Nayla Putri Atmaja (21) seorang gadis riang yang tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas swasta di kota Jakarta, tak pernah menyangka hidupnya akan serumit ini setelah ia bertemu dengan Bayu Pratama (30). Seorang dosen muda yang mengisi mata kuliah di semester lima. Selain menjadi seorang dosen Bayu merupakan seorang pengusaha muda. Pria yang cukup sukses dan berpendidikan tinggi, namun menyandang status duda beranak satu.
Entah disengaja ataupun tidak pertemuan mereka di kampus menjadi awal kisah cerita mereka dimulai. Hidup Bayu yang semula terlihat begitu datar, kini berubah menjadi sangat menyebalkan ketika takdir mempertemukan dirinya dengan sosok Nayla yang memiliki sikap menjengkelkan, merepotkan, banyak maunya, bicara sembarangan dan blak-blakan. Sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Bayu yang terlihat begitu tenang, datar dan tertutup.
Mau tau kelajutan kisah mereka selanjutnya? Yuk simak terus cerita Jodoh Tak Diundang...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JTD Bab 12
Disepanjang perjalanan Nayla terus memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi hari ini. Dimana semua orang sudah mengetahui status hubungan Nayla dengan Dosen baru berwajah tampan itu.
Dia harus menyiapkan mental dan nyalinya untuk menghadapi deretan para wanita dari mulai mahasiswi sampai ke dosen yang mungkin sudah menjadi pemuja rahasia suaminya itu. Ia berharap bisa kuat menghadapi cemoohan dan gunjingan yang akan ia dapatkan nanti, karena seperti mereka ketahui, Nayla adalah playgirl yang suka bergonta-ganti pasangan. Sangat tidak cocok menjadi pendamping hidup seorang Bayu Pratama, Dosen ganteng incaran para wanita.
Nayla yang terus bermain dengan pikirannya sendiri, tidak sadar kalau mobil yang di kendarai Bayu sudah sampai di parkiran kampus. Bayu merasa iba pada gadis yang duduk di kursi samping pengemudi yang kini sudah menjadi istrinya itu. Pasalnya gadis itu terus saja melamun sejak tadi. Entah apa yang dipikirkan gadis itu, Bayu sendiri pun tak paham.
"Nayla, kamu melamun?" tanya Bayu pada Nayla yang terus menatap kosong kearah jendela mobil.
"Nggak, Nay lagi gak ngelamun, Nay lagi makan," jawab Nayla asal yang kemudian mengalihkan pandangannya pada Bayu.
"Makan?" tanya Bayu yang mengulang satu kata yang diucapkan Nayla, ia. benar-benar tak mengerti maksud ucapan istrinya itu.
"Iya lagi makan asam garam kehidupan Nay," jawab Nayla yang seketika membuat Bayu kembali menyunggingkan senyum manisnya. Kemudian tak bisa lagi menahan tawa lepasnya, "HAHAHAHA....,"
"Kamu ada-ada saja sih Nay, cuma putus sama cowok yang mungkin hanya menjadi daftar koleksi kamu itu saja kamu udah begini, apalagi kalau kamu___," ucapan Bayu terputus karena Nayla memotongnya.
"Apalagi kamu apa Pak maksudnya, hemmm? Bapak mau buat huru-hara apa lagi di hidup Nay, Pak? Kayanya Pak Bayu niat banget buat hidup Nay hancur lebur bagaikan debu ya? Dasar jahat, Pak Bayu itu penjahat," sambung Nayla dengan kata-kata dan tatapan yang menusuk hati Bayu.
Nayla pun menangis sejadi-jadinya di dalam mobil Bayu yang masih menyala itu. Membuat Bayu menjadi merasa sangat bersalah.
"Nay, maafkan saya, saya tidak bermaksud seperti itu," ucap Bayu yang ingin memeluk tubuh Nayla yang bergetar hebat karena isak tangisnya, namun segera di tepis Nayla yang tak ingin disentuh oleh suaminya itu.
