Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.
Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.
Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.
Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Jurassic
"Uti..."
"Dalem, Sayang." Jawab Raina. Ia lalu memeluk dan menciumi Aka yang menghampirinya.
"Udah boleh main sama Mbun?" Tanya Raina.
"Udah, tapi cuma boleh ke rumah Uti, Oma, sama Bu Aci aja. Gak boleh main jauh - jauh." Jawab Aka.
"Dek Bima mana?" Tanya Raina.
"Itu, di depan sama Kung - Kung." Jawab Aka.
"Uti ngapain?" Tanya Aka.
"Ini rebus jagung. Kung - Kung minta jagung rebus." Jawab Raina.
"Yaudah ayo kita kedepan." Ajak Raina sambil membawa piring berisi jagung rebus.
"Uti..." Panggil Bima yang kemudian memeluk pinggang Raina.
"Dalem, solehnya Uti." Jawab Raina. Ia pun membalas pelukan Bima dan mengecupi pipi gembil cucunya yang menggemaskan.
"Adek ngapain sama Kung - Kung?" Tanya Raina.
"Itu, bantuin Kung - Kung semprotin burung." Jawab Bima.
"Sama Kung - Kungnya juga di semprotin." Sahut Arsha yang membuat Raina, Bima dan Aka tertawa.
Arsha bersama Raina dan dua cucunya kemudian duduk di teras sembari menikmati jagung rebus yang masih hangat.
"Nty Ncim pulang jam berapa, Kung?" Tanya Aka.
"Nanti setelah zuhur." Jawab Arsha.
"Kung - Kung masih kuat gigit jagung rebus?" Tanya Bima.
"Emang Kung - Kung gak takut giginya lepas? Kan Kung - Kung udah tua." Imbuh Bima kemudian.
"Enggak lah. Kan Kung - Kung rajin sikat gigi. Lihat nih, gigi Kung - Kung masih utuh, masih bagus." Jawab Arsha sambil menunjukkan deretan giginya yang berjajar rapi dan putih.
"Adek sama Mamas rajin sikat gigi juga, gak?" Tanya Raina.
"Iya lah, Ti. Adek sama Mamas rajin sikat gigi." Jawab Bima.
"Kata Romo, kalau gak mau sikat gigi, nanti di. Sikatin sama Romo pakai sikat lantai." Timpal Aka yang kembali membuat Raina dan Arsha tertawa.
"Uti, ini kenapa jagungnya gak di goreng aja? Kenapa di rebus?" Tanya Bima.
"Uti sama Kung - Kung kan udah tua. Gak boleh banyak makan gorengan." Jawab Raina.
"Emang Uti udah tua? Uti belum tua kok, yang udah tua Kung - Kung. Kung - Kung kayak Mbah - Mbah, rambutnya banyak yang putih." Cerocos Bima.
"Lho! Yo emange Kung - Kung wes sepuh. Wes dadi Mbah - Mbah, lha iki putune. (Ya memang Kung - Kung sudah tua. Sudah jadi Mbah - Mbah, lha ini cucunya)." Kata Arsha sambil menunjuk ke arah Aka dan Bima yang cengar - cengir.
"Kok Uti mau nikah sama Kung - Kung yang udah tua? Emang gak ada yang masih muda?" Tanya Aka yang membuat Raina langsung menyemburkan tawa.
"Dulu Kung - Kung juga muda lah, Nang. Gak moro - moro sepuh. (Gak tiba - tiba tua.)" Kata Raina yang masih saja terkekeh.
"Emang, bener - bener mulut anaknya Arjuna ini." Kata Arsha sambil mencapit mulut Aka.
"Ya kirain, Kung - Kung langsung tua." Sahut Aka tanpa dosa.
"Berarti Kung - Kung kecil juga, kayak aku sama Mamas?" Tanya Bima.
"Iyo to, Le! Kung - Kung dulu ya bayi juga, terus tumbuh besar kayak Adek dan Mamas, setelah itu sekolah juga kayak Nty Ncim." Kata Arsha yang menjelaskan pada dua cucunya.
"Dulu waktu Kung - Kung masih kecil, berarti masih ada Dinosaurus ya?" Tanya Aka yang memecah tawa Raina dan Arsha.
"Iya masih lah, Mas. Pasti waktu Kung - Kung kecil dulu, berangkat sekolahnya naik T-Rex yang larinya cepet biar gak terlambat ke sekolah." Sahut Bima yang membuat tawa Arsha dan Raina makin menjadi.
"Bukan naik T-Rex, Dek. Lebih cepet naik Pterosaurus. Kan dia bisa terbang." Kata Aka.
