Hana Permata Sari, adalah gadis yang pintar, ceria dan lembut,
Hana biasa gadis itu di panggil memiliki kehidupan yang bisa di bilang sempurna, tumbuh dalam keluarga kaya, orang tuanya yang sangat menyayanginya, dan kakak angkat yang selalu menjaganya mempunyai
sahabat sahabat yang begitu care padanya.
Namun di balik kesempurnaan hidupnya tak selaras dengan kehidupan percintaannya.
Kegagalan cinta berkali kali membuat Hana takut untuk membuka hatinya kembali, walaupun Robin sudah membujuknya untuk membuka hati kembali namun tak di hiraukan oleh Hana.
Hingga tiba suatu hari kebekuan hati Hana bisa tercairkan oleh seorang cowok.
Siapakah yang berhasil mencairkan kebekuan hati Hana?
Baca ceritanya ya!
Dan jangan lupa
Like
Comment
Saran dan kritiknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RATNA SURYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jonathan berbeda
satu minggu kemudian
Selepas dari pantai dan empat hari mengikuti classmeeting, kini tiba waktunya penerimaan raport semester gasal.
Hari ini juga di adakannya rapat osis dan membentuk anggota osis baru, karena anggota osis lama ada yang harus keluar karena sudah kelas XII, dan sudah mulai fokus untuk persiapan ujian, walaupun masih tetap harus mendampingi anggota osis baru sebelum di lepas sepenuhnya oleh anggota osis lama.
Aku dan Rangga ikut dalam keanggotaan osis baru. Rapat berlangsung lumayan lama, dan akhirnya selesai juga dan rapat di tutup oleh Jonathan selaku ketos lama.
"Han... ayo kita pulang...!!" ajak Jonathan dan aku menganggukkan kepala dan beranjak dari dudukku melangkah mendekati Jonathan.
"Rangga... gue pulang dulu ya..!?"ucapku dan Rangga mengangkat tangan memberikan kelima jarinya sambil tersenyum.
Aku dan Jonathan melangkah menuju tempat parkir sesampai di tempat parkir kami heran, lagi lagi di sana ada Cinta yang bersandar di mobil Jonathan.
"Minggir...!!! hardik Jonathan
"Gue nungguin elo than..!"
"Mo... apalagiii...??" tanya Jonathan ketus dan aku hanya menyaksikan mereka.
"Gue cuma mau bilang I Love You sama kamu dan I Miss You sama kamu."
"Udah kan...? elo udah bilang I Love You ma I Miss You ke gue, dan gue dah denger sekarang lo minggir gue mau pulang...!?" Jonathan mendorong tubuh Cinta agar Cinta menyingkir dari pintu mobil. Jonathan masuk ke dalam mobil dan aku mengikuti masuk ke dalam mobil.
Mobil Jonathan melaju pelan meninggalkan tempat parkir sekolah dan meninggalkan Cinta yang hanya memandang kepergian mobil Jonathan dengan wajah sendu dan kesal.
"Jo... kasihan Cinta kamu gituin..."
"Aku dah berkali kali bilang ke dia kalau aku gak suka dia!" dianya aja yang gak mau ngerti dan terus kejar aku!" Jonathan menjawab dengan nada kesal.
"Udah udah gak usah kesal." Hana mengelus lengan Jonathan. "Tahun baru nanti kita kemana Jo...?"
"Aku lagi malas pergi Han... a...!" Jonathan menggantung kata katanya dan mengambil nafas pelan lalu Membuangnya dengan kasar.
"Kenapa...? dan kenapa kamu jadi sedih gini sih?".. tanyaku dengan khawatir dan menatap lekat Jonathan.
Jonathan lalu tersenyum menatapku. "Aku gak papa, jangan khawatir..! hmmmm gimana kalau kita barbequean aja di rumah elo!? undang semuanya buat ke sana.!"
"Boleh juga..." aku manggut manggut. " nanti aku urus soal ini sama Rangga.
Malam tahun baru
Malam ini kami sudah berkumpul di teras belakang rumahku untuk barbequean bersama.
para cowok mulai memanggang daging, sosis, bakso dan jagung. sedang kami para cewek mempersiapkan minuman dan camilan.
Jonathan sudah selesai membakar jagung dan membawakan satu untukku.
"Makasih" aku menerima jagung yan di berikan Jonathan, dan kami makan berdua.
Jonathan menatapku dengan tatapan yang tak mampu ku artikan, sambil tetap memakan jagungnya.
"Jangan liatin aku kayak gitu Jo! aku merasa gak nyaman." pintaku tersipu malu, mungkin wajahku juga sudah memerah bak kepiting rebus.
Jonathan menghentikan tatapannya dan memandang ke depan dengan pandangan kosong.
Aku menggeser dudukku di samping Jonathan dan menyandarkan kepalaku di bahunya dan tanganku memeluk lengannya.
"Kenapa..?" tanyaku lembut.