"Gak, Nay gak mau maafin Pak Bayu, Pak Bayu jahat. Nay akan maafin Pak Bayu, kalau Pak Bayu mau menceraikan Nay," balas Nayla yang membuat Bayu terperangah.
"Tidak akan ada kata cerai diantara kita Nay, sampai kapan pun saya tak akan menceraikan kamu," bentak Bayu seketika itu juga.
"Tapi Nay gak cinta sama Pak Bayu dan Pak Bayu pun Nay rasa tidak mencintai Nay. Buat apa pernikahan ini dipertahankan tanpa rasa cinta di dalamnya," balas Nayla dengan suara yang juga meninggi.
"Itukan menurut pendapat mu, saya tidak mencintai kamu, tapi kamu belum tahu pastikan perasaan saya sebenarnya bagaimana sama kamu, kan Nay?" sahut Bayu yang mulai merendahkan suaranya.
"Ya, belum tahulah, Bapak gak pernah ngomong," ucap Nayla ketus dengan membuang kembali pandangannya kearah jendela.
"Saya mencintai kamu Nay, jauh sebelum kita di pertemukan kembali dengan takdir kita ini,"
"Maksud Pak Bayu apa?"
"Seperti yang kamu ketahui kedua orang tua kita bersahabat, sejak kecil sebenarnya kita sering bertemu dan bermain bersama. Jika kamu ingat siapa anak laki-laki yang selalu mengendong dirimu kesana dan kemari, pasti kamu akan ingat dengan harapan dan janji manismu yang hanya ingin menikah dengan saya, jika kamu sudah dewasa nanti, apa saya salah jika saya mewujudkan harapan harapan dan impian gadis kecil yang mencuri hatinya waktu itu?" terang Bayu yang membuat Nayla terdiam mencoba memutar kembali ingatannya kala itu.
Bayangan masa lalu pun terlintas di pikiran Nayla. Terlihat genangan air mata, yang hampir saja jatuh dari kelopak mata indah seorang gadis, yang berhasil mengingat masa lalunya bersama anak laki-laki yang umurnya terpaut jauh dari dirinya.
"Mas Yuyu," panggil Nayla pada Bayu yang dulu ia panggil dengan sebutan Mas Yuyu.
"Ya Lala," sahut Bayu yang tersenyum menyebut nama panggilan Nayla di waktu kecil.
Sebenarnya mulut dan telinga mereka merasa geli memanggil nama panggilan mereka di waktu kecil, namun demi meyakinkan perasaan mereka masing-masing, mereka pun menyebutkan nama itu.
Setelah dirinya merasa yakin dengan cinta pertamanya yang pernah hilang ada di hadapannya, Nayla segera menjatuhkan tubuhnya ke dalam pelukan Bayu. Ia memeluk erat tubuh kekar suaminya itu dan menangis sepuasnya di dada bidang suaminya itu.
Pantas saja ia selalu merasa tak cocok dengan semua pria yang ia pacari, ternyata hati dan jiwanya hanya menginginkan sosok Bayu yang datang untuk mewujudkan semua harapan dan impiannya.
Nayla merasa Tuhan begitu baik menakdirkan mereka untuk kembali di persatuan setelah sekian lama berpisah. Dahulu Bayu pergi karena sibuk menempuh pendidikannya di luar Negeri dan mendapat cinta Linda sag mantan istri di sana. Sehingga melupakan cinta monyetnya bersama Nayla.
"Masih ingin bercerai Nay?" tanya Bayu yang seakan meledek Nayla yang memeluk tubuhnya sangat erat, hingga ia merasa kesulitan bernafas.
"Nggak, aku tak mau berpisah lagi sama kamu dan kamu hanya milik aku Mas," jawab Nayla yang sudah merubah dengan sendirinya panggilan untuk suaminya yang semula dari Bapak berubah menjadi Mas.
