NovelToon NovelToon
Ujung Ombak Di Kaki Senja

Ujung Ombak Di Kaki Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Bad Boy / Suami amnesia / Tamat
Popularitas:460.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

"Kamu, Istriku! Namamu Senja, Aku ingat itu."

Naurally Senja Hafidza. Seorang santri Wati yang pernah mondok di salah satu pesantren dekat pesisir Pangandaran. Merasa terkejut tatkala seorang pria berwajah tampan namun berambut gondrong dan berpenampilan bak berandal, yang memang pernah la temui beberapa kali di pantai tempat ia menghafal Al-Qur'an ketika sore hari. Tiba-tiba hadir di depannya dan mengakui bahwa Senja adalah Istrinya.

"Maaf, kita baru beberapa kali bertemu dan dalam ketidak sengajaan. Mana mungkin saya adalah Istri Saudara."

Sedangkan di posisi laki-laki tersebut, yaitu Keindra Alif Hibridzi, saat ini ia sedang mengalami amnesia, pasca bangun dari koma, akibat kecelakaan motor beberapa bulan yang lalu. Di dalam ingatannya, hanya menyisakan seorang nama saja yaitu Senja. Parahnya lagi, di ambang halusinasinya, Senja adalah seseorang yang pernah ia nikahi dan saat ini adalah Istri Sah nya.

UJUNG OMBAK DI KAKI SENJA. Mari mulai baca saja, Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Kepanikan Arka.

"Takdir manusia telah terukir di LAUHULMAHFUZ. Mau tidak mau, suka tidak suka. Harus menerima! maka bertawakal adalah sebuah perjuangan tak kasat mata untuk meraih Keridhoan-Nya."

..._Keindra Alif_...

...🍃🍃🥀🥀...

Di rumah sakit, 

Terjadi kepanikan dari Arka. 

"Dok! tolong selamatkan sahabat saya, dia belum meninggal!" Teriak Arka sembari ikut berlari mendorong brangkar.

Arka tiba dengan beberapa orang petugas medis dan juga dua orang polisi.

Saudara tenang dulu." Pinta seorang perawat. "Kami harus memeriksanya." Ucapannya lagi. Arka mengangguk, tangannya berlumuran darah, karena sempat memangku Kepala Kei di pangkuannya ketika ia memastikan Kei masih bernyawa, walaupun sudah di tutupi koran dan kerdus berkas. 

Noda darah pun nampak menempel di sana-sini pada pakaian Arka. Ia sudah tidak peduli. Duduk terpekur di depan ruang UGD, sembari melingkup kepalanya dengan kedua tangan. Di dalam hatinya tidak berhenti berdoa. Tubuhnya gemetar karena rasa Syok yang luar biasa.

Tadi, setelah Arka menyelesaikan hajatnya di toilet. Ia pun bergegas menyusul Kei. Namun sesampainya, di akhir lingkar Nagreg. Arka melihat banyak kerumunan, ketika bertanya pada pengendara lain, mereka bilang itu kecelakaan. 

Awalnya Arka hendak melewati kerumunan tersebut. Namun tidak sengaja, Arka melihat sebuah motor tergeletak di seberang jalanan. Arka amat mengenalinya, itu motor Kei.

"Astaghfirullah. Kei...kei! enggak-gak, Itu bukan lo!" Gumam Arka dengan detak jantung yang sudah tidak keruan.

Arka menghentikan motornya di bahu jalan. Ia turun dari motor dan segera berlari, menyeruak kerumunan. Bahkan para polisi, walaupun sudah di larang, Arka tetap memaksakan diri.

"Hoooo, Men! Gak mungkin ini lo!" lirih Arka. 

Pemandangan yang mengerikan  sekaligus memilukan. Ya, sahabatnya tergeletak di atas aspal jalanan dengan tubuh yang sudah di tutup koran dan juga kerdus bekas. Namun hanya hingga paha. Arka mengenali celana jeans dan juga sepatu yang Kei kenakan. 

