Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8.
Najma menatap suaminya, setelah mendengar pertanyaan dari sang suami, Najma sedikit menggelengkan kepala, bagaimana bisa dirinya memikirkan hal tersebut, sedangkan dirinya harus memikirkan agar nilainya tidak turun dan juga memikirkan untuk bertahan hidup di tanah Rantau.
" Sama sekali?" tanya Kai kembali.
" Saya tidak punya banyak waktu seperti teman- teman saya, untuk memikirkan percintaan Gus, besok bisa makan saja saya sudah Alhamdulillah gus" jawab Najma.
" Pagi saya kuliah, sepulang kuliah saya jaga stan minuman di dekat kampus, malamnya saya juga harus bekerja cuci piring di salah satu warung makan, dekat kos, lalu saya juga buka joki tugas" jawab Najma menjelaskan pada suaminya kehidupannya.
" Apa kamu enggak lelah?"tanya Kai melihat begitu padatnya sang istri.
" Kalau di bilang lelah, saya memang lelah Gus, tapi saya juga tidak bisa berbuat banyak selain berdoa dan juga usaha" jawab Najma.
"Kamu tau tugas istri?"tanya Kai dengan nada yang tidak seperti biasanya, terdengar dingin bagi orang yang telah mengenal Kai.
" Tahu Gus" jawab Najma sedikit takut.
" Termasuk menurut dan patuh pada suami?" tanya Kai dan di beri anggukan oleh Najma.
" Saya mau mulai besok kamu tidak bekerja di dua tempat itu lagi, kalau kamu mau bekerja , bekerja di toko baju umi, nanti biar saya yang bilang ke umi, saya sudah membaca surat lamaran kerja kamu dan yang ingin kamu masuki itu, toko milik umi" imbuh Kai.
" Tapi, Gus...... " saat Najma ingin protes Kai segera memotongnya.
"Setelah acara Gus Adam, saya akan bantu kamu ngomong dengan bos kamu, setelah ini ikut saya dulu cari ponsel dan laptop buat kamu" imbuh Kai kemudian berdiri.
"ehhh tidak perlu Gus, ponsel dan laptop saya masih bisa di gunakan Gus " cegah Najma.
" Tetap saya akan membelikan, saya suami mu sekarang dan saya tidak mau istri saya kekurangan" jawab Kai dengan wajah yang masih sama tidak ada senyum di wahjahnya.
" Ba- baik Gus, terimakasih " sahut Najma.
Sebelum benar - benar keluar balkon Kai meminta untuk di buatkan kopi " tolong buatkan saya kopi" pinta Kai.
Najma hanya mengangukan kepalanya dan beralih ke arah nakas, dimana ada dua botol air putih berukuran sedang yang di sediakan oleh pihak hotel dan beberapa amenitis lainnya.
Najma mulai memanaskan air dan membuat kopi untuk suaminya, setelah beberapa menit kemudian ia menyajikan pada suaminya yang sedang murojaah hafalanya di balkon kamar hotel mereka.
" ini Gus kopinya " ucap Najma menaruh kopinya di meja kecil yang ada di sana.
" Terima kasih" ucap Kai, kemudian sedikit menyicip kopi panas tersebut.
Kai sedikit membalalakan matanya kala menyicip kopi buatan sang istri yang terasa beda, padahal hanya kopi instan biasa.
" kenapa Gus? tidak enak ya...? atau mau saya ganti ?" deretan pertanyaan dari Najma.
" tidak rasanya pas... bahkan sangat pas, kamu kenapa masih berdiri di situ? atau mau mendengarkan saya mengaji?"balas Kai.
"Saya masuk dulu gus" pamit Najma.
Pukul sepuluh Kai dan Najma ingin ke pondok pesantren darul quran, pondok Kiyai Idris untuk membantu di sana.
Namun Najma sedikit bingung dengan suaminya yang mengendari mobilnya menjauh kearah pesantren yang hanya memakan waktu lima menit.
" Gus kita mau kemana Gus?" tanya Najma memberanikan dirinya.
" saya mau beli sesuatu dulu" jawab Kai yang masih fokus ke depan.
