NovelToon NovelToon
Sang Mafia di Biara

Sang Mafia di Biara

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mafia / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:3
Nilai: 5
Nama Author: Gizelly Ladislau

Dante Herrera adalah bos organisasi kriminal paling ditakuti—seorang pria yang tumbuh di dunia penuh timah panas, perintah, dan darah. Namun ketika sebuah bom menghancurkan helikopternya, takdir menjatuhkannya ke tempat yang paling mustahil: halaman sebuah biara yang sunyi.

Mary Mendez baru delapan belas tahun. Seorang yatim piatu yang dibesarkan di balik tembok biara, hidupnya adalah doa, ketenangan, dan kasih tanpa syarat untuk anak-anak panti asuhan. Sampai ia menemukan pria berlumuran darah itu di halaman—dan sesuatu dalam hatinya berbisik bahwa kedatangannya akan mengubah segalanya.

Dua dunia yang seharusnya tak pernah bersinggungan kini saling bertaut. Sang mafia yang tak percaya cinta, dan sang suster yang terikat sumpah pada Tuhan. Setiap tatapan adalah dosa. Setiap detak jantung adalah pertaruhan. Dan semakin keras mereka berusaha menjauh, semakin dalam mereka terjerat.

Namun cinta terlarang bukan satu-satunya bahaya. Rahasia masa lalu, sebuah keluarga yang mengubah gairah menjadi setia, dan musuh lama yang haus balas dendam—semua bersiap menyeret mereka ke dalam badai yang belum pernah mereka bayangkan.

Bisakah kemurnian menyelamatkan seorang pria yang tangannya berlumur dosa? Dan sanggupkah cinta bertahan ketika seluruh dunia menuntut mereka berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gizelly Ladislau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Pernikahan

POV Mary Mendez

Aku tak pernah membayangkan suatu hari akan menginjakkan kaki di sebuah gereja dengan gaun pengantin.

Selama bertahun-tahun, aku percaya bahwa takdirku telah tergambar di balik tembok biara. Hidupku akan kupersembahkan untuk iman, pelayanan, dan doa. Tapi Tuhan punya rencana lain untukku.

Di depan cermin besar di kamar, tanganku gemetar sementara aku menatap gaun putih yang membalut tubuhku. Renda-renda yang halus, tudung yang panjang, dan bordir kecil yang berkilau membuat semuanya terasa seperti mimpi.

Atau mungkin sebuah keajaiban.

Di sampingku, Natália, Bárbara, dan Graziela juga sudah siap.

Kami berempat saling memandang dalam diam.

Tak seorang pun perlu berkata apa-apa.

Kami telah bersama-sama melewati saat-saat tersulit dalam hidup kami.

Hukuman-hukuman.

Air mata.

Rasa takut.

Ketidakpastian.

Dan kini kami ada di sini...

Bahagia.

Dicintai.

Terpilih.

"Kamu cantik sekali, Mary," ucap Graziela dengan mata berkaca-kaca.

"Kita semua cantik," jawabku terharu.

Natália tersenyum.

"Siapa sangka empat gadis yang dulu suka berlarian di lorong-lorong biara akan sampai sejauh ini?"

Bárbara tertawa.

"Dan siapa sangka aku akan menginjakkan kaki di gereja untuk menikahi seorang mafioso?"

Kami semua tergelak.

Ketegangan lenyap untuk beberapa detik.

Lalu pintu terbuka.

Consuelo Herrera masuk.

Elegan seperti biasa.

Tapi matanya berbinar penuh haru.

Ia mengamati kami beberapa detik sebelum bicara.

"Aku sangat bangga pada kalian."

Kata-katanya membuat mata kami berkaca-kaca.

Ia mendekat dan merapikan tudungku.

"Hari ini kalian bukan hanya menikah. Kalian sedang memulai hidup yang baru."

Ia mencium kening kami satu per satu.

Seperti yang akan dilakukan seorang ibu.

Dan saat itu aku menyadari bahwa Tuhan memang tak pernah mengambil sesuatu tanpa memberikan berkat lain sebagai gantinya.

Gereja itu dihias sepenuhnya dengan bunga-bunga putih.

Ratusan lilin menerangi jalan menuju altar.

