NovelToon NovelToon
Ngumbara Cinta

Ngumbara Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Cintapertama
Popularitas:30.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nafi'

Semua yang terjadi dalam kehidupan ini tidak pernah luput dari pengalaman masa lalu. Angin bertiup dan musim pun berganti, Andhra telah mencari jati diri yang entah dimana akan dia temui.

Kehidupan suram di masa lalu membuat hatinya dipenuhi oleh dendam.

Ozan yang selalu menemani, juga ada
keluarga yang selalu memberi, adik tiri yang berselimut mendung derita. Andhra mendapatkan semuanya bukan tanpa alasan.


Hingga masanya cinta masa lalu hadir dan membuat hidup Andhra berwarna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kampung Kembang

Bisa bisanya tuh orang mengadu ke ayah," Rossi ngedumel sendiri sambil memegangi perutnya yang masih sedikit nyeri. Beberapa kali juga bersin bersin. "Entah kesalahan apa yang ku perbuat oh Tuhan kenapa setiap datang bulan harus flu. Untung cuma tiga hari kalau datang bulan. Coba kalau kayak orang orang yang katanya sampai tujuh hari," gerutunya lagi sambil mengganti seprai.

Ibunya yang sedari tadi melihat kelakuan putrinya geleng geleng kepala. "Jadi anak perempuan itu, harus banyak banyak belajar sabar! Jangan sedikit sedikit menggerutu dan marah marah." Meletakkan cangkir di meja lalu mendekati putrinya yang sudah duduk di ranjang. Rupanya sang putri telah selesai berberes.

"Habisnya tuh orang nyebelin, Bu!"  manja Rossi memeluk ibunya erat.

"Tidak biasanya lho kamu gini sama orang! uring uringan tidak jelas. Dan pertama ketemu malah langsung diajak pulang. Apa anak ibu ini baik baik saja hemmh?" mengelus pipi anaknya, Rossi semakin erat memeluk meletakkan kepala di bahu Sang Ibu.

"Aku baik baik saja, Bu. Kenapa ibu malah nanya kayak gitu?" Rossi cemberut menatap mata ibunya lalu meletakkan kepalanya lagi seperti semula.

"Kamu sudah dewasa, Nak. Sudah wajar jika mengalami yang namanya tertarik dengan lawan jenis." Ibunya tersenyum menundukkan kepala, ingin melihat reaksi putrinya.

"Ibu bicara apa? Aku hanya ingin punya banyak teman kok gitu aja sudah. Lagian orangnya juga baik."

"Dari mana Kamu bisa menyimpulkan dia orang baik?" selidik ibunya, sebab setahunya Rossi tidak akan secepat ini bisa akur dengan orang lain apalagi lawan jenis.

"Dia tidak seperti kebanyakan pria, Bu. Dia tidak mudah tergoda dengan perempuan." Rossi tersenyum sendiri, mengingat tingkah konyolnya saat di bis. Dia juga semakin penasaran dengan sosok Andhra yang begitu dingin.

"Apa, Kau sudah mengetesnya," tebak ibu lagi. Rossi hanya mengangguk pelan lalu menceritakan apa yang di lakukannya terhadap Andhra saat berada di bis.

"Dasar anak nakal, Kamu, Ya." Ibu mencubit pipi anaknya pelan. Keduanya pun berpelukan erat.

"Ibu, apakah dia orang yang baik menurut, Ibu?" Entah kenapa kata kata itu terlontar begitu saja tanpa bisa di rem. Rossi menutup mulutnya sendiri. Pipinya merona.

"Anakku, dengarkan, ibu." Menangkup kedua pipi anaknya. "Kita tidak bisa menilai seseorang hanya dengan satu kali bertemu, Nak. Tapi yakinlah pada jalan takdir yang Allah SWT gariskan. Yakinlah jika memang dia berjodoh dengan Kamu, maka Tuhan akan mempertemukan kalian di lain kesempatan dan menyatukan kalian dengan jalan di buat Nya." Ibu kini mencium puncak kening anaknya lembut. Lalu menggenggam tangan putrinya.