Arka berjalan perlahan dengan gontai. Arka baru saja kehilangan keseimbangan pada tubuhnya. Dadanya panas, detak Jantungnya berpacu dengan kuat.

Hingga kekuatannya kembali. Arka segera berlari menghampiri tubuh Kei. Arka menyibak kasar koran dan kerdus yang menutupi tubuh sahabatnya.

"Keiiii...."

"Keiii...."

"Ya Allah, Keiiii...."

Jerit pilu dari Arka memeluk tubuh sahabatnya, sembari tergugu karena tangisan.

"Assalamu'alaikum." Sapa seseorang. Mengembalikan Arka dari lamunan. 

"Minun dulu Mas!" Uluran tangan seseorang itu memberikan sebuah air kemasan kepada Arka.

Arka pun mendongak. Seorang perempuan muda berjilbab, nampak sedang tersenyum kearahnya.

"Wa_wa'alikum salam. Terima kasih." Arka mengambil air tersebut. Lalu meminumnya sedikit. 

"Saya Sabrina. Sebagai pendamping Spiritual di rumah sakit ini." Ujarnya.

Arka berdiri. Belum sempat mengatakan apapun pada perempuan berjilbab tersebut. Seorang dokter baru saja keluar dari ruang IGD.

"Dok. Bagaimana keadaan sahabat saya?" tanya Arka.

"Cukup kritis. Kami sedang menangani lukanya." Jawab Sang dokter.

"Bagaimana dengan keluarga korban?" tanya dokter kembali.

"Saya sudah berusaha menghubunginya namun, belum tersambung. Nanti saya hubungi kembali."

"Dok, tolong selamatkan sahabat saya." Mohon Arka kembali. Lagi-lagi air mata tak dapat ia tahan dan meluncur begitu saja.

"Banyak berdoa. Mohon yang terbaik dari Allah. Kami, team dokter akan berusaha sekuat tenaga untuk menangani sahabat Anda." Dokter menepuk pelan pundak Arka.

"Ahamdulillah, sahabat anda segera di bawa kemari. Sehingga nyawanya dapat tertolong. walaupun cedera di kepalanya parah. Dan kami masih harus menunggunya hingga ia siuman, untuk memastikan tidak ada hal buruk yang menimpanya lebih jauh." Ujar dokter kembali. Seraya memohon undur diri setelahnya.

Arka kembali duduk di lantai dengan lesu. Ia menyandarkan dirinya, di dinding rumah sakit . Perempuan yang bernama Sabrina, masih berada di dekat Arka. 

Sedangkan polisi yang mendampingi Arka nampak sedang berbincang dengan rekannya di ujung koridor.

"Ah maaf, saya lupa. Mbak ini yang baru saja mendokan sahabat saya kan?"

Sabrina mengangguk dengan tersenyum ramah. Namun, senyumnya mendadak luntur, tatkala Arka mengulurkan uang seratus ribu rupiah, sebagai upah atau apalah namanya.

"Maaf, saya tidak menjual Agama Saya!" tegas Sabrina. Ia merasa tidak terima, seakan niat mulianya untuk menjadi pendamping spiritual, memanjatkan doa-doa untuk seseorang yang sakit, bahkan orang sedang sekarat, di tukar sebuah nominal. Arka menelan ludah kelu. Menarik kembali uang yang tadi ter-ulur.

"Maaf! Saya fikir...." lirih Arka.

"Sudahlah, Mas-nya kan tidak tahu. Kami di sini tidak memungut bayaran pada pasien. Pihak rumah sakit, telah mencukupi kami dengan biaya makan dan tempat tinggal. Alhamdulillah bagi kami yang masih bersekolah pun di biayai penuh." Tutur Sabrina

"Alhamdulillah." Ucap lirih Arka. 

