuman tapi tak pernah melakukan seperti yang Tora lakukan tadi. Sherly masih merasakan hangatnya bibir Tora saat melakukannya. Tapi harga diri Sherly terluka atas keraguan pria itu.
*****
Tora menghempaskan tubuhnya di ranjang hingga ranjang itu berdenyit keras.
Sialan, apa yang aku lakukan tadi. Dan mengapa aku berhenti dan menanyakan hal yang tidak perlu, itu akan melukai harga diri seorang wanita. pikir Tora.
Tora menghela nafasnya. Andaikan Sherly tidak perawan, ia akan tetap mencintai wanita itu. Tora kembali turun dari ranjangnya dan kembali ingin menghampiri Sherly untuk meminta maaf. Saat Tora ingin masuk ternyata pintu kamar terkunci. Sialan. Tora mengurungkan niatnya untuk mengetuk. Ia turun ke bawah dan mencari bir di kulkas.
Tora menghabiskan beberapa kaleng bir nya. Pikirannya berkecamuk. Ia akan membuat Sherly takut sekarang. Bodoh sekali ia tidak bisa menahannya sampai ia bisa mengungkapkan perasaannya selama 10 tahun terakhir. Tora mengambil ponselnya dan menghubungi Ario.
"Kau menyisir jalan mana?" tanya Tora.
"Ada apa? butuh sesuatu pak?" tanya Ario.
"Aku ingin kau dan Darko menemaniku, aku tidak bisa tidur." jawab Tora.
"Kau tidak bisa tidur karena keberadaan Sherly kan?" tanya Ario.
"Aku melakukan kesalahan malam ini Ario, aku bisa gila." jawab Tora.
"Apa maksudmu? Apa kau memaksa Sherly?" tanya Ario lagi.
"Kurang lebih seperti itu, walaupun ia tidak menolak tapi karena mulutku yang bertanya sembarangan, ia mengusirku dan membuatnya menangis." Tora menjelaskan.
Ario justru tertawa. "Kau pria yang tak sabaran Tora, beruntung jika Sherly tak meninggalkan rumahmu dan kembali ke rumahnya sendiri malam ini." ejek Ario.
"Jika itu yang terjadi, aku justru akan memborgolnya di ranjang. Sialan." jawab Tora.
"Kami akan mampir kesana jika tugas sudah selesai. Kau mabuk?" tanya Ario.
"Aku hanya minum bir beberapa kaleng." jawab Tora.
"Kau gila, kau tidak boleh mengkonsumsi alkohol. Ingat lukamu Tora." bentak Ario. "Berhenti minum, kami akan kesana sekitar 2 sampai 3 jam lagi." perintah Ario.
Tora tertawa. "Kau sekarang berani memberiku perintah Ario." ujarnya.
"Sebagai sahabat bukan sebagai bawahan. Kau ingat itu." jawab Ario.
"Baiklah pak Sersan, aku tunggu kedatanganmu." ujar Tora dan mematikan ponselnya.
Tora menyenderkan tubuhnya di sofa sambil memandangi pintu kamar Sherly. Ia benar benar menyesali apa yang ia lakukan tadi. Ciuman itu harusnya bisa menjadi jalan untuknya mengungkapkan perasaannya selama 10 tahun ini. Tapi justru pertanyaannya membuat wanita yang ia cintai terluka. Wanita manapun akan malu jika ditanya tentang masalah pribadinya.
Tora kembali menyesap minumannya, keadaannya benar benar kacau saat ini. Hanya Ario yang bisa memberi pendapat untuknya saat ini. Ia benar benar membutuhkan sahabatnya itu.
*****
Have Fun Guys...😘😘😘
iyah Thor berasal dari daerah Sumatera ya?
jadi bayangin Tora Sudiro thor🙄🙄🙄🙄aku ganti Ray aja deh biar bacanya GK kebayang sama Tora Sudiro 😂