******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. TCA 2
━━━━━━♡♥♡━━━━━━
Keesokan hari nya seperti biasa Alana tak lupa melakukan aktivitas lari pagi keliling komplek perumahan nya. Saat dia sedang lari pagi dia tak sengaja melihat Riski dan Helen duduk berdua di taman tempat biasa dia bermain sejak kecil. Alan melihat Riski menyuapi Helen sarapan pagi yang di jual di taman alan melihat dengan tatapan tak suka bukan karena iri tapi dia malas melihat pemandangan tersebut.
Sedangkan Helen yang tak sengaja melihat Alan sedang lari pagi seorang diri langsung memanggil Alan untuk ikut bergabung bersama mereka berdua.
"Kak Alan." Panggil Helen.
Riski yang mendengar Helen memanggil nama Alana langsung menghentikan makan cemilan yang dia beli dan melihat Alan ada tak jauh dari mereka.
Sedangkan Alana yang sedang lari pagi menghentikan langkahnya saat dia mendengar Helen memanggil nya. Dan menatap dengan tatapan malas.
"Sini kak." ajak Helen saat melihat Alana diam saja.
Alana menarik nafas dan mendekat saat hampir dekat dia tak sengaja mendengar Riski mengatakan sesuatu kearah Helen.
"Ngapain sih yank di panggil nanti kamu cemburu." Ucap Riski pelan tapi masih bisa terdengar oleh Alan.
Alan langsung menghentikan langkah nya saat tau Riski tak menyukai keberadaan nya karena Helen.
"Gak perlu berbisik Ki, gue denger siapa juga yang mau ganggu kemesraan kalian kayak gue gak ada kerjaan saja. Banyak hal yang harus gue urus dari pada nonton orang pacaran gak jelas." ucap Alan dengan kesal.
"Kak Alan kenapa marah atau kak Alan cemburu lihat kak Riski sama Helen?" tanya Helen.
"Cemburu hahaha.....! Sorry dia bukan level gue ambil saja. Sudah gue harus pergi males layan sampah." ucap Alan.
"Siapa yang kakak bilang sampah?" tanya Helen saat mendengar perkataan Alan yang membuat nya tersinggung.
"Kenapa ngegas biasa aja kali. Kan kamu yang bilang aku cemburu sorry seorang Alana gak akan pernah cemburu." jawab Alan dengan santai.
Riski yang melihat Helen marah terhadap perkataan alan langsung menarik tangan Helen agar duduk di dekat nya.
"Sudah biarkan saja." ucap Riski.
Helen menatap kearah Alan dengan kesal sedangkan Alan menatap kearah Helen dengan santai, karena dia tak ingin terlihat lemah di hadapan siapa pun hingga membuat harga diri nya jatuh. Saat Alan akan melanjutkan lari pagi nya dia mendengar suara teriakan seseorang.
"Alan.... Tangkap gadis itu dek" Teriak Kenzio dari arah lain.
Alan yang mendengar suara teriakan yang dia kenal mencari dan melihat seseorang berlari kearah diri nya. Saat Alana akan menangkap nya dia menghindar dan kembali berlari. Ken yang berlari mengejar orang itu di hentikan oleh Alan.
"Ada apa bang...?" Tanya Alan dengan memegang lengan Ken.
"I- itu - itu cewek ambil dompet abang dek. Buruan bantu kejar." Ucap Kenzio.
"APA.....! Dia copet?" Tanya Alan.
Ken hanya mengangguk dengan nafas naik turun karena mengejar gadis yang mengambil dompet nya saat dia sedang ingin membayar pesanan yang dia beli untuk bunda nya.
"Ayo bang kita kejar keburu jauh orang nya." ajak Alan.
Mereka bedua pun langsung berlari mengejar orang yang mengambil dompet Ken, Alan yang melihat gadis itu di hadang oleh beberapa orang mengerutkan dahi dan gadis tersebut bisa lolos dari hadangan beberapa orang yang berpakaian hitam.
"Nona jangan lari." Ucap mereka dan ikut mengejar gadis tersebut.
Dia pun terus berlari hingga tak tahu ke mana tujuan nya, sedangkan Alana menghentikan ikut mengejar karena dia malas berurusan dengan hal yang tak penting dan Ken tak sadar jika sang adik sudah tak ada di belakang nya. Alana berjalan kearah jalan pulang kerumah nya karena hari sudah siang.