"Sebaiknya Mas membersihkan diri. Agar ketika sahabat Mas siuman. Tidak kembali pingsan, karena melihat penampilan Mas-nya."  Sabrina mengekeh.

"Heumm. Ia juga sih. Terima kasih atas sarannya." Arka memidai dirinya sendiri. Setelahnya ia ikuti mengekeh dengan kikuk.

"Baiklah, saya harus ke ruangan lain untuk mendoakan kesembuhan pasien lainnya. Besok sore saya kembali ke sini." Ucap Sabrina. Arka hanya mengangguk. 

Setelah berucap salam, Sabrina pun pergi dari hadapan Arka. Menyisakan hening bagi Arka.

**

Setelah beberapa jam melewati rangkaian pemeriksaan. Kei masih belum sadarkan diri. Luka Kei pada kepala dan bagian tubuh lainnya. Sudah mendapatkan penanganan.

Kei sudah berada di ruang ICU. Denyit suara dari monitor jantung dan juga selang oksigen, saling bersahutan, terdengar amat memilukan.

"Men, bangun! lo gak mau menemui Senja. Katanya lo mau nikahin Senja." Arka mengusap lengan Kei dengan berbisik di telinga Kei.

Arka amat terpukul dengan insiden tersebut. Arka sudah dapat menghubungi orang tua Kei, mereka sedang dalam perjalanan.

"Men, ma'afkan gue ya. Tadi malah nyuruh lo jalan duluan." Ucap Arka kembali. Air matanya terus menetes. Entahlah, Kei sudah seperti belahan jiwanya. Banyak hari yang mereka lewati. Suka dan duka pernah mereka jalani bersama. 

Arka kagum dengan perangai dan juga kepribadian kei. Walaupun ia anak Sultan, Kei seorang yang sederhana, rendah hati dan santun, walaupun tampilannya terkesan urakan.

Kei banyak membantu Arka dan beberapa teman lainnya, ketika mereka dalam kesulitan. Namun Kei tidak mempergunakan fasilitas dari Sang Ayah dalam menolong temannya. Kei rela mengamen, bahkan jualan asongan, di persimpangan jalan, untuk membantu sahabat mereka yang tengah kesulitan ekonomi.

Padahal dengan kekayaan Sekaliber Ayahnya, yang notabene pengusaha sukses Asia. Bisa saja Kei memanfaatkannya. Namun kenyataannya Kei tidak melakukan itu.

Satu yang membuat Arka tambah bangga terhadap sahabatnya. Walaupun Kei di kelilingi perempuan cantik dan seksi, Kei tidak pernah memanfaatkan mereka hanya demi kepuasan semata. Kei Selalu berkata dengan bangganya. 

"Keperjakaan gue mahal! Men. Gak akan di obral beitu saja. Hanya calon bidadari hati gue, nantinya yang ber-Hak."

**

Beberapa waktu kemudian, 

Orang tua Kei sudah tiba, mereka tiba dengan beberapa orang, Willy sang tangan kanan pun berada di antara mereka. Bahkan para staf rumah sakit menyambut mereka. Ternyata Ayah Kei kenal baik dengan pemilik rumah sakit tersebut.

"Nak!"

"Sayang, apa yang terjadi dengan mu. Setelah tiga bulan pergi dari rumah, mengapa Mami harus bertemu kamu di ruangan ini? dalam keadaan tidak sadarkan diri. Bangun Nak! Ini Mami."

Ibunya Kei menangis, menyaksikan putranya tidak sadarkan diri seperti itu.

"Mih, Sundahlah. Putra kita akan baik-baik saja." Bujuk Ayah Kei lirih.

"Ini semua gara-gara Papi." Amarah terpendam terhadap suami, pecahlah sudah.

Ayah Kei menghela nafas. "Papi minta maaf. Satu janji Papi, setelah Kei siuman, maka Papi akan memberikan kebebasan untuknya memilih."

