"Kau yakin dengan misi ini?" tanya Bela pada Anna.
"Kalau aku jawab tidak yakin, apa kau akan menyerahkan misi ini pada orang lain Bela?" Anna bertanya balik pada Bela sambil menyilangkan kaki nya di ujung sofa.
Bela mengerlingkan mata nya, ini bukan pertama kali nya dia mendengar Anna berkata seperti ini. Anna dalam mode ini memang sangat lah menyebalkan, bicara asal, belagu dan sangat suka merendahkan orang lain.
Namun sebagai teman baik Anna sekaligus bos dari bisnis rahasia ini, Bela sama sekali tidak masalah. Anggap lah dia sudah sangat maklum menghadapi setiap karakter yang ada di dalam diri Anna Dartmen.
"Ck.. kau ini sedang mengejek ku?!" Ujar Bela pada Anna.
"Tidak! aku tidak sedang mengejek mu! Aku hanya bertanya saja." Ucapnya yang sambil tiduran di atas sofa di dalam markas mereka.
"Ann, kau memang adalah orang yang paling tepat untuk menjalankan misi ini tapi aku tetap saja merasa was-was! Sebab yang tahu kapan kau akan berubah Bisa saja kau berubah menjadi Annna, B
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#12
“Aku tinggal ya sayang. Aku masih ada urusan di bawah. Kau bisa berbincang-bincang dengan Dalia dan Steve di sini.” Ucap Leo lalu mengecup kening Anne.
Dengan terpaksa Anne menerima kecupan dari pria itu karena bagaimana pun status pria itu kini adalah tunangannya. Akan sangat aneh kelihatan nya jika Anne menghindari saat Leo menciumnya.
“Paman? Apa kau akan ke perusahaan? Apa aku boleh menumpang? Steve dia tidak bisa mengantar ku karena dia harus memeriksa beberapa berkas proyek di rumah.” Ujar Dalia tiba-tiba.
“Apa kau tidak keberatan Steve?” tanya Leo berbasa basi.
“Tentu saja aku tidak keberatan paman. Malah tadi aku dan Dalia menyusul mu dan bibi ke kamar ini karena hal tersebut. Aku tidak bisa mengantarnya ke perusahaan dan kau tahu sendiri kalau Dalia sangat manja. Dia tidak mau diantar oleh supir.” Terang Steve.
“Diantar supir tidak mau? Tapi di antar oleh paman tunangan nya dia mau? Hmmm fix, dia pasti seorang ja lang.” Ucap Anne full savage, hanya saja itu tetap di dalam pikiran nya saja. Tidak mungkin di hari pertama nya di rumah itu Anne sudah mengeluarkan semua kata-kata mutiara nya.
“Bibi, kau tidak keberatan kan aku menumpang dengan paman?” tanya Dalia sambil bergayut di lengan Leo.
“Persis seperti anak monyet!” gumam Anne dalam hati lalu tersenyum dan mengangguk tanda dia tidak keberatan kalau Dalia pergi dengan tunangan nya.
“Bibi kau terbaik. Terima kasih.”
“ya! Hati-hati di jalan. μην αφήσετε τους τρεις σας να πάτε σπίτι. (min afísete tous treis sas na páte spíti.)” ucap nya dalam bahasa Yunani.
“Hah? Kau bilang apa bi?” tanya Dalia dengan wajah bingung.
“Tidak apa-apa. Aku hanya bilang hati-hati di jalan tapi dalam bahasa Yunani.” Anne tersenyum manis.
“Oo! Terima kasih bi. Dan kau tenang saja. Aku sudah sering pergi dengan paman. Dia good driver.” Jawab Dalia centil.
“Pantas saja.”gumam Anne dalam hati dan hanya melemparkan senyuman nya pada Dalia. Berharap, Dalia dan Leo cepat pergi. Kalau perlu Stevet pun juga pergi. Anne hanya ingin sendiri, menikmati me time nya yang banyak tersita untuk hal-hal yang tidak perlu semenjak dia mendadak menjadi tunangan nya Steve.
“bye sayang.” Dalia mengecup pipi Steve.
“Bye..” jawab Steve, membalas kecupan Dalia.
Kini tinggallah Anne dan Steve saja di dalam kamar Anne. Bukan nya segera keluar dari kamar itu, Steve malah bersandar di tiang tempat tidur Anne sambil melipat tangan nya dan menatap ke arah Anne dengan tatapan yang sulit untuk Anne jabarkan. “Kenapa dia masih ada disini? Yang lain sudah pada meninggalkan kamar ini. Apa dia tidak takut kalau orang-orang akan salah paham jika dia berada di dalam kamar ku?” Pertanyan-pertanyaan itu kini warra wiri di dalam pikiran Anne.
