NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Pria Matang

Terjerat Cinta Pria Matang

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Bubu.id

SQUEL TERNYATA AKU ORANG KETIGA

Kisah tentang ketulusan ....
Dan sungguh setelah kesulitan terdapat kemudahan.

Sebuah peristiwa nahas mempertemukan dua sosok terpaut usia 20 tahun.

Keduanya patah hati dan merana sebab kehilangan orang tercinta. Hingga kekosongan itu saling melengkapi ...

Kebersamaan perlahan menumbuhkan benih-benih cinta itu ...
Rasa yang sekian lama seolah mati, kini memiliki tempat berlabuh.

Mampu kah hubungan itu mudah ditempuh?

"Setiap melihatmu aku seakan sedang melihat Dia ... Dan darimu aku kembali tau ada ekspresi wajah bernama senyum dan ada sebuah rasa bersama bahagia ...." (Dimas)

"Siapa sebetulnya pemilih wajah ini? Apakah ia begitu berarti untuk Om?" (Shofie)

Selain kisah kedua tokoh di atas, kisah anak-anak Dimas juga akan ditampilkan di sini❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KELUGASAN MAYRA

"Jadi, bagaimana?"

"Yahh ... sebelumnya ada yang aku ingin tanyakan!" Dimas bergeming, ia melihat raut keseriusan di wajah Mayra. Ia melirik Diyara setelahnya, tampak ia sedang memperhatikan mang Jaja merapikan bunga-bunga.

"Ayo kita bicara di dalam!" Dimas merangkul Mayra dan mereka berjalan beriringan ke dalam.

"Katakan apa yang ingin kamu tanyakan!"

"Yahh ... aku tau Ayah baik, tulus menolong Shofi. Tapi jujurlah, apa sedikit pun Shofi tidak ada di hati Ayah?"

"Kemana arah pembicaraanmu sebetulnya, hem?" Dimas menyapu kepala Mayra.

"Ayah pasti tau maksud ucapanku, kalian dua orang dewasa yang tinggal dalam satu atap bukan dalam waktu singkat, 1 tahun! Bahkan usia perkenalanku dan kak Billy juga 1 tahun, dalam jangka itu kami merasa nyaman dan kami berani mengambil langkah serius. Dan Ayah, bagaimana rasa Ayah sebetulnya pada Shofi? Sebatas tanggungjawab sosial atau ada hati mulai bermain di dalamnya?" Dimas menatap Mayra.

"Ayah selalu suka cara bicaramu. Lugas dan langsung pada intinya, tapi kamu lupa kalau ayahmu ini memiliki sosok bunda yang begitu melekat di hati Ayah. Kamu berfikir berlebihan, bagaimana Ayah bisa membagi hati yang sudah terpatri pada bundamu!" Dimas menunduk sesaat dan menatap Mayra kembali.

"Maaf Yah ... Aku pun sangat menyayangi Bunda. Kepergian bunda menghancurkan kita semua terutama ayah. Jika sosok Shofi mulai masuk ke hati Ayah. Aku akan mendukung Ayah. Ayah bukan menghianati bunda, karena bunda saat ini sudah bahagia di tempat lain. Kufikir Bunda tentunya juga ingin Ayah tetap menjalani hidup dengan baik dan meraih bahagia kembali. Dan aku melihat itu sejak Shofi hadir!" Dimas bergeming menatap Mayra yang memang sejak kecil sudah tampak kedewasaannya.

"Sayang ... tidak begitu, Nak!" kilah Dimas.

"Ayah tidak perlu menjawab itu untukku, tapi jawab itu untuk diri Ayah sendiri, tanyakan pada hati kecil Ayah seberapa penting sosok Shofi dalam hidup Ayah! Fikirkan pula kebersamaan kalian, hubungan apa yang tercipta selama ini!" Dimas bergeming. Setelah beberapa saat terdiam, Mayra berucap lagi.

"Sungguh aku tak masalah jika di masa depan Ayah memutuskan mengambil langkah apapun dengan Shofi. Namun Ayah harus mantap dan sadar bahwa wanita yang berada di sisi Ayah adalah sosok berbeda dan bukan bunda! Ia Shofi yang dengan sadar Ayah selamatkan dan Ayah bawa masuk dalam Vila kita! Tentu perkataanku ini akan bertentangan dengan cara berfikir Dirga, aku tak peduli! Karena yang terpenting untukku adalah kebahagiaan Ayah!" Spontan Dimas memeluk Mayra.