"Tapi, ingat, pesanku, Nak! Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya saja, bisa jadi dia akan menjadi orang kamu benci suatu saat nanti. Dan bencilah orang yang Kamu benci sewajarnya saja, bisa jadi dia akan menjadi orang yang Kamu cintai suatu saat nanti." Rossi memeluk ibunya lagi erat.

"Terima kasih, Ibu!"  Dengan senang hati Ibu membalas pelukan putrinya.

"Wah, ada yang lagi manja manjaan."  Rusdi bersedekap sambil bersandar pada pintu kamar Rossi.

"Biarin!" Rossi memonyongkan bibirnya, tapi kemudian tersenyum.

"Gabung sini, Kak!" Rossi menepuk ranjang di sampingnya. Rusdi tersenyum lalu mendekat.

"Apa ayah sudah pergi?" tanya Rossi saat kakaknya sudah duduk.

"Sudah, sekalian dengan calon mantunya." Rusdi tertawa setelah mengatakan itu, menelisik raut wajah adiknya yang berubah merona.

"Aku lihat ada banyak bunga di wajahmu itu." Rusdi semakin menggoda adiknya.

"Ibu...lihatlah anak ibu yang paling tampan itu menggodaku," rajuk Rossi dengan manjanya.

"Kakak, diam lah! Adikmu ini sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya." Malah ikut menggoda.

"Ibu...!" Rossi kesal dengan ulah ibu dan Rusdi yang selalu kompak saat menggoda dirinya.

"Tau begini kita kirim dia kesana sejak  SMA saja, Bu. Biar nggak perawan tua kayak gini." Rusdi masih saja meledek.

"Aku masih muda tauk. Gurunya aja yang aneh harusnya kelas satu malah di masukin kelas tiga." Rossi cemberut. 

Keluarganya pindah ke desa itu saat usianya menginjak tujuh tahun. Tapi karena bentuk tubuhnya yang gembul dan tinggi dia malah di masukkan daftar kelas tiga. Alhasil ketika masuk perguruan tinggi dia sedikit kesulitan karna masalah umur.

"Ya, Kamunya juga! Gede badan sama umur nggak sinkron," ledek Rusdi lagi.

"Tapi bagus juga, kalau tidak begitu kita tidak akan satu kelas."

"Iya, kita dikira kembar," gelak Rossi.

Mengingat saat-saat dirinya sekolah satu kelas dengan Rusdi yang dua tahun lebih tua darinya.

Sampai perguruan tinggi juga di persulit gara gara umur.

"Tapi, aku bangga sama, Kamu, Dek!" mengusap kepala adiknya sayang.

"Terima kasih kakakku tersayang." Mencubit hidung kakaknya. Tanpa mereka sadari ibu mengusap air mata beberapa kali.

"Kenapa ibu menangis?" Rossi memegang tangan ibunya. Rusdi juga bergeming memandang sang ibu.

"Andai ibumu masih hidup, pasti dia akan sangat bangga," ucap sang ibu sambil mengusap air matanya.

Bagaimana tidak sedih jika melihat anak yang terlihat ceria ternyata memiliki nasib yang kurang beruntung. Orang tuanya meninggal saat berusia lima tahun dan bibinya sampai sekarang belum juga di temukan karna kecelakaan pesawat.

"Jangan sedih lagi dong ibu, semuanya telah berlalu. Ibu pernah bilang  kepadaku untuk mengiklaskan semuanya bahkan sampai merubah nama panggilanku. Tapi sekarang, ibu malah lupa akan hal itu." Rossi memeluk ibunya di susul oleh Rusdi.

"Jangan ikut ikutan sesak ini." Rossi mendorong tubuh Rusdi di belakangnya.

"Suasana lagi haru begini masih sempetnya lu ngusir gua," sungut Rusdi yang akhirnya pindah tempat di sebelah ibunya. Rossi menjulurkan lidahnya mengejek.

"Ibu jangan nangis lagi ya. Aku masih bersyukur memiliki keluarga ini. Pakde, bude adalah kebahagiaan, aku."

