Nama Cahaya Mirwa Pelangi, biasa dipanggil Pelangi usia 20 tahun, seorang gadis yang bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja, hidupnya nampak aneh karena dihadapkan oleh tuan muda yang kaya raya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viole, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Jam 05.30 sore
Setelah perbincangan panjang lebar akhirnya tuan Yonso & nyonya Arini pamit untuk pulang, mereka berdua mengucapakan banyak terimakasih karena niat baik mereka disambut dengan baik hari ini. Meskipun sebenarnya ta'aruf bukan lah pacuan jika Pelangi akan benar-benar menerima putranya setidaknya bagi tuan Yonso anaknya masih mendapatkan kesempatan untuk selangkah lebih maju.
Pelangi menjelaskan setelah prosesi ta'aruf bukan berarti hubungan antara Pelangi & Zarow akan langsung berlanjut kepernikahan, karena proses ta'aruf merupakan kesempatan untuk berpikir, jeda sejenak dari komunikasi penjajakan biasanya digunakan masing-masing pihak untuk shalat istikharah, berdoa, berdiskusi dengan orangtua atau meminta saran sahabat. Setelah sama-sama berpikir & mereka berdua yakin untuk maju maka proses khitbah pun dilakukan sebagai tanda pembuka jalannya pernikahan.
Pak Yonso sangat berharap jika setelah prosesi ta'aruf hubungan Pelangi & putranya akan berlanjut kejenjang berikutnya & akan segera menikah. Pelangi meminta waktu satu minggu untuk berpikir sebelum memutuskan apakah ia akan benar-benar menerima Zarow atau tidak, pak Yonso menyetujui keinginan Pelangi karena baginya satu minggu bukanlah waktu yang sangat lama.
" kalau begitu kami pulang dulu ya pak " Tuan Yonso berpamitan sambil tersenyum menjabat tangan pak Abdullah.
" mari bu " kata nyonya Arini tersenyum, " Pelangi tante pulang dulu ya " katanya lagi sambil memegang tangan Pelangi & tersenyum.
" assalamuallaikum " kata tuan Yonso & nyonya Arini bersama.
" waallaikumsalam " jawab Pelangi & kedua orangtuanya.
Pelangi hanya tersenyum mengantarkan kepergian tuan Yonso & nyonya Arini kearah depan pintu, setelah tuan Yonso & nyonya Arini Pergi, ia kembali berjalan mendekati ayahnya yang sedari tadi melihat kearahnya sambil tersenyum.
Bu Melati telah duduk di samping suaminya saat ini, masih memikirkan soal lamaran yang baru datang untuk anaknya ia masih tak percaya, bagaimana mungkin orang terpandang seperti tuan Yonso menginginkan putranya menikah dengan seorang gadis dari keluarga sederhana seperti putrinya.
Pelangi duduk di samping ibunya yang sudah duduk di dekat ayahnya, tangannya dipegang oleh ibunya saat ini, ibunya tersenyum kearahnya, Pelangi membalas senyum ibunya, Pelangi yakin saat ini ibunya sedang memikirkan tentang lamaran tuan Yonso yang sangat tiba-tiba tadi.
" Pelangi " kata pak Abdullah.
" iya yah " jawab Pelangi sambil menoleh kearah ayahnya.
" kamu sudah dewasa, ayah & ibu gak akan ikut campur sama apa yang sudah jadi keputusanmu, kami sebagai orang tua hanya bisa memberimu saran supaya gak salah jalan, kamu harus pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan, karena keputusan kali ini bukanlah perkara mudah karena ini persoalan masa depanmu, ayah harap kamu gak terburu-buru mengambil keputusan " kata pak Abdullah.
Pelangi tersenyum mencerna kata-kata ayahnya, lamaran yang datang kali ini memang membuat dirinya juga agak bingung, mengingat bagaimana sombong & angkuhnya tuan muda Zarow, sudah pasti seharusnya ia tak menerima lamaran dari tuan muda Zarow, tetapi ia juga harus tetap mempertimbangkan hal ini baik-baik mengingat keluarga tuan Yonso & nyonya Arini datang dengan cara baik-baik.
