Sebelum membaca cerita ini, di harap kan sediakan tissu atau sejenis nya, karena novel mengandung bawang, sehinga membuat mata bisa berair.
Setelah kepergian ibu nya, Reina mengalami kepahitan dalam hidup nya, Ayah nya menikah lagi, dan ibu tirinya slalu menyiksa dirinya dengan begitu kejam, di tambah lagi Ayah nya tidak pernah membela Reina, padahal Reina adalah anak kandungnya sendiri, entah apa yang bisa membuat ayah Reina ikut membenci anak kandung nya sendiri.
karena tidak tahan dengan siksaan yang terus di lakukan oleh ibu tirinya, Reina memilih untuk kabur dari rumah, saat kabur dia malah hampir tertabrak mobil mewah.
Siapa kah yang ada di dalam mobil mewah itu?
Akankah kehidupan Reina bisa berubah menjadi kebahgian,setelah selama bertahun tahun dia hidup menderita.
Yuuk ikuti terus ceritanya, di jamin readers bakalan penasaran dengan cerita di novel ke dua saya ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi f pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#11
Seluruh anak buah Diana berpencar mencari dimana keberadaan Reina, tapi sudah hampir seminggu Reina juga tidak berhasil di temukan, hal itu yang membuat Diana murka.
Sementara di gedung Kesuma Group, Bagas sedang membaca hasil penyelidikan dari keluarga Riena yang selama ini di cari tahu oleh Raka.
" Jadi benar Reina anak dari Pak Budi anak dari rekan bisnis kita" tanya Bagas memastikan.
" Benar Bos, bahkan saham di perusahaan orang tua Reina masih atas nama nona Reina sendiri bos" sahut Raka menjelas kan.
" Lantas kenapa ayah nya malah memperlaku kan Reina seperti ini, bukan nya Pak Budi itu orang nya sangat baik" tanya Bagas lagi.
" menurut informasi orang suruhan saya, kalau ada satu rahasia yang belum di ketahui mereka bos, tapi mereka menyimpul kan kalau pak Budi tidak bisa membela nona Reina selama di siksa oleh ibu tiri dan saudara tiri nya karena ada alasan tertentu, dan menurut orang suruhan kita kalau ini semua ada sangkit paut nya dengan ibu tiri dan saudara tiri nona Reina" sahut Raka menjelas kan lagi.
Bagas terdiam mendengar penjelasan Raka, ada rasa curiga di benak Bagas mulai dari kematian ibu kandung Reina sampai siksaan yang di alami Reina dan diam nya ayah Reina saat Reina di siksa habis oleh ibu tiri nya.
" Bagaimana dengan saudara tiri Reina?" tanya Bagas lagi.
" Saya sudah menyuruh orang kita untuk mendekati saudara tiri nona Reina Bos, cuma kita harus merubah penampilan orang suruhan kita dulu, agar Siska saudara tiri nona Reina lebih mudah di dekati bos" ucap Raka memberi tahu.
" Emang dia wanita pemilih, kenapa harus di rubah segala, bukan nya banyak orang suruhan kita yang ganteng" tanya Bagas.
" Biar lebih dapet aja bos, jadi Siska lebih mudah jatuh cinta nya" ucap Raka berusah menjelas kan agar Bagas lebih mengerti.
" Kenapa bukan kamu saja yang mendekati wanita rubah itu?" suruh Bagas.
" Maaf bos, saya tidak ahli di bidang ini" tolak Raka secara halus.
Bukan dia tidak mudah membuat Siska jatuh hati oada nya, tapi diri nya tidak mau menjadi korban kalau sewaktu waktu Siska meminta lebih atas diri nya, karena Raka sudah mencari tahu dulu tentang pergaulan Siska.
" Yasudah kamu atur aja gimana baik nya, tapi saya tidak mau semua nya gagal, buat semua nya senatural mungkin, agar tidak ada kecurigaan, untuk siapa yang mendekati Siska saya serah kan sama kamu semua nya" ucap Bagas memerintah Raka.
" Baik bos" sahut Raka dengan hormat.
" Oia Raka, tolong kamu panggil kan Tria ke sini, ada yang mau saya bicara kan dengan nya, dan kamu masuk lagi ke sini, saya tidak mau kalau hanya berdua dengan wanita di dalam ruangan saya, takut mereka besar kepala" ucap Bagas dan langsung di angguki kepala oleh Raka.
