NovelToon NovelToon
Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Gadis Kecil Sang Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Dijodohkan dari sebelum lahir, dan bertemu tunangan ketika masih di bangku SMA. Aishwa Ulfiana putri, harus menikah dengan Halim Arya Pratama yang memiliki usia 10tahun lebih tua darinya.

Ais seorang gadis yang bersifat urakan, sering bertengkar dan bahkan begitu senang ikut tawuran bersama para lelaki sahabatnya.

Sedangkan Halim sendiri, seorang pria dingin yang selalu berpembawaan tenang. Ia mau tak mau menuruti permintaan Sang Papi.

Bagaimana jika mereka bersatu? Akankah kehangatan Ais dapat mencairkan sang pria salju?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari pernikahan.

Pagi hari begitu cerah. Semua bersemangat mempersiapkan pernikahan yang akan di gelar hari ini. Tinggal beberapa jam lagi, Ais akan bergelas Nyonya Lim, meski usianya masih belia.

"Senyum dong sayangku." goda Nisa.

"Ini, ribet banget deh, dandanannya. Bisa di kurangin ngga sih? Segala macem beginian dipake." keluh Ais, yang telah mengenakan kebaya putih, lengkap dengan mahkotanya yang indah.

"Eh, jangan dingituin, nanti rusak. Nakal banget deh, tangannya." tegur Nisa sang sahabat yang usil itu.

"Tapi, ini berat." keluhhya.

"Kak, ini hellsnya. Dipakai, ya? Supaya makin anggun." ucap salah seorang anggota MUAnya.

"Hah, hells? Mana bisa gue pakai begituan?"

"Ah, ngeluh mulu loe. Ngga papa lah, sesekali. Sekali sumur hidup, juga.".

"Emang yakin, gue seumur hidup sana dia?"

"Hey! Husssst! Jangan katakan itu. Pamali, you know pamali? Ora ilok." Nisa membungkam mulut Ais.

Nisa akhirnya mencari cara, agar sahabatnya itu tak lagi banyak protes. Hingga akhirnya, Ia mendapat sebuah ide agar Ais merasa sedikit nyaman dengan kabayanya itu.

" Nah, pakai ini." ucap Nisa, memberikan sepatu sneakersnya pada Ais.

" Sepatu? Emang boleh?"

"Boleh, asal ngga ketahuan. Cepetan, bentar lagi acara." pinta Nisa.

Ais akhirnya memakai sepatu itu di bantu sahabatnya. Hells yang diberikan, di sembunyikan dikolong tempat tidur yang akan menjadi ranjang pengantin Lim dan Ais nanti nya.

Semua orang telah bersiap. Begitu juga Lim, yang telah duduk di singgasananya dengan pakaian begitu rapi.

"Siap bro?" tanya Dimas, memberinya semangat.

"Loe tahu, gue ngga pernah punya pilihan sekarang."jawab Lim, dengan nada datarnya.

Sambutan demi sambutan telah diucapkan. Kini hanya tinggal acara inti. Semua berdiri, menyambut kedatangan Ais yang baru keluar dari kamar pengantinnya. Entah kenapa, kamar pengantin di buat dilantai bawah. Padahal, kamar atas lebih megah dari yang lainnya.

Ais melangkah anggun, menghampiri Lim di tempatnya berdiri. Lim menatapnya tanpa berkedip, begitu pangling dengan dandanan Ais saat ini.

"Gadis kecil ini, kenapa begitu berbeda? Tak seperti biasanya." batin Lim. Ia menatapnya, dari ujung kepala sampai ujung kaki. Hingga fokus, dengan apa yang Ais pakai.

"Ya, hanya dandanannya yang berbeda." tawa Lim dalam hati.

"Hay, Kak Lim." sapa Ais dengan ramah. Ia pun duduk dengan manis disebelah sang calon suami.

"Kalian siap?" tanya Pak penghulu.

"Siap." jawab Lim dengan mantap..

Ais menatapnya," Seyakin itukah, Kakak menikahi gadis kecil sepertiku?" batinnya.

Pak penghulu mulai melakukan semua yang diperlukan. Hingga akhirnya, Ijab Qabul pun di mulai. Keduanya berjabat tangan, dan Lim memasang wajah yang lebih serius dari biasanya.

"Gantengnyaaa..." batin Ais.

Dengan segala keseriusannya, Halim mengucap ijab qabulnya dengan begitu fasih, dalam satu tarikan nafas. Tanpa hambatan sama sekali.

Hati Ais bergetar begitu kencang, tatkala semua saksi dan para tamu undangan berteriak 'SAH' pada pernikahan itu.

"Hah, sudah sah? Ais sudah resmi jadi istri orang? Ais, sudah menjadi Istri Kak Halim, yang bahkan Ais tak kenal sama sekali. Pa... Ais sudah memenuhi keinginan terakhir Papa. Apa Papa bahagia?" ucap Ais dalam hati.

Semua orang bertepuk tangan. Membuyarkan lamunannya yang cukup panjang. Ais kemudian diminta menandatangani sebuah buku nikah, lalu mencium tangan Lim yang telah sah menjadi suaminya.

Meski bukan yang pertama kali, tapi rasanya begitu berbeda.

"Ais, kenapa tanganmu dingin?" tanya Lim.

"Ais ngga tahu, mungkin karena deg-degan." jawabnya lirih.

"Atau, kamu butuh kehangatan?" tanya Lim.

Gleeekkk! Ais menelan salivanya dengan kasar. Berusaha mencerna apa yang dikatakan suami nya itu.

1
juwita
mampir
Bunda Fariz
Luar biasa
febby fadila
ngapain diam klw harus ditindas trus...
febby fadila
bapak tuan gimna ini thor
febby fadila
jangan judes2 lim
febby fadila
mantap yg satu bar2 yg satu kutub es
febby fadila
kayakx seru ni
3sna
baru bc sampe sini,visualny gk ada apa dihapus thor
3sna
lha td bapak skrng tuan
3sna
karakter lim gk dingin cm irit ngomongnya kykya jg ramah
Jesi Ka
Luar biasa
shanshiree
Kecewa
shanshiree
aku temukan karyamu kak Erna,
sharvik
wau tmbah pnsaran . .visual ais y mn dong thor??
L A
Biasa
L A
omongan org tak kan buat kita kaya....
biar je...
Qaisaa Nazarudin
Kenapa manggilnya kakak suami sih,gak enak aja dengernya,kalo kakak ya kakak aja,kalo mas ya mas aja...kenapa mesti ada kata suami nya di belakang..
Qaisaa Nazarudin
Padahal Ais udah gede,gak perlu di ajar juga,Harusnya dia udah tau,Bisa baca juga kan,gak bodoh2 amat..🤦🤦
Al^Grizzly🐨: aduh..kalau yg namanya nakal...akan terbawa terus mbak...apalagi ada DNA bapaknya yg mantan preman kampung....dia tidak akan terubah sifatnya jika tdak ada yg merubahnya...
total 1 replies
Noer Hidayah
hah sampe disini aja thor...kirain asa bulan madu selanjutnya😄😄
Noer Hidayah
dugaan q benar ayu oplas mirip Al krn ayu sbnrnya suka ama lim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!