Para tamu berdiri ketika pintu-pintu terbuka.

Di luar, para bersaudara Herrera menunggu.

Dante.

Pietro.

Giovanni.

Kevin.

Keempatnya mengenakan setelan hitam tanpa cela.

Pria-pria yang ditakuti.

Dihormati.

Berkuasa.

Tapi saat itu mereka tampak seperti pria-pria yang sedang jatuh cinta, menanti para wanita yang mereka cintai.

Musik mulai mengalun.

Jantungku berdegup kencang.

Ketika pintu-pintu terbuka dan mataku bertemu mata Dante, seluruh dunia lenyap.

Hanya ada kami berdua.

Kulihat matanya berbinar.

Kulihat keharuannya.

Kulihat cinta itu.

Dan aku tahu aku berada tepat di tempat yang seharusnya.

Aku melangkah perlahan menyusuri lorong.

Setiap langkah mendekatkanku pada pria yang telah mengubah hidupku.

Ketika akhirnya aku tiba di altar, Dante menggenggam kedua tanganku.

Tangannya pun gemetar.

"Kamu sempurna," bisiknya.

"Aku mencintaimu."

"Aku juga mencintaimu."

Di samping, Pietro tak mampu mengalihkan pandangan dari Natália.

Giovanni tersenyum seperti pria yang akhirnya menemukan kedamaiannya di sisi Bárbara.

Kevin memandang Graziela seolah ia adalah harta paling berharga di dunia.

Dan mungkin memang begitu.

Baginya.

Tibalah saat ikrar.

Dante menggenggam kedua tanganku erat-erat.

"Mary Mendez, kamu masuk ke dalam hidupku saat aku paling membutuhkan cahaya. Kamu mengajariku bahwa kekuatan tidak hanya ada pada senjata, kekuasaan, atau uang. Kekuatan ada pada cinta. Aku berjanji akan melindungimu, menghormatimu, dan mencintaimu sampai embusan napasku yang terakhir."

Air mata mengalir di wajahku.

Aku menarik napas dalam-dalam.

"Dante Herrera, kamu menunjukkan padaku bahwa ada pria yang mampu mencintai dengan sepenuh jiwa. Aku berjanji akan berjalan di sisimu di setiap saat. Di hari-hari yang bahagia maupun yang sulit. Aku berjanji menjadi pasanganmu, sahabatmu, dan rumahmu."

Di samping kami, pasangan-pasangan lain juga mengucapkan ikrar mereka.

Setiap kata sarat kebenaran.

Setiap janji sarat cinta.

Pastor tersenyum.

"Dengan kuasa yang dianugerahkan kepadaku, aku menyatakan kalian sebagai suami istri."

Keheningan penuh haru menyelimuti gereja.

Lalu tibalah kalimat yang dinanti-nantikan semua orang.

"Para mempelai pria dipersilakan mencium istri mereka."

Dante memegang wajahku dengan penuh sayang.

Seolah aku adalah sesuatu yang berharga.

Lalu ia menciumku.

Ciuman yang penuh cinta.

Penuh janji.

Penuh masa depan.

Di sekeliling kami, Pietro mencium Natália.

Giovanni mencium Bárbara.

Kevin mencium Graziela.

Tepuk tangan bergema di seluruh gereja.

Para tamu bersorak.

Para tetua Mafia tersenyum puas.

Consuelo menangis tanpa berusaha menyembunyikannya.

Kedua orang tua para bersaudara Herrera terharu.

Dan untuk pertama kalinya dalam sekian lama...

Segalanya terasa damai.

Ketika kami meninggalkan gereja, hujan kelopak bunga putih turun ke atas kami.

Para fotografer mengabadikan setiap momen.

Keluarga-keluarga bersukacita.

Para tamu tersenyum.

Dan sementara Dante memeluk pinggangku, aku menatap langit yang diterangi cahaya matahari terbenam.

Hari itu bukan sekadar hari pernikahan kami.

Itu adalah awal dari sebuah kisah baru.

Kisah tentang empat wanita yang menemukan sebuah keluarga.

Dan tentang empat mafioso yang akhirnya menemukan cinta.

Dan bersama-sama...

Kami akan selamanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!