" pak Yonso & bu Arini datang melamar mu secara baik-baik, meminta kamu jadi menantu mereka atas permintaan putra mereka sendiri, sebenarnya ibu masih agak gak percaya ya, seharusnya sebagai orang yang berada mereka akan memilih menantu dari kalangan yang sederajat dengan mereka, tetapi kenapa mereka malah menginginkan kamu jadi menantu mereka, ibu yakin mereka punya alasan sendiri mengapa mau kamu jadi istri dari anak mereka, jadi kamu harus pikirkan lamaran yang datang ini baik-baik "
Pelangi kemudian menatap kearah ibunya, agak kaget sebenarnya ketika ia mengetahui bahwa lamaran tersebut datang atas permintaan tuan muda Zarow, pria yang agak keras tersebut menginginkan dirinya menjadi istrinya, mengapa?, pikirannya bertanya-tanya.
" bukan masalah mereka dari keluarga kaya atau tidak, kamu cukup baik & kamu layak mendapatkan yang terbaik, jadi ayah yakin kamu cukup bijak menentukan keputusan " kata pak Abdullah sambil memegang satu tangan putrinya.
Pak Abdullah yakin jika Pelangi cukup dewasa untuk mengambil keputusannya, pak Abdullah berharap jika anaknya tak salah memutuskan karena ia juga menginginkan seseorang yang terbaik untuk menjadi pendamping putrinya.
" iya yah, bu, Pelangi bakal mempertimbangkan lamaran ini baik-baik sebelum memutuskan " jawabnya sambil tersenyum.
" jangan lupa sholat istikharah mohon petunjuk " kata ibu.
Dalam penentuan masa depannya Pelangi harus meminta petunjuk dari yang mahakuasa apakah ia harus menerima atau tidak, ia tak yakin ia akan menerima Zarow mengingat Zarow merupakan pemuda yang angkuh & sombong.
********
Di kediaman rumah tuan Yonso jam 07.00 malam.
Tuan Yonso & nyonya Arini duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu kedatangan putranya, mereka akan menyampaikan jawaban tentang lamaran yang telah mereka tujukan kepada Pelangi.
Sudah sekitar satu jam lebih mereka berdua menunggu kedatangan putra sulungnya tetapi sampai saat ini Zarow tak kunjung datang juga.
" menurut papi gimana jawaban Pelangi tadi? "
Nyonya Arini menatap suaminya yang nampak begitu tenang sambil membaca sebuah buku ditangannya. Nyonya Arini memang sangat berharap Zarow bisa menikah dengan Pelangi tetapi ia serahkan semua takdir ditangan yang maha kuasa mengingat anaknya juga tak begitu mengerti agama tak seperti tipe pria idaman yang Pelangi harapkan untuk menjadi suaminya.
" papi rasa sebagai wanita baik-baik wajar kalau dia menginginkan pasangan yang terbaik untuknya "
Tuan Yonso menjawab sambil menatap istrinya, memang sebagai wanita yang taat agama wajar saja jika Pelangi menginginkan pria baik-baik untuknya, mengingat Zarow selama ini bertingkah seperti raja yang selalu di kelilingi oleh selirnya, tuan Yonso seperti agak pesimis jika Pelangi akan menerima Zarow jika putranya tak mengubah gaya hidupnya.
" apa yang harus kita lakukan supaya Pelangi mau menerima Zarow? "
Tuan Yonso hanya diam tak menjawab, ia kemudian meletakan buku yang ia baca di atas meja yang berada tepat didepannya, lalu ia mengambil segelas cangkir yang berisi teh hangat untuk ia minum.
" mami jadi pesimis "
Nyonya Arini saat ini agak pesimis mengingat bagaimana putranya, meskipun putranya merupakan seorang pria yang berlinang harta tetapi itu tak menjamin Pelangi akan menerima pinangan mereka mengingat Pelangi tak pernah mempermasalahkan materi, karena baginya materi tidaklah begitu penting.
