Sebelum membaca mari jadikan favorit biar tidak ketinggalan ceritanya☺️
Seorang gadis SMA yang tidak sengaja bertemu dengan CEO dingin di sebuah toko roti dan di pertemukan lagi di sebuah perjamuan pesta.
Tapi siapa sangka dipertemukan dengan kejadian yang tak terduga!!!
Sikap dinginnya malah membuat gadis yang bernama Sherly Cristine ini semakin tertarik ingin terus mengejarnya
Akankah gadis ini berhasil meluluhkan hati seorang CEO yang dingin? atau sebaliknya
Takdir apa yang sudah menunggu mereka di depan sana?
Penasaran ???? ayo ikuti terus jalan ceritanya 😉
.
.
Jangan lupa like, komentar dan vote untuk selalu mendukung author dan dijadikan favorit juga biar nggak ketinggalan jalan ceritanya. Terimakasih pengertiannya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aliya02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjamuan Pesta
✨ Happy Reading ✨
.
.
.
"Gadis kecil ternyata kamu bisa malu juga ya" Batin Evan dengan terkekeh geli.
"Mau lihat kamu" Ucap Evan sambil menyeka rambutnya Sherly, dan mendekatkan wajahnya sembari tersenyum.
"Ka...kamu ngapain" Ucap Sherly grogi atas perlakuannya Evan kepada nya.
"Jangan macam-macam ya! kamu nggak lihat orang-orang pada perhatikan kita" Kesal Sherly sembari menarik tangannya Evan keluar gerbang sekolah
Evan tersenyum karna tangannya dipegang oleh Sherly dan mengikuti arah langkah Sherly dari belakang.
"Ternyata tangannya begitu kecil dan hangat saat memegang pergelangan tangan ku " Batin Evan puas saat tangannya masih di pegang oleh Sherly.
Sesampainya di depan gerbang tanda disadari Sherly masih memegang pergelangan tangannya Evan.
"Kamu mau sampai kapan pegang tanganku atau kamu mau menggoda ku di tempat ini" Goda Evan sambil tersenyum
Sherly langsung tersadar tanpa disadari masih memegang pergelangan tangannya Evan membuatnya salah tingkah, dan buru-buru melepaskan tangannya.
Evan terkekeh melihat gadis itu blushing dan salah tingkah.
"*A*duh... bodohnya aku ngapain pegang tangannya lagian tadi terpaksa juga narik tangannya " Batin Sherly jengkel
"Ng-nggak ngapain juga mau pegang tanganmu lagian tadi terpaksa juga kok, kamu nggak lihat tadi?!" Jelas Sherly kesal dan pergi meninggalkan Evan
Saat melangkah Evan langsung menahan tangannya.
"Tunggu" Seru Evan.
"Apa?! ada apa lagi?! aku mau pulang capek mau istirahat, kan nanti anda kerumah saya
juga" Ucap Sherly.
"Gadis kecil, maaf-maaf soal tadi ya?!" Ucap Evan memohon.
"Hem...." Ucap Sherly datar.
"Nah gitu dong cantik, hari ini tidak les sebagai gantinya kamu temani aku ke pesta sebagai pasanganku malam ini" Jelas Evan.
"Bagus dong nggak les... biar nggak ketemu sama orang mesum" Sindir Sherly.
"Kamu bilang apa? mesum, atau mau aku tunjukkan mesum yang sebenarnya, apa itu mesum?" Ucap Evan menyeringai sembari memegang dagu Sherly.
"Kamu! jangan sembarangan ya" Ancam Sherly
"Yakin...nggak mau ikut? bukannya kamu ada di kasih batas waktu sama orang tuamu harus mencapai ujian matematika dengan hasil maksimal" Ancam Evan dengan penuh arti padahal dia tau dari orangtuanya Sherly bila ia harus mengajarkan Sherly sampai mendapatkan hasil yang maksimal tetapi ia memanfaatkan kesempatan ini.
"Ternyata dia sudah menyelidiki ku, sampai kehidupan pribadi ku pun diketahuinya" Batin Sherly kesal berani-beraninya orang ini mengoreksi informasi kehidupan pribadinya.
"Apa ini ancaman?! lalu apa keuntunganku kudapatkan kalau jadi pasanganmu?" Tanya Sherly
"Aku akan memberikan tips-tips matematika yang sangat simple dalam setiap materi, dan aku jamin dalam kurun waktu satu tahun hasilnya memuaskan sebanyak
80%" Ucap Evan percaya diri
"Menarik boleh juga nih...lagian aku kan anti kali sama namanya matematika apalagi rumus-rumus yang bikin stress. Tidak apa-apa hanya 80% setidaknya aku bisa buktikan ke orang tua ku kalau aku sanggup " Pikirku dan larut dalam pikirannya.
"Hei ... hei ... Sher apa kamu dengar yang aku bilang tadi?" Tanya Evan membuyarkan lamunanku.
"Bagaimana mau nggak?" Tawar Evan
"Oke, aku terima tawarannya" Jawab Sherly setuju tanpa memikirkan acara pesta apa yang akan di pergi nantinya.
"Baiklah cantik" Ucap Evan sembari mencium tangan punggung nya Sherly dengan tatapan menggoda.
"Ka...kamu dasar mesum!" Ucap Sherly kesal .
"Oke...oke...nggak lakukan lagi
kok" Ucap Evan terkekeh.
*******
Satu jam sebelum menjelang pesta, Evan menjemput Sherly dengan menggunakan mobil pribadi, dan mengajaknya ke sebuah toko baju yang terkenal.
