Grace Eloise seorang wanita lulusan mahasiswi tingkat atas yang sekarang sudah menjadi seorang dosen jurusan kedokteran di suatu kampus terbilang cukup elit tidak kalah terkenal dari kampus lainnya.
Wanita satu ini tidak kenal lelah karena hidupnya sangat keras sehingga dia menjadi orang yang mampu berdiri di kakinya sendiri.
Dikatakan keluarganya juga tidak terlalu mewah karena ayahnya bekerja di suatu bar kecil ibunya telah tiada dan sekarang hidup mereka sudah terbilang cukup lumayan akan tetapi sang ayah hanya menghabiskan uangnya hanya untuk berjudi dan mabukan.
Grace pernah melarikan diri dari rumah karena begitu marahnya terhadap sang ayah sebab dia sangat tidak di hargai sebagai seorang anak.
Bukankah anak perempuan sangat bermanja dengan ayah mereka?
Namun tidak untuk Grace, dia hanya tahu mencari uang untuk melanjutkan kehidupan mereka.
Sampai suatu ketika dia bertemu lagi dengan mantannya di sebuah cafe brsma seorang wanita.
Yuk ikuti kisahnya... 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan Seorang Anak?
...『⇒Bab 12⇐』...
Awalnya Grace ingin di antar oleh Ocha namun Grace menolak sebab tak ingin terlalu merepotkan apalagi Anggun juga ingin menawarkan untuk mengantar akan tetapi tetap sama saja Grace menolak karena begitu segan jika ia menerima tawaran dari mereka.
Kini Grace berada di dalam taksi setelah ia berpisah dari Ocha juga Anggun karena ia ingin pulang terlebih dulu untuk mengganti pakaiannya barulah bergegas pergi ke alamat yang sudah di kirim oleh Gibran lewat DM.
Sementara Anggun sudah menuju tempat butiknya sedangkan Ocha kembali menikmati hari liburnya dengan merebahkan diri di dalam kamar padahal ia ingin mengajak Grace untuk hang out tetapi karena terhalang oleh acara kencannya dengan Gibran makanya Ocha jadi mengalah demi kelangsungan hubungan mereka.
Halaman rumah Grace
Tampak Grace sedang membuang nafas panjang setelah ia turun dari taksi dan berdiri menatap ke arah rumahnya sebab ia harus mendengar ocehan orang-orang yang ada di dalamnya apalagi ia juga bermalam di rumah Ocha sudah pasti akan ada drama antara Jihan juga anaknya si Laras namun itu bukan hal tabu lagi bagi dirinya karena perbuatan mereka seakan menjadi darah daging yang melekat di bagian nadinya.
Kini Grace sedang berdiri di depan pintu rumahnya sembari memegang gagang pintu sehingga ia perlahan membukanya pula.
Kreekk
"Aku pulang," ucap Grace yang sedang tampak melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan menutup pintu itu kembali bahkan ia juga melihat ayahnya sedang duduk di sofa menatap dirinya seolah ingin membludak kemarahannya apalagi Laras terlihat senyuman seringai di wajahnya sedangkan Jihan secara santai membaca majalah sambil menyeruput teh miliknya.
"Ingat pulang juga kau j*l*ng?" tegur Jihan terdengar menghina Grace namun matanya masih tetap ke majalahnya tanpa melihat ke arah Grace.
Grace tak ingin beradu mulut dengan Jihan makanya ia hanya membuang nafas kasar lalu melangkah kembali tanpa merespon ucapan tersebut.
"Siapa yang menyuruh mu pulang? berani sekali kau pulang ke rumah ini, bukankah sudah ayah bilang jika kau tak pulang lebih cepat maka jangan kau injakkan kaki di rumah ini," berang ayahnya yang saat ini telah berdiri dengan menatap Grace secara murka sehingga Grace hanya tersenyum simpul setelah mendengar ocehan tersebut.
"Bukankah aku sudah bilang akan menginap di rumah Ocha, kenapa terdengar seolah aku tak memberi kabar?" tanya Grace dengan tenang pula menjawab perkataan ayahnya yang telah menyudutkannya itu.
"Dasar anak tidak tahu diri, anj*ng saja tahu kemana dia harus pulang masa iya perbuatan melebihi se-ekor an*ing?" cibiran yang keluar dari mulut Jihan sudah di batas kesabaran Grace sehingga tatapan mata yang di lontaran oleh Grace begitu marahnya pada Jihan sedangkan Jihan membalas tatapan tersebut seakan biasa saja seperti tak terjadi apapun.
"Anda tolong jangan asal berbicara! aku selalu hargai anda yang lebih tua, jadi aku mohon kalau punya mulut harap di jaga! jangan wajah saja yang di percantik cara bicara anda sangat buruk," kelakar Grace dengan suara yang sedikit tinggi karena sedari awal ia tak ingin menggubris tapi ucapan Jihan barusan membuat dirinya tak bisa menahan diri lagi untuk diam.
"Kau sopan pada ibumu, jangan kau meninggikan suara mu di sini!" bentak ayahnya pula padahal Grace hanya membela dirinya karena sudah di bandingkan oleh se-ekor binatang.