"Terus mendaratnya gimana?" Tanya Bima.
"Gak mendarat, Kung- Kung langsung lompat dari punggungnya" Kata Aka.
"Aduh Ya Allah... Astaghfirullah." Ucap Raina sambil memegangi perutnya yang terasa kaku karena tak berhenti tertawa.
"Kung..."
"Dalem.." Jawab Arsha di sela - sela tawanya.
"Zaman Kung - Kung dulu, kalau idul adha, yang di potong apa?" Tanya Bima.
"Ya jelas Branchiosaurus lah, Dek. Kalo enggak, Stegosaurus. Kan itu pemakan tumbuhan. Kalau pemakan daging, itu haram." Kata Aka.
"Berarti sapi sama kebau belum lahir ya, Mas?" Tanya Bima.
"Iya, sapi sama kerbau itu belum lahir waktu Kung - Kung kecil. Sapi sama kerbau itu lahirnya waktu Romo kecil." Kata Aka yang sok tau.
"Ya Allah, kok rasanya tua banget to Kung - Kung ini." Kata Arsha yang tak bisa berhenti tertawa mendengar celotehan dua cucunya. Begitu juga dengan Raina yang tertawa hingga mengeluarkan air mata.
"Ya emang Kung - Kung tua. Kung - Kung kan Mbah - Mbah." Jawab Bima.
...****************...
"Assalamualaikum!" Seru Arjuna yang baru pulang dari kegiatan di Kecamatan .
"Waalaikumsalam! Romoooo!" Seru Aka dan Bima yang langsung menghampiri Romonya.
"Romo bawain donatnya, gak?" Tanya Bima.
"Bawa dong!" Jawab Arjuna.
"Ini Donat pesenan Adek. Ini kue blackforest pesenan Mamas." Kata Arjuna sembari membagi kotak yang ia bawa.
"Itu apa?" Tanya Bima sambil menunjuk satu kantung yang masih berada di tangan Arjuna.
"Pentol pedes punya Mbun sama Romo." Jawab Meshwa sambil meraih pentol pedas pesanannya.
Mereka kemudian segera beranjak menuju ke ruang keluarga. Seperti biasa mereka akan makan bersama jajanan yang di beli oleh Arjuna.
"Nty, Oma sama Mbak Ara di beliin apa, Mo?" Tanya Bima.
"Nty sama Mbak Ara Romo beliin donat. Kalau Oma tadi minta pentol pedes kayak gini." Jawab Arjuna sambil menunjuk pentol pedas miliknya.
Sudah menjadi kebiasaan pada Arjuna dan yang lain. Jika mereka membeli makanan, pasti akan berbagi pada anggota keluarga yang lain.
Maka dari itu, Aka atau Bima pasti akan menanyakan jatah jajanan untuk anggota keluarganya. Barang kali Romonya itu lupa membelikan jajanan untuk yang lain.
"Romo, Mbun, emangnya sapi sama kerbau itu lahirnya waktu Romo sama Mbun masih kecil ya?" Celetuk Bima yang masih penasaran dengan bahasan mereka pagi tadi.
"Sapi siapa, Le?" Tanya Arjuna yang belum paham dengan maksud putranya.
"Ya sapi yang ada di dunia ini." Jawab Bima.
"Maksudnya gimana sih, Le?" Tanya Meshwa.
"Kan waktu Kung - Kung kecil dulu, belum ada sapi, adanya dinosaurus. Berarti sapi itu adanya waktu Romo sama Mbun kecil dong?" Kata Aka yang menjelaskan maksud adiknya.
"Kung - Kung kan lahirnya waktu dinosaurus masih ada." Imbuh Bima yang menimpali.
"Buahahahahaha......" Mendengar ucapan putranya, pecahlah tawa Arjuna dan Meshwa. Mereka berdua tertawa hingga perut terasa kaku.
"Ya Allah, Kung - Kung di roasting cucunya." Kata Arjuna.
"Kalo Kung - Kung lahir Zaman Jurassic, kita Zaman Prasejarah gitu, Mo." Kata Meshwa di sela - sela tawanya.
"Meganthropus Paleojavanicus kita, Mbun." Sahut Arjuna yang sampai meneteskan air mata saat membayangkan dirinya seperti Meganthropus yang ada di buku - buku.
"Romo sama Mbun kok malah ketawa, sih?" Tanya Aka yang tampak kebingungan.
"Jadi, waktu Romo kecil, Idul Adha nya motong sapi atau dinosaurus?" Tanya Bima lagi yang hanya di jawab semburan tawa oleh kedua orang tuanya.
perpaduane Aksa, Arjuna plus Dipta
🤣🤣🤣🤣