"Langsung ke pesta?" Tanya Sherly bingung.
"Kamu akan tau nanti sayang" Ucap Evan santai
"Ck... siapa yang sayangmu!, jangan seenaknya ya panggil sayang sayang!" Seru Sherly dengan mengerutkan keningnya.
"Lagian suatu saat nanti kamu akan jadi milikku juga" Gumam Evan sambil menyetir mobil.
*****
Sesampainya di toko baju....
"Ngapain kamu bawa aku kesini?" Ucap Sherly polos.
"Ganti baju" Ucap Evan
"Bukannya aku udah ganti baju" Ujar Sherly.
"Kamu tetap harus ganti baju sayang, aku mau membuat pasangan ku menjadi yang paling sempurna dan tetap tidak berubah parasmu tetap cantik walaupun memakai pakaian apapun. Tetapi aku ingin kamu memakai gaun yang sudah aku siapkan untuk kamu sayang" Ucap Evan dengan tatapan lembut.
"Oh... tetapi jangan panggil aku sayang sayang, kalau tidak aku tidak mau ganti" Ancam Sherly dengan tatapan serius.
"Baiklah cantik, terimakasih" Ucap Evan dengan senyuman manisnya.
Lalu, aku memakai gaun pilihan nya gaun merah elegan yang memperlihatkan seluruh lekuk di setiap tubuh dan membuat kaki jenjangnya terlihat sangat indah jika di pandang, terutama para kaum pria.
"Wow...cantik, ternyata cocok kali kalau kamu yang pakai" Ucap Evan terpukau melihat penampilannya Sherly
Sherly endengar kata yang keluar dari mulut Evan membuatnya tersipu malu dan membuat Evan terkekeh geli melihat tingkahnya.
*****
Sesampainya di tempat pesta ternyata merupakan pesta ulangtahun perusahaan tempat di mana ayahnya bekerja dan ia mewakili ayahnya.
Lampu-lampu berkilauan yang bergantung di atas di langit-langit gedung yang tidak terhitung banyak nya, lantai yang di lapisi karpet merah panjang dari arah pintu masuk, interior didalam gedung itu terlihat sangat menakjubkan.
Saat menuju ke dalam ada sepasang mata memandang ku dengan sinis dan langsung berbalik.
Ada tamu yang menuju ke tempat kami berada.
"Hallo pak Evan Sanjaya" Ucap tamu tersebut dengan sopan, ia pun hanya membalas dengan senyuman.
"Ini pasangan anda ya? cantik sekali serasi sekali jika bersanding dengan pak Evan" Puji tamu tersebut.
"Terima kasih, jangan di puji soalnya pasangan saya ini malu" Ucap Evan sembari melihat kearah ku. Saking geramnya aku mencubit pinggang nya seenaknya bila aku malu.
"Baiklah kalau gitu saya permisi dulu pak" Ucap tamu tersebut dan meninggalkan kami.
"Kamu harus ingat batasannya! kalau gitu aku mau cari tempat duduk dulu" Bisik Sherly kesal.
"Baiklah cantik, kalau ada apa-apa langsung kasih tau aku oke?" Ucap Evan sembari menepuk kepala ku dengan lembut.
Aku melihat sekeliling mencari-cari ada kursi kosong lalu berjalan ke kursi tersebut.
"Lihat-lihat ada pak Kenzie datang kesini, ganteng kali tapi siapa di sampingnya?" Seru cewek-cewek tersebut hingga membuat ku penasaran dan melihat arah tangan cewek-cewek itu, ternyata banyak yang mengerumuni pasangan tersebut .
"Kamu nggak tau katanya itu tunangannya, mereka serasi kali yang satu ganteng dan satu lagi cantik" Sambung cewek-cewek tersebut dengan tatapan kagum.
"Benar-benar pasangan serasi " Batin Sherly kagum melihat pasangan tersebut.
Ada seorang wanita yang rambut pendek yang mendekati dan tersenyum.
"Hai ... perkenalkan namaku
Erin" Ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya ke arahku.
"Hai juga,.namaku Sherly salam kenal" Jawab Sherly dengan senyuman.
"Sendirian aja ya?mana pasanganmu? kalau begitu aku temani ya? soalnya dari tadi aku lihat kamu sendirian terus jadi aku samperin " Ucap Erin.
"Iya boleh kok" Jawab Sherly.
Kami pun berbincang ringan sambil menikmati pesta tersebut, dan aku merasa ingin ke WC .
"Aku permisi dulu ya" Kata Sherly kepada Erin orang yang baru ia kenal itu sambil meninggalkan nya.
Lalu saat aku berjalan ke arah WC tiba-tiba bulu kuduk ku berdiri seperti ada yang mengikuti ku dari belakang, tetapi saat aku menoleh tidak ada siapa-siapa disana, dan berusaha tetap tenang dan berpikir positif.
.
.
.
.
** **Happy reading**
Terima kasih sudah membaca maaf bila ada kekurangan, tinggalkan jejak di kolom komentar ya kritik maupun saran. Sediakan waktu untuk like dan semoga selalu ikuti alur cerita nya. Terima kasih 🙏**
mampir juga ya kak hehe
maaf jika kurang sopan nyempil promo di sini.
Judul ceritanya "TWINS FLAME"
"perjalanan hidup Eden"
nanti difeedback kok
lope2 deh..😍
salam dari Duke's Evil Daughter
Semangat terus thor
Masih lama tunggu kelanjutannya lagi