NovelToon NovelToon
Bertransmigrasi Menjadi Grand Duches Yang Mengandung Pewaris Api Abadi

Bertransmigrasi Menjadi Grand Duches Yang Mengandung Pewaris Api Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Penyesalan Suami
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

~~

Demi aliansi politik, Iris von Draewyn—putri berambut perak dari Utara—terpaksa menikah dengan Grand Duke Darian von Ravengard, Panglima Tertinggi yang dikenal kejam dan berdarah dingin. Pernikahan mereka hampa dan dipenuhi jarak, hingga sebuah tragedi mengakhiri hidup Iris dalam kesendirian.

​Namun, alih-alih mati, Iris justru terbangun di masa lalu dalam kondisi hamil muda—mengandung anak dari suami yang mengabaikannya.

~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 16 CAHAYA DI BALIK BADAI

Pintu kamar terbuka keras begitu Darian tiba, tak butuh aba-aba.

“IRIS!”

Suara itu menggema memenuhi ruangan, menebas keheningan yang tegang dan membekukan semua orang di dalamnya. Langkah kaki Darian menggedor lantai batu dengan kecepatan penuh, jubah militernya masih berlumur debu perjalanan cepat dari istana kekaisaran Valeria ke benteng Ravengard.

Pandangannya langsung mengarah ke tempat tidur.

Di sana, Iris terbaring diam. Wajahnya memucat, rambut peraknya kusut menempel di pelipis basah. Selimut tipis menutupi tubuhnya yang tak bergerak, dan satu tangan terkulai lemas di sisi kasur.

“Iris...” Darian menghambur ke sisi ranjang, lututnya hampir terjatuh di sisi lantai saat ia menjangkau tangan istrinya.

Kulitnya dingin.

“Apa yang terjadi padanya?!” Suaranya meledak ke arah siapa pun yang bisa menjawab.

Tabib Eldric langsung merunduk di sisi yang lain, membuka kotak sihir, jari-jarinya gemetar ketika mengarahkan kristal pemindai ke atas tubuh Iris.

Namun kristal itu langsung retak dan hancur seketika ketika terkena aliran sihir yang dahsyat dari tubuh sang Duchess.

“Tidak—tidak mungkin!” gumam Eldric. “Aku... aku tidak bisa menstabilkan ini. Energinya terlalu besar. Tubuhnya tidak bisa menahan dua kekuatan yang saling bertabrakan!”

Darian menoleh padanya, suara rendahnya penuh tekanan, “Apa maksudmu kau tidak bisa?”

“Tubuh Grand Duchess sudah terlalu lemah! Sihir api abadi dari anakmu mulai mengamuk. Dan aliran anginnya... terlalu rapuh untuk membendung! Saya, saya tak punya waktu lagi untuk ritual penyeimbang! Kita tak bisa menghentikan ini dengan cara biasa!”

“Kalau begitu, hentikan dengan cara yang tidak biasa!” suara Darian meninggi, matanya memerah oleh panik. “Kau tabib kerajaan, Eldric—ada sesuatu yang bisa kau lakukan!”

Eldric berdiri, wajahnya putus asa. “Tuan, dengarkan saya—satu-satunya cara adalah... seseorang menyerap kelebihan sihir itu sebelum membakar tubuh Grand Duchess dari dalam!”

Darian menatap Iris sejenak.

Tangan istrinya mencengkeram selimut. Tubuhnya kejang pelan. Mulutnya bergerak, seolah memanggil seseorang—mungkin dirinya. Mungkin anaknya.

Darian tidak ragu lagi.

“Aku akan melakukannya.”

Eldric tersentak. “Apa?! Tidak! Tuan—itu gila!”

“Aku tidak akan membiarkan Iris hancur di hadapanku sementara aku hanya berdiri menonton!” Darian bangkit, suaranya menggetarkan udara. “Jika aku harus menanggung seluruh sihir itu sendiri, maka biarlah tubuhku terbakar.”

“Tuan! Dengarkan aku! Ini bukan sihir biasa. Ini adalah api abadi—kekuatan leluhurmu yang bahkan tubuh manusia biasa tidak mampu tanggung. Bahkan tubuh Anda sekalipun tidak akan kuat menanggung sihir semurni ini tanpa—”

“Cukup, Eldric.”

