NovelToon NovelToon
Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Di Jodohkan Namun Tak Berjodoh

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Romansa-Percintaan bebas / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:259.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Cerita yang di ambil dari cerita ku sendiri,
namun tidak semuanya real cerita ku di dalam nya.

Aku sudah berusaha untuk lupa, namun semesta selalu menarikku untuk mengingat nya.
Allah selalu memberikan kebahagiaan di balik kesedihan kita.

Devina cahaya, baru saja putus dari pacarnya, karena perbedaan keyakinan. Harus menerima perjodohan yang tidak pernah di harapkan, namun tidak mungkin ia tolak, saat orang tua nya tidak ingin ada kata penolakan dari anaknya.
Ia mulai menerima perjodohan nya bersama dengan Raka bumi dirgantara, seseorang yang di jodohkan dengan nya. Namun kehidupan seseorang kita tidak tahu seperti apa kedepannya.

Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke pasar malam

Waktu latihan telah usai. Aku mencari keberadaan Naya dan Nina ke parkiran, untuk menumpang.

"Nay, Nina mana?" tanya ku pada Naya, karena tidak melihat adanya Nina.

"Nina buru-buru pulang tadi Vin, ada urusan katanya," jawab Naya.

"Oh, nay aku ikut kamu pulang ya, soalnya papa gak bisa jemput."

"Boleh sih Vin cuma lama, soalnya aku mau belanja dulu."

"Yah lama ya? tapi gak apa deh nay, dari pada gak pulang." Pilihan nya, pulang awal jalan kaki atau pulang tapi lama.

Tiba-tiba, kak Hendri datang dengan motor sport nya.

"Kenapa vin?" tanya nya mendekati aku dan Naya.

"Em gak apa kak," jawabku.

"Kamu di jemput pacar kamu gak?" ucapnya padaku menggoda, karena tadi pagi aku berbohong.

Aku hanya menatap nya, bingung mau jawab apa.

Aku melihat Naya yang nampak berpikir dan tersenyum. "Nah kebetulan kak, kamu bareng sama kak Hendri aja Vin."

"Aku bareng kamu aja ya nay," ucapku memohon.

"Aku lama belanja nya vin, nanti orang tua kamu khawatir loh. Kenapa coba tuh mata kelilipan?" lagi-lagi Naya memojokkan.

'Kenapa kamu gak ngerti juga sih nay, udah aku kedipin' batin ku.

"Ayo Vin, biar aku aja yang antar kamu." Kak Hendri tersenyum mengajakku agar naik ke motor nya.

"Tapi vina-

"Udah gak usah tapi-tapian, naik aja deh. Jangan sampai temanku yang cantik ini jatuh ya kak!" Naya sengaja sekali sepertinya.

"Jatuh cinta kan gak apa nay," ucapnya. Membuat ku semakin gugup, diantar kak Hendri.

"Ayo naik vin, nih helm nya," lanjutnya.

Akan memasangkan helm di kepalaku.

"Biar Vina sendiri kak," ucapku mengambil helm nya.

Aku cemberut menatap Naya, akhirnya aku naik ke motor kak Hendri, lalu akhirnya melajukan motornya.

"Kak, pelan-pelan aja jangan ngebut, nanti jatuh loh." Karena aku juga pakai rok.

"Pegangan dong vin, biar gak jatuh," jawabnya. Karena aku hanya memegang tas nya dari belakang.

Karena aku tak kunjung memeluk kak Hendri, akhirnya ia berinisiatif mengegas tiba-tiba, alhasil aku memeluk nya.

Dengan cepat aku melepaskan tangan ku di perut nya.

"Kok dilepas sih Vin," ucapnya.

"Gak apa kak, kalau kak Hendri gak mau pelan-pelan lagi, turunin aja Vina disini."

"Ih gitu aja ngambek, becanda kok," jawabnya lagi.

Ia melihat ku dari kata spionnya.

"Vin maaf deh, kan biar gak jatuh aja makanya suruh pegangan." Kak Hendri membujukku agar tidak marah.

"Iya kak," jawab ku.

"Jangan cemberut gitu dong, aku jadi gemes," ucapnya sambil menyetir.

Oh my god..

Kenapa sih kak Hendri ini pikirku.

Tak lama kita sudah sampai di depan rumah, aku turun dan mengembalikan helmnya.

