NovelToon NovelToon
Key And Bian

Key And Bian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: LaSheira

Selamat Membaca kisah Key And Bian 💖💖

Takdir masa lalu Presdir Adiguna Group dan seorang model bernama Jesika, telah membuat sebuah benang kusut untuk kehidupan anak-anak mereka.

Key dan Bian dua manusia yang mengenal arti cinta dengan cara berbeda. Semua terasa sederhana jikalau itu hanya tentang rasa mereka berdua. Tentang cinta berbeda status, tentang orang ketiga. Namun takdir masa lalu orangtua telah menyeret mereka dalam hubungan rumit tentang penghianatan, tentang ibu yang tersakiti, tentang kebencian yang diwariskan.


Dan bagaimana kalau takdir masa lalu itu memunculkan seseorang, anak yang tak diketahui. Dari situlah rumitnya takdir masa lalu itu akan terurai.

Akankan cinta Key dan Bian bersatu menuju perayaan?

Akan ada banyak tawa dan bahagia, namun juga akan ada airmata.

selamat membaca 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaSheira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa Tersaingi

Wajah Key tampak muram. Ia memasak

sambil melamun. Basma bisa tahu, kalau Key  sedang memikirkan sesuatu. Namun ia sangat tahu, kalau wajah Key sedang

seperti itu, sebaiknya ia tidak perlu banyak bicara. Saat semalam pulang dari

mini market ia sudah muram.  Ia memilih

makan dengan cepat.

“ Mba, nanti aku telat pulangnya.”

“ Ya.” Tumben, tidak bertanya

apa-apa. Key dengan engan memasukan makanan ke mulutnya. Basma pergi sambil

mengangkat bahu.

“ Apa kau marah, kenapa tidak

datang semalam? Aku bahkan sudah menyiapkan bekal istimewa semalam. Tapi....

kenapa juga  musti marah, bukankah kita

sudah meluruskan salah paham kita.” Mengunyah makanan. “Tapi kenapa? Ah,

sudahlah. Memang sejak kapan kau berjanji untuk datang tiap malam. Tapikan,

selama ini kau juga datang tiap malam.” Berteriak kesal. “ Dan setelah pristiwa

itu, kau malah tidak datang. Aaa, benar-benar menyebalkan. Aku benar-benar

kesal jadinya.” Masih terus bicara sendiri. Mengomel sambil  membereskan dapur dan mencuci piring.

Lalu seperti biasa, dia menyiapkan

dagangan. Setelah itu bersama foodtrucknya, ia menyusuri jalan. Somai selalu

habis akir-akhir ini.

Sementara wajahnya masih sama, mengelantung mendung.  Setelah menyusuri jalan sekitar setengan jam

sampailah dia di Central Park. Sudah ramai. Dia memang sengaja datang cukup

siang. Somai Cantika yang baru dibuka sudah ada beberapa pembeli.

“ Baru datang Key?” bibi Hanum menyapa.

“ Ia bi, kesiangan tadi.”

Lalu Bibi Hanum mendekat. “Lihat

itu,” menunjuk gerai somai berwarna biru. “ Dia menjelek-jelekan kamu sama

pelanggan yang datang ke tempatnya.”

Key menyusun somai di kukusan. Dia

melirik sekilas ke arah Mba Fatma. Mereka sudah beberapa kali mengobrol, hanya

sekedar menunjukan sikap sopan.

“ Tidak apa-apa Bi, memang apa si yang bisa diomongin tentang Key.”

“ Kamu ini jangan pasrah begitu Key, kamukan sudah dua tahun di sini, dia yang baru beberapa minggu bisa-bisanya merusak citra kamu.”

“ Citra apaan si bi. Emang pejabat, pake pencitraan segala.”

“ Akhir-akhir ini, dagangan kamukan

laris, kalau kamu pulang dan banyak yang datang nyariin kamu, dia langsung main

samber, narik-narik tangan supaya nyobain somai dia. Sudah gayanya manja

begitu.”

“ Haha, Bibi bisa saja.”

“ Liat tu, mukanya langsung masam

saat kamu datang.”

Key lagi-lagi hanya tersenyum, ia

memang tipe orang yang paling malas berprasangka buruk kepada orang lain.

Karena itu melelahkan. Berkonsentrasi, pada hal-hal positif orang lain selalu

jauh lebih baik. Tidak perlu energi yang besar. Dia sudah menyusun somai,

menyalakan kompor. Ada pelangan yang mau membeli soto, membuat Bibi Hanum

menghentikan bicara. Lalu menuju gerobak sotonya.

