NovelToon NovelToon
Dekapan Bayang

Dekapan Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / CEO / Cintapertama
Popularitas:238
Nilai: 5
Nama Author: Queenca04

Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Setelah pertemuan di depan unit apartemen tadi Anggie tidak banyak bicara hanya menjawab jika Zian bertanya. Suasana di dalam lift serasa canggung padahal dulu mereka cukup dekat tapi sekarang Anggie lebih membatasi diri dan sekarang ia menganggap kalau Zian itu atasannya tidak lebih dari itu.

Sampai di basement Zian mengajak untuk pergi bersama menggunakan mobilnya.

"Kamu naik apa ke kantor?"

"Saya naik motor Pak."

"Bisa gak kalau di luar kantor jangan pake Pak. Emangnya saya bapak kamu. Panggil Kakak aja kayak dulu."

"Tapi sekarang kan Bapak atasan saya."

"Tapi kamu bukan anak saya, kenapa juga harus panggil bapak," Zian tak mau kalah.

Anggie mendengus kesal dengan Zian dan pamit, "Maaf Pak saya duluan."

Anggie pun pergi duluan ke parkiran tempat motornya di simpan di sana.

Tak lama kemudian kini Anggie sudah sampai di kantor. Anggie lebih dulu sampai karena kondisi jalanan macet jadi menggunakan motor lebih cepat dari pada mobil.

Sesampainya di meja sekertaris yang kini hanya dia saja karena Lusi sudah resign mulai hari ini. Anggie mulai menyalakan komputernya.

"Baru datang Gi?"

Anggie yang sedang fokus dengan komputernya langsung mendongakkan kepalanya melihat ke sumber suara. "Pak Roy, iya pak baru datang."

"Kamu udah sarapan? Kalau belum saya tadi bikin sandwich banyak jadi saya bawa buat kamu," Roy memberikan kotak makanan kepada Anggie.

"Terima kasih Pak, tapi..."

Ucapan Anggie pun terpotong saat mendengar deheman. Keduanya langsung terdiam saat melihat siapa yang datang.

"Pagi Pak," sapa Anggie dan Roy bersamaan.

Zian hanya mengangguk saja berlalu begitu saja.

"Jangan lupa di makan ya," bisik Roy tapi masih terdengar Zian.

Zian kembali berbalik saat mendengar Roy berbisik.

"Anggie kamu sekarang ikut saya," Zian memberi perintah tegas.

"Baik Pak." Anggie mengangguk lalu berdiri mengikuti perintah dari Zian.

Di ruangan Zian Anggie hanya di suruh duduk saja tidak mengerjakan apapun. Anggie pun mulai bosan apalagi ia juga banyak yang harus diselesaikan.

"Maaf Pak apa saya boleh kembali ke meja saya?" tanya Anggie lembut.

"Boleh tapi sandwich yang di kasih Roy tadi bawa ke sini."

"Bapak belum sarapan? Kalau bapak belum sarapan nanti saya pesankan makanan buat bapak. Masa jam segini belum sarapan sih Pak ini udah jam sembilan."

Zian tersenyum mendengar Omelan dari Anggie tak menyangka kalau Anggie ternyata perhatian sama dirinya.

"Aku mau sandwich itu aja."

Sebenarnya Zian bukan belum sarapan tapi Zian tidak mau kalau Anggie yang memakannya. Mungkin Zian lebih ke cemburu.

"Kamu sendiri udah sarapan?"

"Saya sudah sarapan Pak."

"Kalau kamu sudah sarapan kenapa kamu ambil sandwich dari Roy," Zian dengan penuh penekanan.

Anggie langsung kicep saat tahu ternyata masalahnya ada di sandwich yang dikasih Roy tadi.

"Maaf Pak saya gak gak ngerti maksud bapak, bapak mau sandwich yang dikasih Roy tadi karena bapak belum sarapan."

"Saya sudah sarapan tapi saya gak mau kamu makan makanan yang dikasih cowok lain," Zian sedikit meninggi.

Anggie langsung terdiam. Zian yang sadar kalau dirinya sudah meninggikan suaranya, ia takut kalau hal itu akan memicu kembalinya trauma Anggie.

"Maaf. Bukan maksud saya buat..." Zian panik.

"Enggak apa-apa kok Pak saya ngerti kok. Kalau begitu saya permisi dulu."

Anggie pun keluar dari ruangan Zian. Zian mengusap wajahnya kasar.

Setelah Anggie keluar Zian melihat Anggie dari cctv tapi tidak terlihat hal yang mencurigakan atau tanda-tanda trauma Anggie kembali kambuh. Anggie bekerja seperti biasanya.

"Mungkin trauma Anggie sudah sembuh. Aku harap kamu kuat dan bisa kembali seperti dulu."

Zian pun kembali berkutat dengan pekerjaannya yang memang sedang sibuk karena ada pengerjaan proyek yang harus segera diselesaikan dalam waktu dekat.

Anggie sebagai sekertaris pun tak kalah sibuk dengan CEO-nya. Anggie dengan penuh konsentrasi dan fokus pada pekerjaannya tiba-tiba ada yang datang menyapanya.

"Selamat siang, kamu pasti sekertaris baru Zian ya? apa Zian-nya ada?" sapa seorang cowok yang datang.

"Siang, Pak. Pak sedang ada di ruangannya."

"Kalau begitu saya masuk saja ya."

"Silahkan."

Setelah pamit pada Anggie si pria itu pun pergi masuk ke ruangan Zian.

Zian yang fokus dengan pekerjaannya dikagetkan dengan kedatangan sahabatnya yang tiba-tiba duduk di depannya. Zian saking fokus sampai tidak tahu ada yang datang.

"Fokus amat lo."

"Ngapain lo ke sini kayak gak ada kerjaan aja," sinis Zian.

"Sebentar lagi juga masuk jam makan siang, lo masih aja sibuk."

Zian hanya mendengus kesal dengan kelakuan sahabatnya.

"Tadi gue lihat sekertaris lo baru ya? Tapi kok gue kayak gak asing ya liat sekertaris lo."

"Dia Anggie."

Frans yang datang saat itu pun terkejut saat mendengar nama Anggie disebut Zian.

"Maksud lo Anggie crush lo itu?" Frans meyakinkan.

Zian pun mengangguk membenarkan ucapannya.

"Kok bisa dia jadi sekertaris lo?"

Zian pun lalu menceritakan kejadian yang sebenarnya tentang pertemuan yang tak sengaja.

"Pantesan aja lo jarang kumpul sama kita-kita, ternyata ini alasannya."

"Gue lagi mencoba lagi siapa tahu untuk sekarang gue berhasil dan beruntung."

1
Abah Pnd
pasti jatuh miskin anggoro
Queen: pantas ya buat seorang tukang selingkuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!