Najma tidak bertanya kembali dirinya lebih memelih melihat ke arah luar jendela, Bandung yang ki i cukup ramai dengan turis yang ingin menikmati ke indahan bandung.
Mereka tiba di salah satu mall di bandung, Najma mengekori suaminya, ia cukup tahu diri dan tidak berjalan berdampingan dengan suaminya, ia berjalan cukup belakang dari Kai.
" kenapa kamu, memperlambat jalan mu?" tanya Kai yang melihat Najma sengaja memperlambat jalannya dan sedikit menarik Najma untuk mendekat ke dirinya.
" Saya takut Gus malu, banyak yang mengenali Gus di sini" jawab Najma, karena tidak di pungkiri Kai memang terkenal di media sosial, bahkan pengikutnya kurang lebih 209ribu orang di salah satu aplikasinya, belum di aplikasi tok- tok nya yang dimana pengikutnya hampir 500ribu.
Kai kemudian menggadeng tangan sang istri, dirinya juga sudah memposting buku pernikahannya dengan Najma, agar para pengikutnya tau jika dirinya sudah menikah.
" Apa kamu enggak mengikuti saya, di media sosial?" tanya Kai menatap sang istri yang berusaha untuk menutupi dirinya.
Najma mulai mengikuti gerak kaki Kai yang lumayan cepat, "Saya mengikuti Gus, tapi sedari kemarin saya belum buka sosial media, karena ponsel saya memerintahkan penuh" jawab Najma sedikit tersengkal karena kecepatan jalannya dengan Suaminya yang berbeda.
Kai hanya diam dan hingga akhirnya mereka tiba di salah satu toko ponselnya yang terkenal dengan logo apel keruwak .
"Mari Gus kai, mau cari apa?" tanya sales toko ponsel tersebut yang mengetahui kai.
" Saya mau cari ponsel dan juga macbook untuk istri saya, yang cocok untuk kuliah " jawab Gus Kai .
Najma mendongakan kepalanya, di satu sisi dirinya senang karena di kenalkan kepada khalayak ramai sebagai istri Gus Kai, Namun di satu sisi juga beban baginya.
"Oh... ini istri Gus ya... , masih cantikan Ning Balqis Gus" ujar Sales julid tersebut dan melihat Najma dari atas hingga bawah, Najma dengan gamis lusuhnys serta wajah yang sama sekali tidak terawat.
Najma segera melepas tanganya dan menundukan kepalanya, baru sehari jadi istri Suaminya, dirinya sudah mempermalukan sang suami di depan umum.
" Saya kesini mau beli ponsel untuk istri saya, bukan untuk mendengar komentar kamu terhadap istri saya dan apa hak kamu mengometari istri saya?" sahut Kai yang membela istrinya.
" ma- Maaf Gus" ucap Sales tersebut.
" Seharusnya kamu minta maaf ke istri saya, bukan saya " .
" Maaf kan saya Ning" .
" Iya mbak" jawab Najma sedikit awkward.
Setelah itu Kai dan Najma di layani oleh yang lain,Najma yang awalnya benar- benar menolak karena itu terlalu mahal baginya, dengan paksaan suaminya,akhirnya Najma mau menerimanya.
Setelah itu Najma di antar oleh Kai, kesalah satu klinik kecantikan yang berada di sana, karena ia melihat wajah Najma yang kurang terawat.
" Gus mau perawatan?" tanya Najma dengan polosnya.
" Bukan saya... tapi kamu, saya dengar dari cerita kamu, kamu terlalu sibuk dengan yang lainnya hingga tidak sempat memberi rewerd pada diri mu sendiri, saya tahu kamu pasti juga lelah, jadi ini waktunya kamu rehat sejenak dan menikmatinya" jawab Kai kemudian menuju ke meja kasir.
Najma melihat dirinya kemudian ia juga mengamati Suaminya yang memang sangat amat memperhatikan tampilannya.
" Dia pasti malu" gumam Najma.
Tak berapa lama Najma di suruh masuk, sedangkan Kai bertemu dengan dua orang yang sudah janjian dengan dirinya.
" Gus Kai Adriannnn"
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭
Ilham cocok SM aiza sm2 nyebelin 😂