Setiap pernikahan mengharapkan kebahagiaan. Namun, tidak dengan pernikahanku.
Siapa sangka. Pernikahan yang kuanggap pemujaan ternyata semu belaka. Ucapan talak di depan rumah pojok dari bibir mas Akbar menyadarkanku arti diriku selama setahun ini.
Hujan belati menusuk hatiku, dengan penghianatan suami beserta sahabat baikku.
"Kamu hanyalah penebus hutang judi ku. Tidak lebih!"
Sesak, hingga gelap menyapa. Ketika kesadaran ku kembali, kertas putih menyambut dunia malang ku.
"Pilihanmu hanya dua, menjadi istri siri atau menjadi wanita malam!"
Hitam di atas putih. Kini hidupku hanya untuk menjadi penebus hutang mantan suamiku.
Sanggupkah Ara menjalani hidup sebagai istri siri pria asing? Apakah hidup Ara akan selalu dibawah kekuasaan orang lain?
Ikuti kisah perjuangan Ara mencari kebahagiaan sederhana dalam sebuah ikatan suci pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Cerai - Ini Berita Baik
"Jika foto ini sampai di tangan pria bodoh itu, bagaimana? Tidak! Aku tidak akan biarkan dia mengetahui perbuatanku." Wanita itu menggigit kukunya dengan wajah cemas. "Aku harus apa sekarang?"
Triiing!
Triiing!
Triiing!
Suara dering ponsel mengalihkan perhatiannya. Sebuah nama tertera, membuat wanita itu bergegas menjawab panggilan tanpa pikir panjang.
"Apa maumu, HAH!" bentaknya seraya mengepalkan tangan hingga kukunya memutih.
[Ceraikan Bryant!]~ jawab dari seberang, membuat wanita yang mendengar jawaban itu langsung meraih sepatu heels nya, dan melemparkan ke cermin yang retak.
Pyaaar!
Suara itu terdengar hingga seberang. Dimana seorang pria mematikan tombol speaker seraya mengangkat tangannya pada dua orang yang duduk di atas ranjang.
"Dengarkan aku, Hazel. Ku tunggu gugatan cerai mu dalam waktu seminggu! Jika tidak, maka jangan salahkan aku. Semua foto perselingkuhan mu akan jatuh ke tangan Bryant." ucap pria itu lalu mematikan panggilan secara sepihak.
Helaan nafas panjang seorang wanita yang duduk bersandar di bahu sang suami seraya mengusap air matanya sendiri menunjukkan kepiluan seorang ibu. Sedangkan pria yang memeluk tubuh istrinya harus berusaha tegar demi memberikan kekuatan agar sang istri bisa lebih bersabar menerima ujian hidup.
"Ayolah, Sayang. Kita harus bersabar, dan tegar untuk memberikan dukungan pada Bryant." bisik sang pria lembut seraya mengecup puncak kepala istrinya.
"Mas, Mba. Aku tahu ini bukan masalah kecil bagi kita semua, tapi aku akan ingatkan. Jangan ikut terlibat, dan tetaplah diam seperti tidak tahu kebusukan Hazel." Alkan menarik kursi di depan meja rias kakak iparnya, lalu duduk seraya meletakkan ponsel di atas meja rias.
"Aku berjanji akan membongkar kebusukannya. Tunggu seminggu lagi. Jika wanita murahan itu kekeh mempertahankan rumah tangganya. Akan kupastikan semua terbongkar di depan Bryant dengan semua bukti yang kita punya." jelas Alkan, membuat Bella ibunda Bryant mendongak menatap mata suaminya.
Kedipan mata Angkasa menjadi jawaban agar sang istri percaya pada adik kandungnya untuk saat ini.
"De, tolong bantu Bryant lepas dari jeratan wanita iblis itu! Aku tidak ingin hidup putraku hancur tanpa masa depan." pinta Bella menatap Alkan penuh harap.
Alkan menganggukkan kepala seraya mengulurkan tangan kanannya. "Berikan semua bukti tadi padaku! Aku akan simpan di tempat yang aman. Oh iya, aku hampir lupa mengatakan hal penting yang harus kalian tahu."
"Jangan bilang berita buruk lagi, de? Mba gak sanggup....,"
"Tenang, Mba. Ini berita baik." Alkan tersenyum tipis, membuat kedua orang di depannya saling pandang tak paham. "Bryant sudah menikah lagi."
Bella mengerjapkan mata berulang kali karena tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Sedangkan Angkasa mengorek telinganya seakan tengah mengalami gangguan pendengaran. Melihat bagaimana reaksi kakak dan kakak iparnya, membuat Alkan terkekeh geli.
"Kenapa kalian jadi seperti orang linglung? Semua yang ku katakan benar adanya, dan istri siri Bryant adalah wanita yang baik." Alkan mengambil ponselnya, lalu mengotak atik beberapa saat sebelum menyerahkan ke tangan sang kakak tercinta.
Ponsel diserahkan, membuat Bella dan Angkasa melihat apa yang ingin Alkan perlihatkan. Beberapa foto pernikahan sederhana di dalam sebuah apartemen. Para saksi, mempelai pria, mempelai wanita, dan juga penghulu pada saat acara pernikahan dadakan menjadi satu video berdurasi lima menit.
"Wanita bergaun kebaya itu, namanya Ayesha Ramadhani. Biasa dipanggil Ara. Seorang wanita yang baru saja di ceraikan suaminya di depan rumah podjok." Alkan menghentikannya ucapannya ketika mendapatkan tatapan tanya dari sang kakak ipar.
"Rumah podjok? Bukankah itu rumah bordir?" tanya Bella.
Alkan mengangguk, "Benar, Mba. Dengarkan aku dulu. Dulunya Ara putri seorang tuan tanah yang memiliki perkebunan, tapi Akbar mantan suaminya adalah seorang pecandu alkohol dan juga penjudi akut. Intinya pria itu sama persis seperti anjing liar. Disaat bersamaan, Hazel meminta Bryant untuk menikah demi mendapatkan seorang keturunan. Akhirnya pertemuan takdir keduanya menjadi pernikahan siri."
"Apa, Hazel tahu tentang pernikahan siri Bryant?" tanya Angkasa serius.
"Tidak. Hanya saja cepat atau lambat pasti akan tahu kebenaran ini, dan untuk itu perceraian harus segera terjadi." jawab Alkan, membuat Bella dan Angkasa bernafas lega.
"Jadi, sekarang apa rencanamu?" tanya Angkasa menghadirkan smirk diwajah Alkan.
Sukses bwt karyanya