"Makasih ya kak," ucapku dan berbalik untuk masuk.

"Eh Vin."

"Apa kak?" tanyaku.

"Nanti malam ada acara gak?" tanya nya tersenyum.

"Em gak ada sih kak emangnya kenapa?"

"Aku mau ajak kamu, ke pasar malam."

"Nanti Vina chat deh kak, kalau gak malas keluar." Karena mau nolak gak enak, mau bilang iya aja gimana gitu.

"Yaudah, aku pulang dulu ya." Kak Hendri pamit untuk pulang setelah mengajak jalan.

"Iya hati-hati, makasih ya kak." Aku tersenyum padanya, karena sudah mengantar kan pulang.

Kak Hendri hanya mengangguk dan membalas dengan senyuman, lalu berbalik dengan motornya untuk pulang.

Setelah kak Hendri pergi, aku masuk.

"Assalamu'alaikum," ucapku.

"Wa'alaikum salam," sahut mama.

Aku mencium punggung tangan nya.

"Cie yang di anterin cogan," ucap mama.

"Lah mama tau cogan juga?" jawabku meledek mama.

"Yah pastinya tau lah Vin, secara di rumah kita cogan cuma satu orang."

Pufhhhh hahahahah

"Terus kalau papa cogan, yang cantik siapa ma?" tanya ku.

"Yang pasti mama, karena udah laku," ucap nya bangga.

"Iya deh paku, Vina jadi laper." Aku berlari masuk.

"Eh anak itu, laku bukan paku," teriak mama.

Aku tertawa sambil masuk, untuk mengganti pakaian dan segera makan.

Malam hari setelah sholat maghrib, kita sekeluarga makan malam.

"Assalamu'alaikum," ucap seseorang dari luar pintu.

"Wa'alaikum salam"

"Siapa ya? malam gini ada tamu," tanya ku.

"Yah mana papa tau Vin."

"Vina aja yang buka pintunya, kalian lanjut makan," ucapku minum dan berdiri untuk membuka pintu.

Aku berjalan keluar, tanpa sadar aku tidak menggunakan hijab.

"Assalamu'alaikum," ucapnya lagi.

"Wa'alaikum salam, tunggu bentar."

cklek...

Aku terkejut dan orang yang dibalik pintu tadi tak kalah terkejutnya.

"Kak Hendri, ngapain kesini?" tanya ku lupa dengan tadi siang.

"Ka- kamu Vina kan?" tanyanya melihatku dari kaki sampai kepala.

"Ya ampun kak Hendri, jangan bilang amnesia."

"Kamu cantik banget Vin, gak pakek kerudung." Aku dengan cepat memegang kepala dan membelalakkan mataku.

Buru-buru aku menutup pintu kembali, dan berlari masuk.

"Siapa Vin?" tanya papa.

Aku tidak menghiraukan, langsung masuk ke kamar.

Papa menghampiri kak Hendri diluar.

"Ya ampun kok bisa lupa sih kalau lagi gak pakai kerudung, boro-boro kerudung baju tidur aja minim kek gini." Merutuki kebodohan ku sendiri, menatap pakaian ku.

Ada ketukan pintu dari luar kamar.

"Vin, kata nak Hendri kamu ada janji sama dia mau ke pasar malam, cepet ya kasian udah di tunggu."

"Ya tuhan, kenapa mama mengizinkan, lagian kak Hendri kan aku bilang suruh nunggu aku chat dulu," ucapku kesal.

Aku beranjak dan menggunakan celana kulot serta baju tunik sepaha, ditambah pashmina. Memoles sedikit bedak dan lip tint, setelah itu aku keluar menemui kak Hendri.

"Ayo kak," ucap ku.

"Tante om, Hendri keluar dulu ya sama Vina,"pamitnya pada mama dan papa.

"Jangan malam-malam pulangnya ya nak Hendri," ucap papa.

"Iya om, jam 10 sudah dirumah," ucapnya.

"Bye ila kakak keluar dulu ya," lanjutnya berpamitan pada adikku.

"Ma pa, Vina keluar dulu ya assalamu'alaikum," ucapku mencium punggung tangan mama dan papa, diikuti kak Hendri.

Di luar

"Vina."

"Apa kak?" tanyaku.