"Assalamu'alaikum." Salam Alan saat dia sudah sampai.
"Waalaikumsalam nak ayo sarapan." Ucap Vina ibu dari Alana yang melihat putri nya baru pulang.
"Nanti saja bun, Alan belum lapar mau mandi dulu." Jawab Alana.
Vina hanya menatap saja kepergian putrinya dengan perasaan curiga saat melihat mimik wajahnya Alana yang terlihat sedih.
"Alana habis nangis ya kak?" Tanya Vina kearah sang suami.
"Gak papa biarkan dia tenang sendiri. Kamu sudah persiapkan semua nya untuk dia pergi kemalay besok?" Tanya Adit.
"Sudah kemarin Vina sudah belanja bareng kak Aisyah dan malam ini kita akan adakan makan malam bersama kluarga besar buat kepergian Alan besok." Jawab Vina.
"Ya sudah atur saja sayang kakak pergi dulu kerumah sakit." ucap Adit.
Adit pun bersiap untuk pergi kerumah sakit milik nya saat dia sudah pergi, hujan tiba - tiba turun dengan deras, Alana yang melihat hujan turun dengan deras duduk di dekat jendela kamar nya dan menulis kata i miss you dengan cerai air mata.
"I miss you Riski, kenapa kamu tak bisa melihat cinta di mata ku, kenapa harus Helen yang kamu cintai." Batin Alana.
Dia menghapus air mata nya dan melihat motor sang kakak ada di teras rumah nya dia pun turun, saat dia akan keluar dari rumah sang ibu yang melihat langsung menegur nya.
"Alana kamu mau kemana nak ini hujan deras nak?" Teriak Vina saat melihat putrinya akan berlari keluar rumah.
"Kerumah abang Ken sebentar Bunda." Jawab Alan sambil dia berlari.
"Ini hujan nak." teriak Vina saat melihat Alan keluar dari pintu rumah.
Alan berlari menuju kearah rumah sang kakak dan melihat helm serta kunci motor ada di meja teras, karena dia tau Ken akan pergi keluar saat dia libur bekerja.
"Abang Alan pinjam motor nya sebentar." Ucap Alana saat dia sudah berada di atas motor besar Ken dengan tubuh yang sudah basah kuyup.
Brum...!
Ken yang ada di dalam berlari keluar saat dia mendengar suara Alana dan suara motor nya yang menyala.
"Alan..... Tunggu kamu mau kemana hujan - hujan begini, itu motor Abang mau pergi nanti." Teriak Ken saat motor yang di kendarai Alana melaju dengan kencang.
"Ah...! Nyesel ngajarin anak itu bisa bawa motor." Kesal Ken saat melihat motor nya di bawa adik nya.
Vino yang melihat kekesalan putra nya mendekat kearah putra nya dengan tersenyum kearah Ken.
"Sabar gak perlu kesal atau marah, sebentar lagi adik kamu itu gak akan ada di sini, sudah biarkan dia pakai sebentar motor mu, salah sendiri kenapa di ajarin bawa motor." Ledek Vino.
"Papa kok belain Alan. Oh tau lah keponakan kesayangan. Hari yang sial banget hari ini dompet hilang motor di bawa adek." Jawab Ken pelan saat dia kesal.
Vino hanya tersenyum saat mendengar perkataan putra nya, sedangkan Alana melaju dengan kencang di bawah guyuran hujan untuk menenangkan diri nya. Alana menerobos deras nya hujan tanpa perduli dengan keadaan tubuh nya yang sudah basah kuyup.
Setelah tenang puas melampiaskan kesedihan nya dengan ngebut di bawah guyuran hujan, dia pun pulang dengan tubuh yang sudah basah, Alan sengaja tak menggunakan jas hujan agar dia menikmati deras nya air hujan.
"Dari mana kamu?" Tanya Ken saat melihat Alan sudah pulang.
"Main hujan bang, ini kunci motor nya ini helm nya, makasih abang ku sayang." Jawab Alana.
Ken hanya bisa menarik nafas saat melihat Alana pergi, tak ada yang melihat ada air mata di pipi nya karena semua tertutup oleh hujan.