"Hadeh, bosen dengernya! sudah aku katakan ibuku telah tiada, dia bukan ibuku! apa ayah tak paham juga? ibuku tak pernah berkata buruk padaku, memory di dalam otakku masi tajam yah, jadi aku tak akan sudi punya ibu macam di-"
PLAKKKK
Sebuah tamparan melayang ke arah Grace yang di perbuat oleh ayahnya sendiri sebab sedari Grace berbicara barusan ia tak melihat ayahnya yang sudah berjalan mendekat ke arahnya.
Kini pipi Grace memerah terlihat bekas tangan dari ayahnya bahkan Laras maupun Jihan menahan tawa sedangkan Grace sudah hampir mengeluarkan air mata sebab tamparan itu teramat perih ia rasakan namun tetap ia tahan agar air mata itu tak jatuh sudah pasti Jihan dan Laras akan semakin senang kalau melihat dirinya terpuruk.
"Ayah memukul ku? sekarang ayah sudah tak ragu lagi memukul ku demi wanita ini? ayah bahkan tak pernah anggap aku sebagai anak, tapi aku selalu menganggap ayah sebagai orangtua ku walau tak pernah ayah menyentuh kepala ku, tak pernah! ayah telah di racun oleh wanita tidak tahu malu itu!" pekik Grace dengan menunjuk ke arah Jihan serta berkata demikian namun ayahnya malah biasa saja tanpa rasa bersalah sedikitpun.
PLAAAKKKKK
Untuk kedua kalinya pipi Grace di tampar kembali oleh ayahnya barulah air mata itu keluar begitu saja yang sedari tadi ia berusaha menahan tetapi mengalir dengan sendirinya.
"Uuuuu pasti sakit tuh! kasian..." ejek Laras sehingga ia sempat tertawa kecil merasa puas melihat keadaan Grace yang berantakan seperti itu.
"Aku benci ayah, selamanya aku akan membenci ayah!" ringis Grace lalu ia berlari ke arah tangga dan menuju kamarnya serta membanting keras pintu kamarnya itu.
Tatapan mata ayahnya masih terlontar ke arah Grace yang telah berlalu pergi darinya namun sedikitpun ia tak terenyuh mendengar ucapan yang keluar dari mulut Grace barusan malah ia tak berniat untuk mengejar Grace dan minta maaf karena khilaf atas perbuatannya tetapi yang ia lakukan hanya kembali duduk dan menikmati kopi yang tersedia di meja.
"Sesekali harus keras pada anak, biar tidak terlalu manja mas dan yang kau lakukan itu sudah benar jadi biar dia tahu diri sedikit tinggal di rumah ini," kata Jihan pula dengan puasnya ia melihat Grace yang di perlakukan seperti tadi.
"Pa, aku mau shopping bareng temen-temen ku! mana uangku, jangan bilang papa tidak punya uang!" pintanya dengan nada yang tidak sopan.
"Sudah papa kasih ke mama, minta saja! uang papa hanya sisanya jangan kau minta lagi," balas ayahnya pula lalu ia berdiri dan bergerak ke arah pintu rumah sebab ia ingin pergi bekerja setelah puas memberi Grace pelajaran dan memang dia sengaja menunggu Grace pulang makanya saat ini ia barulah bergerak.
Danie pun berlalu pergi dari mereka dengan membawa motornya tanpa menggunakan helm biasanya dia menggunakan helm namun saat ini ia lagi tak ingin menggunakannya.
"Ma, mana uang ku? aku mau pergi bosen di rumah," pinta Laras dengan nada manis pula terdengar oleh Jihan.
"Nanti mama transfer ke rekening mu, kau pergi saja pasti mama kirim," balasnya pula.
"Oke ma, aku pergi dulu! bye mama," lambaian tangan Laras di saat ia hendak berlalu pergi namun sejenak ia berhenti dan menatap ke arah atas sembari tersenyum sinis mengarah ke kamar Grace.
Itu belum seberapa karena aku pastikan kau akan mendapatkan lebih menyakitkan dari ini, dasar benalu! batin Laras berkata demikian lalu ia melanjutkan langkahnya sehingga terdengar dari mulutnya ia bersenandung merasa puas melihat sendiri kalau Grace di perlakukan kasar oleh ayahnya kandungnya.
^^^To be continued^^^
^^^🍁 aiiWa 🍁^^^
...Kutipan :...
Semua hal sulit sebelum menjadi mudah. ~ Grace Eloise.
kisah perjuangan seorang Grace wanita hebat dan tangguh yang menjalani kehidupannya dg ayahnya dg kekuatannya sendiri...
sangat suka dg cerita seorang wanita tangguh yg sll di suguhkan author u para readers dg jalur cerita yg sangat menarik u di baca...
semangat ya thor u semua karya2 mu yg luar biasa. God bless always.
anak tiri di sayang sayang anak kandung di sia sia kan... sungguh ayah yg tidak bertanggung jawab terhadap anaknya
ngakak aq beb boy dpet baju ocha, warna apa sih.. jan bilang pink boy🤣🤣
untung aja OCHA msh selamat, bhya gk bisa renang