Meyra merasa sangat aneh karena kini dia berada di sebuah pulau yang dia tidak tahu entah di mana, sejauh mata memandang hanya ada lautan saja.
Setelah dia mencari tahu, ternyata Meyra terdampar di dunia lain. Demi bisa kembali ke bumi, dia rela menerima tawaran untuk menikah dengan siluman singa jantan yang dia temui di sana.
"Apakah aku bisa pulang ke bumi jika menikah denganmu?"
"Tentu saja, aku juga bisa membantumu untuk mengungkapkan kejahatan yang menimpa ayahmu."
Bagaimana kisah selanjutnya?
Langsung kita kepoin yuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memulainya
Niat hati ingin mandi dan sarapan malah berubah, karena Lion dan juga Meyra malah asik saling mencumbu. Bahkan Meyra sudah mulai berani membalas tautan bibir dari suaminya, tangan dia juga sudah mulai berani menyentuh perut kotak-kotak milik suaminya.
Lion sampai hampir tidak bisa mengontrol dirinya, beruntung dia bisa dengan cepat menjauh dari istrinya. Lalu dia berusaha untuk menenangkan dirinya.
Setelah merasa tenang, barulah Lion memulai kembali permainannya. Dia berusaha melakukannya dengan sangat lembut, dia tidak mau jika jiwa Singa'nya keluar di saat yang tidak tepat.
Lion berusaha untuk tidak menyakiti istrinya, dia berusaha untuk memberikan kenikmatan kepada istrinya.
Walau pada kenyataannya, tetap saja karena perbuatan Lion membuat Meyra lemas setelah memberikan nikmat yang luar biasa terhadap istrinya tersebut.
Bi Onah sempat ingin mengetuk pintu kamar milik Meyra, karena kedua insan rupawan tersebut tidak segera ke luar dari dalam kamar.
Sayangnya saat hendak mengetuk pintu dia malah mendengar suara Meyra dan Lion yang saling bersahutan, bi Onah yang merasakan merinding di sekujur tubuhnya langsung berlari menuju dapur.
"Aduh Gusti! Jadi pengen muda lagi, tau banyak yang ganteng dulu ngga nikah sama bapaknya," kata Bi Onah seraya mengusap telinganya yang terasa panas.
Lion terlihat memeluk istrinya dengan penuh kasih, dia jadikan tangan kirinya sebagai bantal yang nyaman untuk Meyra. Lalu dia kecup puncak kepala istrinya dengan lembut.
"Yang tadi enak?" tanya Lion.
"He'em," jawab Meyra seraya mengusap dada suaminya.
"Sekarang kamu nakal, tapi aku suka," ungkap Lion.
"Tapi itunya bangun terus, memangnya ngga cape? Aku jadinya lemes banget," kata Meyra yang masih merasakan tulangnya seakan masih terlepas dari tubuhnya.
"Maaf, akunya ngga tahan. Nanti aku akan belajar untuk lebih bisa mengontrol diri lagi," kata Lion.
"Lion!" panggil Meyra seraya mengusakkan wajahnya di ketiak suaminya.
Lion langsung mengerang, dia merasakan seperti ada sensasi yang luar biasa menyeruak ke dasar inti tubuhnya.
"Aku laper, pengen makan. Tapi lemes banget, mau mandi aja lemes," kata Meyra manja.
Awalnya Meyra memang merasa sulit untuk menerima Lion di dalam kehidupannya, tapi setelah beberapa hari bersama Lion rasanya Meyra merasa begitu dekat dengan suaminya itu.
Bahkan Lion selalu memperlakukan dirinya dengan sangat baik, Lion juga selalu menatap dirinya dengan tatapan penuh cinta. Meyra sangat suka.
"Oh, Sayang. Jangan seperti itu, aku bisa memakan kamu lagi," kata Lion.
Mendengar ucapan dari suaminya, sontak Meyra terlihat melerai pelukannya. Kemudian, dia memundurkan wajahnya seraya menatap suaminya dengan tatapan kesal.
"Jangan lagi, aku lemes!" protes Meyra dengan bibir mengerucut.
Lion terkekeh melihat kelakuan dari Meyra, dia tidak menyangka jika dirinya bisa berjodoh dengan makhluk cantik bernama Meyra.
"Iya, istriku," jawab Lion.
Lion terlihat bangun, kemudian dia turun dari tempat tidur lalu dia terlihat menggendong istrinya dan membawa Meyra ke dalam kamar mandi dalam keadaan polos.
Meyra merasa sangat senang diperlakukan seperti itu oleh suaminya, dia merasa bisa merasakan kasih sayang yang lebih spesial.
Tiba di dalam kamar mandi Lion terlihat mendudukan Meyra di atas closet tertutup, lalu dia terlihat mengedarkan pandangannya dan dia bertanya.