" kita berdoa saja Zarow bisa berubah, kalo Zarow bisa berubah pasti Pelangi bakal mau menerima pinangan kita "
Zarow yang baru saja tiba & masuk kedalam rumah tersenyum melihat kedua orangtuanya yang saat ini telah duduk di ruang tamu yang ia yakin pasti sedang menunggu dirinya.
Ia berjalan dengan hati yang sangat gembira karena ia yakin pinangannya kepada Pelangi pasti sudah diterima, mengingat keluarganya merupakan keluarga terpandang & orang terkaya di Indonesia sangat mustahil jika lamarannya ditolak.
Di lepaskan nya dasi yang ia kenakan dari lehernya & ia lepas satu kancing bajunya, kemudian ia duduk bersama dengan kedua orangtuanya diruang tamu, tepat dihadapan kedua orangtuanya.
" malam mi, pi " Sapa Zarow sambil tersenyum.
" kamu malam ini keliatan seneng banget kayaknya "
Nyonya Arini yang bisa membaca ekspresi wajah putra sulungnya sangat tau jika Zarow saat ini memang terlihat sangat senang, entah apa yang membuat putranya tersebut sesenang ini.
" kamu habis kencan lagi sama perempuan ****** lagi Zarow? " tanya Tuan Yonso.
Tuan Yonso mencium bau aroma wewangian yang ia yakin bukan lah wangi parfum yang biasa dipakai oleh Zarow, tuan Yonso melihat serius kearah Zarow, jika seperti ini terus sudah lah pasti lamaran yang barusan ia bicarakan kepada Pelangi pasti akan segera ditolak oleh Pelangi.
Zarow hanya tersenyum mendengar pertanyaan ayahnya, memang sore tadi sebelum dirinya pulang ia sempat mampir untuk menghabiskan waktu dengan dua wanita cantik yang ia tak tahu siapa namanya.
" apa bener yang papi kamu omongin Zarow? " nyonya Arini memastikan
" biasa lah mi " jawab Zarow enteng.
Memang hal seperti ini sudah sangat biasa baginya, sudah bukan menjadi rahasia jika ia selalu bersama wanita cantik setiap harinya & baginya itu wajar karena ia merupakan seorang pria yang memiliki segalanya, bukan hanya kaya raya bahkan ketampanannya juga membuat wanita tergila-gila padanya.
" Zarow papi minta berhenti membuang-buang waktumu untuk bersama ******-****** yang cuma mau menghabiskan uangmu "
Kali ini tuan Yonso berbicara agak tegas, ia tak ingin kebiasaan buruk anaknya akan ia bawa sampai ia menikah nantinya, jika ia bawa sampai menikah maka tak ada seorang wanita pun yang akan betah bersama dirinya.
" mereka sendiri pi yang datang ke aku, sayang dong kalo aku sia-siain gitu aja " jawab Zarow
" Zarow kamu harus berubah sayang, kalau kamu gak berubah Pelangi gak akan mau terima kamu jadi suaminya " kata Nyonya Arini.
Nyonya Arini ingin putranya bisa berubah & memiliki istri yang baik seperti Pelangi, meskipun Pelangi jauh dari kata wanita modern dengan berbalutkan pakaian muslimah tetapi Pelangi akan membawa martabat keluarganya menjadi lebih baik lagi.
" ah mami bercanda ya, gak mungkin Pelangi gak bakal terima Zarow jadi suaminya, dia tuh termaksud perempuan beruntung karena bakal nikah sama Zarow " kata Zarow begitu yakin.
" kamu salah Zarow, bukannya papi sudah bilang kemarin sama kamu kalo Pelangi bukan gadis yang memandang seorang pria dari materi yang dia punya, baru saja Pelangi berkata jika ia ingin memikirkan dahulu lamaran dari mu "
Tuan Yonso padahal sudah berkata kepada Zarow untuk mengubah kebiasaannya bersama wanita-wanita yang hanya membuang-membuang waktu & materiny saja tetapi ternyata Zarow tak mengindahkan perkataannya, hari ini justru Zarow kembali bersenang-senang dengan wanita lain lagi.