"Kamu sudah terlalu banyak bicara, Sayang! Bahkan Ayah tidak terfikir hal-hal semacam itu! Dan kamu bicara tadi seolah tau banyak tentang bahagia Ayah!"

"Tidak terfikir saat ini bukan berarti menutup kemungkinan akan terfikir di masa nanti kan, Yah!" Dimas menggeleng-geleng tak habis fikir dengan perkataan Mayra.

"Sudahi bicara ini! Jadi bagaimana? Apa kamu akan mengizinkan Shofi membantu acaramu?"

"Tentu saja!" Mayra mendangakkan kepalanya dan tersenyum.

"Terima kasih sudah hadir dalam hidup Ayah! Kadang Ayah masih belum percaya jika kamu akan bertunangan dan segera menikah setelahnya. Tapi melihatmu hari ini, Ayah yakin melepasmu, Ayah yakin kamu akan menjadi sosok ibu yang hebat dengan kedewasaan berfikirmu."

"Maaf kalau kata-kataku menyakiti Ayah! Aku hanya tidak ingin Ayah hidup dalam bayang-bayang semu selamanya. Bunda kita sudah pergi, wanita di sisi Ayah itu Shofi, bukan bunda! Ayah paham maksudku, kan?" Mayra berkata lirih dan sangat hati-hati. Jelas wanita itu tak ingin kata-katanya menyakiti Dimas.

"Ayah paham. Ayah sangat mencintaimu, Nak! Kamu, Diyara, Qinara, juga Dirga adalah malaikat Ayah. Kalian hidup Ayah!" Bibir itu mengecup kening Mayra.

"Dan Shofi?" Dimas tersenyum dan lagi-lagi menggelengkan kepalanya.

"Jemput wanita itu untuk membantu kita di sini, Yah! Aku tak peduli reaksi Dirga, menurutku Dirga itu berlebihan!"

"Baik Ayah akan menjemputnya. Sekali lagi terima kasih atas kebaikan hatimu, Sayang!"

"Ayah menyangkal tapi binar wajah Ayah saat mengatakan akan menjemputnya menjawab segalanya, hanya saja aku takut Ayah tak bisa membedakan mana Shofi, mana bunda. Sebab kesamaan wajah mereka kini," monolog Mayra.

"Ayah tunggu!" Baru saja Dimas hendak beranjak, Mayra memanggil.

"Ada lagi?"

"Aku sangat sayang Ayah! Ayah menunduklah!" Dimas sudah sangat hapal kata-kata ini. Mayra yang bertubuh tak setinggi adik-adiknya yang lain berusaha mencium kening Dimas tapi tubuhnya tak sampai. Oleh karenanya ia meminta Dimas merendahkan tubuhnya.

CUP

"Akhirnya sampai juga!" ucap Mayra sembari tersenyum.

"Apa begini juga caramu jika hendak mencium kening suamimu kelak, hem?" Dimas menggoda Mayra.

"A-yah ...!" Dimas terus menyapu kepala Mayra. Hingga beberapa saat ia yang masih menggunakan boxer rumahan naik ke kamar dan mengganti outfit yang digunakan, baru setelahnya ia meraih kunci teriosnya.

________________

Pukul 10:10 Terios itu sampai di kediaman bertingkat yang 5 tahun ini ia tinggali. Tak menunggu lama ia mengajak bik Ira ikut bersamanya, baru setelahnya ia menjemput Shofi di Cake Shop.

Shofi kaget melihat kehadiran Dimas setelah seminggu ini ia tak datang ke Cake Shop. Ia terus menertalkan degup jantung yang kini sering tak bekerjasama dan berdetak lebih cepat saat melihat raga itu, terlebih setelah aksi spontan yang Dimas lakukan beberapa waktu lalu.

Dimas mendekat dan menatap lekat wajah itu, seketika terlintas ucapan Mayra bahwa ia harus sadar setiap kali bersama Shofi bahwa ia bukan Lyra. Ia wanita lain yang juga memiliki jiwa dan rasa sendiri, Shofi.

"Tumben Om datang! Laporan hari kemarin sudah kukirim ke email Om, apa belum dibaca?" ucap Shofi berusaha sebiasa dan setenang mungkin.

"Ini tokoku, aku berhak datang kapan saja! Lekas rapihkan tasmu dan ikut denganku!"

"Ke mana? Om lupa ini masih jam kerjaku!"

"Aku membutuhkan pertolonganmu hari ini!" ujar Dimas.

"Pertolongan?"