"Em maaf ya aku gak nunggu chat kamu dulu baru kesini, soalnya aku yakin kamu gak bakal mau, chat aku aja gak kamu balas."

"Iya gak apa kak," jawabku.

Mau di apakan lagi, sudah terjadi.

"Soal yang tadi-

"Udah kak gak usah di bahas, Vina malu." Aku menunduk karena malu tidak menggunakan hijab, padahal aku belum Istiqomah juga, tapi malu aja sama kak Hendri.

Astaghfirullah, malu harusnya sama Allah.

"Ngapain malu Vin kamu cantik kok, cocok sama rambut pendeknya."

"Kita jadi berangkat gak kak? kalau gak, aku masuk lagi," ucapku.

Mengalihkan pembicaraan, agar kak Hendri tidak membahas tentang tadi.

"Oh iya lupa yaudah ayo berangkat, nih helmnya aku aja yang pakein." Kak Hendri memasangkan helm nya padaku, lagi-lagi tatapan mata kita bertemu.

"Kak ayo cepat!"

"A.. e iya ayo Vin," ucapnya.

Aku naik ke motor kak Hendri, duduk dengan tegap. Agar tidak memeluknya, aku memegang pundaknya.

Tak lama kita berada di pasar malam.

"Wah, rame banget disini."

"Emangnya kamu baru kesini Vin?" tanya kak Hendri.

"Iya kak, baru kesini."

Kak Hendri mengajak ku berkeliling dan berhenti di game capit, aku melihat boneka besar, aku ingin boneka itu.

"Kamu mau Vin?" ucapnya

"Aku mau eh gak kok kak, kita jalan-jalan lagi yuk."

"Tunggu bentar aku coba ya." Kak Hendri mencoba untuk mendapatkan boneka itu dengan memasukkan koin ke dalam nya, baru bisa mencapitnya.

Berkali-kali mencoba namun gagal.

"Udah kak gak usah deh."

"Sekali lagi pasti dapat," ucapnya tak putus asa.

Kak Hendri mencoba sekali lagi, dan yeayyyy

aku malah memeluk nya astaghfirullah.

.

.

.

B**ersambung 💃💃💃

1
Ryan Jacob
semangat Thor
Fajar Ayu Kurniawati
.
Afrilho
terlalu lama jadi booring bacanya
#ayu.kurniaa_
.
Naxena
keren
Naxena
k
Noxera
j
Kris Wru
🤣🤣🤣
gatel tangan gw mw komen
setelah termehek2 atas mninggalny Raka disuguhin komedi receh tp ngegemesin
sa ae temen mah...
Noxera
k
Tita Rosita
udah dong thor sedih nya,nyesek baca nya.
Tita Rosita
aduh thor sedih deh JD ikutan nangis
Sindi Amelia
😭😭😭😭
Kurnaesih
mampir Thor 🥰
galaxi
klu blm pernah kehilangan maka tdk akan tau rasanya....sakit bgt😭😭bahkan aq hanya ingin melihat sebentar saja tp q dihalang2in...😭😭tdk boleh ikut kemakam...saat ibuku dibungkus kafan aq hanya ingin melihat sebentar lg ...😭😭luv U mom....😭😭😭
galaxi
sumpah ini g adil bgt buat vina menurutku....harusnya dia berhak tau... supaya pas raka meninggal dia tdk Shok luarbiasa krn udh tau sakit....tp klu caranya spt ini ntar sakitnya sulit utk sembuh....susah move on
galaxi
jd inget drama cina lama "remembering lichuan" astaga....nyesek bgt deh endingnya sicowok meninggal....eh malah di kehidupan nyata godfrey gao beneran meninggal kena serangan jantung ketika reality show lari....astaga....bener2 tegang trs mengharu biru....
Jetva
maaf...patung berhala itu berupa apa ya..??
Isti Mariella Ahmad: patung berhala hiasan aj kak, kalau yang besar gak muat rumahnya
total 1 replies
galaxi
jgn2 raka posisi di RS....haduuuw....jd inget kalhonaho deh....sakit bgt pas rahul dpr kbr klu si cewek merajuk lgsg lari dr RS....astaga....
galaxi
jangan2 raka meninggoy....
galaxi
ih ....samaan lg deh thor....aq sll biasain anak2 itu manggil mas,adek..jarang manggil nama.jd klu aq manggil nama brati aq lg marah besar.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!