Raka dengan sigap langsung keluar ruangan Bagas dan memanggil Tria untuk menghadap Bos nya.
Kini orang yang di panggil Bagas sudah ada di hadapan nya.
" Tolong kamu cari kan saya baju wanita beserta pakaian dalam nya, untuk ukuran nya sebelas dua belas sama tubuh kamu" ucap Bagas tho the point pada Tria.
Tria yang mendengar bos nya meminta diri nya untuk membeli kan pakaian wanita langsung melotot kan mata nya, menurut Tria ini adalah hal yang langkah karena bos nya saat ini sedang dekat dengan seorang wanita, tapi siapa kah kira kira.
" Kenapa kamu diam, kamu keberatan?" tanya Bagas dengan tampang dingin nya dan menatap Tria dengan mata elang nya.
" Ba..ik bos, saya akan ke butik tempat langganan keluarga bos membeli pakaian" ucap Tria terbata bata.
" Bagus, cari yang sopan dan tertutup, kamu akan di temani bodigart saya, dan kamu setelah selesai membeli pakaian, kamu langsung antar ke rumah saya, mereka akan membuka pintu nya karena Raka akan mengurus semua, dan ingat beli sebanyak banyak nya, kamu dengar" ucap Bagas penuh penekanan.
" Satu lagi, lengkap dengan sepatu, tas dan alat make up nya, pokok nya yang berhubungan dengan perlengkapan wanita" ucap Bagas lagi yang di angguki kepala oleh Tria.
" Raka urus semua" perintah Bagas.
" Baik bos" sahut Raka.
" sekalian kalian boleh pergi" usir Bagas dengan sopan.
Raka dan Tria pun langsung keluar dari ruangan Bagas, di pikiran Tria masih bertanya tanya untuk siapa semua perlengkapan yang akan di beli nya, hal itu membuat Raka mengetahui isi kepala Tria.
" Kamu tidak perlu berfikir untuk siapa semua itu, yang paati kamu beli semua apa yang di perintah oleh bos, kalau sempat salah, jangan harap kamu bisa menghirup udara dengan bebas" ucap Raka memperingati.
Tria yang mendengar asisten bos nya berbicara langsung tersadar, dia pun baru tahu kalau bos dan asisten nya ini sama sama berwajah dingin dan kejam, walau pun tampan.
Kini Bagas berfikir hal apa yang akan di lakukan nya untuk bisa membuat Reina bercerita tentang kehidupan nya, agar Bagas lebih cepat mengetahui tanpa mengorek semua nya dari saudara tiri Reina.
" Tapi bagaimana kalau Reina tidak mau cerita, apa aku bertemu saja dengan ayah nya Reina, dan memberi tahu pada nya kalau saat ini Reina ada bersama ku" ucap Bagas berbicara sendiri.
" Tidak tidak, aku harus mencari cara lain, kalau ternyata ayah nya hanya tipu daya Reina, bisa bisa Reina dalam bahaya" ucap Bagas lagi.
" Aku akan melindungi kamu Reina, kamu aman bersama ku" ucap Bagas.
Di rumah besar, Reina saat ini sedang berada di halaman belakang, dia dengan telaten menanam bunga mawar putih di halaman belakang, mama Ridha dan papa Andre saat ini tidak berada di rumah karena sedang menemui rekan bisnis dari papa Andre.
Karena Reina merasa bosan, ahkir nya dia ke taman belakang untuk menanami bunga mawar putih, bunga favorit nya selama ini.
Saat sedang asik menanam bunga, tangan nya penuh dengan tanah, dan wajah nya juga sudah sedikit comeng karena tanah yang ada di pipi dan kening nya.
Tiba tiba Reina di kejut kan dengan panggilan salah satu pelayan.
" Nona Reina ada anak buah tuan Bagas di depan yang ingin menemui nona" panggil pelayan dengan ramah.
" Ada apa mbak" tanya Reina dengan sopan.
" Saya tidak tahu Non, sebaik nya nona Reina datangi saja dahulu" ucap pelayan tersebut kemudian pamit undur diri karena masih ada pekerjaan yang akan dia kerja kan.
" Baik lah mbak, terima kasih banyak ya" ucap Reina dan di angguki kepala oleh pelayan tak lupa dengan senyuman manis nya.
Tbc.