Darian menatapnya dengan mata yang dingin... tapi penuh tekad.

“Dia adalah istriku. Dan bayi itu... darahku. Jika mereka harus bertahan dengan mengorbankan tubuhku... maka biarlah begitu.”

Eldric mengatupkan rahangnya. Ia tahu ia tidak bisa membujuk seorang Grand Duke yang sudah menentukan hati.

Ia menoleh ke arah para pelayan yang berdiri di sudut ruangan dengan wajah pucat.

“Keluar!” seru Eldric tajam. “Kalian semua keluar sekarang!”

Para pelayan segera berlari keluar, satu di antaranya masih menahan isak, tapi tak berani membantah.

Begitu pintu tertutup, Eldric menatap Darian untuk terakhir kalinya. “Jika kau menyerap kekuatan itu tanpa ritus pelindung... bisa saja tubuhmu... hancur. Terbakar dari dalam. Bahkan jiwamu bisa robek.”

Darian menatap wajah istrinya, tangannya perlahan menyentuh perut Iris tepat di atas cahaya yang terus berdenyut dengan dahsyat.

“Satu jiwa untuk dua kehidupan... itu harga yang sangat murah.”

Eldric menarik napas panjang. “...Kalau begitu... biarkan aku memandu aliran energinya. Aku akan bantu menahan sedikit tekanan di awal—”

“Tidak,” Darian memotong. “Cukup awasi Iris. Jika aku gagal... pastikan dia tidak sendirian.”

Ia memejamkan mata.

Lalu mulai menyatukan telapak tangannya, membentuk segel sihir yang mengikat, dan menempatkannya di atas tubuh istrinya.

“Maafkan aku, Iris,” bisiknya. “Tapi aku takkan membiarkan kau melawan ini sendirian.”

Lisa berdiri memeluk dadanya sendiri, wajahnya basah oleh tangis yang belum berhenti sejak tadi. Di sebelahnya, Eldric berjalan mondar-mandir di depan pintu, napasnya tidak teratur.

“Kenapa tak ada suara?” gumam Lisa dengan suara serak. “Kenapa tak terdengar apa-apa dari dalam sana...?”

“Karena yang terjadi di dalam,” Eldric menjawab pendek, “bukan sesuatu yang bisa dipahami oleh dunia biasa.”

Ia berhenti tepat di depan pintu, menatapnya seperti menatap gerbang kematian.

“Kalau Grand Duke Darian berhasil... maka ini akan menjadi keajaiban yang belum pernah tercatat dalam sejarah Valeria.”

Lisa menggigit bibirnya, air matanya jatuh lagi. “Dan kalau gagal...?”

Eldric menatapnya lekat-lekat. Lalu mengalihkan pandangan. Tak menjawab.

Di Dalam Kamar

Darian duduk di sisi tempat tidur, tubuhnya tegang. Napasnya berat.

Perut Iris masih memancarkan cahaya merah kebiruan, berdenyut seperti bara api yang dililit kabut beku. Kontras yang ganjil namun memikat dan berbahaya.

Darian menyentuh wajah istrinya.

Dingin. Seperti batu salju di tengah musim badai. Tapi dari tubuhnya, terutama perutnya, menguar hawa panas yang membakar.

Ia menelan ludah.

“Tubuhmu... seperti medan perang, Iris,” bisiknya. “Setengahnya membeku. Setengahnya menyala. Dan kau... kau mencoba menanggung semuanya sendirian.”

Ia menatap wajah Iris yang pucat namun masih cantik. Bulu matanya sedikit gemetar, peluh mengalir di pelipis, dan bibirnya merekah dengan getir.

Dengan satu tarikan napas dalam, Darian mulai membuka pakaian istrinya secara hati-hati. Bukan dengan hasrat, tapi dengan rasa khawatir yang membuncah. Kulit putih Iris tampak pucat, nyaris transparan, dibalut embun dingin.

Sesaat, ia terdiam.

Matanya menangkap keindahan tubuh istrinya yang lemah tak berdaya. Dan untuk sejenak... nalurinya sebagai pria membisikkan rasa kagum yang manusiawi.

Tapi detik berikutnya, ia mengatupkan rahangnya.