“ Pagi Key.” Pelanggan pertama. “ Lesu aja, lagi gak enak badan atau lagi putus cinta.”

“ Bukan dua-duanya.” Katanya

nyengir. “Mau makan somai Kak.”

“ Ia, biasa ya.”

Key mengambilkan pesanan, lalu ia

meletakan piring di meja dan ia ikut duduk.

“ Oh ya Key, ada kerja sampingan,

mau nggak?”

“ Apa Kak?”

“ Jadi pacarku.” Key memukul bahu

Aji. Pelanggan setia yang datang kadang dua hari sekali.

“ Lagi tidak mood bercanda kakak.”

Katanya ketus.

“ Haha.  Muka kamu itu lho, lucu banget kalau lagi

manyun. Ada Key, serius ini.”

“ Apa?”

“ Gerai pizza teman, mereka butuh

orang buat deliveri order. Banyaknya pelanggan mereka orang-orang kantor gitu.”

“ Berapa gajinya kak?”

“ Kurang tahu juga.”

“ Kayaknya malah susah buat jadi

sampingan ya Kak, sekarang Key kerja hampir  5 jam  dari jam 4 sampai jam 10.

Key dibayar sekian“ menyebutkan nominal gaji yang ia terima.

“ Key, kamu luar biasa sekali.”

“ Apanya Kak? Orang miskin kan

memang selalu bekerja jauh lebih keras Kak.”

“ Hemmm, bener juga ya Key.

Orang-orang seperti kita ini, memang bekerja keras jauh lebih banyak dari pada

orang-orang kaya. Contohnya saja bosku, dia lahir dari keluarga kaya, hidup

dari kecil sudah enak, besarnya juga tinggal meneruskan kerajaan orang tuanya.”

“ Haha, ada ya Kak seperti itu.

Dari lahir bahkan sudah kaya raya.”

“ Ia.”

“ Tapi kita tetap tidak boleh

mengeluh Kak, bekerja keras saja, terus bekerja keras, karena Key yakin Tuhan

tidak akan menghianati manusia yang bekerja keras.”

Key tertawa sumringah. Gadis

optimis itu memang selalu kelebihan energi. Ah, ia sudah lupa tentang

masalahnya yang membuatnya berwajah suram sedari tadi malam. Aji memang selalu

bisa membuat suasana kembali cerah.

“ Kak Aji kerja di mana?” walaupun

sudah sering ngobrol, Key memang jarang bertanya tentang masalah-masalah

pribadi. Khususnya mengenai pekerjaan.

“ Kenapa? Hayo? Tumben Key

nanya-nanya pekerjaan.” Goda Aji, ia memasukan potongan somainya yang terakhir.

Bersamaan itu dua orang wanita datang memesan somai. Key tidak sempat

melanjutkan perbincangan, ia menyambar uang di meja, lalu berlari masuk ke

mobil.

“ Pergi dulu ya Key, Lanjut besok.”

Melambai dari jauh.

“ Ia kak.”

Pelanggan datang dan pergi. Key

membereskan bekas makan dan botol minum. Menyusun meja kembali. Belum jam makan

siang, separuh porsi somainya sudah habis. Hari ini masih saja ada yang

foto-foto, bertanya ini itu. Dia hanya menjawab seadanya saja. Saat ia melap

meja, Mba Fatma datang menghampirinya. Key tersenyum namun wanita itu hanya

melengos masam.

Kenapa dia, batin key.

Fatma duduk. “ Mau nyoba somainya

Mba.” Katanya.

“ Oh iya Mba, sebentar.” Key

berjalan menuju mobilnya. Kenapa dia ini, bukannya dia jualan somai juga.

“Mau rasa apa?”

“ Campur,” katanya singkat.

Key menyiapkan pesanan, sambil

melirik Fatma. Dia masih duduk masih memperhatikannya. Dengan wajah yang tidak

senang. Mungkin dia hanya ingin membandingkan  rasa somai batin Key, sambil menyerahkan mangkok.

“ Kenapa? Kamu curiga sama saya,

kenapa saya mau beli somai kamu?”

“ Ah, haha, tidak Mba.”

“ Aku memang ingin tahu, gimana

rasanya somai kamu. Kok bisa laris banget. Kamu habis berapa porsi sehari?”

“ Tidak banyak kok Mba. Silahkan.”

Key juga ikut duduk.

“ Sudah berapa lama kamu jualan

di sini Key?”

“ Sudah sekitar dua tahun Mba.”

“ Lama juga ya. Berapa umurmu?

Kayaknya masih muda.”