"Bagaimana cara menyiapkan air hangatnya untuk kamu mandi?" tanya Lion.
Meyra langsung tertawa, dia lupa jika kemarin saat dia berada di kerajaan Singa, air mengalir begitu saja ke dalam sebuah kolam yang tidak terlalu besar.
Hal itu membuat dirinya bisa dengan mudah berendam, kini mereka ada di bumi. Tentu saja Lion belum bisa menyiapkan air hangat untuk dia mandi.
"Biar aku saja yang menyiapkan, kamu harus melihatnya. Jadi, lain kali kamu sudah tahu bagaimana caranya," kata Meyra.
"Ya," jawab Lion patuh.
Meyra terlihat bangun dengan perlahan, dia terlihat berpegangan pada lengan suaminya. Lalu, dia mulai menyiapkan air hangat ke dalam bathup.
Dia juga terlihat menjelaskan semuanya kepada Lion, Lion terlihat mendengarkan dengan baik.
"Nah, kalau sudah seperti ini saatnya aku untuk berendam," kata Meyra seraya masuk ke dalam bathup.
Dia langsung menyandarkan tubuhnya dengan nyaman di sana, Lion tersenyum. Kemudian dia ikut masuk dan langsung mengangkat tubuh Meyra dan mendudukannya di atas pangkuannya.
Dia sandarkan kepal istrinya pada bahunya, Meyra tersenyum karena merasa nyaman.
"Lion!" panggil Meyra.
"Hem," jawab Lion.
"Jangan macam-macam!" kata Meyra kala merasakan tangan suaminya yang mulai menjamah setiap inci tubuhnya.
"Ngga, aku ngga macem-macem. Hanya mau membantu kamu buat bersihin tubuh kamu," jawab Lion.
"Awas kalau macem-macem!" dengkus Meyra.
"Ngga, Sayang," jawab Lion seraya nyengir kuda.
"Suami pintar!" kata Meyra saat melihat Lion mengambil spon dan mulai menggosok punggungnya.
Pukul sebelas siang barulah Meyra turun dari lantai dua, dia berjalan beriringan dengan Lion. Meyra terlihat sangat cantik dengan memakai dress selutut berwarna kuning gading, sedangkan Lion terlihat memakai. kemeja dan celana bahan milik ayah Meyra.
Namun, walaupun Lion terlihat memakai kemeja milik Alexander, tapi dia tetap terlihat tampan. Meyra tersenyum, lalu dia berkata.
"Habis ini kita ke butik, aku ngga mau punya suami tampan tapi bajunya--"
Meyra tidak melanjutkan ucapannya, dia hanya memandang Lion seraya mengatupkan mulutnya menahan tawa.
"Jangan tersenyum meledek seperti itu, nanti tau rasa kamu," kata Lion dengan mata yang memicing. Meyra langsung tertawa mendengar ancaman dari Lion, menurutnya itu sangat lucu.
Lion yang merasa garam langsung mengangkat tubuh Meyra dan membawanya untuk berputar, Meyra langsung memekik kaget. Bahkan, dia terlihat memeluk leher Lion dengan sangat erat.
"Lion! Stop!" teriak Meyra kala merasakan kepalanya mulai berdenyut nyeri.
Meyra sangat tidak suka, bahkan sedari kecil dia tidak pernah mau pergi ke taman bermain. Karena menurutnya pergi ke taman hiburan itu adalah hal yang mengerikan.
Di saat orang lain mmenganggap jika pergi ke taman bermain adalah hal yang sangat menyenangkan, berbeda dengan
Meyra dia akan merasa pusing hanya dengan melihat gerbang taman hiburan saja.
"Eh? Iya, Sayang," kata Lion seraya menurunkan istrinya.
Meyra terlihat sempoyongan, dia seakan hendak jatuh. Namun dengan cepat Lion menarik tubuh Meyra ke dalam pelukannya, lalu dia menggendong Meyra dan mendudukannya di atas sofa yang berada di ruang keluarga.
"Maaf, aku tidak tahu kalau kamu--"
"Iya, tidak apa-apa. Sudahlah, sudah. Aku ingin makan, aku sangat lapar. Tolong gendong aku ke ruang makan yang ada di sebelah sana," kata Meyra seraya menunjuk ke arah ruang makan.
Lion menurut, dia langsung menggendong istrinya dan membawa istrinya tersebut ke dalam ruang makan.
Saat tiba di ruang makan, bi Onah terlihat salah tingkah kala bertemu dengan Meyra dan juga Lion. Wajahnya bahkan terlihat memerah ketika mengingat suara Lion dan juga Meyra yang terdengar bersahutan dengan penuh gairah.
"Bibi kenapa?" tanya Meyra.
"Eh? Anu, itu, Ehm. Bibi ngga apa-apa," kata Bi Onah gugup.
***
Selamat siang kesayangan, selamat beraktifitas. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeki, sayang kalian semua.