“Ini bukan waktunya untuk mengagumi. Ini waktunya menyelamatkanmu.”

Darian melepaskan jubah, kemeja, hingga kulitnya bersentuhan langsung dengan Iris. Ia berbaring hati-hati, memeluk tubuh istrinya, menyalurkan kehangatan dari dirinya—mencoba menetralkan suhu tubuh yang ekstrem itu.

Begitu kulitnya menyentuh kulit Iris, tubuhnya terkejut.

“Kh...!” Darian menggertakkan gigi. “Sihir api... terlalu murni... bahkan menyakiti dagingku sendiri...”

Tangannya meraih perut Iris, mencoba menyerap sihir api itu. Tapi ketika telapak tangannya menyentuh cahaya itu, ia seperti menyentuh matahari. Rasanya begitu membakar, ia bahkan bisa mencium bau kulitnya sendiri yang mengelupas.

“Kenapa... kau menolakku?” gumamnya dengan suara serak. “Nak... aku ayahmu... terimalah aku. Biarkan aku membantumu...”

Namun si bayi dalam kandungan tampaknya justru semakin melawan, menciptakan riak panas yang membuat tubuh Iris menggeliat pelan dalam ketidaksadarannya.

Darian menunduk. Ia menyentuhkan dahinya ke perut Iris.

“Kau marah, ya? Karena aku membuat ibumu menangis selama ini? Karena aku terlalu lamban memahami cintanya? Atau... karena aku tidak ada di sisinya saat dia berjuang sendirian menahanmu?”

Cahaya itu mulai mengendur sedikit.

Darian terengah, lalu menyatukan bibirnya dengan bibir istrinya yang dingin. Bukan ciuman penuh hasrat. Tapi sebuah ritual kasih. Sebuah jembatan untuk mengalirkan sihir yang hangat, terkontrol, dan penuh cinta ke dalam tubuh istrinya.

“Ambillah kehangatanku. Tapi jangan sakiti ibumu lagi...”

Ia berbisik di sela-sela helaan napasnya, “Aku... di sini. Aku akan jadi wadahmu. Tapi biarkan ibumu beristirahat.”

Tangannya kembali menyentuh perut Iris, lebih dalam. Kali ini, api dalam tubuh sang bayi merespons.

BOOM.

Aliran kekuatan masuk ke tubuh Darian. Ia menggigit bibirnya, darah mengalir dari sudut mulut. Otot-otot tubuhnya kejang, matanya memerah. Tapi ia tetap bertahan.

“Sedikit lagi... Sedikit lagi...”

Dan akhirnya, cahaya dari perut Iris mulai memudar. Napas Iris berangsur stabil. Tubuhnya, yang tadinya seperti terbagi antara musim salju dan neraka, kini kembali menjadi satu.

Darian terjatuh di sisi tubuh istrinya, dadanya naik turun cepat, tubuhnya berkeringat deras.

“Aku berhasil... kau selamat... Iris...”

Tapi kemudian... rasa panas menyebar di dalam tubuh Darian. Api yang tadi ia serap mulai menyebar tanpa kendali.

“Khh—” Ia mengerang, menutup mulutnya agar tidak membangunkan Iris. Tapi matanya memerah, dan urat-urat sihir di tubuhnya menyala merah.

Ia bisa merasakan... bahwa api itu bukan sekadar sihir. Tapi jiwa yang hidup. Keturunannya. Dan api itu... terlalu besar, bahkan untuknya.

Namun, meski tubuhnya mulai terbakar dari dalam, Darian menatap Iris yang kini tertidur tenang.

Senyum samar muncul di bibirnya.

“Kau tidur seperti ratu... padahal baru saja menantang dewa.”

Tangannya mengusap rambut perak Iris dengan lembut.

“Aku tak tahu... bagaimana kau bisa menahan rasa sakit ini selama ini sendirian. Tapi mulai hari ini... kau tak akan sendiri lagi.”

1
Yue Li MZy
Cerita sebagus dan sekeren ini jarang didapatkan,tapi sekali didapatkan langsung haitus kadang gak dilanjutkan ditengah ².semoga KA uthor melanjutkan cerita nya sampai ending
Heresnanaa_: hai Kaka, stay tune terus yaaaa😚😚🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!