“ μην αφήσετε τους τρεις σας να πάτε σπίτι. (min afísete tous treis sas na páte spíti.)” Steve mengulang kata-kata Anne sambil menyeringai tipis pada Anne. “Jangan sampai kalian pulang bertiga. Kalau boleh aku tahu, apa maksud bibi mengatakan hal itu pada calon istri ku dan paman? Itu pasti lah bukan sekedar kalimat iseng yang keluar dari mulut calon istri Leo Smith kan?”
“Jadi dia paham dengan apa yang aku katakan tadi? Maka nya dia masih berada disini?” ujar Anne dalam hati. “Mari kita lihat apa motif nya sebenarnya.”
“Ternyata calon keponakan ku ini paham bahasa Yunani rupa nya.” Dengan cuek Anne menanggalkan topi nya lalu duduk di tepian tempat tidur nya, tidak jauh dari tempat Stevet berdiri sambil bersandar.
“Sedikit-sedikit aku paham. Uhm. . Katakan lah beberapa kolega aku ada yang berasal dari Yunani, jadi mau tidak mau aku harus paham dengan bahasa mereka.” Steve pun memutar sedikit tubuh nya sehingga dia dapat melihat dengan jelas Anne yang duduk dengan pongah nya sambil merapikan rambut nya yang terurai setelah dia menanggalkan topi ya tadi. “Cantik..” gumam Steve, diam-diam mengagumi kecantikan Anne.
“Lantas bagaimana bisa seorang nona muda yang sangat jarang berinteraksi dengan dunia luar paham dengan bahasa Yunani? Jangan katakan kalau kau punya teman orang Yunani bibi.”
“Apa kau menyelidiki tentang diri ku Stevet?” Anne menoleh pada Steve dengan tatapan datar nya. “hmmm.. aku pikir dari pada kau buang-buang waktu menyelidiki tentang diri ku, mungkin lebih baik waktu luang mu kau guna kan untuk menyelidiki tunangan mu.” Lanjut Anne dengan senyum sinis nya, “ Seperti nya dia-“
“Memiliki affair dengan paman ku? Begitu maksud mu, bibi?” potong Stevet cepat/
“Aku tidak pernah menyebutkan hal itu. Kalimat itu malah keluar dari mulut mu. So, Itu artinya itu adalah asumsi dari pikiran mu sendiri.” Elak Anne, yang tidak ingin motif nya terlihat terlalu jelas oleh Stevet. Meskipun Anne yakin Stevet pasti sudah tahu tentang affair antara Dalia dan Leo. Tapi kalau Steve memilih diam, untuk apa Anne buka suara. Di tambah lagi kemungkinan besar Leo lah yang telah menyewa jasa nya.
“Kau tahu bibi, kau itu terlihat sangat misterius.. Dan aku-sangat suka dengan segala sesuatu yang misterius...” ucap Steve menatap lurus ke dalam mata Anne.
“Synd jeg ikke liker billige ting (Sayang nya aku tidak menyukai barang yang murah)!” balas Anne menggunakan bahasa Norwegia.
“Jeg er ikke en billig ting kjære (aku bukan barang yang murah, sayang).” Balas Steve menggunakan bahasa Norwegia, sama seperti Anne.
Anne yang mendengar Steve menggunakan bahasa Norgewia auto menoleh pada Steve. Hanya saja yang Anne tidak ketahui adalah, saat ini Steve yang sudah bisa menebak reaksi seperti apa yang akan Anne berikan, telah terlebih dahulu mencondongkan tubuhnya ke sebelah kiri. Sehingga saat Anne menghadap ke arah nya, bibir mereka otomatis saling bertemu.
Steve tersenyum dan menekan maju bibir nya ke bibir Anne. “Ternyata bibir mu sangat manis bibi!” ucap Steve sambil menyentuh bibir Anne dengan jari jempol nya lalu menghisap nya. “bahkan setelah menggunakan media seperti ini, tetap terasa manis.” Ucap Steve lalu berdiri denagn baik.“" Tolong jaga rahasia kecil kita ini. .” Ucap nya sambil mengedipkan mata lalu keluar begitu saja meninggalkan Anne yang masih terbengong dengan apa yang baru saja terjadi antara diri nya dan Steve.
“Sepertinya dia pria yang berbahaya kak.” Ucap Bembi pada Ana dan Gisel. Saat ini mereka bertiga sedang nonton bareng dari dalam sana.
😱😱😱😱
Sungguh keponakan yang sangat berani!!!!bukan begitu bestiiie... ayooo tabur bunga dan senggol kak Upe dong kakak...😂