Zarow cukup terkejut mendengar pinangannya tak diterima oleh Pelangi, ia sungguh tak percaya mendengar kata-kata tersebut, baru kali ini ia ditolak oleh seorang wanita biasanya bahkan wanita lah yang datang menyerahkan diri kepadanya.
" apa?, di tolak " suara Zarow agak meninggi karena terkejut.
" pelankan suaramu Zarow, gak sopan sama papi ngomong begitu " kata nyonya Arini.
" maaf mi, pi " Zarow lantas meminta maaf.
Sebenarnya pria seperti apa yang dinginkan gadis seperti Pelangi untuk mendampingi dirinya, pikir Zarow agak marah, bukan hanya barang pemberiannya bahkan saat ini dirinya juga ditolak oleh Pelangi.
" memangnya apa alasannya dia menolak Zarow pi?, apa Zarow kurang berduit?, apa muka Zarow kurang tampan? " tanya Zarow dengan wajah marah pasalnya baru kali ini ia di tolak oleh seorang wanita.
" dia bukan menolakmu, dia hanya ingin lebih mengenal kamu & berpikir apakah kamu pantas untuk dia " jawab nyonya Arini
" memang apa yang membuat Zarow gak pantas buat Pelangi, derajat kita lebih tinggi dari dia " kata Zarow sombong.
" Zarow...Zarow...ternyata kamu masih gak mengerti dengan kata-kata papi, berkali-kali papi bilang kalo Pelangi bukan memandang pria dari materi maupun derajatnya, dia cuma mau laki-laki baik-baik, bagaimana dia mau menerima lamaran ini kalau kamu saja gak bisa merubah gayamu yang suka bersenang-senang dengan ******, wanita mana yang mau menikah dengan pria hidung belang " kata tuan Yonso panjang lebar.
" kalo memang kamu mau Pelangi jadi istri kamu, kamu harus berubah & berhenti bermain-main dengan wanita, bahkan mami pun sebagai perempuan gak pernah suka dengan kebiasaanmu " kata nyonya Arini tegas.
Zarow memegang kepalanya dengan kedua tangannya dengan sedikit agak menunduk, selain dibuat kesal ia juga dibuat penasaran setengah mati dengan Pelangi, sebenarnya seperti apa kepribadian gadis yang sama sekali tak tertarik dengan ketampanan yang ia miliki serta kekayaannya.
" seperti apa tipe laki-laki yang dia mau " gumam Zarow di dalam hatinya.
********
Ditempat lain jam 01.00 dini hari
Pelangi telah bangun untuk melaksanakan ibadah sholat sunnah, ia akan melakukan sholat tahajud terlebih dahulu sebelum melakukan sholat istikharah untuk memohon petunjuk kepada allah.
Malam ini ia beserta ibunya & ayahnya masih berada di rumah sakit, karena sampai sore tadi belum ada kabar baik dari dokter yang mengijinkan ayahnya untuk pulang ke rumah mereka.
Setelah berwudhu Pelangi bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah sholat sunnah nya, setelah selesai menunaikan ibadah sholat tahajud & sholat istikharah Pelangi lalu duduk untuk berdoa.
“Ya Allah, sesungguhnya, aku memohon kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari anugerah-Mu yang Agung. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Mahatahu sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui perkara yang gaib.
Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan pinangan yang datang kepada hamba adalah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tentukanlah untukku, mudahkanlah jalannya dan berkahilah aku di dalamnya.
Dan apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku apapun yang terbaik, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya, aamiin "
Setelah menunaikan ibadah sholat sunnah Pelangi langsung bangkit & melepaskan mukenahnya, pikirannya agak tenang sekarang setelah menunaikan sholat istikharah.
Ia berharap apapun keputusannya nanti itu adalah yang terbaik untuknya & untuk tuan mida Zarow, jika memang tuan muda Zarow adalah yang terbaik untuknya ia berharap tuan muda Zarow bisa menjadi imam yang baik untuknya kelak tetapi jika Zarow bukan jodohnya ia berharap mereka berdua akan diberikan jodoh yang terbaik.