“ Memang kenapa Mba? Key sudah

bekerja sejak lulus SMU. “

Fatma mengambil satu gigitan. Hemm,

memang enak somainya. Beda dengan punyaku. Dia mengambil lagi yang somai ikan.

Ia memang enak. Huh, ternyata anak ini tidak hanya modal wajah manis saja

rupanya. Namun wajahnya melengos kesal tidak senang. Namun tangannya terus saja

memasukan somai ke mulut.

“ Kamu sendiri yang buat somai ini?”

“ Bukan mba.”

Wajah Fatma terkejut, jadi dia hanya jualan somai orang. Sama sekali tidak istimewa.

“ Jadi kamu ambil dari orang?”

“ Tidak mba."

“ Gimana si, katanya bukan kamu

yang buat somainya, lalu aku tanya kamu ambil dari mana nggak mau jawab. Pelit

sekali kamu, takut aku juga ambil dari bos kamu juga.”

Key jadi merasa binggung, kenapa Fatma marah-marah.

“ Bukan begitu Mba, Key memang tidak membuat somai sendiri, tapi Key juga tidak ambil dibakulan, adiknya Key yang buat somainya. Key cuma dapat jatah buat kulit somainya saja.”

“ Yang benar saja.” Kata Fatma ketus, tidak percaya.

“ Ia Mba, adiknya Key yang buat. Dia juga dapat resep awalnya dari internet . Cuma trial dan error beberapa

kali, sampai jadilah somai seperti rasa sekarang ini.”

“ Memang adikmu chef?”

“ Bukan, dia masih kelas satu SMU.”

“ Haha, kamu ini mau bohong apa

lagi si Key. Bilang saja tidak mau bagi rahasia bakulan somai yang enak, pakai

ngarang-ngarang cerita.”

Key bingung sendiri. Dia memilih

bangun dari duduk, secara pribadi dia benar-benar merasa tersinggung. Lagipula,

untuk apa dia menjelaskan tentang kehidupannya. Pada orang asing.

“ Hei Key, aku bahkan belum selesai

bicara.”

“ Maaf Mba, sepertinya Key tidak

perlu menjelaskan apa pun sama Mba Fatma.”

Wanita itu melengos. Dia meletakan

uang di samping piring yang sudah kosong. Sepertinya tidak mau rugi dia. Lalu

dia pergi, menuju gerobaknya sendiri.

Bibi Hanun yang sedari tadi

memperhatikan datang. “Kenapa dia?”

“ Tidak tahu Bi, marah-marah dan

bilang aku mengarang cerita segala. Key juga kesal jadinya.”

Moodnya yang sudah membaik tiba-tiba

lenyap begitu saja. Dia menoleh ke gerai somai milik Mba Fatma, laki-laki yang

ternyata suaminya itu tersenyum dengan sopan. Seperti ingin meminta maaf atas

sikap istrinya. Key juga tersenyum. Lalu memalingkan pandangan cepat. Merasa

kesal sekali. Jelas-jelas ia bahkan sama sekali tidak akrab dengan Fatma, tapi

bagaimana wanita itu bisa dengan gampangnya mengatakan hal-hal yang membuatnya

sakit hati. Mengada-ada, memang kenapa juga aku harus mengarang cerita.

Basma memang mendapat resep somai ini, dari internet.

Bersambung.......

Terkadang somai milik orang lain memang bisa lebih enak@lasheira.

1
Nurma Sadiah
cie yang seneng di posesif🤣
Abizar Alfarizki
hadeeh bian 🫩
Nurma Sadiah
wow ternyata bian dan basma adik kakak😄
Nurma Sadiah
mau bakso🤤 apalagi makannya bareng orang kaya bian
Septi Msi Yogyakarta
halo kak author
aku rindu dgn krya2 mu
Nurma Sadiah
amanda sama anjas aja, cocok👍
Nurma Sadiah
ih sakit banget sih klo jadi manda/Sob/
Nurma Sadiah
happy ending😍
Mahendra Sari Anwar
kak,,ko blm ada lg cerita yg baru?
aku selalu tgu lohhh cerita nya🔥🔥🫶
love love love berkobon² nanas kan🫶
Mahendra Sari Anwar
maui lagiii🔥🫶
Maryam Husain
luar biasa
Putriani
izin mampir yah😍
☠Arin_
aku suka final ending yg bahagia gini
☠Arin_
the end🙏
☠Arin_
waaaah mau pamer🤣🤣🤣
☠Arin_
Senengnya🤣🤣🤣
☠Arin_
Sedih aja
☠Arin_
plong
☠Arin_
wah kena deh🤣🤣🤣
☠Arin_
😭😭😭😭masih berlanjot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!