Mami Kei sedikit melunak. Ia menatap suaminya dengan sisa air mata yang membuat mata indahnya nampak basah. "Janji?"

Ayah Kei mengangguk dengan tersenyum. Akhirnya mereka menunggu di luar ruangan. Hanya boleh satu orang berada lama di dalam. 

Arka sudah menceritakan kronologi kejadian yang menimpa Kei. Namun satu yang tidak Arka ceritakan. Yaitu maksud dan tujuan utama, kepulangan  Kei. 

Arka tidak tahu harus memulai cerita dari mana mengenai senja. Ia sendiripun tidak mengenal saja, Arka hanya mendengar dari cerita kei. Biarlah nanti Kei yang menjelaskan segalanya setelah siuman. Itu fikir Arka.

Bersambung...

1
Renesme
Baguuus 👍👍👍
Heryta Herman
hahaha..batal deh mas kei mesra"an sama ayank senja gara" tamu bulanan...
Heryta Herman
selalu saja ada orang ke tiga/pelakor,dlm cerita/novel..apapun genre nya...
bikin nge drop dan malas bacanya...
walau ujung cerita nya bahagia...
Gladys Aira
Luar biasa
Balqis Adzraa
Bagus 👍 banget ceritanya,, sukses terus
Ukhty fillah
👍👍
Follow Author.IG: rosenoor_193
Good
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Follow Author.IG: rosenoor_193: 🙏🙏🙏🙏🥰🥰
total 1 replies
Sulaiman Efendy
GK ADA CERITA KHUSUS BUAT ANAK2 MEREKA KAH THOR, SERU KYAKNYA KLO OTHOR BUAT CRITA ANAK2 MREKA..
Follow Author.IG: rosenoor_193: ada sih tapi belum ada waktu nulisnya 🙏
total 1 replies
Sulaiman Efendy
PERASAAN YG HAMIL DLUAN SYABIE, KOQ MLH SNJA YG LHIRAN DLU...
Sulaiman Efendy
ITU PASTI KERJAA ILLA..
Sulaiman Efendy
HADIAH SPCIAL SENJA PASTI AKN BRIKAN HAQ SUAMI ATAS DIRINYA.
Sulaiman Efendy
PACAR ALIAS KUTEK WILL😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
QYANA HRS CERITA KE ETHAN TTG KLICIKAN ILLA..
Sulaiman Efendy
DLU KEI CINTA QYANA, TTPI QYANA CINTA MA ETHAN, GK NYANGKA BANGET...
TERNYATA QYANA BKN 11-12 DGN RHAILLA, TTPI 1-100,, SEMUANYA ULAH LICIK ILLA RUPANYA..
Sulaiman Efendy
QYANA DN RHAILLA SMA SAJA TUU, 11-12..
BETUL KATA SENJA, MASA KLO UDH NIKAH MSH NONGKRONG DI CLUB BRSAMA LKI2 YG BKN MAHRAMNYA, MMG HRS DISELIDIKI...
Sulaiman Efendy
UNTUNG ADA ALINA YG BERITAHU...
Sulaiman Efendy
SYABIE DI JODOHIN MA ARKA AZA TUUU..

KOQ KEI PELUKAN MA RILLA, ADA APA...??
Sulaiman Efendy
SEBENARNYA PALING MALAS KLO BCA CERITA ADA ORG2 MASA LALU KDUA PASANGN YG BRPOTENSI GANGGU KBAHAGIAAN TOKOH DI CERITA..
Rina Susilowati
ceritanya bagus bener..singkt tapi banyk pelajaran yg diperik.. terima kasih ka ROS SY BERHARAP ADA SQUEL DARI ANAK KE , ARKA , ETHAN DAN WILI..PASTI KEREN
Follow Author.IG: rosenoor_193: Terima kasih Akak. Nanti di pikirkan ya 🤗🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!