"Stop memanggil kami seperti itu, Rossi."

"Apa ibu lupa! Kalau ibu mengingat kejadian itu lagi, aku akan panggil ibu dengan sebutan bude." Rossi melipat tangannya di dada pura pura ngambek.

"Biarin dia, Bu. Ibu sama aku saja." Rusdi mengeratkan pelukannya ke ibu. Rossi malah tersenyum dan ikut memeluk.

Sedangkan di desa Kembang, depan rumahnya bapak kepala desa. Dua orang beda usia baru turun dari motornya. Mereka berjalan menuju pintu dan mengucapkan salam. Suara seorang wanita paruh baya menjawabnya.

"Lho ...Nak Andhra, Pak Heru, silahkan masuk." Halimah berbalik dan mempersilahkan tamunya duduk. Sedangkan Andhra permisi untuk bersih bersih. Rumah Farid kini terbilang rumah yang paling besar di kampungnya. Andhra juga memiliki kamar khusus di sini.

"Farid kemana, Bu?" Andhra menemui bu Halimah yang sedang menata kue untuk pak Heru. Dan untuk Pak Rahmat, lima tahun yang lalu meninggal karna serangan jantung.

"Pergi menghadiri acara walimatul  tasmiyah di desa Kedung. Mungkin sebentar lagi juga pulang. Sudah tadi pagi kok berangkatnya."

"Pantesan! Andhra hubungi dari tadi siang nggak di balas sama, dia." Andhra menghela nafas tahu betul dia jika desa itu terpencil jadi sudah di pastikan susah signal.

"Kayaknya ada mobil berhenti deh. Apa mungkin mereka ya?" Halimah menajamkan pendengarannya.

"Accayamualeikum ..!"suara anak kecil  terdengar cadel memenuhi seisi rumah.

To be continued

Catatan:

Farid adalah cucu dari Kakek Suluh. Orang yang dahulu menolong Andhra ketika hanyut ke sungai. Andhra yang sadar nyawanya terancam, memilih tinggal bersama Kakek Suluh serta jadi anak angkatnya, agar Hasma mengira dirinya tiada.

Andhra kemudian memilih merantau setelah Kakek Suluh tiada. Dengan alasan mencari keluarganya, padahal, Andha ingin mencari kekuatan serta kekuasaan agar bisa balas dendam. Halimah dan Rahmat awalnya keberatan akan keputusan Andhra sebab terlanjur Saya. Berbagai alasan Andha buat hingga mereka luluh.

Dalam perantauan itulah, Andhra bertemu Ozan(penjual bakso) dan Rena dan Rasya(orang tua angkat kedua Andhra).

1
Keyboard Harapan
keren
Keyboard Harapan
semangat kakak
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
wadduh...
ozan dilema donk,mw nolong yg mana dulu...
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
kapan Anggun palsu dapat karmanya
R.F
semangat synk
R.F
bru up lg
R.F
semangat kak
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
anggun bukannya si hasna ya,yg udah operasi plastik?
aq agak amnesia😊😊😊
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
waddduuhh...ceroboh nya Ryoki
Nafi' thook: huum. ...nggak ngerti apa kalau selama ini dia diawasi
total 1 replies
𝓓𝓮𝓪
next salam my husband is master devil
𝓓𝓮𝓪
salam ceo kejam pilihan papa
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
aq tahu apa yg Alan n cewek itu lakukan....
abis malam jumatan khan
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖: hahahhahahaaha
total 2 replies
Yukity
semangat 🆙😍
Yukity
Hai Thor mampir nih..
Salam dari
SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA
IG: Saya_Muchu
semangat update thor
Hum@yRa Nasution
aku mampir kak...

🙏🙏🙏

salam dari jodohku Cinta Pertamaku 🙏🙏 by. Sri Ghina Fithri
Nafi' thook: terima kasih, Kak
total 1 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
semoga pernikahan Andhra n Rossi lancar ya...
Nafi' thook: amiin, terima kasih 😊
total 2 replies
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
lanjuuuuuttt
Lee
Semangat lanjut up lgi ka othor..
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
siapa????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!