"Benarkah itu? Senangnya hati Mas mendengar kata-kata manis mu itu lagi Nay," Bayu tersenyum menanggapi jawaban Nayla. Bayu sudah tak lagi kaku menggunakan kata saya dan menggantinya dengan sebutan yang Nayla berikan saat bicara dengan istri kecilnya itu.
"Heem, benar masa bohong, pokoknya Mas gak boleh ninggalin Nay lagi, apapun alasannya,"
"Oke Mas janji gak akan ninggalin Nay, tapi kalau Mas boleh jujur, sebenarnya Mas ini sudah di miliki orang lain sebelum Mas menikahi kamu. Dan dari pernikahan Mas yang gagal itu, Mas sudah memiliki seorang putra, yang kini tinggal bersama Mommy dan Daddy," terang Bayu pada Nayla yang terlihat biasa saja.
Bayu pun terdiam karena reaksi Nayla yang terlihat biasa saja, padahal Nayla masih menunggu kelanjutan ucapan Bayu padanya. Karena masih penasaran dengan ucapan Bayu selanjutnya akhirnya Nayla pun bersuara, "Terus Mas terus?"
"Ya, terus gimana tanggapan kamu Nay? Kok malah nanya Mas terus dan terus?"
"Apa yang harus aku tanggapin Mas? Mau banget ya aku tanggapin?"
"Ya pastilah Nay, Mas perlu tanggapan kamu, kamu kan istri Mas, gak mungkinkan Mas minta tanggapan ibu kantin?" Nayla tersenyum untuk pertama kalinya Bayu terlihat lucu dimata Nayla.
"Sebenarnya gak ada yang perlu Nay tanggapin sih Mas. Kalau Mas maksa Nay suruh menanggapinya, ya baiklah. Nay gak harus bilang Waw amazing Mas, gitu kan? Atau Nay bilang, Mas waw banget sih udah punya anak. Kan gak gitu juga kali ya Mas?"
"Nay, please jangan main-main, Mas serius nih!"
"Ini Nay juga serius Mas. Ya udah sih ah mau gimana lagi, Mas. Udah suratan takdir Nay, punya suami satu paket sama buntutnya. Ya udah terima-terima ajalah, asal mantan istri Mas jangan nongol-nongol lagi, terus balikan lagi deh kalian dengan alasan anak, siap-siap aja kalian jika itu terjadi," jelas Nayla dengan gaya bicaranya yang absurd.
"Siap-siap gimana maksud kamu Nay?"
"Siap-siap kalian Nay deportasi dari muka bumi ini," jawab Nayla sembari memukul kembali paha Bayu hingga sang empunya meringis kesakitan.
"Aduhh kamu tuh udah dua kali ya KDRT sama Mas, tangan kamu ini tuh ringan banget buat mukulin Mas sejak tadi," ucap Bayu yang menggenggam tangan kanan Nay yang sudah dua kali memukul pahanya.
"Protes mulu Mas sama istri emangnya gak cape?"
"Cukup cape menghadapi tingkah kamu hari ini, ayo sekarang kita keluar, kamu ada dua jam mata kuliahkan hari ini? Mas juga ada jam ngajar sampai sore hari ini, obrolan kita bisa kita lanjut nanti di rumah," Bayu mengajak Nayla untuk keluar dari mobil untuk kembali beraktivitas.
Namun siapa sangka Nayla menolaknya, apalagi Bayu mengatakan hari ini dia ada jam mengajar hingga sore hari.
"Gak mau, kita pulang aja yuk! Kan kita masih jadi pengantin baru, apa kata orang kalau pengantin baru langsung masuk kuliah dan melewatkan masa-masa honeymoon nya, nanti pernikahan kita di anggap gimmick loh sama orang-orang, mau kamu, aku direbut para pujangga kampus yang menjadi fans berat kecantikan aku yang cetar membahana ini?" ajak Nayla dengan mengedipkan mata genitnya pada Bayu, membuat Bayu kembali mengulas senyum manis di bibirnya dan mulai berpikir untuk rencana buka puasa terhebatnya setelah tiga tahun juniornya berpuasa.
emang bener-bner si Nayla