"Entahlah Han... tapi... aku merasa takut jika tak bisa memandangmu wajahmu lagi." lirih Jonathan dengan sendu.
" Aku akan selalu bersamamu dan gak akan tinggalkanmu." ucapku
"Maukah kamu menemaniku hingga nafas terakhirku...?" tanya Jonathan menggenggam tanganku erat.
"Pasti... " aku mencium punggung tangan Jonathan. Jonathan hanya tersenyum.
Sepanjang menanti puncak acara tahun baru ini, Jonathan tak banyak bicara dan banyak melamun.
"Han..." panggil kak Robin mendekatiku.
Aku menoleh ke arah kak Robin. " ya kak... kenapa?" tanyaku.
"Kalian bertengkar? kenapa dari tadi Jonathan berbeda?"
"Entahlah... kak... aku juga bingung dengan kelakuan dia hari ini, tapi aku sama Jonathan gak ada masalah apa apa, dan dia gak mau cerita sama aku."
"Coba nanti kakak yan bicara sama dia" aku menganggukkan kepalaku.
Kak Robin melangkah mendekati Jonathan, menepuk bahu Jonathan dan duduk di samping Jonathan. Jonathan mendongak ke arah kak Robin dan tersenyum.
"Kenapa?" Jonathan tak menjawab hanya memandang kosong ke depan.
"Kalau ada apa apa kamu bisa bilang ke gue, jangan di pendam sendiri."
"Entahlah kak tapi aku merasa takut hadapi semua ini" Jonathan menundukkan kepalanya.
"Kamu ada masalah...?"
"Kak... aku takut bila nanti akan membuat Hana bersedih, menangis dan.... " Jonathan menitikkan air matanya. Kak Robin merangkul bahu kak Jonathan.
"Kenapa jadi rapuh seperti ini? ini bukan diri elo Jo??" Jonathan mengusap air matanya dan tersenyum tipis.
"Gue akan pergi kak... "
"kemana?" sahut kak Robin
"Jauh..." jawab Jonathan lirih
"Kemanaaaa....?" tanya Kak Robin
"Aku belum siap cerita kak... tapi gue mohon jika gue dah pergi,.. gue titip Hana dan jagain dia kak, jangan biarin dia bersedih karena kepergianku."
"Jo... gak bisakah di jelasin elo mau kemana?" Jonathan menggelengkan kepalanya. lalu mengajak Kak Robin untuk bergabung dengan yang lainnya karena sudah hampir jam 12,
Kami mulai menghitung mundur dan mempersiapkan kembang api yang akan kami nyalakan di hitungan ke satu. 10 9 8 7...3 2 1 dan kami melepas kembang api kami dan riuh suara kembang api dan bersinar di langit yang gelap.
Satu minggu kemudian
Kami telah beraktifitas masing masing seperti biasa. karena sekolah sudah masuk dan memasuki semester baru.
Sudah seminggu ini Jonathan tak mengendarai sendiri mobilnya untuk menjemputku berangkat sekolah, tapi pak ayub yang mengendarai mobil Jonathan, aku sama sekali tak menaruh curiga apapun pada Jonathan karena dia bilang hanya seng capek.
Kami melakukan semua hal seperti rutinitas biasa, namun... saat pelajaran olah raga kelas Jonathan. Jonathan tiba tiba terjatuh dan pingsan.
Jonathan lalu di larikan ke rumah sakit, oleh pak Ayub, yang ternyata akhir akhir ini tak langsung pulang saat mengantar sekolah kami tapi menunggu di parkiran.
Aku yang masih ada mapel tak tahu kalau Jonathan masuk Rumah Sakit, hingga bel sekolah istirahat berbunyi. Bu April menghampiriku.
"Hana..." panggil bu April.
"Ya bu.."
"Ambil tas kamu! kamu di izinin pulang dan sekarang dah di jemput" perintah Bu April. dan aku mengambil tasku lalu mengikuti Bu April. Di depan pintu Ruang Guru ku lihat pak Ayub di sana, pikiranku mulai kacau.
"pak Ayub... ada apa dengan Jonathan?" tanyaku dengan cemas.
"Mari non saya antar ke Rumah Sakit" ajak pak Ayub.
Aku mengikuti langkah pak Ayub menuju tempat parkir. dan kami meninggalkan sekolah, untuk menuju Rumah Sakit.
Banyak pertanyaan di benakku dan aku benar benar cemas dan pak Ayub gak mau memberitahuku apa yang terjadi.
Jonathan sudah di pindahkan ke ruang vvip Rumah Sakit.
Aku masuk ke ruang inap Jonathan dan aku menutup mulutku tak percaya terlalu banyak alat yang ada di tubuh Jonathan. Ku dekati Jonathan dan ku genggam tangannya, aku hanya menitikkan air mata tak mampu berkata apapun.
bikin iri tau nggak. jangan gitu lah🤭🤭