"Iya. Ayo lekas! Bik Ira juga sudah di mobil menunggu!"

"Bik Ira di mobil? Ada apa sebetulnya?" batin Shofi.

"Lalu siapa yang menghandle toko?"

"Aldo akan datang! Ayo pergi!" Walau dipenuhi tanya, kaki itu terus melangkah beriringan hingga keduanya memasuki mobil.

Di mobil, bik Ira yang juga bingung melontar tanya. "Pak, kita teh mau ke mana?"

"Maaf sampai lupa memberitahu kalian. Putriku bertunangan malam nanti, kebetulan tukang masak yang harusnya membantu kami mendadak berhalangan, jadi aku butuh bantuan kalian berdua untuk membantu kami memasak." Bik Ira tanpak mengangguk sedang Shofi masih bergeming. Dimas mengarahkan tatapannya kepada Shofi.

"Kamu tidak keberatan kan, Shof?" lirihnya. Shofi menatap wajah pengharapan itu. Ia membuang ke arah lain baru berujar.

"Pasti ada anak-anak Om! Mereka tidak menyukaiku!" kata Shofi.

"Kata siapa? Mayra putriku sendiri yang memintaku menjemputmu!"

"Dirga, Qinara dan satu lagii-----

"Diyara," lirih Dimas.

"Iya, ketiga anak Om yang lain pasti tak akan suka aku di sana!"

"Yang memiliki hajat di sini adalah Mayra. Qii dan Diyara akan menurut. Untuk Dirga tak perlu kamu fikirkan. Bukankah ada aku?"

Kata-kata yang menyesakkan itu terdengar. Sesaat Shofi berfikir, bagaimana pun ia memiliki budi besar pada Dimas. Mana mungkin ia bisa menolaknya. Shofi akhirnya mengangguk membuat tarikan di kedua sudut bibir itu tampak di wajah Dimas menghadap ke arahnya.

Senyuman yang setahun ini menjadi semangatnya terus dilihatnya. Pandangan itu saling mengunci, hingga seketika ketukan dari luar mobil mengaburkan lamun itu. Dimas membuka kaca mobilnya, tampak Aldo berdiri di sana.

"Mas, jangan khawatirkan masalah toko, serahkan saja padaku!" ucap pria berkulit putih itu bersemangat, tampak ia terus melirik aktivitas Shofi.

"Thanks Al. Nanti ba'da Magrib bergabunglah!"

"Jika Shofi di sana, aku pasti datang!'

Mendadak raut wajah Dimas berubah, ada penyesalan mengundang aldo beberapa saat lalu. Setelahnya ia berpamitan dan meninggalkan tempat itu.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

⛅Happy reading😘

⛅Jangan lupa like dan komennya yaa❤❤

1
Dewa Rana
mantan suami shofie banyak
Dewa Rana
Semoga Dimas yg terakhir buat Shofie
Dewa Rana
Luar biasa
Dewa Rana
mestinya Sofie punya rumah, kan sebelum nikah dia wanita karir, dokter lagi
Dewa Rana
mestinya setelah ganti wajah, sofi juga ganti nama dan identitas
Batriani
Luar biasa
Surati
bagus
Jessica
Luar biasa
Mirfa Linda
dari yg pertama sampai yg ketiga knp buruk terus nasib shofii Thor...selalu jadi yg kedua dihati suaminya
mentari: karena sofie penggambaran wanita bodoh,tipe2 pelakor .orang nikah kayak mau beli cireng..satset ngga jelas . asal jabat tangan, ijab sah.. pdhl ada pacaran atau kalo mau mode syar'i ya taaruf.. masa dimana kita mengenal calon dan keluarganya..
total 1 replies
Mirfa Linda
malang betul nasib shofii...
makanya jadi orang jgn lemah gitu
Najwa Sahida Lukman Hakim
setelah terjebak dengan 2 orang munafik sekarang terjebak dalam wajah orang yang sudah meninggal ,sabar ya sof semoga ada bahagia untuk mu kelak
Ummi Lestari
sukaaaa
Bundanya Pandu Pharamadina
masih nyimak, alurnya belum paham👍❤
Aliya Jazila
aku juga agak bingung baca nya
EndRu
berat juga jadi ayafiq
EndRu
maklum juga klo Dirga begitu. karena sang anak sangat mencintai bundanya
EndRu
biarin Syafiq tersiksa. rasain
EndRu
suasananya mencekam banget.
EndRu
beneran nyesek lagi inget penderitaan Shofi karena Syafiq
EndRu
pria matang yang manis.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!