"Astaghfirullah Alana kamu kenapa jadi basah kuyup gini nak, gimana kalau kamu demam. Cepat mandi dengan air hangat jangan lupa kepalanya di basahi juga dengan air hangat biar gak sakit kepala." ucap sang ibu.
"Iya bunda, maaf sudah buat bunda khawatir Alan ke kamar dulu mau mandi." ucap Alan.
Vina hanya bisa menari nafas dia tau putri nya habis menangis dalam guyuran air hujan. sedangkan Alan saat sampai di kamar nya dia langsung mandi seperti yang di bilang bunda nya mandi dengan air hangat.
Sedangkan Vina yang melihat kesedihan di mata putri nya langsung menuju kamar Alana dan mendengar suara air dari dalam kamar mandi. Vina duduk di pinggir tempat tidur, saat Alan selesai mandi dia melihat bunda nya ada di dalam kamar nya.
"Bunda...!" ucap Alan.
"Pakai lah baju setelah kamu pakai baju ada yang mau bunda tanyakan." ucap Vina.
Alan pun mengambil pakaian dan memakai nya di kamar mandi setelah selesai berpakaian dia duduk di dekat sang ibu dengan kepala berbaring di pangkuan bunda nya.
"Alan pasti rindu baring di paha bunda." ucap Alan.
"Bunda juga pasti rindu sama kamu nak, mana ada orang tua yang tak rindu dengan putri nya saat akan pergi jauh." jawab Vina dengan mengelus kepala putrinya.
Sejenak keduanya terdiam dan tak lama Vina mulai mengatakan apa yang dia rasakan.
"Kamu habis nangis nak?" tanya Vina.
Alan langsung duduk saat dia mendengar perkataan bunda nya dan menatap kearah sang bunda dengan senyum kecil.
"Bunda ini mana ada Alan nangis." ucap Alan.
"Mungkin kamu lupa nak, bunda yang melahirkan kamu dan membesarkan kamu, kamu mungkin bisa bohongi kedua abang mu tapi kamu tidak bisa bohongi bunda. Apa yang membuat mu sedih?" tanya Vina.
Alan menatap kearah sang ibu dan menunduk saat bunda nya tau jika dia sedang sedih.
"Alan hanya sedih saat inget jika besok Alan akan pergi jauh dan lama gak lihat bunda dan yang lain nya." jawab Alan yang tak ingin bunda nya sedih saat tau apa yang dia rasakan.
"Kamu gak perlu sedih nak, bunda dan ayah akan datang saat ayah ada waktu luang untuk melihat kamu." ucap Vina dengan mencium kening putrinya.
"Sudah jangan sedih nanti malam ada acara makan malam bersama keluarga kita kamu siap - siap ya, jangan sedih lagi nanti di kira anak bunda cengeng lagi." ucap Vina.
"Iya Alan akan siap - siap." jawab Alan.
Setelah berbicara dengan putrinya Vina keluar dari kamar Alan dan mempersiapkan semua makanan dibantu oleh kakak ipar nya Aisyah dan juga Jesika. Saat acara makan malam tiba semua orang berkumpul di halaman belakang yang sudah di siap kan berbagai menu makanan. Hanya Helen yang tak hadir di acara kumpul keluarga besar nya, dia memilih untuk pergi bersama dengan Riski dan tak tahu jika acara makan malam bersama keluarga besar nya di rumah Alan adalah acara perpisahan Alan untuk pergi keluar negri seorang diri.
Bersambung....!!!!
Riski kek nya suka sama Helen deh klu Alana tau orang yg dia suka justru ga suka sama dia gmn ya ,moga sikap Alana ga berubah ya klu tau
doakan saja agar semuanya lancar ya
apalagi Bagas emg langsung menjauh setelah pacaran sama Helen, lagian Helen juga apa-apaan sih kok kamu sampe segitunya sama Alana
toh Alana gak akan pernah rebut Bagas dari kamu ishhh ngeselin 😤😤
tapi sayangnya kepala Alana malah jadi memar gitu ya
tapi mungkin ini pilihan kamu ya lan, semoga di Malaysia nanti kamu bisa jauh lebih bahagia ya Alana
gak bisa jaga perasaan Alan malah pamer🙄